Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » A.M Sangadji, Usulan Nama Pahlawan dari Maluku yang Disimpan Dibalik Meja

A.M Sangadji, Usulan Nama Pahlawan dari Maluku yang Disimpan Dibalik Meja

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
  • visibility 134
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MSINEWS.COM – Di tanah yang melahirkan banyak pejuang, nama Abdoel Moethalib Sangadji atau A.M. Sangadji terus bergema dalam ingatan rakyat Maluku.

Sudah lebih dari dua dekade, masyarakat di kepulauan itu menanti pengakuan negara atas jasa sang tokoh pergerakan nasional. Namun, hingga hari ini, nama A.M. Sangadji belum juga masuk dalam daftar Pahlawan Nasional.

Bagi rakyat Maluku, penantian itu sudah terlalu lama, mereka lelah melihat nama A.M Sangadji hanya disebut di seminar dan pidato peringatan hari pahlawan, tapi tak pernah diucapkan dalam Keputusan Presiden.

A.M. Sangadji, tokoh pergerakan nasional asal Maluku yang dikenal berjuang bersama H.O.S. Cokroaminoto dan Haji Agus Salim. Usulan A.M Sangadji sebagai pahlawan nasional hanya sampai di meja administrasi pemerintah.

Anggota DPR RI asal Maluku, Saadiah Uluputty, menyatakan kekecewaannya terhadap lambannya pemerintah dalam merespons usulan yang sudah lama disampaikan oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

“Sudah terlalu lama Maluku menunggu. A.M. Sangadji bukan hanya pejuang Maluku, tapi pejuang bangsa. Beliau berjuang bersama tokoh-tokoh nasional, namun hingga kini seolah dilupakan. Ini bukan sekadar soal gelar, ini soal penghargaan terhadap sejarah dan keadilan,” tegas Saadiah kepada wartawan, Selasa (11/11).

Ia menilai pemerintah pusat kurang memberi perhatian serius terhadap dokumen dan rekomendasi yang telah disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Maluku sejak bertahun-tahun lalu.

“Semua berkas dan kajian akademik sudah diserahkan. Seminar nasional, dukungan DPRD, hingga rekomendasi TP2GD Maluku sudah lengkap. Apa lagi yang ditunggu? Jangan sampai perjuangan tokoh dari Timur selalu dinomorduakan,” ujarnya.

A.M. Sangadji dikenal sebagai dokter rakyat yang mengabdikan hidupnya untuk membantu kaum kecil di masa penjajahan.

Ia aktif dalam Indische Partij dan Sarekat Islam, serta dikenal sebagai salah satu pelopor pergerakan nasional yang menanamkan semangat kemerdekaan di hati rakyat.

Namun hingga kini, namanya belum juga disematkan dalam deretan Pahlawan Nasional yang diakui negara.

“Ini ironis. Kita sering berbicara tentang persatuan, tapi ketika tokoh dari Timur berjasa besar, pengakuan itu begitu sulit datang. Apakah nilai perjuangan harus diukur dari letak geografis?,” tanya Saadiah.

Saadiah menegaskan, penetapan A.M. Sangadji sebagai pahlawan nasional bukan hanya persoalan administratif, tetapi wujud penghargaan terhadap sejarah bangsa yang dibangun bersama dari Sabang sampai Merauke.

Ia menyerukan agar pemerintah pusat mendengar aspirasi rakyat Maluku dan memberikan keadilan bagi para pejuang yang telah berkorban tanpa pamrih.

“Kita bukan bangsa besar kalau kita lupa pada mereka yang telah berjuang. A.M. Sangadji sudah menorehkan jejak dalam darah perjuangan bangsa. Sudah saatnya negara menorehkan namanya di hati rakyat melalui gelar Pahlawan Nasional,” ujarnya dengan nada haru.

Bagi masyarakat Maluku, protes ini bukan sekadar soal gelar, melainkan jeritan moral atas ketimpangan penghargaan sejarah.

Nama A.M. Sangadji mungkin belum tercatat secara resmi sebagai pahlawan nasional, namun di hati rakyat Maluku, ia telah lama hidup sebagai simbol perjuangan, pengorbanan, dan cinta tanah air yang sejati. ** (Siptess).

