Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini dan Feature » Letak Iman dan Dosa (Bagian Tiga)

Letak Iman dan Dosa (Bagian Tiga)

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
  • visibility 175
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Syamsul Noor Fajri

SIMPUL filsafat eksistensialisme Sartre tak sampai melambung ke dalam ruang hampa udara, berkat sentuhan epistemologi Filsafat Religius Experience Rudolf Otto. Dalam kontemplasi filsafatnya, Otto berusaha menjawab relung-relung temaram dari al-khauf, al-khudi, ar-roja’, dan wahdah al-wujud, serta manunggaling kawula gusti dari filsuf muslim.

Rudolf Otto kendati bertolak dari teologi Protestan tetapi tesisnya samasekali tidak bertolak belakang dengan pandangan filsuf muslim. Bahkan, dalam banyak hal Otto berhasil membangun suatu akselerasi koheren dengan banyak filsuf muslim.

Eksistensi iman yang tidak mendapatkan ruang interpretasi secara memadai dari Sartre, justeru menjadi bahasan menantang bagi Rudolf Otto. Iman memuat konsekuensi bipolar, dikotomis, ambivalen, dan terkadang juga diametral.

Konsekuensi “balasan pahala” dan “sanksi dosa” dari iman mendatangkan al-khauf (rasa takut mencekam) sekaligus perasaan terkurapi dan menyatu dengan Sang Causa Prima. Dalam terminologi Islam dikenal sebagai wahdah al-wujud dan dalam kajian mistisisme di Jawa disebut manunggaling kawula gusti (makhluk dan Khaliq menyatu). Ya, satu frekuensi dengan pernyataan Yesus Kristus dalam Injil Perjanjian Baru, “Barangsiapa melihat aku sama saja dengan melihat Bapak (Eufesus).

Keadaan penyatuan antara makhluk dan al-khalik dalam teologi samawi tidak terjadi secara merta. Rudolf Otto mengenalkan suatu proses intens, yang ia sebut mysterium tremendum et fascinosum.

Berbeda dengan “balasan pahala” yang menyenangkan, mysterium dari “sanksi dosa” sungguh terasa sangat menakutkan. Dunia medis menempatkan “perasaan berdosa” sebagai etiologi dari sakit. Dosa dipandang sebagai sebab (penyakit) dan keadaan sakit sebagai akibat. Hubungan sebab-akibat berikut penatalaksanaannya menjadi analisis dalam ilmu kesehatan mental.

Urusan dosa dalam kaitannya dengan penyakit dan sakit, memang berada di luar wewenang rumah sakit dan paramedis saja. Sekadar berkelakar, orang sehat secara tiba-tiba bisa mendadak jadi sakit bila melihat peristiwa pqrs dan abcd di rumah sakit. Excuse me… sekadar kelakar seluang.

Sebegitu terjalnya bukit dosa sehingga menjadi angle sentral dalam hidup manusia. Sampai kucing bertanduk pun, kita belum pernah menyaksikan ada harimau mendatangi ulama/pastur dan mengaku dosa. Sampai hari ini pun aku belum pernah dan pasti tak akan pernah melihat buaya membuat status di facebook dan menjadikan wall facebook seakan-akan “dinding ratapan”.

Aku tersenyum membayangkan lampu merah di perempatan jalan sesak dipenuhi bapak bebek dan ibu bebek, yang bergegas mau segera tiba di tempat kerja. Bebek-bebek itu takut terlambat dan mendapat sanksi potong gaji sebulan. Mau terpingkal-pingkal silakan… tapi jangan ngakak membayang bebek mengendarai motor bebek. It’s impossible…!

Imajinasikan saja sesuatu yang possible dan logis, misalnya seekor singa menerkam rusa di hutan belantara. Tubuh rusa itu dicabik-cabik. Darah berceceran. Singa lain datang dan ikut nimbrung makan daging rusa. Coba perhatikan ekspresi wajah singa, apakah ada penyesalan atau bersalah telah membunuh rusa yang samasekali tidak bersalah. Apa ada terbersit sedikit pun rasa itu?

Tentu saja tidak ada. Bagaimana mungkin singa menyesal? Bukanlah singa itu golongan hewan? Jadi mana ada cerita hewan pakai scene bawa perasaan (baper)? Hewan memang punya otak tapi tidak punya akal.

Nah, para pembaca manggut-manggut setuju. Hewan tidak punya akal. Berbeda sangat kontras dengan manusia. Tuhan mengaruniakan akal kepada manusia. Melalui potensi akal itulah manusia (an-naas) bisa memungkinkan naik peringkat menjadi insan kamil (manusia tercerahkan; terpilih). Insan kamil bisa dibilang berderajat 1-2 level di bawah ruhul kudus (Nabi). Jangan protes, diksi ruhul kudus sama dengan nabi tersebut secara eksplisit dalam Bibel.

Soalan di mana letak mendekati terjawab melalui terminologi qiyas “singa memangsa rusa” barusan. Siapa pun manusianya, sepintar apa pun dia pasti menganggap “singa memangsa rusa” itu memang wajar. Kendati singa memangsa rusa yang tidak bersalah tapi singa tetap saja dianggap tidak berdosa. Hanya makhluk berakal yang mengenal dosa. Tak ada dosa apa pun bagi makhluk tak berakal.

