Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Imipas Diduga Terbitkan Paspor Anak Dibawa Usia Tanpa Persetujuan Ibu Kandung? Ini Penjelasanya

Imipas Diduga Terbitkan Paspor Anak Dibawa Usia Tanpa Persetujuan Ibu Kandung? Ini Penjelasanya

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 211
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.COM- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) kini diterpa isu mengejutkan, dugaan penerbitan paspor untuk anak di bawah umur tanpa persetujuan ibu kandung kini menjadi sorotan publik.

Sumber menjelaskan secara gamblang bahwa Wakil Menteri (Wamen) Imigrasi pada saat menjabat diduga memberikan atensi secara prioritas terhadap proses penerbitan paspor.

Berdasarkan data bahwa paspor itu, sebelumnya dikeluarkan oleh kantor Imigrasi Jakarta Utara pada tanggal 10 Mei 2022 sampai masa berlaku 10 Mei 2027.

Setelah lama kemudian paspor tersebut dikeluarkan oleh kantor Imigrasi Jakarta Selatan pada tanggal 31 Januari 2025 sampai masa berlaku 31 Januari 2030.

Seperti diketahui mantan Wakil Menteri Imipas Silmy Karim kini ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus gratifikasi di lingkungan Imigrasi Jakarta Barat, dalam kasus ini sumber tidak menyebut nama Silmy Karim.

Dia mengatakan paspor diterbitkan meski surat permohonan yang diajukan tidak disertai persetujuan dari Lisa selaku ibu kandung anak yang saat itu masih berusia 16 tahun.

“Surat yang dibuat mantan suami kepada Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Non TPI Jakarta Selatan pada 27 Oktober 2023 tidak ada tanda tangan Lisa. Tapi kenapa oknum Wamen Imigrasi justru memberikan persetujuan penerbitan paspor anak yang saat itu berusia 16 tahun,” kata sumber.

Dia mengungkapkan bahwa, dirinya merasa heran tentang proses penerbitan paspor tetap berjalan, meski mendapatkan persetujuan dari kepala seksi tanpa adanya persetujuan dari ibu kandung.

Menanggapi hal ini , Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menyatakan secara tegas setiap pejabat atau pegawai di Imigrasi dan pemasyarakata harus memahami fungsi kewenangannya sesuai struktur organisasi dan aturan yang berlaku.

“Seharusnya semua tau fungsi dan peran dalam berbagai jenjang struktur organisasi di setiap Kementerian Lembaga (tau mana yg harus dikerjakan, aturan apa yang harus dipedomani, dengan banyaknya masalah di Pemasyarakatan konsentrasi,” ujar Agus kepada wartawan di Jakarta, Jumat 5 Juni 2026.

Agus menjelaskan saat ini perhatian besar Kmenterian Imipas juga tertuju pada pembinaan warga binaan pemasyarakatan serta pemanfaatan lahan yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Banyak terfokus disana Pembinaan dan Pembimbingan WBP dan Tahanan Titipan serta pemanfaatan Lahan idle yang selalu menjadi temuan BPK, lahan tersebuat saya fakuskan mendukung Program Ketahanan Pangan yang menjadi Prioritas Bapak Presiden, ” jelasnya.

Pengawasan di lingkungan keimigrasian, Menteri Imipas menyebut dirinya membagi tugas dengan mantan Wakil Menteri Silmy Karim yang saat itu, dia dikenal dan memiliki pengalaman sebagai mantan Direktur Jenderal (Dirjend) Imigrasi.

“Untuk Imigrasi berbagi tugas dengan beliau karena menurut saya Beliau Mantan Dirjen Imigrasi, kalau ada penyimpangan rekan rekan kan monitor akan ditindak tegas, mau dar Imigrasi atau Pemasyarakatan,” ujarnya.

Menteri Imipas Agus menghimbau masyarakat dan peran media untuk melaporkan setiap dugaan pelanggaran yang ditemukan agar dapat ditindaklanjuti.

“Informasikan aja kalau ada bentuk penyimpangan dan pasti akan kami dalami, kalau bener info tersebut tentu akan ada sanksi kepada pelakunya, sudah cukup banyak pegawai yang di sanksi demosi bahkan pidana, dari Medsos dan info temen2 media banyak saya dapat info,” tegasnya.

Menurut Agus, sistem pengawasan di keimigrasian dan pemasyarakatan yang ada saat ini pada dasarnya sudah berjalan baik.

