Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » 8 Komoditas Pangan, Produksi Lampaui Kebutuhan Nasional  yang Disebut Presiden Prabowo,Apa Saja?

8 Komoditas Pangan, Produksi Lampaui Kebutuhan Nasional  yang Disebut Presiden Prabowo,Apa Saja?

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
  • visibility 147
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.COM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan strategis pada 2026.

Menurut Presiden, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan pangan yang dijalankan pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan mulai menghasilkan peningkatan kapasitas produksi nasional.

Diketahui, dalam Pidatonya,  pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Jumat (14/8/2026), Presiden Prabowo menyampaikan bahwa swasembada pangan yang sebelumnya ditargetkan tercapai dalam empat tahun, justru berhasil dicapai dalam waktu satu tahun.

“Karena kebijakan-kebijakan kita dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan tercapai dalam empat tahun ternyata berhasil kita capai dalam waktu satu tahun,” kata Presiden Prabowo.

Adapun komoditas yang dimaksudtelah mencapai swasembada tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Capaian ini menunjukkan bahwa produksi dalam negeri telah mampu melampaui kebutuhan nasional pada masing-masing komoditas.

Diuraikan, berdasarkan proyeksi neraca pangan 2026, produksi beras diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, sementara kebutuhan nasional sebesar 31,10 juta ton. Dengan demikian terdapat surplus sekitar 3,67 juta ton.

Lanjutnya, Selisih produksi yang cukup besar ini menjadi fondasi utama ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat kemampuan Indonesia dalam menghadapi tekanan pangan global dan ketidakpastian cuaca.

Pada komoditas jagung, produksi diproyeksikan mencapai 18 juta ton, sedangkan kebutuhan berada di angka 16,44 juta ton, sehingga terdapat surplus sekitar 1,56 juta ton. Kondisi ini menunjukkan kapasitas produksi jagung nasional telah mampu memenuhi kebutuhan domestik sekaligus menyediakan ruang pasokan untuk menjaga stabilitas industri pangan dan pakan.

Sedangkan,  produksi gula konsumsi diproyeksikan mencapai 3,04 juta ton, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan sebesar 2,84 juta ton. Dengan surplus sekitar 207 ribu ton, neraca gula konsumsi menunjukkan produksi nasional telah berada di atas kebutuhan domestik.

Selain itu, kinerja positif juga terlihat pada sektor peternakan. Produksi daging ayam ras diproyeksikan mencapai 4,90 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional sekitar 4,02 juta ton. Artinya, terdapat surplus sekitar 876 ribu ton. Pada telur ayam ras, produksi mencapai sekitar 6,99 juta ton, sementara kebutuhan sebesar 6,47 juta ton, menghasilkan surplus sekitar 516 ribu ton.

Tak hanya itu, komoditas hortikultura juga menunjukkan neraca positif. Produksi cabai besar diproyeksikan mencapai 1,52 juta ton, dibandingkan kebutuhan 929 ribu ton, sehingga surplus mencapai sekitar 588 ribu ton. Cabai rawit bahkan mencatat produksi sekitar 1,51 juta ton dengan kebutuhan 914 ribu ton, atau surplus sekitar 595 ribu ton.

Sementara itu,produksi bawang merah diproyeksikan mencapai 1,32 juta ton, sementara kebutuhan nasional sekitar 1,25 juta ton. Dengan surplus sekitar 63 ribu ton, komoditas tersebut juga telah berada dalam posisi produksi yang mencukupi kebutuhan nasional.

Apabila dilihat secara keseluruhan, delapan komoditas tersebut memiliki produksi sekitar 72,91 juta ton, dengan kebutuhan nasional sekitar 68,22 juta ton.

Artinya, terdapat surplus agregat sekitar 4,69 juta ton. Angka ini memperlihatkan bahwa swasembada bukan sekadar peningkatan produksi, tetapi tercermin dari kemampuan produksi nasional yang telah melampaui kebutuhan domestik.

Nah,capaian tersebut menjadi semakin penting karena Indonesia menghadapi tantangan perubahan iklim dan potensi El Nino. Presiden menegaskan bahwa kondisi pangan nasional saat ini berada dalam keadaan aman dan pemerintah telah mempersiapkan kemampuan produksi untuk menghadapi tantangan tersebut.

“Kita, Alhamdulillah dapat saya laporkan di majelis ini soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia kita berada dalam keadaan aman dan kita akan mampu menghadapi tantangan-tantangan termasuk tantangan El Nino,” kata Presiden Prabowo.

