Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Kriminal » Kunci Keberhasilan Indonesia Emas Adalah Rawat Persatuan dan Kemajemukan Bangsa.

Kunci Keberhasilan Indonesia Emas Adalah Rawat Persatuan dan Kemajemukan Bangsa.

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
  • visibility 138
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yogyakarta,msinews.com – Salah satu hal penting yang menjadi kunci keberhasilan menuju Indonesia Emas adalah merawat persatuan dan kemajemukan bangsa. Kemajemukan bangsa memberi energi positif apabila setiap komponen bangsa berinteraksi secara sehat.

Demikian pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto saat memberikan kuliah umum dengan tema “Merawat Persatuan Dalam Kemajemukan Menuju Indonesia Emas 2045” di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Selasa (24/9/2024).

“Kemajemukan bangsa Indonesia adalah fitrah, karunia Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebagai sebuah fitrah, masyarakat mana pun tentu tidak dapat menolak kemajemukan itu,” kata Menko Polhukam Hadi Tjahjanto.

Menko Hadi menyampaikan, Visi Indonesia Emas 2045 didasari oleh kondisi sumber daya manusia pada tahun 2045 yang sangat produktif. Indonesia diprediksi mengalami bonus demografi pada 2045 dengan jumlah penduduk mencapai 309 juta jiwa. Dari jumlah itu, di antaranya 52% berusia produktif, 75% hidup di perkotaan, dan 80% masyarakat berpenghasilan menengah.

“Angka partisipasi kasar (gross enrollment ratio) sumber daya manusia yang menempuh pendidikan tinggi di Indonesia akan mencapai 60%. Hal ini
menggambarkan bahwa fasilitas, kapasitas, aksesibilitas, serta partisipasi masyarakat Indonesia terhadap pendidikan semakin baik, khususnya pada jenjang pendidikan tinggi,” kata Menko Hadi.

Sementara itu, lanjutnya, angka angkatan kerja lulusan Pendidikan SMA sederajat dan Perguruan Tinggi akan mencapai 90%. Tingkat pengangguran alamiah (natural unemployment) akan terjaga pada
tingkat 3 hingga 4%.

Sejalan dengan itu, menurut mantan Panglima TNI ini, bangsa Indonesia telah berhasil menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara yang stabil, dan senantiasa menuju perbaikan. Indeks demokrasi Indonesia stabil berada pada skor 80-an. Sementara indeks perilaku anti korupsi dapat dipertahankan di angka 3,9, dan proses reformasi birokrasi di level kementerian telah dapat dijalankan 100%.

Dari sisi pertahanan dan keamanan, Indonesia telah mampu meningkatkan nilai Minimum Essential Force (MEF) dari 62,3% pada tahun 2020 menjadi 65,45% pada tahun 2023. Skor Global Cyber Security Indonesia juga mengalami kenaikan dari 0,776 pada tahun 2020 menjadi 0,948 pada tahun 2022. Hal ini memengaruhi Indeks Citra Indonesia di mata internasional yang naik dari 3,82 pada tahun 2020 menjadi 4,07 pada tahun 2023.

“Namun demikian, kita tentu harus tetap waspada. Indonesia Emas bukan sesuatu yang akan datang begitu saja. Kita perlu menyadari bahwa tantangan global pada 2045 tentu sangat berbeda dengan
tantangan saat ini,” kata Menko Polhukam Hadi Tjahjanto.

Sementara itu, Rektor UGM Ova Emilia mengatakan, kemajukan bangsa bisa jadi sumber perpecahan atau konflik sosial jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karenanya, kampus memberikan ruang diskusi terbuka untuk menyampaikan pandangannya melalui koridor akademik.

“Kampus juga mendorong kebebasan berekspresi yang bisa dilakukan di luar kampus yang berdampak luas, namun harus tetap berada dalam koridor etik serta mempertimbangkan hak asasi manusia,” kata Ova.

“Universitas Gadjah Mada berkomitmen mewujudkan pendidikan yang transdisiplin, tidak lagi terkotak-kotak dalan dinding yang tinggi. Pendidikan inklusif, toleran dan terbuka juga mampu menghasilkan generasi yang unggul, lincah dan adaptif yang selaras dengan prinsip Indonesia Emas,” sambungnya.