Agus dirinya mengakui keberhasilan sistem di Kementerian Imipas tetap bergantung pada integritas individu yang menjalankannya.

“Kalau sistem yang dimainkan tentu yang berperan orang per orang yg saling terkait, sistem sudah cukup baik menurut saya, namun sistem kan ada yg mengawaki (ini akan menjadi konsen penguatan pengawasannya, Setiap pegawai tau resiko dari apa yang mereka kerjakan, Kalau ada perintah yang gak bener ya jangn kerjakan tolak saja, Walau arahan itu datang dr Menteri sekalipun,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis,pihak-pihak terkait ,baik itu Imigrasi Jakarta Utara dan Jakarta Selatan belum memberikan keterangan secara resmi.** tim redaksi.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyidik Jaksa Agung Muda Periksa Saksi dalam Kasus Korupsi Tata Niaga Timah

    Penyidik Jaksa Agung Muda Periksa Saksi dalam Kasus Korupsi Tata Niaga Timah

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Penyidik dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung tengah memeriksa saksi berinisial RBS atau RBT dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tata niaga timah wilayah Izin Usaha Pertambangan PT Timah Tbk yang terjadi pada rentang tahun 2015 hingga 2022. Baca Juga : Hari Ini, Tepat 45 Tahun Peristiwa Bom […]

  • Komisi X DPR RI Dukung Penambahan Anggaran Kemenparekraf untuk Pagu Indikatif di 2025

    Komisi X DPR RI Dukung Penambahan Anggaran Kemenparekraf untuk Pagu Indikatif di 2025

    • calendar_month Jumat, 7 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, pihaknya akan melakukan pendalaman terhadap Rancangan Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025 terhadap Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Adapun, upaya ini dilakukan guna mempelajari sekaligus mengukur dampak yang akan terjadi dari turunnya anggaran Kemenperakraf tahun 2025. Dalam Rapat […]

  • Ada 7,3 Juta Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan,Komisi IX DPR ; Kemensos Harus Evaluasi!

    Ada 7,3 Juta Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan,Komisi IX DPR ; Kemensos Harus Evaluasi!

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 183
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM-Kebijakan Kementerian Sosial yang menonaktifkan 7,3 juta peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) mendapat sorotan dari Anggota Komisi IX DPR RI Achmad Ru’yat. Dirinya menilai langkah tersebut berpotensi menghambat akses pelayanan kesehatan masyarakat miskin yang membutuhkan pengobatan rutin. “Kasihan Pak yang periksa. Banyak dari mereka adalah pasien cuci darah, jantung, ginjal, dan paru yang membutuhkan […]

  • Dedikasi Tanpa Batas, Layanan Sentra Kemensos Tetap Jalan Selama Libur Idul Adha

    Dedikasi Tanpa Batas, Layanan Sentra Kemensos Tetap Jalan Selama Libur Idul Adha

    • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Hari Raya Idul Adha tidak membuat pelayanan di Sentra berhenti. Momentum ini justru menjadi pemicu semangat untuk berbagi dan peduli terhadap sesama di Sentra Terpadu atau Sentra yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemensos. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Sentra Meohai Kendari Iman Imaduddin Hamdan saat hadir dalam prosesi pemotongan kurban di Sentra […]

  • Hotel di Bali Bangkrut dan Dilego, DPR Minta Pemerintah Tak Tutup Mata

    Hotel di Bali Bangkrut dan Dilego, DPR Minta Pemerintah Tak Tutup Mata

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 89
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM— Anggota Komisi VII DPR RI Eva Monalisa menilai fenomena sejumlah hotel di Bali yang mengalami kesulitan usaha hingga harus dilego tidak bisa dilihat hanya dari kondisi sektor perhotelan. Menurutnya, persoalan tersebut berkaitan dengan keseluruhan ekosistem pariwisata, mulai dari infrastruktur, transportasi hingga keberadaan UMKM. Eva mengatakan kondisi pariwisata di Bali tidak seragam. Ada kawasan yang […]

  • Kemendagri Siap Kawal Percepatan Pembangunan PSEL di Daerah

    Kemendagri Siap Kawal Percepatan Pembangunan PSEL di Daerah

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Msinews.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan komitmennya mendukung percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di daerah. Dukungan tersebut disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto usai menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama antara pemerintah daerah (Pemda) dan Danantara terkait percepatan pembangunan PSEL. Bima mengatakan, Kemendagri akan mengawal pelaksanaan program tersebut agar […]

expand_less