Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Kemendagri Undang Tiga Pemprov di Papua Bahas Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Realisasi APBD

Kemendagri Undang Tiga Pemprov di Papua Bahas Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Realisasi APBD

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
  • visibility 182
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,msinews.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengundang jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan untuk membahas sejumlah tantangan strategis yang perlu segera ditangani. Ketiga provinsi tersebut memiliki permasalahan yang berbeda, namun sama-sama mendesak untuk diselesaikan.

Papua Selatan menjadi sorotan karena mencatatkan inflasi tertinggi di tingkat nasional. Terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Papua Pegunungan menghadapi persoalan ketimpangan antara pendapatan dan belanja daerah. Sementara itu, Papua Tengah sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang minus.

Hal ini disampaikan Mendagri saat memimpin Rapat Percepatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi pada Provinsi Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Pegunungan Wasuok Demianus Siep, serta jajaran bupati di tiga provinsi terkait.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran Bapak-Ibu sekalian pada rapat spesifik kita mengenai percepatan pertumbuhan ekonomi, termasuk pengendalian inflasi, khususnya di Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan. Ini kenapa tiga provinsi ini kita undang,” katanya.

Inflasi menjadi perhatian utama, terutama di Papua Selatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Juli 2025, inflasi tahunan (YoY) Papua Selatan tercatat 5,45 persen, Papua Pegunungan 4,15 persen, dan Papua Tengah 2,89 persen. Ketiganya melampaui angka inflasi nasional sebesar 2,37 persen.

“Di Papua Selatan, kita menyoroti masalah inflasi. Kita lihat angka inflasi yang dirilis oleh BPS itu Papua Selatan tertinggi, padahal biasanya tidak tertinggi,” ujarnya.

Mendagri juga menyoroti pentingnya menjaga laju pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di Papua Tengah yang masih mencatatkan angka pertumbuhan negatif. Data BPS menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Papua Tengah sempat berada di angka -25,53 persen pada triwulan I 2025 dan membaik menjadi -9,83 persen pada triwulan II 2025.

Menurut Mendagri, kondisi ini harus segera dievaluasi untuk mengetahui akar masalahnya dan menentukan langkah perbaikan yang konkret di tingkat nasional. Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II tahun 2025 menempati peringkat ke-4 di antara 11 negara ASEAN, dan juga peringkat ke-4 di antara 24 negara G20.

“Angka pertumbuhan ekonomi adalah sangat penting untuk menjadi indikator suatu negara, suatu daerah yang sedang maju. Trajectory-nya menuju kemajuan, atau dia stagnan atau dia menuju kemunduran,” tegasnya.

Selain inflasi dan pertumbuhan ekonomi, capaian realisasi APBD juga menjadi sorotan. Berdasarkan data Kemendagri per 4 Agustus 2025, realisasi pendapatan Provinsi Papua Tengah mencapai 55,61 persen, Papua Selatan 42,19 persen, dan Papua Pegunungan 31,58 persen. Sementara itu, realisasi belanja masing-masing baru mencapai 28,33 persen di Papua Tengah, 29,30 persen di Papua Selatan, dan 33,96 persen di Papua Pegunungan.

Provinsi Papua Pegunungan menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan APBD, terutama terkait ketimpangan antara pendapatan dan belanja daerah. Ketimpangan ini berisiko menimbulkan defisit anggaran yang pada gilirannya dapat menghambat efektivitas pelaksanaan program pemerintah daerah serta memperlambat laju pembangunan.

“Untuk di Papua Pegunungan, masalah utamanya yaitu masalah pendapatannya yang lebih kecil daripada belanjanya,” ungkapnya.

Mendagri menekankan, rendahnya realisasi belanja harus segera dibenahi untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Belanja pemerintah selain membuat perputaran uang, juga dapat meningkatkan konsumsi rumah tangga. Ia menegaskan, rendahnya belanja daerah harus segera digenjot agar terjadi perputaran uang yang dapat menggerakkan ekonomi lokal dan mendongkrak konsumsi rumah tangga.

