Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pemerintah Tegaskan Pentingnya Resiliensi Berkelanjutan Hadapi Bencana

Pemerintah Tegaskan Pentingnya Resiliensi Berkelanjutan Hadapi Bencana

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • visibility 106
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.COM – Pemerintah Indonesia bersama komunitas internasional kembali membahas rumusan strategi penanggulangan bencana yang terintegrasi. Relevansi forum ini semakin kuat mengingat risiko bencana, khususnya di Indonesia, adalah ancaman harian yang membutuhkan aksi pencegahan nyata, bukan sekadar dialog.

Diskusi bersama tersebut terselenggara dalam The 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) di Jakarta pada 9-10 September 2026. Di tengah sejumlah bencana yang terjadi di Tanah Air, pembahasan bersama ini memberikan urgensi nyata bahwa risiko bencana bukanlah sekadar isu teoretis, melainkan ancaman harian yang memengaruhi kehidupan masyarakat, memutus mata pencaharian, dan merusak infrastruktur pembangunan.

Pada sambutan pembukaan GFSR, Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Raditya Jati menegaskan bahwa pengalaman dari bencana yang terjadi hari ini memperkuat pentingnya langkah kesiapsiagaan dan pencegahan sebelum bencana terjadi. GFSR merupakan momentum untuk mengingatkan semua pihak bahwa upaya prabencana dan tanggap darurat tidak dapat berjalan secara terpisah.

“Keduanya harus berjalan beriringan, saling mendukung, dan secara terus-menerus memperkuat resiliensi masyarakat secara keseluruhan,” ujar Deputi Raditya Jati, Rabu (9/9).

Di sisi lain, GFSR ini berlangsung di tengah masyarakat global memasuki periode yang kritis. Raditya mengatakan, 2026 hingga 2030 merupakan jendela implementasi terakhir menuju target Kerangka Kerja Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana (Sendai Framework for Disaster Risk Reduction) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), sementara Perjanjian Paris terus memandu aksi iklim global.

“Pada saat yang sama, perubahan iklim, risiko bencana, urbanisasi yang cepat, eksposur infrastruktur, kerentanan sosial-ekonomi, dan keterbatasan fiskal semakin berinteraksi satu sama lain,” tambahnya.

Menurut Raditya Jati, konsep resiliensi berkelanjutan dari Indonesia menjadi sangat relevan. Resiliensi berkelanjutan menyadari bahwa pengurangan risiko bencana, aksi iklim, dan pembangunan berkelanjutan harus didekati sebagai satu upaya yang terintegrasi.

Hal ini adalah tentang beralih dari intervensi yang terfragmentasi menuju sistem yang lebih koheren, yang menghubungkan tata kelola, investasi, infrastruktur, sains dan teknologi, informasi risiko, peringatan dini, kesiapsiagaan, tanggap darurat, pemulihan, dan aksi masyarakat.

“Di pusat sistem ini adalah individu dan masyarakat,” tegas Raditya.

Pada akhirnya, resiliensi diukur dari sejauh mana masyarakat menjadi lebih aman, apakah komunitas dapat mengantisipasi dan bertindak, apakah layanan esensial dapat terus berjalan, dan apakah hasil-hasil pembangunan dapat dilindungi dan dipertahankan.

Ini juga melatarbelakangi tema yang diangkat pada GFSR ke-3, “Global Resilience Recharged: From Fragmented Action to Aligned Impact”, sangatlah tepat waktu. Kata “recharged” (dibangkitkan kembali) tidak berarti bahwa masyarakat harus memulai dari awal.

“Kerangka kerjanya sudah ada. Yang kita butuhkan adalah memberi energi baru pada implementasinya, memperkuat koherensi, menyelaraskan sumber daya, dan berfokus pada hasil yang terukur,” ujar Deputi BNPB.

Forum yang dibuka Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung dirancang untuk bergeser dari sekadar ruang dialog dan perumusan konsep, menuju realisasi yang menghasilkan dampak nyata.

Sementara itu, narasumber pada forum diskusi ini berasal dari kementerian/lembaga serta berbagai mitra BNPB di tingkat regional dan internasional.

Topik bahasan yang disampaikan selama dua hari penyelenggaraan GFSR, di antaranya integrasi kelembagaan untuk resiliensi berkelanjutan, pembelajaran 20 tahun gempa Yogyakarta, penyelarasan agenda global pada aksi lokal dan nasional, kebijakan dan strategi implementasi di lapangan serta pembelajaran lokal menuju resiliensi berkelanjutan.

