Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Dialog Imajiner dengan Dr. Riezky Aprilia, S.H, M.H.: Menepis Utopia Pertanian

Dialog Imajiner dengan Dr. Riezky Aprilia, S.H, M.H.: Menepis Utopia Pertanian

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
  • visibility 76
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Palembang, msinews.com – Dr. Riezky Aprilia, S.H, M.H (akrab dipanggil Kikie) atau disingkat RA, sebagaimana telah masyarakat Sumatra Selatan (Sumsel) ketahui adalah Calon Wakil Gubernur Sumsel, mendampingi H. Ir. Eddy Santana Putra, M.T (ESP) sebagai Calon Gubernur Sumsel, periode 2025-2030.

ESP dan RA maju sebagai kandidat Cagub dan Cawagub dalam bendera E-RA BARU, membawa semboyan Semangat Baru, Harapan Baru, dan Pemimpin Baru.

Bersama Kikie, Syamsul Noor (SN) jurnalis MSINews berdialog menyoal salah satu misi unggulan E-RA BARU di sektor pertanian. Berikut petikan dialog imajiner antara Cawagub Sumsel Kikie dan SN.

SN:Selamat sore. Salam sehat, sukses, dan sejahtera buat Bu Riezky sekeluarga. Izinkan saya memanggil dengan sapaan Ibu?

Kikie:Baik. Silakan, atau saran saya lebih baik panggil saja Kikie. Nama Kikie itu panggilan akrab (SERAYA TERSENYUM).

SN: O, ya Bu… Maksud saya Kikie. Saya canggung memanggil Anda tanpa sebutan Ibu. Maafkan saya dan izinkan saya memanggil Bu Kikie. Pengalaman Anda di organisasi kepemudaan sangat luas, baik di Sumsel maupun di Jawa Barat. Anda Wakil Rakyat di DPR-RI Komisi 4. Selain itu Anda juga menekuni bisnis. Saat ini Anda maju sebagai Cawagub Sumsel. Apabila pada 27 November mendatang mayoritas masyarakat Sumsel mempercayakan Anda menjabat Wagub Sumsel, pembangunan apa akan Anda proyeksikan buat Sumsel?

Dr. Riezky Aprilia,SH.,MH, Calon Wakil Gubernur Sumatera Selatan 2024-2029

Kikie: Bersama Kak Eddy Santana Putra (ESP), kami sepakat berbagi peran. Kak ESP menguasai dan sangat berpengalaman dalam bidang infrastruktur. Saya akan membantu beliau dalam bidang yang saya kuasai, yaitu sektor pertanian, meliputi agrobisnis, agroindustri, dan agrowisata. Sebagai prioritas, untuk jangka pendek dan mendesak adalah pendidikan, kesehatan, perekonomian.

SN:Secara konseptual dan fungsional, sektor pertanian sangat luas dan berdampak langsung pada sosial ekonomi semua lapisan masyarakat. Bukankah pertanian juga menjadi program andalan yang E-RA prioritaskan, apa benar begitu?

Kikie: Ya. Tentu saja dan jangan lupa, mayoritas masyarakat kita di desa-desa di Sumsel bermata pencarian sebagai petani. Sebagian kecil saja dan itu terkonsentrasi di kota-kota mengantungkan hidupnya dari usaha perdagangan. Artinya apa? Sebagian besar perekonomian rakyat kita bertumpu pada pertanian dalam arti seluas-luasnya.

SN: Maksud Bu Kikie dalam arti seluas-luasnya itu, apakah mencakup perikanan, peternakan, riset, dan teknologi.

Kikie: Pokoknya semua secara proporsional menjadi concern E-RA BARU. Semua sektor itu ada di Sumsel, iya kan? Pemerintah Provinsi mendatang bersama teman-teman di DPRD tinggal mendorong, memotivasi, dan memfasilitasi para petani kita agar produktif, dengan memaksimalkan kualitas. Bersama-sama, lintas sektoral dan saling membahu kita menuju ke sana, mencapai swasembada.

SN: Sebagian orang berkomentar begini, “Kita punya rencana dengan memaksimalisasikan target terbaik, lalu kita realisasikan, tapi out put-nya atau hasilnya terkadang tidak sesuai dengan harapan. Menjawab kenyataan tersebut, apa argumentasi Bu Kikie?