“Mohon untuk daerah-daerah yang rendah belanjanya ini cepat dorong supaya ada perputaran uang di daerah masing-masing, belanja pemerintah selain perputaran uang, juga untuk mendorong supaya yang swastanya hidup,” tandasnya.**Puspen Kemendagri

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Metro Jaya

    Polda Metro Jaya Limpahkan Berkas Kasus Firli Bahuri ke Kejati: Proses Penyidikan Berlanjut

    • calendar_month Sabtu, 16 Des 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Polda Metro Jaya resmi melimpahkan berkas perkara terkait kasus dugaan pemerasan yang menjerat tersangka Firli Bahuri, terhadap eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, ke Kejaksaan Tinggi Jakarta. Proses penyidikan telah melibatkan total 104 orang saksi dan 11 saksi ahli, dan berkas perkara tersebut telah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kantor […]

  • Ramai Pajak UMKM 10 Persen, Firman Tegaskan Omzet Rp3 Juta Tak Kena PBJT

    Ramai Pajak UMKM 10 Persen, Firman Tegaskan Omzet Rp3 Juta Tak Kena PBJT

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 126
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM – Anggota DPR Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, menyoroti penertiban yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner terkait kewajiban membayar pajak sebesar 10 persen. Menurutnya, tindakan tersebut menimbulkan keresahan karena dinilai tidak memiliki dasar hukum yang jelas serta tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. […]

  • Tito : Pemda Berperan Penting Dukung Produktivitas Nasional

    Tito : Pemda Berperan Penting Dukung Produktivitas Nasional

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Msinews.com- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan peran penting pemerintah daerah (Pemda) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan produktivitas nasional. Apalagi, dengan sistem pemerintahan semi-desentralisasi, Pemda memiliki kewenangan besar dalam mengelola urusan pemerintahan konkuren. “Kalau pusat saja yang bekerja tanpa didorong oleh mesin daerah yang juga bekerja full, mungkin hasilnya tidak akan maksimal,” tegasnya […]

  • Dua Anggota DPR RI Ditetapkan Tersangka Kasus Dana CSR BI-OJK oleh KPK

    Dua Anggota DPR RI Ditetapkan Tersangka Kasus Dana CSR BI-OJK oleh KPK

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan telah menetapkan dua tersangka Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam kasus dugaan korupsi dana Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) atau Corporate Social Responsibility (CSR) BI. Hal ini diungkapkan langsung oleh Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Rabu 6 Agustus 2025 […]

  • politisi pkb

    Politisi PKB: Jangankan 1 Bulan, 3 Bulan Gaji Saja Saya Siap untuk Rohingya

    • calendar_month Jumat, 8 Sep 2017
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB, Oleh Soleh menyatakan, pihaknya siap berjihad ke Myanmar untuk membela Rohingya jika hal itu bisa dilakukan. Hal itu untuk menepis anggapan bahwa warga Nahdlatul Ulama dan juga kader PKB kurang keras terkait krisis kemanusiaan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar. “Ada pihak lain yang menganggap bahwa NU kurang keras, […]

  • UN Reborn, Komisi X: Tak Boleh Jadi Momok Siswa dan Libatkan Polisi

    UN Reborn, Komisi X: Tak Boleh Jadi Momok Siswa dan Libatkan Polisi

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Wacana pelaksanaan kembali ujian nasional (UN) terus bergulir. Kendati demikian UN tidak boleh menjadi momok siswa dan melibatkan polisi dalam proses pelaksanaannya. “Kami mendukung penuh jika UN kembali dilaksanakan hanya saja hal itu tidak boleh menjadi momok bagi peserta didik termasuk meminimalkan keterlibatan polisi dalam proses persiapan maupun pengawasan,” kata Wakil Ketua Komisi X […]

expand_less