 

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KSP M Qodari: Akad Massal FLPP Jadi Tonggak Penting Target Perumahan Nasional

    KSP M Qodari: Akad Massal FLPP Jadi Tonggak Penting Target Perumahan Nasional

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 222
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM-Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menilai pelaksanaan akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebagai tonggak penting dalam percepatan pencapaian target perumahan nasional. Akad massal sebanyak 50.030 unit FLPP yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) tersebut […]

  • Persiapan Porwanas XV Dikebut, Pendaftaran Atlet Dimulai Agustus dengan Verifikasi Ketat

    Persiapan Porwanas XV Dikebut, Pendaftaran Atlet Dimulai Agustus dengan Verifikasi Ketat

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 98
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM-SIWO PWI Lampung bersama Komite Porwanas memastikan proses verifikasi atlet akan dilakukan lebih ketat melalui sistem pendaftaran berbasis digital guna menjamin keabsahan seluruh peserta. Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di Balai Wartawan Hi. Solfian Akhmad, Jumat (26/6/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek teknis penyelenggaraan, mulai dari kesiapan pertandingan, penetapan nomor lomba, hingga […]

  • Wakil Presiden RI Ke-9, Hamzah Haz Berpulang

    Wakil Presiden RI Ke-9, Hamzah Haz Berpulang

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Mantan Wakil Presiden RI, Hamzah Haz dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (24/7/2024). Hal itu dibenarkan oleh Sekjen PPP Arwani Thomafi saat dimintai konfirmasi, Rabu (24/7/2024). Tokoh Pers dan politisi kawakan ini telah berpulang ke rumah abadi Sang Kalik. Hamzah Haz lahir di Ketapang, Kalimantan Barat, pada 15 Februari 1940. Ia merupakan Wakil Presiden RI ke-9. Ia […]

  • Taubat Tak Diterima Ketika 2 Waktu Ini, Segeralah Bertaubat

    Taubat Tak Diterima Ketika 2 Waktu Ini, Segeralah Bertaubat

    • calendar_month Minggu, 7 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 186
    • 0Komentar

    MSINews.com, Jakarta – Peribahasa Arab yang terkenal, ‘Al Insanu Mahallul Khotho’ Wannisyan, yang berarti ‘Manusia adalah tempat kesalahan dan lupa’, makin terasa relevan dalam kehidupan sehari-hari. Perkataan bijak ini menggarisbawahi hakikat manusia sebagai makhluk yang rentan melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak. Sejalan dengan prinsip ini, Nabi Muhammad SAW pun pernah mengakui kesalahannya, menegaskan bahwa […]

  • DPD RI : Pasal Penyediaan Kontrasepsi untuk Anak Sekolah Dianggap Menyimpang, PP 28/2024 Harus Direvisi

    DPD RI : Pasal Penyediaan Kontrasepsi untuk Anak Sekolah Dianggap Menyimpang, PP 28/2024 Harus Direvisi

    • calendar_month Rabu, 7 Agt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Jalarta,msinews.com– Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. mengkritik pemerintah yang tidak jeli dan cenderung menyimpang dalam membuat peraturan. Adapun kritikan tersebut berkaitan dengan kebijakan pemerintah terkait Peraturan Pemerintah (PP) No. 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang No. 17 tahun 2023 tentang Kesehatan, menuai kontroversi. Di antaranya karena PP tersebut dianggap […]

  • Tanggapan Komisi II Soal MK Perbolehkan Pendidikan Politik di Kampus

    Tanggapan Komisi II Soal MK Perbolehkan Pendidikan Politik di Kampus

    • calendar_month Senin, 28 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Jakarta,Infomsi.org-Anggota Komisi II DPR RI A.A Bagus Adhi Mahendra Putra mengapresiasi putusan MK (Mahkamah Konstitusi) memperbolehkan tempat pendidikan seperti universitas hingga sekolah menjadi lokasi kampanye bagi peserta pemilu 2024. Oleh beberapa kalangan keputusan tersebut dinilai tepat lantaran tempat pendidikan utamanya kampus dianggap menjadi lokasi yang cocok untuk menguji gagasan para peserta pemilu nantinya. Menurutnya, putusan […]

expand_less