Hadir dalam kegiatan ini Plt. Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam Janedjri M. Gaffar, Ketua Senat Akademik UGM Prof. Sulistiyowati, Ketua Dewan Guru Besar UGM Prof. M. Baiquni, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Alumni UGM Arie Sujito, Sekretaris Senat Akademik UGM Prof. Dr. Phil. Hermin Indah Wahyuni, Sekretaris Dewan Guru Besar UGM Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, Asdep Koordinasi Wawasan Kebangsaan Kemenko Polhukam Cecep Agus Supriyanta, dan Asdep Koordinasi Kesadaran Bela Negara Kemenko Polhukam Marsma TNI Andi M. Amran Rasyid.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi II DPR RI Lobi Pemerintah, Soal 2 Juta Honorer PHK

    Komisi II DPR RI Lobi Pemerintah, Soal 2 Juta Honorer PHK

    • calendar_month Sabtu, 26 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Jakarta, Wakil ketua komisi II DPR RI Fraksi PPP Syamsurizal mengatakan akan mencari jalan keluar, 2 juta tenaga honorer masih ada 2024 bisa jadi pegawai PPPK. “Hingga saat ini DPR telah meminta pemerintah agar para tenaga honorer tetap dipertahankan dan dialihkan untuk menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak ( PPPK),” kata Syamsurizal dalam keterangan tertulis, […]

  • Habib Aboe: Pemberantasan Korupsi Tak Boleh Timbulkan Kasus Korupsi Baru

    Habib Aboe: Pemberantasan Korupsi Tak Boleh Timbulkan Kasus Korupsi Baru

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 143
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-Penetapan empat hakim sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap oleh Kejaksaan Agung merupakan tamparan keras bagi integritas sistem peradilan di Indonesia. Keempat hakim tersebut adalah Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Muhammad Arif Nuryanta, serta tiga hakim lainnya: Djuyamto, Agam Syarif Baharuddin, dan Ali Muhtarom. Mereka diduga terlibat dalam praktik suap terkait penanganan perkara korupsi ekspor […]

  • PWI Pusat Siap Gelar HPN 2025 di Riau, Catat Tanggalnya

    PWI Pusat Siap Gelar HPN 2025 di Riau, Catat Tanggalnya

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat terus mematangkan persiapan menjelang Hari Pers Nasional (HPN) 2025 yang akan berlangsung di Pekanbaru, Provinsi Riau, pada 6-10 Februari 2025. Pematangan HPN 2025 dibahas dalam rapat persiapan dan proyeksi HPN 2025 yang digelar di Sekretariat PWI Pusat, Lantai 4 Gedung Usmar Ismail, Jakarta, Kamis (9/1/2025). Ketua Umum PWI Pusat, Zulmansyah […]

  • Said Aqil Siroj Dukung Cak Imin di Haul KH Bisri Syansuri ke-45

    Said Aqil Siroj Dukung Cak Imin di Haul KH Bisri Syansuri ke-45

    • calendar_month Sabtu, 13 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Jombang, MSINews.com – Mantan Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj, menghadiri haul KH Bisri Syansuri ke-45 di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur. Dalam sambutannya, Said menyatakan dukungannya pada Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin. Saat berbicara di acara haul, Said mengungkapkan bahwa Cak Imin dulunya adalah tetangganya. […]

  • PBI BPJS Kesehatan Nonaktif, Komite III DPD RI Soroti Pasien Penyakit Kronis

    PBI BPJS Kesehatan Nonaktif, Komite III DPD RI Soroti Pasien Penyakit Kronis

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Msinews.com – Komite III DPD RI memberikan perhatian serius terhadap proses penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI) pada awal tahun 2026 lalu. Situasi ini dinilai mengulang kejadian serupa pada tahun 2025 yang memicu keresahan dan kepanikan luas di tengah masyarakat. “Penonaktifan itu telah menyebabkan keresahan dan kepanikan khususnya bagi penderita penyakit […]

  • Guru Besar Hukum Unpad Sebut Dokumen Hasto yang Dinotariskan di Rusia Sangat Berbahaya

    Guru Besar Hukum Unpad Sebut Dokumen Hasto yang Dinotariskan di Rusia Sangat Berbahaya

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Guru Besar Hukum Pidana Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof Romli Atmasasmita, menilai bahwa dokumen terkait Negara Indonesia yang dinotariskan di negara lain memiliki dampak yang berbahaya. Hal itu disampaikan Romli saat menanggapi pernyataan ada dokumen terkait mantan pejabat Indonesia yang disahkan atau dinotariskan di Rusia. Romli mengungkapkan bahwa hal tersebut memiliki dampak hukum nasional dan […]

expand_less