Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Rasio 41,26% Terhadap PDB,Utang Pemerintah Tembus Rp10.293 Triliun hingga Juni 2026

Rasio 41,26% Terhadap PDB,Utang Pemerintah Tembus Rp10.293 Triliun hingga Juni 2026

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 46
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA.MSINEWS.COM-Hingga 30 Juni 2026, total utang pemerintah tercatat mencapai Rp10.293,69 triliun atau setara 41,26% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Berdasarkan data DJPPR Kementerian Keuangan, mayoritas utang pemerintah hingga Juni 2026 berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Porsi SBN mencapai 87,11% atau senilai Rp8.966,79 triliun.

Sedangkan utang pemerintah dalam bentuk pinjaman tercatat sebesar Rp1.326,90 triliun atau sekitar 12,89% dari total  tersebut.

Walaupun terus mengalami peningkatan, rasio utang pemerintah hingga Juni 2026 masih berada di bawah batas maksimal yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yakni sebesar 60% terhadap PDB.

“Pemerintah mengelola utang secara cermat dan terukur untuk mencapai portofolio utang yang optimal dan mendukung pengembangan pasar keuangan domestik. Komposisi utang Pemerintah mayoritas berupa instrumen SBN yang mencapai 87,11%,” tulis DJPPR, dikutip Rabu (12/8/2026).

Hal tersebut menunjukkan bahwa beban utang pemerintah Indonesia terus bertambah sepanjang paruh pertama 2026.

Posisi utang tersebut terus meningkat sepanjang tahun. Pada 31 Desember 2025, utang pemerintah masih berada di level Rp9.638 triliun. Tiga bulan kemudian, per 31 Maret 2026, angkanya meningkat menjadi Rp9.920,42 triliun, atau 40,75% terhadap PDB.

Kenaikan tersebut terjadi ketika pemerintah memperlebar ruang defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Konsekuensinya, kebutuhan pembiayaan utang ikut meningkat.

Di tengah kenaikan tersebut, ekonom Bright Institute Awalil Rizky memperkirakan posisi utang pemerintah pada akhir 2026 dapat mencapai Rp10.600 triliun.

Proyeksi tersebut salah satunya mempertimbangkan risiko pelemahan nilai tukar rupiah.

“Pelemahan kurs per 31 Desember 2026 atas 31 Desember 2025 diperkirakan menambah posisi utang hampir Rp100 triliun,” kata Awalil dalam keterangan resminya.

Menurutnya,pelebaran defisit APBN 2026 telah mendorong perubahan komposisi pembiayaan pemerintah. Defisit diproyeksikan mencapai Rp734,32 triliun, dengan pembiayaan utang sebesar Rp868,12 triliun dan pembiayaan non-utang sebesar Rp133,8 triliun.

Yang menarik,bahwa pembiayaan melalui SBN justru diproyeksikan lebih rendah dibandingkan rencana awal. Pemerintah semula merencanakan pembiayaan utang melalui SBN sebesar Rp799,53 triliun, kemudian menurunkannya menjadi Rp736,57 triliun.

Penurunan tersebut tidak serta-merta mengurangi kebutuhan pembiayaan utang. Pemerintah mengompensasinya dengan peningkatan pembiayaan melalui pinjaman luar negeri.

“Akan tetapi diimbangi peningkatan drastis dari pinjaman luar negeri [neto] yang mencapai Rp137,5 triliun dari rencana Rp39,21 triliun,” kata Awalil.

Dengan demikian, meski rasio utang terhadap PDB masih berada di bawah batas 60%, nominal utang terus bergerak naik. Risiko pelemahan rupiah, pelebaran defisit, serta perubahan komposisi sumber pembiayaan menjadi faktor yang perlu dicermati hingga akhir tahun.

Bagi pemerintah, persoalannya bukan semata apakah rasio utang masih berada di bawah batas regulasi.