Kikie: (TERSENYUM HINGGA NYARIS TERTAWA SEBELUM MENJAWAB) Argumentasi E-RA BARU tetap tegak lurus pada landasan empiris dan faktual, dengan tidak mengabaikan faktor-faktor eksperimentatif yang kontekstual. E-RA BARU membangun sesuatu yang memang memungkinkan kita bangun bersama-sama, dengan *Semangat Baru, Harapan Baru, dan Pemimpin Baru.* Terus apa dong yang hendak kita capai? Apa impian bersama kita? Apa tujuan utama atau main goal kita? Apa lagi kalau bukan Sumsel CERAH: Cerdas, Sehat, dan Sejahtera, ya kan? Kalau memang ya, mari kita pasang niat dan tekad bersama-sama, mari kita berpikir positif agar upaya kita membangun mencapai efektivitas, efisiensi, progresivitas, dan kondusivitas.

SN: Baik. Sebagai jurnalis dalam konteks pendapat Bu Kikie tadi, saya menemukan optimisme. Maksud saya, izinkan saya berdiri sebagai antitesis sekaligus antagonis. Ungkapan Melayu berbunyi, “Tak ada gading yang tak retak.” Silakan Bu Kikie menanggapi.

Kiki: (SEBELUM MENANGGAPI, IA TERSENYUM MENGARAH PADA LAWAN BICARANYA) Dengar baik-baik tanggapan saya. Catat dan bila perlu garis bawahi tebal-tebal. (SEJENAK KEMBALI TERSENYUM SEOLAH-OLAH SEDANG MENYAKSIKAN LAKON PENUH HUMOR) Tanggapan saya cuma satu baris. Boleh dianggap ungkapan Melayu juga, mungkin Melayu separuh ilir separuh ulu. Ungkapan itu berbunyi, “Tak ada gajah yang tak gagah. Gajah mati meninggalkan gading dan satu lagi, meninggalkan kain batik. Ingat gajah nongrong, ingat kain batik”. Gajah kekurangan makan saja masih tetap gagah. Selapar-laparnya gajah, tidak seekor pun yang doyan makan semen campur pasir. Paham arah ucapan saya?

CAWAGUB SUMSEL 2024-2029, DR. RIEZKY APRILIA,SH.,MH

SN: Siap Bu. Saya paham. Kembali ke laptop, kembali sebagai antitesis, saya ingin menyoal Bu Kikie dengan 4 (empat) aspek pokok. Satu, aspek Organisasi dan Manajemen. Dua, aspek Produksi. Tiga, aspek Pemasaran. Terakhir empat, aspek Keuangan. Apa solusi dari Bu Kikie guna mewujudkan sinkronisasi keempat aspek itu dalam sektor pertanian?

Kiki: Sedari awal saya menyadari saya bukan ditunjuk atau diangkat, melainkan saya mencalonkan diri. Konsekuensi logisnya, saya bukan saja mesti siap secara verbal namun secara bersamaan juga mesti siap mendengarkan aspirasi banyak orang. Solusi saya, mari kita kembali ke habitat kita. Istilah kerennya ke desktop. Bukan ke laptop. Kita akan menggelar pelatihan-pelatihan tentang intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Berbarengan dengan itu juga akan memverifikasi data base di seputar pertanian dengan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS). Semua database terintegrasi agar tidak tidak lagi terjadi tumpang tindih. Berat dan kompleks tapi ya, harus kita kerjakan secara terencana, terukur, integral, dan bertahap menurut pertimbangan prioritas.

SN:Uraian dan penjelasan Bu Kikie itu membuka diskursus atau wacana implisit bagi timbulnya utopia baru. Setidaknya terkesan retorika itu hanya semacam apologi bagi ketidakberdayaan stakeholder atau eksekutor ekosospol mengimbangi arus deras teknologi. Apa Bu Kikie mengakui dan setuju dengan antitesis itu?

Kiki: Lugas dan tegas, tentu saja saya tak setuju. Sektor pertanian tak membutuhkan utopia dan apologi apa pun. Sebab, sektor pertanian menghadapi masalah real dan solusinya juga mesti real. Sehari-hari para petani berhadapan dengan soal yang dalam banyak hal ditentukan oleh kemauan politik. Bukan kemauan para petani, ya kan? E-RA concern dengan solusi, misalnya berkaitan dengan harga eceran terendah (HET) produk-produk pertanian, pupuk, bibit, dan lain-lain. E-RA akan tampil menampung aspirasi para petani. Untuk apa? Agar para petani mampu bersaing sehat di dunia. E-RA mendorong sistem regulasi yang sehat, fair, dan relevan dengan kebutuhan petani. Ingat, bukan kebutuhan stakeholder apalagi korporasi asing. Dari A hingga Z, E-RA ingin Sumsel bersama-sama mewujudkan dan menjaga iklim swasembada. Apa itu utopia, saya pikir tidak.

