Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Update Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Status Level III Masih Berlaku

Update Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Status Level III Masih Berlaku

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
  • visibility 95
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.– Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berada pada Level III (Siaga) berdasarkan hasil analisis Badan Geologi hingga Jumat (11/9). Erupsi menerus yang berlangsung sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB telah berakhir pada Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB, setelah berlangsung selama sekitar 25 jam. Setelah periode erupsi menerus tersebut berakhir, hingga Jumat (11/9) pukul 06.00 WIB masih tercatat 14 kali erupsi Strombolian.

Erupsi menerus merupakan aktivitas erupsi yang berlangsung secara berkesinambungan dalam periode waktu yang panjang. Sementara itu, erupsi Strombolian terjadi secara episodik dalam bentuk letusan-letusan yang terpisah. Dengan demikian, berakhirnya erupsi menerus tidak berarti seluruh aktivitas erupsi berhenti. Dalam perkembangan terakhir, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dalam bentuk letusan Strombolian. Badan Geologi untuk sementara menginterpretasikan kembalinya karakteristik erupsi Strombolian tersebut sebagai berakhirnya periode erupsi menerus yang cukup panjang.

Dari sisi kegempaan, gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik dangkal, yaitu gempa Low Frequency dan Hybrid/Fase Banyak, masih berfluktuasi dengan kecenderungan menurun sejak berakhirnya erupsi menerus. Nilai perataan amplitudo RSAM yang sempat meningkat pada Sabtu (5/9) juga kembali menurun sejak Minggu (6/9).

Namun demikian, gempa yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik dalam cenderung meningkat dan menjadi indikasi adanya suplai magma dari kedalaman. Dinamika vulkanisme Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau. Badan Geologi menilai probabilitas terjadinya letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya masih tinggi.

Pada periode pengamatan 10–11 September 2026, kondisi Gunung Anak Krakatau teramati dari jelas hingga tertutup kabut. Cuaca cerah hingga mendung dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat laut. Pengamatan visual menunjukkan adanya erupsi, tetapi tinggi kolom erupsi tidak teramati. Pada periode yang sama tercatat satu kali gempa erupsi, 21 kali gempa Low Frequency, 13 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, tremor menerus, 28 kali gempa Vulkanik Dangkal, dan 18 kali gempa Vulkanik Dalam.

Potensi bahaya dari aktivitas Gunung Anak Krakatau berupa lontaran batu pijar disertai hujan abu lebat. Potensi bahaya lainnya berupa aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi.

Berdasarkan perkembangan aktivitas tersebut, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap Level III (Siaga). Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk pengunjung dan wisatawan, tidak diperbolehkan memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunungapi. Masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, lava, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat.

Bagi masyarakat yang terdampak abu vulkanik, aktivitas di luar rumah perlu dikurangi atau menggunakan masker saat beraktivitas di luar untuk menghindari gangguan pernapasan. Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung diharapkan tetap tenang dan tidak mempercayai informasi mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau yang dikaitkan dengan potensi tsunami apabila tidak bersumber dari kanal resmi. Aktivitas masyarakat dapat berlangsung seperti biasa dengan tetap mengikuti arahan BPBD setempat.

*Operasi Pencarian Delapan Orang di Selat Sunda Terus Dioptimalkan*

Di sisi lain, operasi pencarian terhadap delapan orang yang masih belum diketahui keberadaannya setelah kehilangan kontak di perairan Selat Sunda terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Rombongan tersebut terdiri atas lima jurnalis, dua awak, dan satu pemandu.

Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Posisi terakhir diketahui sekitar pukul 14.42 WIB, sedangkan komunikasi dengan rombongan kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Operasi pencarian dilakukan melalui jalur laut dan udara. Pada pencarian melalui laut, area pencarian di sisi selatan Gunung Anak Krakatau diperluas hingga sekitar 20 nautical mile (NM) dari pusat aktivitas gunungapi. Area pencarian kemudian diperluas ke arah utara dengan mempertimbangkan arus, pergerakan gelombang, dan arah angin, termasuk hingga perairan Lampung.

Dukungan pencarian melalui udara juga dilakukan menggunakan helikopter. Selain itu, drone digunakan untuk membantu pemantauan visual di sejumlah area yang menjadi sasaran pencarian.

Dalam pencarian melalui udara pada Kamis (10/9), tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang tersebut di daratan pulau-pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau. Pemantauan visual terhadap Pulau Sertung juga belum menunjukkan tanda keberadaan mereka. Pencarian langsung di Pulau Sertung tetap mempertimbangkan aspek keselamatan karena wilayah tersebut berada dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Tim juga menemukan sebuah benda yang diduga berupa pelampung atau jaket keselamatan. Benda tersebut masih dalam proses identifikasi dan belum dapat dipastikan memiliki keterkaitan dengan rombongan yang dicari.