Menurut Presiden Prabowo, capaian swasembada tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah pusat, Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, TNI, Polri, serta para petani dan pelaku usaha pangan.

Kebijakan yang ditempuh pemerintah, termasuk perbaikan tata kelola pupuk dan peningkatan ketersediaannya, turut diarahkan untuk memperkuat produktivitas dan mempercepat pencapaian swasembada.

Ditegaskan, capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri, melainkan menjadi momentum untuk bekerja lebih keras dalam memastikan ketahanan pangan semakin kuat dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Sekali lagi ini bukan alasan untuk kita berpuas diri. Ini adalah rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi,” tegas Presiden Prabowo.**

Editor : tim redaksi/ds.

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Optimis, Presiden Prabowo Targetkan Perdagangan Indonesia-Rusia Naik Dua Kali Lipat

    Optimis, Presiden Prabowo Targetkan Perdagangan Indonesia-Rusia Naik Dua Kali Lipat

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 90
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM, VLADIVOSTOK- Pemerintah Indonesia Optimis,  menargetkan nilai perdagangan antara negara Indonesia dan Rusia,bakal meningkat dua kali lipat. Adapun, target tersebut terkusus  pada periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia atau Indonesia-EAEU FTA. Hal tersebut ditegaskan Presiden Prabowo Subianto di Rusia saat menghadiri Forum Ekonomi Timur di Rusia, Kamis 3 September 2026. Presiden mengatakan […]

  • Penyidik Jaksa Agung Muda Periksa Saksi dalam Kasus Korupsi Tata Niaga Timah

    Penyidik Jaksa Agung Muda Periksa Saksi dalam Kasus Korupsi Tata Niaga Timah

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Penyidik dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung tengah memeriksa saksi berinisial RBS atau RBT dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tata niaga timah wilayah Izin Usaha Pertambangan PT Timah Tbk yang terjadi pada rentang tahun 2015 hingga 2022. Baca Juga : Hari Ini, Tepat 45 Tahun Peristiwa Bom […]

  • Wacanakan Bentuk Presidential Club, Firman: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia yang Damai

    Wacanakan Bentuk Presidential Club, Firman: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia yang Damai

    • calendar_month Rabu, 8 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Presiden terpilih Prabowo Subianto mengusulkan pendirian Presidential Club (PC). Dalam klub tersebut, nantinya para mantan Presiden Indonesia akan saling berdikusi dan bertukar pikiran. Dimana, tujuannya adalah untuk menjaga silahturahmi dan menjadi teladan. Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Firman Soebagyo menilai, gagasan Prabowo membentuj PC ini sangat bagus, walaupun tantangannya tidak ringan. Terlebih, kalau memang […]

  • KPK Ungkap

    KPK Ungkap Dua ASN Baru Terlibat Kasus Korupsi di DJKA Kemenhub

    • calendar_month Senin, 22 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi mengungkap adanya dua Aparatur Sipil Negara (ASN) baru yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi suap di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Kedua tersangka tersebut dikonfirmasi berasal dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri, […]

  • Sandiaga Kucurkan Bantuan Rp.120 Juta, Desa Mana Aja?

    Sandiaga Kucurkan Bantuan Rp.120 Juta, Desa Mana Aja?

    • calendar_month Minggu, 10 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Jakarta, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyerahkan bantuan Dukungan Pengembangan Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (DPUP) kepada tiga desa wisata yang ada di Sumatra Barat. Sandiaga mengatakan bantuan sebesar Rp120 juta ini diharapkan bisa dimanfaatkan di tiga desa yang terpilih dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia […]

  • Komisi VIII DPR Dorong Pemerintah Arab Saudi Menambah Kuota Haji Indonesia

    Komisi VIII DPR Dorong Pemerintah Arab Saudi Menambah Kuota Haji Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 4 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Medan,msinews.com-Pemerintah Arab Sudi didorong agar mendambah kuota haji bagi Indonesia. Untuk itu, Komisi VIII DPR RI berupaya mendorong tambahan kouota haji bagi Indonesia. Hal ini disampaikannya oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang dalam Kunjungan Kerja (Kunker) Reses Tim Komisi VIII DPR RI di Kota Medan, Sumatra Utara, Kamis pekan lalu. “Kami bersama […]

expand_less