Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Harga Kelapa Anjlok,Pemerintah Diminta  untuk Tinjau Kembali Kebijakan Ekspor

Harga Kelapa Anjlok,Pemerintah Diminta  untuk Tinjau Kembali Kebijakan Ekspor

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
  • visibility 147
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INHIL, MSINEWS.COM-Hal tersebut disampakkan oleh Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Riau I, Dr. Syahrul Aidi Maazat.

Ia meminta pemerintah segera melakukan intervensi terhadap harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang mengalami penurunan tajam.

Slain itu, Aidi  juga meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan ekspor kelapa karena kapasitas industri dalam negeri saat ini belum mampu menyerap seluruh produksi petani.

Menurutnya, persoalan harga kelapa di Inhil harus segera ditangani karena menyangkut kehidupan masyarakat yang bergantung pada komoditas perkebunan tersebut.

” Salah satu persoalan utama yang menyebabkan harga kelapa anjlok adalah ketidakseimbangan antara produksi dengan kemampuan penyerapan industri dalam negeri,” trgasnya kepada awak media,Minggu 23 Agustus 2026.

Ia mengatakan, Inhil memiliki produksi kelapa yang sangat besar, mencapai sekitar 6,95 juta butir per hari. Namun, kemampuan industri dalam negeri disebut baru mampu menampung sekitar 2 juta butir per hari.

Artinya, terdapat jutaan butir kelapa yang belum terserap secara optimal. Ketika produksi tinggi sementara kapasitas industri terbatas, kelapa akhirnya menumpuk di tingkat masyarakat dan membuat posisi petani semakin lemah dalam menentukan harga jual.

Menurutnya, pemerintah memang perlu mendorong hilirisasi kelapa untuk meningkatkan nilai tambah komoditas. Namun, kebijakan hilirisasi harus berjalan seiring dengan kesiapan industri pengolahan dalam negeri.

“Kalau produksi 6,95 juta itu bisa terserap dengan sempurna, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor, tentu harga akan lebih baik dan petani akan mendapatkan keuntungan. Jangan sampai karena kebijakan hilirisasi sementara industri dalam negeri belum mampu menyerap seluruh produksi, kelapa justru menumpuk di masyarakat,” tegas Syahrul Aidi.

Karena itu, ia meminta pemerintah meninjau kembali berbagai kebijakan yang menghambat ekspor kelapa. Menurutnya, ekspor masih menjadi salah satu solusi penting untuk menyerap produksi petani selama kapasitas industri pengolahan dalam negeri belum mampu menampung seluruh hasil produksi.

Syahrul Aidi menilai tidak tepat jika akses ekspor diperketat sementara industri domestik belum memiliki kemampuan untuk menyerap produksi kelapa secara maksimal.

Lanjutnya,bahwa pemerintah harus menjaga keseimbangan antara agenda hilirisasi dan kebutuhan pasar petani. Hilirisasi tetap harus dilanjutkan, tetapi jangan sampai dalam prosesnya justru menyebabkan hasil panen petani tidak terserap.

“Jangan sampai kebijakan yang tujuannya baik untuk hilirisasi justru membuat petani menjadi korban karena hasil produksinya tidak terserap. Hilirisasi harus berjalan, tetapi pasar ekspor juga harus tetap menjadi bagian dari solusi selama kapasitas industri dalam negeri belum mencukupi,” ujar Syahrul Aidi.

Dijelaskan, apabila produksi kelapa dapat terserap secara optimal, baik oleh pasar dalam negeri maupun pasar ekspor, harga di tingkat petani berpotensi kembali meningkat. Bahkan, dengan kondisi penyerapan yang sempurna, harga kelapa dapat mencapai sekitar Rp7.000 per kilogram seperti sebelumnya.

Kondisi tersebut tentu akan jauh lebih menguntungkan petani dibandingkan harga saat ini yang mengalami tekanan akibat terbatasnya penyerapan.

Syahrul Aidi juga mendorong pemerintah mempercepat pembangunan industri hilirisasi kelapa di Inhil. Tambahan kapasitas pengolahan dinilai sangat dibutuhkan mengingat produksi kelapa Inhil yang mencapai jutaan butir setiap hari.

Ia menyarankan, sambil menunggu pembangunan dan peningkatan kapasitas industri tersebut, pemerintah harus mengambil langkah cepat untuk menjaga harga dan memastikan hasil panen petani tetap memiliki pasar.

Masih kata dia,menilai pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan pabrik sebagai solusi jangka panjang. Dalam kondisi saat ini, akses terhadap pasar ekspor tetap diperlukan untuk menampung produksi yang belum mampu diserap industri domestik.

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana produksi petani terserap. Kalau industri dalam negeri baru mampu menyerap sekitar 2 juta dari 6,95 juta produksi, maka sisanya harus memiliki akses pasar. Jangan sampai kelapa menumpuk dan akhirnya harga jatuh,” kata Syahrul Aidi.

