Firman Soebagyo Sentil Penggagas Pelengseran Presiden: Pemilu Sudah Selesai, Jangan Bikin Gaduh !
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
- visibility 62
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA,MSINEWS.COM– Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Firman Soebagyo, menilai dinamika politik Indonesia saat ini menunjukkan kondisi yang “unik”. Ia menyoroti munculnya isu pelengseran presiden terpilih meski pemerintahan baru berjalan sekitar 1,5 tahun.
Menurut nya bahwa, kondisi tersebut seharusnya menjadi bahan renungan bersama mengenai arah demokrasi Indonesia.
“Uniknya Indonesia ini, konon Pilpres sudah dipilih secara demokratis. Baru berjalan 1,5 tahun, sudah ada pihak-pihak yang membuat isu ingin melengserkan presiden terpilih. Dengan berbagai dalih: kesehatan lah, dan lain-lain,” tegas Firman, Senin (14/9/2026).
Politisi Partai Golkar ini juga mengkritik sikap sejumlah pihak yang dinilainya tidak sabar menunggu momentum pemilu berikutnya. Menurut dia, persaingan politik justru terus dimainkan melalui berbagai isu di ruang publik, termasuk dengan memanfaatkan buzzer.
“Juga setiap saat, lawan-lawan politik sudah tidak sabar untuk menunggu pemilu lima tahunan. Sudah memainkan buzzer-buzzer untuk membuat isu yang menjelek-jelekkan program pemerintah,” ujarnya.
Firman juga menilai kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam demokrasi. Namun, kritik tersebut semestinya tetap dilakukan dalam koridor konstitusi dan tidak menjadikan masyarakat sebagai alat untuk kepentingan politik tertentu.
“Mbok ya sabar. Kalau seperti ini mau jadi pemimpin bagaimana? Rakyatnya yang selalu diperalat oleh calon pemimpin itu sendiri. Dan bagaimana ini bisa disebut negara yang demokratis?” tegasnya.
Firman mengingatkan seluruh elemen bangsa agar mengedepankan etika politik dan menghormati hasil pemilu yang telah berlangsung. Menurutnya, apabila terdapat kebijakan pemerintah yang dinilai kurang tepat, perbaikannya harus ditempuh melalui mekanisme demokrasi dan konstitusional.
“Pemilu sudah selesai. Mari kita hormati hasil demokrasi. Kalau ada yang kurang, perbaiki lewat mekanisme yang ada. Jangan bikin gaduh. Rakyat butuh kerja nyata, bukan drama politik tiap hari,” pungkasnya. **
Editor ; tim red.
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik



Saat ini belum ada komentar