Menkop Ferry Julianto Hadiri Dialog Bersama Pengurus KDMP di Kabupaten Sikka
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAUMERE,MSINEWS.COM-Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri dialog bersama pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat [29/5/2025].
Hal tersebut dilakukan guna memperkuat koperasi sebagai instrumen utama penguatan ekonomi rakyat.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Pusat KSP Kopdit Obor Mas,Kota Maumere,Flores,NTT yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Sikka. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat sinergi dalam membangun tata kelola koperasi yang sehat serta berkelanjutan.
Dalam kesempatn itu ditegaskan bahwa, Pusat ekonomi produktif dirancang hadir langsung melalui KDKMP di tingkat desa guna mendongkrak kesejahteraan masyarakat. Saat ini, tercatat ada 31 titik pembangunan KDKMP yang sedang berjalan di wilayah Kabupaten Sikka sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru.
“Barang-barang yang dijual di KDKMP diprioritaskan produk lokal asli wilayahnya,” kata Ferry Ferry Juliantono, dilansir dari detik com.
Dijelaskan bahwa,KSP Kopdit Obor Mas turut didorong oleh Menkop agar menjadi kebanggaan nasional setelah mencatatkan aset hampir Rp2 triliun. Angka tersebut menunjukkan kontribusi besar koperasi dalam memperkuat sendi ekonomi masyarakat di NTT.
Aparatur koperasi juga diingatkan untuk selalu menerapkan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.
“Koperasi harus mampu membantu masyarakat melalui penguatan usaha produktif, peningkatan literasi keuangan, serta pengembangan usaha desa,” ujar Menkop.
Tanggapan positif datang dari pihak pengelola koperasi sekunder yang ditunjuk sebagai pendamping program ekonomi tersebut di wilayah NTT.
“Kami tentu bangga dipercaya menjadi kakak asuh. Harapannya, melalui kolaborasi ini KDMP bisa berkembang sesuai harapan,” kata Velerianus Samador, Plt Ketua Pengurus Kopdit Obor Mas.
Pemetaan internal segera dilakukan terhadap total 194 KDMP yang ada. Proses ini bertujuan menentukan koperasi mana saja yang masuk dalam skala prioritas untuk menerima pendampingan pada tahap awal.
“Kita baru mulai dan akan melihat mana yang paling membutuhkan pendampingan terlebih dahulu,” kata nya.
Adapun, kegiatan ini dihadiri pula oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Direktur Utama LPDB Krisdiyanto, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Sikka. ** Editor : domi dese/tim redaksi.
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik


Saat ini belum ada komentar