Artinya clear. Letak dosa itu di akal. Hanya manusia berakal yang menolak bahkan menjauhi korupsi. Sebab korupsi itu merugikan orang banyak dan itu merupakan dosa. Kesimpulannya, koruptor itu pasti akalnya tidak dipakai alias tidak berakal. Akalnya tertutup oleh nafsu ingin hidup mewah secara instan.

Manusia tertutup atau terhijab dari kebenaran Tuhan itu dalam terminologi Al-Qur’an disebut kafir. Itulah arti kafir yang sesungguhnya. Kata kafir itu bukan hasil buatan manusia, melainkan qiyas Tuhan untuk menyebut manusia yang Tuhan tutupkan pandangan hatinya dari kebenaran. Kata itu hampir mendekati pemaknaan seirama dengan “domba yang hilang/sesat di antara Bani Israil” dalam Taurat, Zabur, dan Injil. **

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sah: Partai Bulan Bintang Gabung Kubu Prabowo Di Pilpres 2024

    Sah: Partai Bulan Bintang Gabung Kubu Prabowo Di Pilpres 2024

    • calendar_month Minggu, 30 Jul 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Jakarta_Partai Bulan Bintang (PBB) secara resmi mengumumkan deklarasi dukungan mereka ke Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Surat Keputusan Resmi (SKR) PBB dibacakan langsung Sekjen PBB Afriansyah Noor, dengan berbarengan di acara Milad ke-25 partai logo Bulan Sabi dan Bintang di ICE BSD, Kota Tangerang. “Mengesahkan Prabowo Subianto sebagai capres yang didukung […]

  • Ketua Yayasan MSI,Rivano Osmar : Pemerintah Harus Pastikan Semua Anak Dapat Kesempatan Pendidikan Layak

    Ketua Yayasan MSI,Rivano Osmar : Pemerintah Harus Pastikan Semua Anak Dapat Kesempatan Pendidikan Layak

    • calendar_month Sabtu, 22 Jul 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Jakarta,Infomsi.org-Permasalahan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2023 menuai sorotan publik termasuk Ketua Yayasan Mitra Sejahtera Indonesia (MSI), Rivano Osman. Lulusan ekonomi Universitas Indonesia ini meminta agar permasalahan yang terjadi di semua daerah itu diselesaikan dengan baik-baik. Pernyataan Rivano merespon masalah yang terjadi di lembaga penyelenggara pendidikan pasca penerapan sistim PPDB tahun 2023 mencuat di publik. […]

  • Pj. Bupati Lambar

    Pj. Bupati Lambar Beberkan Capain Kinerja, Ini Prestasinya :

    • calendar_month Kamis, 21 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Lambar – Pj. Bupati Lampung Barat (Lambar) Nukman membeberkan sejumlah capain kinerja saat ini telah memasuki sembilan bulan masa kepemimpinannya. Disampaikan bersamaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 Kabupaten (Kab) Lambar tahun 2023 yang tepat jatuh pada 24 September 2023. Nukman melalui pidatonya mengaku telah meraih Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-13 (tiga belas) […]

  • Komisi III  Desak Hukuman Kebiri bagi Pelaku Pemerkosaan Anak di Cianjur

    Komisi III  Desak Hukuman Kebiri bagi Pelaku Pemerkosaan Anak di Cianjur

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com— Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB Abdullah mengecam keras kasus pemerkosaan terhadap anak perempuan berusia 16 tahun oleh 12 laki-laki di Cianjur, Jawa Barat. Ia menyebut tindakan para pelaku sebagai bentuk kejahatan kemanusiaan yang keji dan tidak beradab, serta mendesak agar pelaku dijatuhi hukuman maksimal, termasuk hukuman kebiri kimia. “Kejadian ini sangat […]

  • Timwas Haji DPR RI Kritik Pemerintah Soal Ini 

    Timwas Haji DPR RI Kritik Pemerintah Soal Ini 

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Madinah,msinews.com– Kebijakan pemerintah RI mengimpor bahan makanan dari Thailand untuk Jemaah Haji Indonesia di Madinah,yang sedang menjalankan ibadah haji di Arab Saudi mendapat sorotan dari Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR.RI. Dalam pengecekan di Madinah pada Sabtu (8/6/2024), Anggota Timwas Haji DPR, Luluk Nur Hamidah, menyayangkan kurangnya upaya pemerintah dalam mendukung produktivitas petani Indonesia. “Kita sangat […]

  • Makna ldul Fitri bagi Ahmad Basari adalah Momentum Instropeksi Elite Politik Urai Kekusutan Bernegara Untuk Keselamatan Bangsa

    Makna ldul Fitri bagi Ahmad Basari adalah Momentum Instropeksi Elite Politik Urai Kekusutan Bernegara Untuk Keselamatan Bangsa

    • calendar_month Rabu, 10 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah mengajak semua elemen bangsa terutama Presiden Joko Widodo untuk mengambil hikmah semangat halalbilhalal yang pernah dipraktikkan kali pertama oleh Presiden Soekarno di Istana Negara pada 1948. Penyelenggaraan halalbihalal tersebut awalnya dilaksanakan atas saran tokoh Nahdlatul Ulama KH Wahab Hasbullah, dengan tujuan meredam konflik di antara elit politik yang sudah […]

expand_less