GFSR ke-3 dihadiri 200 peserta dari berbagai kalangan dan diikuti oleh publik secara daring melalui kanal YouTube BNPB.**

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Fokus Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif Dan Berkelanjutan, Kebijakan Fiskal 2025

    Pemerintah Fokus Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif Dan Berkelanjutan, Kebijakan Fiskal 2025

    • calendar_month Sabtu, 25 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Jakarta,msimewa.com – Pemerintah menyampaikan dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Tahun 2025 dalam Rapat Paripurna DPR RI pada tanggal 20 Mei 2024.  Adapun, KEM PPKF 2025 disusun pada masa transisi dari pemerintahan saat ini untuk pemerintahan selanjutnya dan mengangkat tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”. Dalam siaran persnya, Kementerian Keuangan RI menyatakan, […]

  • Mensos Sepakati Nota Kesepahaman Soal Lindungi Anak dari Kekerasan

    Mensos Sepakati Nota Kesepahaman Soal Lindungi Anak dari Kekerasan

    • calendar_month Selasa, 8 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Jakarta, Infomsi–Upaya penanganan kekerasan terhadap anak mencatat kemajuan berarti. Sebanyak delapan pimpinan kementerian/Lembaga menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan pada Satuan Pendidikan (PPKSP). Nota kesepahaman ini merupakan wujud semangat kolaborasi kedelapan K/L mengimplementasikan pencegahan kekerasan terhadap anak, khususnya di lingkungan pendidikan. Menteri Sosial Tri Rismaharini menyambut baik kesepakatan ini. Ia berharap dengan sinergitas […]

  • Hermeneutika Minanga dalam  Tinjauan Semiotika

    Hermeneutika Minanga dalam  Tinjauan Semiotika

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Oleh:  Syamsul Noor KEPALA Biro SumselBabel MSINews Pak Unu Suyanto meminta penulis menyusun ulasan singkat tentang diksi Minanga. Dalam konteks permintaan tersebut, penulis menyadari permintaan itu sangat beralasan, baik secara “Rasionalitas Nilai” maupun “Rasionalitas Tujuan”. Berhadapan dengan beliau (Pak Unu Suyanto; Red), penulis cenderung “mati kutu” bila berapologi. Alasannya, beliau terlampau banyak mengetahui “rekam jejak” […]

  • Rieke Diah Pitaloka ; Wangsit Jenderal Soedirman Menguatkan KDKMP

    Rieke Diah Pitaloka ; Wangsit Jenderal Soedirman Menguatkan KDKMP

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 175
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA,MSINEWS.COM – Anggota Komisi XIII DPR RI sekaligus Duta Arsip Nasional Republik Indonesia, Dr. Rieke Diah Pitaloka, menegaskan bahwa polemik mengenai istilah “wangsit” yang dikaitkan dengan gagasan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak sepatutnya dipahami secara sempit sebagai sesuatu yang bersifat mistis. Menurutnya, dalam kehidupan berbangsa, “wangsit” harus dimaknai sebagai ilham kebangsaan yang lahir dari […]

  • Peringati HUT Ke-62, Kopaska Gelar Baksos Penanaman Pohon Mangrove dan Penebaran Benih Ikan

    Peringati HUT Ke-62, Kopaska Gelar Baksos Penanaman Pohon Mangrove dan Penebaran Benih Ikan

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 198
    • 0Komentar

     Jakarta,msinews.com – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Kopaska, ditandai dengan kegiatan bakti sosial, pembagian sembako, penanaman 600 pohon mangrove dan penebaran 5.000 benih ikan yang dilakukan Dansatkopaska, Kol. Evi Bayu Priatno ST.M.Tr Hanla bersama dengan Lantamal III, para tokoh masyarakat sekitar dan tamu undangan di pesisir Dermaga Muara Tawar, Minggu (10/3). Dalam kesempatan […]

  • DPR RI Soroti Permasalahan Transportasi dalam Penyelenggaraan Haji

    DPR RI Soroti Permasalahan Transportasi dalam Penyelenggaraan Haji

    • calendar_month Rabu, 12 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Madinah,msinews.com-Wakil Ketua DPR RI Lodewijk Freidrich Paulus, menyoroti permasalahan berulang dalam penyelenggaraan ibadah haji yang masih menjadi tantangan hingga saat ini. Dalam wawancara baru-baru ini, Lodewijk mengingat pengalamannya pada tahun 2012 yang mencerminkan masalah serupa, terutama dalam hal manajemen transportasi. “Saya kebetulan ikut reguler walaupun saya waktu itu Panglima Kodam tapi saya merasakan hal yang […]

expand_less