Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Ada 66.760 Kasus Gigitan dan 16 Tewas, DPR Sebut Bali Darurat Rabies

Ada 66.760 Kasus Gigitan dan 16 Tewas, DPR Sebut Bali Darurat Rabies

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
  • visibility 122
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA  MSINEWS.COM- Anggota Komisi IV DPR. Firman Soebagyo mengaku terkejut sekaligus prihatin setelah menerima laporan mengenai kondisi penyebaran rabies di Bali dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali serta Kepala Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar.

Laporan tersebut diterima Firman saat melakukan kunjungan kerja reses di Denpasar, Bali, Jumat (19/9/2026). Ia menyebut situasi rabies di Pulau Dewata sudah berada pada kondisi yang mengkhawatirkan.

“Saya terkejut. Laporan Kadis Pertanian jelas. Populasi anjing liar hampir tidak terkendali. Korban manusia sudah berjatuhan,” kata Firman kepada wartawan, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Firman, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 66.760 kasus gigitan anjing di Bali dengan 16 orang meninggal dunia. Sementara itu, di Kota Denpasar hingga September 2026 telah ditemukan delapan kasus positif rabies.

Ia juga menyoroti cakupan vaksinasi yang disebut baru mencapai sekitar 46 persen.

“Ini darurat, bukan biasa,” tegasnya.

Firman menilai persoalan tersebut tidak hanya menyangkut kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap sektor pariwisata Bali yang menjadi salah satu destinasi utama wisatawan internasional.

“Bali adalah pariwisata dunia, etalase Indonesia. Bayangkan jika ada turis asing yang digigit anjing rabies dan meninggal di Bali. Itu akan mencoreng nama Indonesia di seluruh dunia,” ujarnya.

Ia mengingatkan, apabila persoalan rabies tidak segera ditangani secara serius, dampaknya dapat meluas terhadap citra pariwisata Indonesia.

“Travel warning bisa saja keluar. Pariwisata kita yang baru pulih bisa hancur lagi. Pemerintah pusat tidak boleh diam,” katanya.

Politikus Partai Golkar tersebut menyebut salah satu persoalan utama penanganan rabies di Bali adalah keterbatasan anggaran, fasilitas, dan sumber daya manusia di tingkat daerah.

Menurut dia, jumlah anjing liar di Bali yang disebut mencapai sekitar 700 ribu ekor membutuhkan penanganan yang terintegrasi dan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah.

Firman juga menyoroti belum optimalnya program penampungan anjing liar yang sebelumnya telah diinstruksikan pemerintah daerah. Program tersebut, kata dia, masih menghadapi kendala anggaran serta penolakan dari kelompok tertentu.

Karena itu, Firman mendesak pemerintah pusat mengambil langkah khusus untuk mempercepat penanganan rabies di Bali.

Firman mengusulkan sedikitnya tiga langkah yang perlu segera dilakukan pemerintah pusat.

Pertama, pemerintah diminta mempertimbangkan penetapan Bali sebagai daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies secara terbatas sekaligus menyediakan anggaran khusus untuk penanganannya.

“Jangan bebani APBD Bali saja. Pemerintah pusat harus hadir,” ujarnya.

Kedua, ia meminta Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan memperkuat ketersediaan vaksin, termasuk vaksin anti-rabies (VAR) bagi manusia dan vaksin rabies untuk hewan.

Firman juga mengusulkan penambahan sekitar 20 dokter hewan untuk mendukung operasi sterilisasi massal di sembilan kabupaten/kota di Bali.

Ketiga, pemerintah pusat diminta menyusun kebijakan khusus mengenai pengendalian populasi anjing berbasis desa adat.

“Jangan pakai cara Jakarta untuk mengatasi masalah Bali. Libatkan Pecalang dan Desa Adat. Beri kewenangan awig-awig untuk mengatur pemilik anjing yang melepas liar. Kalau perlu, denda adat,” kata Firman.

Di sisi lain, Firman menolak pendekatan eliminasi anjing liar dengan cara meracun. Menurutnya, metode tersebut tidak menyelesaikan persoalan secara berkelanjutan dan dapat menimbulkan persoalan terkait kesejahteraan hewan.

“Jangan dibunuh, tapi dikendalikan. Sterilisasi, vaksinasi, dan kandang komunal. Itu solusi yang diakui WHO,” ujarnya.

Firman memastikan persoalan rabies di Bali akan dibawa ke rapat Komisi IV DPR RI bersama pemerintah.

