Pemerintah Diminta Gerak Cepat Tangkal Hoaks di Media Sosial
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA,MSINEQS.COM – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto meminta seluruh kehumasan Pemerintah Daerah (Pemda) secara aktif memantau dan menganalisis informasi yang berkembang di media sosial atau medsos.
Hal ini disampaikan Wamendagri Bima Arya usai kegiatan Forum Koordinasi Optimalisasi Peran Humas Kementerian, Lembaga dan Pemda dalam Menghadapi DFK dan Disrupsi Informasi, di Graha Marinir , Kwitang, Jakarta Pusat pada Selasa 1 September 2026.
Bima mengatakan humas dan tim media pemantauan harus dilakukan setiap hari agar Pemerintah dapat segera merespons informasi bohong maupun kecenderungan Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian atau DFK.
“Tim media monitoring itu harus aktif, jadi nggak reaktif, Jadi ini adalah tugas setiap hari, memonitor, menganalisis, begitu muncul hoax, begitu muncul tendensi DFK, itu dipinifikasi secara cepat,” kata Bima.
Bima menilai keterlambatan merespons informasi dapat menciptakan ruang kosong di tengah masyarakat. Ruang tersebut, kata dia, berpotensi diisi oleh video pendek maupun komentar yang tidak sesuai fakta.
“Karena ketika lambat itu, ruang kosong itu kemudian diisi oleh video pendek, diisi oleh komentar-komentar yang tidak benar,” tegasnya.
Karena itu, Bima menekankan pentingnya kecepatan tim media monitoring dalam mengidentifikasi dan merespons informasi yang berpotensi menimbulkan disinformasi.
“Jadi poin tadi adalah bergerak cepat untuk menihilkan ruang kosong yang menyebalkan potensi DFK,” pungkas Bima.**
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik



Saat ini belum ada komentar