KAMI PMKRI Yogyakarta,Serukan Keadilan Sosial
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YOGYAKARTA,MSINEWS.COM – Keluarga Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Yogyakarta St. Thomas Aquinas atau KAMI PMKRI Yogyakarta secara resmi mendeklarasikan pendiriannya pada tanggal 27 Mei 2026.
Pendirian wadah organisasi ini, yang secara resmi lahir melalui musyawarah daring pada momen peringatan St. Thomas Aquinas awal Januari lalu, merupakan wujud realisasi dari cita-cita para alumni. Inisiasi pendiriannya sendiri telah dimulai sejak 2015 silam sebagai integrasi gerak alumni yang tersebar dalam ragam profesi untuk mendukung kaderisasi kepemimpinan gereja dan bangsa.
Deklarasi bersejarah ini menandai komitmen kuat para alumni untuk mendukung kesinambungan proses kaderisasi kepemimpinan bagi gereja dan bangsa yang selaras dengan nilai-nilai kekatolikan serta pedoman Pancasila.
Nama KAMI PMKRI Yogyakarta dipilih melalui proses pematangan diskusi untuk membulatkan tekad dalam berkontribusi membangun sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, berwawasan gender, dan siap bekerja sama mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Kami, alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Yogyakarta Santo Thomas Aquinas, dengan kesadaran penuh mendukung kesinambungan kaderisasi kepemimpinan, bagi gereja dan bangsa yang selaras dengan nilai kekatolikan dan Pancasila,” ucap Lukas Ispandriarno, Ketua Pengurus Harian Nasional KAMI PMKRI Yogyakarta.
Dalam momentum peresmian tersebut, jajaran pengurus KAMI PMKRI Yogyakarta turut membacakan sebuah Memorandum Kemasyarakatan yang bertajuk “Panggilan Kebangsaan untuk Mewujudkan Keadilan Sosial”.
Memorandum strategis tersebut secara tajam menyoroti berbagai dinamika kebangsaan yang dinilai memerlukan kewaspadaan moral serta keterlibatan sosial yang lebih kuat dari seluruh elemen masyarakat.
Terkait kondisi ekonomi, pertumbuhan kuartal I 2026 yang menyentuh angka 5,61 persen dinilai belum mencerminkan situasi riil masyarakat luas akibat adanya tekanan global, pelemahan rupiah, tingginya suku bunga, hingga merosotnya daya beli kelas menengah.
Sorotan tajam juga diarahkan pada kondisi demokrasi Indonesia yang dinilai mengalami kemunduran dalam praktik substantif.
“Berdasarkan catatan Indeks Demokrasi Indonesia 2025 menunjukkan adanya tren penurunan pada aspek kebebasan, kesetaraan, serta kapasitas lembaga demokrasi,” terang KAMI PMKRI.
Pada sektor penegakan hukum, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia tahun 2025 yang mengalami penurunan signifikan hingga anjlok ke peringkat 109 dari 180 negara menunjukkan tingginya urgensi reformasi pemberantasan korupsi.
Memorandum kemasyarakatan ini juga menaruh kekhawatiran yang sangat serius terhadap ancaman risiko bencana ekologis menyusul melonjaknya angka deforestasi di Indonesia yang mencapai hampir setengah juta hektar pada tahun 2025.
Menyikapi rentetan krisis kebangsaan tersebut, KAMI PMKRI Yogyakarta menyerukan kepada seluruh alumni organisasi gerakan mahasiswa Cipayung untuk berani mendorong tumbuhnya iklim demokrasi substantif yang menjunjung tinggi supremasi hukum, etika penyelenggaraan negara, serta pemerataan ekonomi.
KAMI PMKRI Yogyakarta turut mendesak adanya revitalisasi peran aparat penegak hukum dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, terutama di sektor-sektor yang melibatkan alokasi keuangan negara dalam jumlah yang besar.
Tuntutan pengendalian laju deforestasi juga disuarakan secara tegas demi mencegah bencana ekologis sekaligus memastikan keseimbangan alam tetap terjaga di tengah berjalannya visi kemandirian energi dan penguatan ekonomi nasional.
Para kader aktif maupun alumni PMKRI juga diminta untuk terus menyebarluaskan semangat pengorbanan serta rasa empati guna membendung derasnya arus hedonisme dengan cara menjauhkan diri dari kepentingan pribadi.
KAMI PMKRI Yogyakarta menegaskan bahwa situasi kebangsaan saat ini adalah panggilan luhur bagi setiap kader Katolik untuk terlibat aktif menjadi bagian dari solusi dengan mengusung semangat “Pro Ecclesia et Patria” atau “Demi Gereja dan Tanah Air”.
Naskah deklarasi beserta memorandum tersebut dibacakan secara langsung di Yogyakarta oleh para perwakilan pengurus yang meliputi Koordinator Nasional Lukas S. Ispandriarno, Sekretaris Jenderal Rosalia Prismarini Nurdiarti, dan Bidang Komunikasi dan Kerja Sama Cecilia Pretty Grafini.
Turut hadir dan berpartisipasi dalam agenda pembacaan naskah kebangsaan tersebut adalah Koordinator Wilayah Jabodetabek Joty Atmadjaya beserta Sekretaris Wilayah DIY Frederico M. Dwisetyanto.
Rangkaian acara peresmian wadah alumni tersebut turut ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng secara simbolis bersama Moderator PMKRI Romo Agustinus Darjanto SJ dan Ketua DPC PMKRI Cabang Yogyakarta Decky Kevin P.
KAMI PMKRI Yogyakarta yang memiliki cabang atau disebut sebagai Koordinasi Wilayah Jabodetabek, Kalimantan, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Timur, selanjutnya memanggil para kadernya di seluruh tanah air untuk melakukan konsolidasi di wilayah organisasi masing-masing.//
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik


Saat ini belum ada komentar