Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Kriminal » Kasus CSR BI: Misteri Keseriusan KPK di Balik Dalih “Sulitnya Bukti”

Kasus CSR BI: Misteri Keseriusan KPK di Balik Dalih “Sulitnya Bukti”

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 219
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,msinews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK kembali merilis narasi usang “tidak ada intervensi” dalam penyidikan dugaan korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Jakarta pada Kamis, 10 Juli 2025, berkelit bahwa “kompleksitas” kasus menjadi alasan lambannya pengungkapan.

Dalih klasik ini tak lagi mempan menutupi fakta berbulan-bulan berlalu, satu pun tersangka belum diumumkan.

“Sejauh ini tidak ada intervensi,” ujar Budi

Prasetyo, mencoba meredam spekulasi. “Setiap perkara itu punya kompleksitas yang berbeda-beda begitu ya, untuk penyidik mengumpulkan alat bukti yang dibutuhkan.”

Pernyataan ini, alih-alih menenangkan, justru mempertebal tanda tanya.

KPK memang sudah tancap gas. Markas BI di Jalan Thamrin dan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) digeledah keras pada Desember 2024.

Bahkan, rumah anggota DPR RI Heri Gunawan “diobrak-abrik” dan anggota DPR RI Satori “diinterogasi” terkait kasus ini. Namun, serangkaian aksi ini hanya menghasilkan gema, bukan nama-nama pesakitan.

Lalu, apa yang membuat kasus CSR BI ini begitu “istimewa” hingga KPK berjalan di tempat, seolah enggan menunjuk hidung pelaku?

Kontras Membakar: BRI Cepat, BI Lambat?
Ironi terkuak saat membandingkan “performa” KPK dalam kasus lain.

Hanya sehari sebelum pernyataan Prasetyo, pada 9 Juli 2025, KPK tanpa ragu menggebrak dengan menetapkan lima tersangka dalam kasus korupsi pengadaan mesin EDC di PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Sosok kaliber seperti mantan Wakil Dirut BRI, Catur Budi Harto, dan Dirut PT Allo Bank Indonesia, Indra Utoyo, langsung masuk daftar hitam.

Pertanyaannya kemudian melayang: Apakah ada standar kecepatan ganda di tubuh KPK? Mengapa pengadaan mesin EDC yang mungkin tak sekompleks dugaan penyalahgunaan dana CSR di bank sentral bisa tuntas secepat kilat.

Sementara kasus CSR BI yang alat bukti dan saksinya sudah digarap berbulan bulan seolah jalan di tempat.

“Jika sudah ada pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, demikian halnya terkait dengan konstruksi perkaranya seperti apa, nanti akan kami sampaikan,” janji Prasetyo. Janji ini patut diawasi ketat.

Klaim nir-intervensi dari KPK kini berada di ujung tanduk. Publik tak butuh retorika manis, melainkan aksi nyata dan penetapan tersangka.

Skandal dana CSR BI bukan hanya tentang uang, tapi juga tentang akuntabilitas lembaga negara dan kepercayaan publik terhadap penegak hukum.

Jika KPK tak segera bertindak tegas, narasi “kompleksitas” ini hanya akan mengukir preseden buruk kasus besar bisa diulur, sementara keadilan terabaikan.* Eky.

Sumber: Antara

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Efek Jera, DPR Dukung Pemindahan Napi Korupsi Pakai Hp ke Nusakambangan

    Efek Jera, DPR Dukung Pemindahan Napi Korupsi Pakai Hp ke Nusakambangan

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 269
    • 0Komentar

      Msinews.com – Anggota DPR RI Kombes Pol (Purn) DR. Maruli Siahaan SH, MH turut menyikapi pemindahan narapida kasus korupsi yang kedapatan memliliki dan menggunakan alat komunikasi di dalam Rutan Kelas 1 Medan. Melalui keterangan tertulisnya kepada awak media, Maruli Siahaan mengatakan bahwa menggunakan alaf komunikasi di dalam lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan adalah hal […]

  • Universitas di China ada Kuliah Psikolgi Percintaan, kok Bisa!

    Universitas di China ada Kuliah Psikolgi Percintaan, kok Bisa!

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Tianjin, MSINews.com –  Wang Xiaoling, seorang dosen dari pusat pendidikan kesehatan mental Universitas Tianjin di Cina, menutup sesi terakhir mata kuliah percintaan dengan penuh semangat, setelah mendapatkan banyak umpan balik positif dari para mahasiswa. Menurut para peserta, mata kuliah ini bukan sekadar kelas, melainkan proses pertumbuhan pribadi. Dari menghindari cinta hingga menghadapi konflik dalam hubungan, […]

  • Peneliti BRIN Sebut Jokowi Pakai Intelejen, Baca Politik 2024.

    Peneliti BRIN Sebut Jokowi Pakai Intelejen, Baca Politik 2024.

    • calendar_month Sabtu, 23 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Jakarta – Peneliti Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan Presiden Joko Widodo menyalahgunakan intelijen untuk membaca peta politik. Disampaikan Penelitii BTIN bagian Koordinator Klaster Riset Konflik Pertahanan dan Keamanan Muhamad Haripin dalam webinar “Bahaya Penyalahgunaan Intelijen dalam Penyelenggaraan Pemilu 2024”. Baca Juga : Jawa Tengah Relawan Amin, Percaya Diri Menag Pilpres 2024M Penurut Peneliti BRIN […]

  • Edhie Baskoro Tegaskan Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja

    Edhie Baskoro Tegaskan Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 246
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM-Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan pekerja secara menyeluruh melalui jaminan keselamatan kerja, perlindungan kesehatan dan sosial, pengaturan jam kerja yang adil, pencegahan PHK sepihak, serta dukungan terhadap pendidikan anak-anak pekerja. Hal tersebut disampaikan dalam acara Audiensi Kebangsaan yang mengangkat tema “Sinergi Pekerja, Pengusaha, dan […]

  • Meningkatnya Kecelakaan Transportasi Studi Tour, Karena Tanpa Pengawasan

    Meningkatnya Kecelakaan Transportasi Studi Tour, Karena Tanpa Pengawasan

    • calendar_month Jumat, 7 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI menggelar diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema “Meningkatkan Keselamatan Transportasi Study Tour”. Kegiatan rutin KWP ini dilaksanakan pada Kamis (6/6/2024) bertempat di Ruang PPID, Gedung Nusantara I,Kompleks DPR RI, Jakarta Pusat,menghadirkan pembicara antara lain, Anggota Komisi V DPR, Syahrul Aidi Maazat, Pengamat Transfortasi, Deddy […]

  • Politisi PDIP Ajak Masyarakat Jaga Kehangatan pada Pemilu 2024

    Politisi PDIP Ajak Masyarakat Jaga Kehangatan pada Pemilu 2024

    • calendar_month Senin, 27 Nov 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Politisi PDIP Dapil Lampung I Mukhlis Basri, dengan tegas menyuarakan pesan perdamaian dan kebersamaan menjelang Pemilihan Umum 2024. Ia menekankan Pemilu bukanlah momen untuk memecah belah, melainkan harus dijadikan sebagai pesta kebersamaan yang meriah, setara dengan kegembiraan. Baca juga : Oknum Warga dan Pemkab Monokwari Diduga Serobot Lahan 115 Hektar. Lebih lanjut, […]

expand_less