Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » Dua Warga Taman Kencana Kembali Ngadu ke DPRD, Gubernur DKI

Dua Warga Taman Kencana Kembali Ngadu ke DPRD, Gubernur DKI

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Selasa, 14 Nov 2023
  • visibility 47
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, MSINews.com – Dua Warga Taman Kencana, Suhari dan Mantan RT.01 Rohim, terus melakukan upaya agar akses jalan di Verbenia II, Tegal Alur, Jakarta Barat, dipagar besi segera dibuka. Tujuan dua warga itu yakni, ingin gerbang dibukan dan fungsi jalan dikebalikan seperti master plan Proyek sebelumnya.


Kendati demikian, informasi keterbukaan pihak pengembang dan pemerintah administrasi RW, Lurah, Camat hingga Walikota Jakarta Barat tidak transparan.

Dua warga Taman Kencana, yaitu Suhari dan mantan RT.01 Rohim dari RT.001, RW.014 di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, masih terus berjuang untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait akses jalan umum di Verbenia II, RT01, RW014, yang hingga kini belum juga dibuka.

Kedua warga Taman Kencana ini telah menyampaikan aspirasinya melalui surat yang ditujukan kepada DPRD, Gubernur DKI Jakarta, Walikota Jakarta Barat, Camat Kalideres, Lurah Tegal Alur, dan langsung kepada Pengembang Taman Kencana.

Perjalanan mereka dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir di kantor Pengembang Perumahan Taman Kencana pada pukul 13.15 WIB.

Permasalahan ini bermula dari pengembangan Taman Kencana yang telah mengubah jalan umum menjadi fasilitas perumahan. Akibat pandemi COVID-19, Rukun Warga 14, yang dipimpin oleh Iwan Pratama Susanto, memutuskan untuk menutup akses jalan tersebut dengan sebuah pagar besi.

Suhari dan Rohim telah menyampaikan keberatannya kepada Camat Kalideres dan Lurah Tegal Alur, namun hingga saat ini akses jalan tersebut belum juga dibuka untuk menjadi akses jalan umum seperti semula.

Suhari mengungkapkan bahwa sebenarnya pembukaan jalan tersebut sudah disepakati bersama oleh Camat Kalideres dan Lurah sebelumnya, bahwa keamanan harus dipastikan terlebih dahulu melalui pembangunan autoget atau satu pintu.

Autoget tersebut bahkan sudah selesai dikerjakan, namun perhatian Camat dan Lurah yang baru memaksa perubahan pada kesepakatan antara pengembang, Rukun Warga, dan masyarakat perumahan.

Saat ini, keinginan warga untuk mengembalikan akses jalan seperti semula, yang merupakan bagian dari master plan Proyek, mengalami kemacetan.

 

Kesepakatan dari Camat Kalideres dan Lurah Tegal Alur, bersama dengan RW 14, adalah bahwa akses jalan akan dibuka ketika fasilitas umum dan fasilitas sosial telah diserahkan kepada pemerintah oleh pengembang.

Suhari meminta dukungan dari DPRD dan Pemerintah Kota Jakarta Barat agar pintu pagar besi segera dibuka untuk kepentingan warga perumahan Taman Kencana di Tegal Alur, Jakarta Barat. Meskipun ada kesepakatan pembangunan autoget demi keamanan, pagar tersebut belum juga dibongkar, sehingga warga Taman Kencana tidak dapat mengakses jalan tersebut.

Namun, terdapat perbedaan pandangan antara warga dan Ketua Rukun 14 Tegal Alur, Iwan Pratama. Awalnya, Iwan Pratama menyatakan bahwa penutupan akses jalan adalah demi keamanan. Namun, sekarang, ketika autoget sudah ada, Iwan Pratama mengatakan bahwa harus menunggu Fasum (fasilitas umum) dan Fasos (fasilitas sosial) diserahkan kepada pemerintah terkait.