“Saya akan bawa masalah ini langsung ke Rapat Komisi IV dengan Menteri Pertanian dan Menteri Kesehatan minggu depan. Bali tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri,” katanya.

“Kalau Bali darurat rabies, itu darurat nasional,” pungkas Firman. (Tim red).

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mendagri dan Menteri PKP akan  Revisi Definisi MBR dan Hapus Hambatan Domisili

    Mendagri dan Menteri PKP akan  Revisi Definisi MBR dan Hapus Hambatan Domisili

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 237
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM– Ada kabar gembira datang dari dua pejabat penting, yakni Mendagri Muhammad Tito Karnavian, dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruar Sirait. Mendagri Tito Karnavian menyatakan bahwa, pihaknya akan menyiapkan dukungan lain guna menyukseskan Program 3 Juta Rumah. Dukungan tersebut meliputi revisi definisi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) serta kepastian hukum bagi warga yang berbeda domisili […]

  • Sri Mulyani Ungkap Sinyal Ekonomi 2023 Bakalan Seram Gelap Gulita

    Sri Mulyani Ungkap Sinyal Ekonomi 2023 Bakalan Seram Gelap Gulita

    • calendar_month Selasa, 1 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Jakarta_Infomsi.News–Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap adanya sinyal kalau ekonomi dunia pada 2023 ini akan gelap gulita atau Mati Lampu. Kondisi ini membuat Indonesia harus kembali mengencangkan sabuk pengamannya. Wanita asal Lampung itu menilai kondisi sedikit lebih baik dari yang diperkirakan awal dan sebelumnya organisasi dunia telah memproyeksikan pada 2023 ini akan banyak negara yang […]

  • 125 tahun Kelahiran I.j.Kasimo ”Membangun Indonesia dengan Prinsip dan Keteladanan”

    125 tahun Kelahiran I.j.Kasimo ”Membangun Indonesia dengan Prinsip dan Keteladanan”

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 207
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-Dalam rangka memperingati 125 tahun kelahiran Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono (I.J.Kasimo), Pengurus Pusat Pemuda Katolik akan menyelenggarakan seminar nasional dengan tema ”Warisan Pemikiran I.J. Kasimo: Membangun Indonesia dengan Prinsip dan Keteladanan”. Adapun, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pra-Rapat Kerja Nasional (Pra-Rakernas) Pemuda Katolik 2025. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Rabu, 16 April 2025 […]

  • Gelar Turnamen Biliard, PWI Kota Bogor Mempersatukan Berbagai Pihak

    Gelar Turnamen Biliard, PWI Kota Bogor Mempersatukan Berbagai Pihak

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 239
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM – Turnamen Biliard 9 Ball Class Pemula yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, menjadi sarana mempersatukan berbagai pihak. Event bergengsi yang dilaksanakan di One Way Billiard, Jalan Merdeka, Kota Bogor, dihadiri unsur Forkopimda Kota Bogor, dari PJ Walikota Hery Antasari, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo, Dandim 0606 Letkol Inf […]

  • Wamendagri Bima: Pemda Jadi Kunci Percepatan Transisi Energi

    Wamendagri Bima: Pemda Jadi Kunci Percepatan Transisi Energi

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 141
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM– Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan peran strategis pemerintah daerah (Pemda) sebagai kunci utama dalam mempercepat transisi energi. Karena itu, visi dan misi terkait transisi energi perlu diterjemahkan ke dalam aksi yang konkret dan terukur, dengan target serta indikator yang jelas. Pesan tersebut disampaikan Bima saat memberikan keynote speech pada Forum […]

  • SPK Gelar Aksi Solidaritas Tuntut Pembayaran Tunjangan Kinerja Dosen ASN Kemendikbudristek sejak 2020

    SPK Gelar Aksi Solidaritas Tuntut Pembayaran Tunjangan Kinerja Dosen ASN Kemendikbudristek sejak 2020

    • calendar_month Selasa, 5 Nov 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Serikat Pekerja Kampus bersaa Pejuang Tukin Dosen ASN Kemendikbudristek Menuntut agar tunjangan kinerjanya dibayarkan sejak 2020 Dalam kaitan dengan tuntutan tersebut mereka menggelar aksi solidaritas tuntutan pembayaran tunjangan kinerja dosen ASN kemendikbudristek Lokasi: Stasiun Palmerah – Gedung DPR RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, No. 6, Senayan, Jakarta Pusat,Selasa (511/2024) pukul 1100 WIB Kami mengundang kehadiran […]

expand_less