SN: Terima kasih Bu Kikie. Tetap optimis dan semoga ke depan Sumsel mencapai apa yang Bu Kikie dan rakyat Sumsel harapkan. E-RA Baru Semangat Baru Harapan Baru Pemimpin Baru. Sumatra Selatan Cerdas, Sehat, Sejahtera bersama E-RA.

Kiki: Ya, sama-sama. Terima kasih. Salam Perjuangan. Merdeka!**  (SN/Biro SumselBabel).

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Kucurkan Dana untuk 52 Kabupaten/Kota dan 3 Provinsi Pasca Bencana di Sumatera dan Aceh

    Presiden Kucurkan Dana untuk 52 Kabupaten/Kota dan 3 Provinsi Pasca Bencana di Sumatera dan Aceh

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 139
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM-Presiden RI ke-8, H. Prabowo Subianto akan segera mengucurkan dana Rp 4 miliar untuk masing-masing Kabupaten/Kota di 52 wilayah yang terkena bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengusulkan adanya dana langsung Rp 2 miliar sebagai pegangan bagi bupati atau wali kota untuk […]

  • Menaker Dorong Next Practices untuk Hadapi Transformasi Dunia Kerja

    Menaker Dorong Next Practices untuk Hadapi Transformasi Dunia Kerja

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 69
    • 0Komentar

    msinews.com – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan pendekatan baru untuk menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompleks. Ia menilai, sekadar mengadopsi best practices dari negara lain tidak lagi cukup. Indonesia harus melahirkan next practices yang memadukan praktik terbaik global dengan kearifan lokal bangsa. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara kunci pada Indonesia […]

  • KPK Panggil Ketua DPD PDIP Lampung, Buntut Duit Haram SYL

    KPK Panggil Ketua DPD PDIP Lampung, Buntut Duit Haram SYL

    • calendar_month Kamis, 9 Nov 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – KPK Panggil Ketua DPD PDIP Provinsi Lampung terkait kasus korupsi exs mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), buntut duit haram SYL. Sudin dipanggil untuk memberikan kesaksian dalam penyelidikan ini. Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK panggil ketua DPD PDIP provinsi Lampung, yang juga menjabat Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, untuk meminta […]

  • Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Andreas Hugo Pareira: Banyak Optimisme dari Presiden, Tapi Realisasinya Harus Diperhatikan

    Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Andreas Hugo Pareira: Banyak Optimisme dari Presiden, Tapi Realisasinya Harus Diperhatikan

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Andreas Hugo Pareira, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara visi besar Presiden dengan realitas implementasi di lapangan. Hal itu disampaikan dalam diskusi Konstitusi dan Demokrasi Indonesia di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (20/8/2025), menyikapi pidato Presiden dalam Sidang Tahunan MPR. Andreas mengungkapkan, pihaknya baru saja menyelesaikan pembahasan Pokok-Pokok Haluan Negara […]

  • Direktur Utama Bulog

    Direktur Utama Bulog: Penggelontoran Beras Agar Semakin Masif

    • calendar_month Jumat, 22 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Jakarta – Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan adanya penyaluran bantuan beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara masif. Dengan masif maka akan menurunkan harga beras. “Tujuan kita bagaimana memasifkan penyaluran beras ini, baik di pasar tradisional dan modern dilakukan penggelontoran beras agar semakin masif,” kata Budi Waseso dikutip dari Antara, Jum’at 22/9/2023. Baca Juga […]

  • Kemendikbud Dorong Siswa Belajar Efisien dan Efektif

    Kemendikbud Dorong Siswa Belajar Efisien dan Efektif

    • calendar_month Senin, 6 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Dalam era digital seperti saat ini pemanfaatan teknologi telah menjadi suatu keharusan dalam berbagai lini kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Menyadari potensi besar yang dimiliki oleh teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) terus mendorong pemanfaatan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Kepala Badan Standar, Kurikulum, […]

expand_less