Operasi pencarian dioptimalkan secara intensif sesuai ketentuan pelaksanaan operasi SAR, dengan melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, BPBD Kabupaten Serang, BPBD Provinsi Banten, TNI/TNI AL, Polri/Polairud, unsur SAR Lampung, pemerintah daerah, nelayan, masyarakat, Potensi SAR, serta unsur terkait lainnya.

Hingga Jumat (11/9), delapan orang tersebut masih dalam pencarian. Informasi mengenai keberadaan maupun kondisi mereka belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil operasi pencarian tim SAR gabungan.

BNPB bersama instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan operasi pencarian di Selat Sunda. Perkembangan situasi akan terus diperbarui berdasarkan hasil pemantauan di lapangan.**

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Swimming Championship Gubernur Cup V, Seribu Atlit Akan Turun

    Swimming Championship Gubernur Cup V, Seribu Atlit Akan Turun

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Bandar Lampung – Swimming Championship Gubernur Cup V 2023 akan mengelar kejuaraan renang pada 24 hingga 26 November pekan depan. Ketua Umum Akuatik Indonesia Provinsi Lampung, Ade Utami Ibnu menyampaikan, kejuaraan berskala nasional ini menargetkan ribuan atlet dari seluruh Indonesia. “Open Swimming Championship Gubernur Cup V 2023 akan mengelar kejuaraan renang pada 24 hingga 26 […]

  • Korlantas

    Korlantas Bagikan Sembako 1.070 Paket, Dukungan Masyarakat.

    • calendar_month Rabu, 20 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Jakarta – Korlantas Polri mengadakan bakti sosial dengan membagikan sembako sebanyak 1.070 paket, di Desa Kota Batu, Ciomas, Bogor, Jawa Barat. Pembagian semboka bersamaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Lalu Lintas. Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi mengungkapkan bahwa di Hari Ulang Tahun Korlantas, ia bersama jajaran polantas di seluruh Indonesia berkesempatan untuk memberi […]

  • Catatan Survei Kompas: PAN, PPP, Perindo, dan PSI Tak Lolos ke Parlemen, Apa Betul??

    Catatan Survei Kompas: PAN, PPP, Perindo, dan PSI Tak Lolos ke Parlemen, Apa Betul??

    • calendar_month Kamis, 24 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Jakarta, InfosiNews–Catatan Survei Litbang Kompas terkini PAN dan PPP tidak lolos ke parlemen di Pemilu 2024 dengan elektabilitas yang terekam pada periode Agustus 2023. Dilangsir dari halaman CNNI, hasil survei menunjukkan elektabilitas kedua partai politik parlemen itu berada di bawah ambang batas parlemen (parliamentary threshold_red) sebesar empat persen. PAN memperoleh elektabilitas sebesar 3,4 persen, naik 0,2 persen […]

  • Ricuh Lapas Narkotika Berulang, Komisi XIII Desak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bikin Langkah Terobosan

    Ricuh Lapas Narkotika Berulang, Komisi XIII Desak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bikin Langkah Terobosan

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Anggota Komisi XIII DPR dari Fraksi PKB, Prana Putra Sohe, mendesak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk segera mengambil langkah tegas dalam menangani masalah berulang di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Desakan ini muncul setelah terjadi kerusuhan di Lapas Narkotika Muara Beliti, Musi Rawas, Sumatera Selatan, Kamis (8/5/2025). Insiden terbaru ini menambah daftar panjang kekacauan di […]

  • Ratusan Warga Pemilik Lahan Unjuk Rasa ke PTBA dan PT.lBSP

    Ratusan Warga Pemilik Lahan Unjuk Rasa ke PTBA dan PT.lBSP

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Tanjung Enim, msinewa.com – Ratusan warga desa pemilik lahan di Bintan dan empat kawasan di Desa Keban Agung menolak penggusuran dan penambangan di lahan milik mereka. Pasalnya lahan tersebut sudah lama mereka garap. Mereka menuntut PT Bukit Asam (PTBA) dan PTBSP menggganti untung sesuai dengan harga layak sesuai dengan keinginan masyarakat. Ratusan warga pemilik lahan […]

  • Komnas HAM ; Pembubaran Retret di Cidahu Langgar Hak Asasi

    Komnas HAM ; Pembubaran Retret di Cidahu Langgar Hak Asasi

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Komnas HAM, Pramono Ubaid Tanthowi,menegaskan bahwa berdasarkan hasil pengamatan situasi yang dilakukan pada 3–4 Juli 2025, menyimpulkan pembubaran retret remaja Kristen di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (27/6/2025), melanggar nilai-nilai hak asasi. “Komnas HAM menilai telah terjadi bentuk pelanggaran terhadap hak atas kebebasan beragama dan berkeyakinan, hak kebebasan berkumpul, serta hak atas […]

expand_less