Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Kriminal » Kasus CSR BI: Misteri Keseriusan KPK di Balik Dalih “Sulitnya Bukti”

Kasus CSR BI: Misteri Keseriusan KPK di Balik Dalih “Sulitnya Bukti”

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 203
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,msinews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK kembali merilis narasi usang “tidak ada intervensi” dalam penyidikan dugaan korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Jakarta pada Kamis, 10 Juli 2025, berkelit bahwa “kompleksitas” kasus menjadi alasan lambannya pengungkapan.

Dalih klasik ini tak lagi mempan menutupi fakta berbulan-bulan berlalu, satu pun tersangka belum diumumkan.

“Sejauh ini tidak ada intervensi,” ujar Budi

Prasetyo, mencoba meredam spekulasi. “Setiap perkara itu punya kompleksitas yang berbeda-beda begitu ya, untuk penyidik mengumpulkan alat bukti yang dibutuhkan.”

Pernyataan ini, alih-alih menenangkan, justru mempertebal tanda tanya.

KPK memang sudah tancap gas. Markas BI di Jalan Thamrin dan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) digeledah keras pada Desember 2024.

Bahkan, rumah anggota DPR RI Heri Gunawan “diobrak-abrik” dan anggota DPR RI Satori “diinterogasi” terkait kasus ini. Namun, serangkaian aksi ini hanya menghasilkan gema, bukan nama-nama pesakitan.

Lalu, apa yang membuat kasus CSR BI ini begitu “istimewa” hingga KPK berjalan di tempat, seolah enggan menunjuk hidung pelaku?

Kontras Membakar: BRI Cepat, BI Lambat?
Ironi terkuak saat membandingkan “performa” KPK dalam kasus lain.

Hanya sehari sebelum pernyataan Prasetyo, pada 9 Juli 2025, KPK tanpa ragu menggebrak dengan menetapkan lima tersangka dalam kasus korupsi pengadaan mesin EDC di PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Sosok kaliber seperti mantan Wakil Dirut BRI, Catur Budi Harto, dan Dirut PT Allo Bank Indonesia, Indra Utoyo, langsung masuk daftar hitam.

Pertanyaannya kemudian melayang: Apakah ada standar kecepatan ganda di tubuh KPK? Mengapa pengadaan mesin EDC yang mungkin tak sekompleks dugaan penyalahgunaan dana CSR di bank sentral bisa tuntas secepat kilat.

Sementara kasus CSR BI yang alat bukti dan saksinya sudah digarap berbulan bulan seolah jalan di tempat.

“Jika sudah ada pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, demikian halnya terkait dengan konstruksi perkaranya seperti apa, nanti akan kami sampaikan,” janji Prasetyo. Janji ini patut diawasi ketat.

Klaim nir-intervensi dari KPK kini berada di ujung tanduk. Publik tak butuh retorika manis, melainkan aksi nyata dan penetapan tersangka.

Skandal dana CSR BI bukan hanya tentang uang, tapi juga tentang akuntabilitas lembaga negara dan kepercayaan publik terhadap penegak hukum.

Jika KPK tak segera bertindak tegas, narasi “kompleksitas” ini hanya akan mengukir preseden buruk kasus besar bisa diulur, sementara keadilan terabaikan.* Eky.

Sumber: Antara

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menggambar Penting Bagi Kehidupan

    Menggambar Penting Bagi Kehidupan

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Oleh A. Erwan Suryanegara  “Naik-naik ke puncak gunung, Tinggi, tinggi sekali, Naik-naik ke puncak gunung, Tinggi, tinggi sekali.” SENGAJA dalam mengawali tulisan ini dikutif selarik syair lagu anak-anak NAIK KE PUNCAK GUNUNG, sekedar mengingatkan akan dunia kanak-kanak yang polos, jujur, tanpa beban, dunia bermain, dunia belajar dari waktu ke waktu. Masa kanak-kanak itulah kemampuan motorik […]

  • Otorita IKN Fasilitasi Ritual Adat Dayak dan Paser Sebagai Restu Pembangunan

    Otorita IKN Fasilitasi Ritual Adat Dayak dan Paser Sebagai Restu Pembangunan

    • calendar_month Minggu, 12 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Kaltim,msinews.com-Pemerintah melalui Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memfasilitasi 12 lembaga dan masyarakat adat di sekitar IKN maupun Kalimantan Timur untuk selenggarakan ritual adat Dayak dan Paser, sebagai bentuk restu dari leluhur untuk pembangunan IKN di tanah Kalimantan agar berjalan lancar dan aman. Pada pelaksanaannya, Ritual Adat tahun 2024 ini, berlangsung selama dua hari yakni Sabtu-Minggu  […]

  • Penipuan Sebagai Staf Ketua KPK, Berikut Tanggapan Ali Firli

    Penipuan Sebagai Staf Ketua KPK, Berikut Tanggapan Ali Firli

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi salah satu kepala daerah di Lampung menjadi korban penipuan bermodus klaim staf Ketua KPK Firli Bahuri. Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK Ali Fikri mengatakan, pihaknya mendapat informasi bahwa pelaku menghubungi kepala daerah dan meminta sumbangan atau bantuan kegiatan. “Salah satunya yang sudah terjadi di wilayah Lampung,” ujar Ali […]

  • 4 Bos Pengusaha Media Terjun Dunia Politik, Siapa Paling Tajir?

    4 Bos Pengusaha Media Terjun Dunia Politik, Siapa Paling Tajir?

    • calendar_month Selasa, 3 Okt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – 4 (Empat) Bos Pegusa media di era digital telah muncul sebagai salah satu sektor yang semakin diminati, kalangan pengusaha hingga pemilik partai. Perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang semakin digital, peluang dalam industri media semakin terbuka lebar. 4 (empat) bos pengusaha kaya masuk dari berbagai bidang mulai mengalihkan fokus mereka ke industri […]

  • PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Konferensi Wajib Mengacu SKEP Baru

    PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Konferensi Wajib Mengacu SKEP Baru

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 128
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menetapkan kebijakan reaktivasi keanggotaan hingga 31 Desember 2026 sebagai bagian dari penataan administrasi organisasi sekaligus penguatan kualitas keanggotaan serta sebagai konsolidasi organisasi secara menyeluruh. Kebijakan tersebut diputuskan dalam rapat pembahasan Kartu Tanda Anggota (KTA) Biasa dan peningkatan status keanggotaan yang dipimpin Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, di […]

  • Sebanyak 1,3 Juta Rekening Bansos Gagal Transfer, Kemensos Gandeng PPATK Selidiki Kendala Penyaluran

    Sebanyak 1,3 Juta Rekening Bansos Gagal Transfer, Kemensos Gandeng PPATK Selidiki Kendala Penyaluran

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Kementerian Sosial (Kemensos) tengah menghadapi kendala dalam penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) triwulan kedua tahun 2025 ini. Tercatat, sekitar 1,3 juta data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengalami kegagalan transfer dana bansos. Menyikapi hal ini, Kemensos akan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menelusuri akar permasalahan. […]

expand_less