Syahrul Aidi berharap pemerintah pusat segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan perdagangan kelapa sekaligus mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga di tingkat petani.

Dijelaskan, bahwa potensi kelapa Inhil sangat besar dan dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi Riau maupun nasional. Karena itu, kebijakan pemerintah harus mampu menjaga keseimbangan antara hilirisasi, kapasitas industri dalam negeri, akses ekspor dan perlindungan harga petani.

Dengan penyerapan yang lebih optimal, baik melalui industri domestik maupun pasar ekspor.

“Petani kelapa Inhil dapat memperoleh harga yang lebih baik sekaligus mendapatkan manfaat lebih besar dari potensi komoditas kelapa yang dimiliki daerah tersebut.”tutup Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS ini.**

Editor : tim redaksi

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Karawang

    Polres Karawang Ringkus Pelaku Tindak Pidana Asusila Anak Yang Ternyata Marbot Di Masjid

    • calendar_month Selasa, 23 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Karawang, MSINews.com – Polres Karawang melalui Sat Reskrim berhasil meringkus Pelaku bejat tindak pidana asusila terhadap anak dibawah umur. AKBP Wirdhanto Hadicaksono melalui Kompol Prasetyo Purbo Nurcahyo menyebut pelaku melakukan aksinya dengan mengiming-imingi diberikan permen. “Pelaku berinisial EA (30) bekerja sebagai marbot di Masjid salah satu komplek perumahan di Desa Bengle, Majalaya, Karawang,” ujar Prasetyo, […]

  • Erick Tohir Targetkan 25 Persen Dirksi BUMN Kaum Perempuan

    Erick Tohir Targetkan 25 Persen Dirksi BUMN Kaum Perempuan

    • calendar_month Selasa, 19 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementrian BUMN Erick Tohir sampaikan keinginannya untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif bagi siapa saja tanpa memandang gender. “Ya mukin kami akan menargetkan pada 2023 sebanyak 25 persen direksi BUMN berasal dari kaum perempuan,” kata Erick saat membuka kegiatan Goes To Campus 2023 kali ini ke kampus Universitas Halu Oleo, Kendari,” Selasa 19/9/2023. […]

  • Presiden Jokowi dan Menteri Basuki

    Jokowi dan Basuki Tinjau Proyek Jalan Tol IKN Nusantara

    • calendar_month Rabu, 1 Nov 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Jokowi dan Basuki Tinjau Proyek Jalan Tol IKN dari Kota Balikpapan menuju Jembatan Pulau Balang, hingga Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Jokowi menginkan Tol Balikpapan-Samarinda, kemudian menuju Sepaku dan masuk ke Nusantara butuh waktu kira-kira 2 jam 15 menit. Presiden Jokowi didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam […]

  • Upacara Bendera

    Upacara Bendera TNI Agus Subiyanto Sampaikan Hal Penting, Apa Saja Pesannya ke Prajurit?

    • calendar_month Kamis, 18 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com. – Kepala Staf Brigade Infanteri 1 Jaya Sakti, Letkol Inf A.A. Gede Rama, memimpin sebagai Inspektur Upacara pada Upacara Bendera yang digelar di Lapangan Atita Artha Anta, Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu (17/1/2024). Dalam kegiatan upacara bulanan ini, Letkol Inf A.A. Gede Rama membacakan amanat Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto. […]

  • Matahati Pastikan Maju Pilgub Sumsel 2024 Diususng Golkar dan Gerindra

    Matahati Pastikan Maju Pilgub Sumsel 2024 Diususng Golkar dan Gerindra

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Palembang, msinews.com – DPP Partai Golkar memberikan rekomendasi kepada bakal pasangan calon Gubernur (Cagub) dan calon wakil Gubernur (Cawagub) Sumatra Selatan Mawardi Yahya dan R.A. Anita Noeringhati (Matahati) dalam Pilgub Sumsel 2024 pada November mendatang. Tim Pejuang Matahati Aswan Mufti menyampaikan kepastian itu, setelah Matahati menerima Surat Keputusan (SK) rekomendasi dari DPP Partai Golkar, langsung […]

  • Timnas AMIN Laporkan ke KPU dan Bawaslu, Buntut Iklan Videotron Diturunkan

    Timnas AMIN Laporkan ke KPU dan Bawaslu, Buntut Iklan Videotron Diturunkan

    • calendar_month Selasa, 16 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Tim Nasional (Timnas) Anies-Muhaimin (AMIN) berencana melaporkan takedown videotron Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu). Videotron tersebut, yang sempat terpasang di Jakarta dan Bekasi, dianggap melanggar aturan. Kapten Timnas AMIN, M Syaugi Alaydrus, mengungkapkan bahwa timnya akan melaporkan kejadian ini sebagai […]

expand_less