Msinews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan terbaru penanganan darurat dan pemulihan awal bencana hidrometeorologi basah yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga Senin (20/1/2026).
Memasuki fase transisi menuju pemulihan, BNPB mencatat adanya penambahan satu korban meninggal dunia di Kabupaten Aceh Tengah. Dengan penambahan tersebut, jumlah korban jiwa terus meningkat.
“Dengan penambahan tersebut, total korban meninggal dunia secara keseluruhan mencapai 1.200 jiwa,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam rilis resmi, dikutip pada Rabu, 21 Januari 2026.
Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat jumlah korban hilang mencapai 143 jiwa. Sementara itu, sebanyak 113.903 warga masih berada di lokasi pengungsian yang tersebar di wilayah terdampak.
“Data ini menunjukkan dinamika pergerakan pengungsi seiring dengan proses pembersihan wilayah, pemulihan kawasan permukiman, serta pembangunan hunian sementara yang terus berlangsung di wilayah terdampak,” jelas Abdul.
Dalam rangka mempercepat penanganan darurat sekaligus menekan risiko bencana susulan, BNPB turut mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah rawan.
“Hingga 20 Januari 2026, OMC di wilayah Aceh telah dilaksanakan sebanyak 507 sorti dengan total penggunaan bahan semai mencapai 484.600 kilogram,” ujar Abdul.
Di Sumatra Utara, OMC tercatat telah dilakukan sebanyak 390 sorti dengan penggunaan bahan semai sebesar 342.600 kilogram. Sementara di Sumatra Barat, operasi serupa telah dilaksanakan sebanyak 407 sorti dengan total bahan semai mencapai 404.325 kilogram.
“Operasi ini bertujuan untuk mengendalikan intensitas curah hujan serta mengurangi potensi terjadinya bencana susulan di wilayah rawan,” jelas Abdul.*