Namun demikian, yang lebih menentukan adalah kemampuan menjaga biaya utang, stabilitas nilai tukar, serta memastikan tambahan pembiayaan tersebut menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang cukup untuk menjaga keberlanjutan fiskal.**

Editor : tim redaksi.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peneliti BRIN Beri Kode Alam El Nino Menguat, 5 Petaka Incar RI

    Peneliti BRIN Beri Kode Alam El Nino Menguat, 5 Petaka Incar RI

    • calendar_month Sabtu, 23 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Jakarta – Peneliti Klimatologi Pusat Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin menyebut kekuatan El Nino saat ini berpotensi semakin kuat. Saat ini, untuk mengukur kekuatan El Nino, Erma mengatakan tidak cukup dengan melihat intensitasnya saja, tetapi juga melalui struktur spasialnya. Menurutnya kalau struktur spasialnya semakin memanjang, berarti area El Ninonya […]

  • Pimpinan MPR Terima Aspirasi dari Ocean Justice, Perjuangkan Konstitusi Pro Lingkungan

    Pimpinan MPR Terima Aspirasi dari Ocean Justice, Perjuangkan Konstitusi Pro Lingkungan

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 195
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM,Jakarta-Dalam pertemuan tersebut, Delegasi IOJI menyampaikan urgensi penerapan Enviromental Constitutionalism atau aturan konstitusi yang pro terhadap lingkungan. “Kami memperhatikan dan mengikuti bahwa Pak Eddy Soeparno adalah Pimpinan MPR yang sangat fokus pada lingkungan hidup dan karena itu kami menyampaikan urgensi penerapan Ecological Constitutionalism harapannya agar isu-isu lingkungan hidup menjadi prioritas dalam kebijakan,” lanjutnya. Achmad Santosa […]

  • Komisi X DPR RI Dukung Penambahan Anggaran Kemenparekraf untuk Pagu Indikatif di 2025

    Komisi X DPR RI Dukung Penambahan Anggaran Kemenparekraf untuk Pagu Indikatif di 2025

    • calendar_month Jumat, 7 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, pihaknya akan melakukan pendalaman terhadap Rancangan Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025 terhadap Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Adapun, upaya ini dilakukan guna mempelajari sekaligus mengukur dampak yang akan terjadi dari turunnya anggaran Kemenperakraf tahun 2025. Dalam Rapat […]

  • Tiba di Gedung Bundar Parlemen, Presiden Prabowo Subianto Disambut Wapres Gibran dan Ketua DPD RI 

    Tiba di Gedung Bundar Parlemen, Presiden Prabowo Subianto Disambut Wapres Gibran dan Ketua DPD RI 

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 34
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM‐Presiden Prabowo Subianto tiba di Gedung Bundar Kompleks Parlemen umtuk menghadiri Sidang Umum MPR.RI dan Sidang bersama DPR dan DPD RI tahun 2026 yang digelar Jumat 14 Agustus hari ini. Kedatangan Presiden dalam rangka Sidang Umum Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI tahun 2026. Agenda kenegaraan ini mengusung tema “Daerah Kuat […]

  • Kebakaran Museum Nasional, Ini Kata Kapolsek Gambir Kompol Mugia Yarry Junanda

    Kebakaran Museum Nasional, Ini Kata Kapolsek Gambir Kompol Mugia Yarry Junanda

    • calendar_month Sabtu, 16 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Jakarta,Infomsi.org-Musiba kebakaran kembali menimpah Indonesia. Museum Nasional yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat dilahap di jago api, Sabtu (16/9) malam. Kepada wartawan di Jakarta, Kapolsek Gambir Kompol Mugia Yarry Junanda , menegaskan kebakaran di Museum Nasional atau yang juga dikenal Museum Gajah itu itu sedang ditangani. “Betul ada kebakaran sedang ditangani,” kata Kompol […]

  • Kemenkeu Luncurkan Sistem Elektronik Perjalanan Dinas e-Perjadin, Ini Pungsinya:

    Kemenkeu Luncurkan Sistem Elektronik Perjalanan Dinas e-Perjadin, Ini Pungsinya:

    • calendar_month Sabtu, 19 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meluncurkan Sistem Elektronik Perjalanan Dinas atau e-Perjadin untuk meningkatkan pelaksanaan anggaran yang lebih efektif, efisien dan transparan. “Peluncuran e-Perjadin merupakan transformasi proses bisnis pengelolaan keuangan negara berbasis reformasi regulasi dan penerapan teknologi informasi terkini,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Heru Pambudi dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, terbitkan Sabtu 19/8/2023. […]

expand_less