Alasan Polri Mutasi 424 Perwira
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 59 menit yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA,MSINEWS.COM- Mepolisian Republik Indonesia (POLRI) baru saja melakukan rotasi tugas dam jabatan sebanyak 424 Pati pada lembaga yang dipimpin Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa rotasi dan mutasi 424 Pati dan Pamen merupakan bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier personel.
“Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Johnny meminta para perwira yang memperoleh penugasan baru segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja masing-masing. Ia juga meminta para pejabat baru melanjutkan program organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.
“Setiap jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab. Kami berharap para pejabat yang mendapat penugasan baru dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang sudah berjalan, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Johnny.
Kapolda Baru Hadapi Tantangan di Wilayah Masing-Masing
Pergantian pimpinan kepolisian daerah membawa tantangan berbeda bagi setiap pejabat baru. Hengki Haryadi, misalnya, akan menjalankan tugas sebagai Kapolda Papua Barat Daya setelah sebelumnya bertugas sebagai Wakapolda Riau.
Di Papua Barat Daya, Hengki harus menjaga stabilitas keamanan, memperkuat kepercayaan masyarakat, meningkatkan pelayanan publik, dan memastikan penegakan hukum berlangsung secara profesional.
Sementara itu, Yudo Hermanto akan menjalankan tugas sebagai Kapolda Sulawesi Utara setelah sebelumnya bertugas di lingkungan Divpropam Polri.
Johnny mengatakan Polri berharap seluruh proses rotasi dapat meningkatkan efektivitas organisasi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pada prinsipnya, seluruh proses mutasi ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk terus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, memperkuat kepemimpinan, dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” ujar Johnny.
Mutasi 424 Pati dan Pamen tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi Polri. Para pejabat yang memperoleh promosi maupun penugasan baru kini dituntut menjalankan mandat dengan profesional sekaligus meningkatkan efektivitas penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat.**
Editor : tim redaksi
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik



Saat ini belum ada komentar