Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Indonesia Usulkan Percepatan dan Perluasan Pengakuan Keterampilan Pekerja di ASEAN

Indonesia Usulkan Percepatan dan Perluasan Pengakuan Keterampilan Pekerja di ASEAN

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • visibility 124
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.COM— Indonesia mengusulkan agar ASEAN mempercepat dan memperluas pengakuan bersama (_Mutual Recognition Arrangement_) atas keterampilan dan kompetensi tenaga kerja. Langkah ini penting untuk menciptakan peluang mobilitas pekerja yang lebih luas bagi pekerja terampil sekaligus memastikan kompetensi mereka dapat diakui oleh pemberi kerja di kawasan.

Usulan tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam Pertemuan Menteri-Menteri Ketenagakerjaan ASEAN Plus Three ke-14 (ALMM+3), Kamis (27/8/2026), di Bangkok, Tailan.

Ia mengatakan, perubahan dunia kerja akibat kecerdasan buatan, digitalisasi, transisi hijau, dan perubahan demografi menuntut negara-negara ASEAN membekali pekerja dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan masa depan.

“Karena itu, Indonesia berpandangan bahwa sudah saatnya ASEAN mempercepat agenda pengakuan bersama dan secara bertahap memperluas cakupannya ke lebih banyak jenis pekerjaan dan bidang keterampilan,” ujar Yassierli.

Menurut Yassierli, meskipun kondisi nasional setiap negara berbeda, negara-negara di kawasan menghadapi tantangan yang sama, yaitu perubahan pekerjaan akibat otomatisasi, kecerdasan buatan, dan perubahan demografi. Oleh karena itu, pengembangan sumber daya manusia harus tetap menjadi prioritas bersama di kawasan.

Dalam konteks tersebut, pengakuan terhadap keterampilan menjadi semakin penting agar pemberi kerja dapat memahami, mempercayai, dan mengakui kompetensi tenaga kerja di seluruh kawasan. Seiring transformasi perekonomian, kebutuhan terhadap keterampilan baru dan terspesialisasi akan terus muncul di berbagai sektor, sehingga ASEAN perlu mampu menghubungkan tenaga kerja terampil dengan berbagai peluang tersebut secara lebih efektif.

Yassierli mengatakan, sistem pengakuan bersama di ASEAN yang lebih kuat dan lebih luas juga akan memperkuat kredibilitas keterampilan dan kompetensi ASEAN di luar kawasan, sehingga mendukung pengakuan yang lebih luas secara global.

Indonesia Usulkan Percepatan dan Perluasan Pengakuan Keterampilan Pekerja di ASEAN

Indonesia juga melihat peran penting para mitra Plus Three, yakni Tiongkok, Jepang, dan Republik Korea. Pengalaman ketiga negara tersebut dalam pengembangan keterampilan, standar okupasi, sertifikasi, dan keterlibatan industri dapat mendukung ASEAN mempercepat agenda pengakuan bersama serta menjaga kompetensi yang diakui tetap relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Ia mengatakan, kolaborasi tersebut juga dapat memperkuat keterhubungan antara sistem pengembangan keterampilan ASEAN dengan kebutuhan industri di kawasan.

“Bagi Indonesia, pengakuan bersama yang lebih luas dapat menciptakan peluang yang lebih besar bagi tenaga kerja terampil ASEAN, mendukung pencocokan talenta yang lebih baik dengan kebutuhan pasar kerja, serta memperkuat kontribusi mereka terhadap produktivitas dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Yassierli.

Karena itu, Indonesia mengajak negara-negara anggota ASEAN dan para mitra Plus Three untuk mempertahankan momentum, mempercepat implementasi, dan memperluas jangkauan praktis pengakuan bersama di kawasan.**[biro humas].

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Proses Hukuman Mati Ferdy Sambo Batal, Ini Kata Megawati

    Soal Proses Hukuman Mati Ferdy Sambo Batal, Ini Kata Megawati

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri menyoroti Mahkamah Agung (MA) yang mengubah hukuman mati terhadap mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo menjadi penjara seumur hidup. “Tapi ada juga jenderal, makanya aku nyentil itu Pak Sambo, kok anak buah sendiri dibunuh? Udah gitu saya mikir gini… hukum Indonesia ini hukum apa […]

  • Masih Prematur Bangun Ibu Kota Baru, UU IKN Kini Dirubah Lagi, Berikut Alasannya:

    Masih Prematur Bangun Ibu Kota Baru, UU IKN Kini Dirubah Lagi, Berikut Alasannya:

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Pemerintah dan DPR telah kembali membahas untuk merevisi Undang-undang (UU) nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN). Latar belakang pengubahan ketentuannya pasal dilakukan untuk memperkuat kedudukan otorita dalam pelaksanaan kegiatan 4P, persiapan, pembangunan, pemindahan, dan penyelenggaraan pemerintahan. Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa selaku perwakilan pemerintah dalam rapat itu […]

  • RDPU dengan Komisi IV DPR, PMPHI Sumut Minta SK Menhut Terkait Penutupan 28 Perusahaan Dicabut

    RDPU dengan Komisi IV DPR, PMPHI Sumut Minta SK Menhut Terkait Penutupan 28 Perusahaan Dicabut

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Msinews.com – Koordinator Wilayah Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut), Gandi Parapat. Meminta pemerintah mencabut Surat Keputusan (SK) Kementerian Kehutanan terkait penutupan 28 perusahaan. Permintaan tersebut disampaikan usai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi IV DPR RI. Dalam keterangannya, Gandi menilai pencabutan izin usaha oleh pemerintah melalui Menteri Kehutanan atas […]

  • Meski Capaian Baik di Triwulan I-2024, Belum Bisa Jamin Gambaran Ekonomi Hingga Akhir 2024

    Meski Capaian Baik di Triwulan I-2024, Belum Bisa Jamin Gambaran Ekonomi Hingga Akhir 2024

    • calendar_month Sabtu, 11 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2024 sudah baik sebagai modal awal. Sebelumnya, BPS RI telah merilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2024 tumbuh sebesar 5,11 persen. Meski begitu Anis mengingatkan hal tersebut masih terlalu dini untuk memprediksi kondisi tersebut akan menjadi gambaran ekonomi hingga akhir tahun 2024. Demikian kata Wakil Ketua Badan […]

  • Skandal Korupsi

    Skandal Korupsi di Kemenhub Terus Bergulir: Empat ASN Diperiksa Terkait Pengondisian Audit BPK

    • calendar_month Jumat, 23 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin mengintensifkan penyelidikan terhadap dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hari ini, empat aparatur sipil negara (ASN) Kemenhub menjalani pemeriksaan terkait pengondisian audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Keempat ASN tersebut adalah Yunanda, Achyar Pasaribu, Zulkarnain, dan Anton Aprianto. Pemeriksaan dilakukan di […]

  • Bareskrim Polri: Kendala Belum Ditangkapnya Bos Narkoba, Ada Gengster Bekup

    Bareskrim Polri: Kendala Belum Ditangkapnya Bos Narkoba, Ada Gengster Bekup

    • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Bareskrim Polri, dalam konferensi pers pada Jumat (29/12/2023), mengungkap kendala dalam upaya penangkapan Fredy Pratama, bos sindikat narkoba jaringan internasional yang hingga kini masih berstatus buron. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Mukti Juharsa, menjelaskan bahwa Fredy Pratama dilindungi oleh gengster karena orangtuanya terlibat dalam sindikat narkoba di Thailand. Baca juga […]

expand_less