Sementara itu, pihak perusahaan atau pengelola perumahan Taman Kencana belum memberikan informasi resmi mengenai perkembangan situasi ini. Konflik terkait akses jalan ini tetap menjadi perhatian warga Taman Kencana Tegal Alur, dan mereka berharap agar masalah ini segera dapat diselesaikan.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kontroversi Ucapan Zulhas

    Kontroversi Ucapan Zulhas Dituduh Melecehkan Agama, MUI Minta Klarifikasi

    • calendar_month Kamis, 21 Des 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi mengungkapkan keprihatinannya terkait video ucapan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas, diduga melecehkan agama Islam. Muhyiddin, dalam pernyataan tertulis pada Rabu (20/12), mengatakan bahwa pernyataan Zulkifli Hasan dapat dikategorikan sebagai penistaan agama dan bagian dari upaya memperolok […]

  • Julianty Laporkan Dugaan Kecurangan Pamus Pemiliha Ketua Rt 03/Rw 010 Tower C Apartemen Green Bay ke Gubernur DKI Jakarta

    Julianty Laporkan Dugaan Kecurangan Pamus Pemiliha Ketua Rt 03/Rw 010 Tower C Apartemen Green Bay ke Gubernur DKI Jakarta

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Julianty, warga Rt 03/RW 010 Tower C Apartement Green Bay , Jakarta Utara, Melaporkan Dugaan Kecurangan Proses Pemilihan Calon Ketua RT 03/Rw 010 yang tidak Transparan dilakukan oleh Ketua Rw Jon dan Sekreraris RW 010 Zack Lie. Julianty merupakan salah satu bakal calon Ketua RT 03/RW 010, Kelurahan Pluit,Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara untuk periode […]

  • Kemendagri Dorong Pemda Perkuat Komitmen dalam Keamanan Siber

    Kemendagri Dorong Pemda Perkuat Komitmen dalam Keamanan Siber

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Restuardy Daud membuka rapat koordinasi pembinaan pemerintah daerah urusan pemerintahan bidang komunikasi, informatika, statistik, dan persandian, beberapa waktu lalu. Dalam rilis yang diterima redaksi, Kamis (8/8), forum ini sebagai respon atas kejadian serangan siber ke Pusat Data Nasional (PDN) pada Juni 2024 lalu yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman […]

  • Polsek Sektor Suoh Evakuasi Korban Hilang, Diduga Diterkam Harimau

    Polsek Sektor Suoh Evakuasi Korban Hilang, Diduga Diterkam Harimau

    • calendar_month Kamis, 22 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Lambar, MSINews com – Kepolisian Sektor (Polsek) Suoh, Lampung Barat (Lambar), tengah melakukan pencarian dan evakuasi korban hilang yang diduga menjadi mangsa serangan binatang buas, diperkirakan harimau. Korban, S (28), warga Dusun Peninjauan Pekon Bumi Hantati, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Kabupaten Lambar dilaporkan menghilang sejak Rabu, 21 Februari 2024, sekitar pukul 17.00 WIB. Baca juga […]

  • Negara-Negara Arab Beri Penghargaan Kepada Menlu atas Konsistensi Dukung Palestina

    Negara-Negara Arab Beri Penghargaan Kepada Menlu atas Konsistensi Dukung Palestina

    • calendar_month Selasa, 2 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 32
    • 0Komentar

    ​Jakarta,msinews.com-Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menerima kunjungan para Duta Besar dan perwakilan dari Kedutaan Besar Negara-negara Arab untuk Indonesia di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Selasa (2/4/2024). Pertemuan bilateral tersebut berlangsung lebih dari 1 jam dan membahas perkembangan Palestina, terutama Gaza. Dalam pertemuan, para Duta Besar sampaikan penghargaan yang tinggi atas kepemimpinan Indonesia dalam isu […]

  • Ternyata Hasil Mediasi di PN Bogor Tidak ada Kata Damai di Kasus Sengketa Tanah Niko Mamesah dan Summarecon Bogor

    Ternyata Hasil Mediasi di PN Bogor Tidak ada Kata Damai di Kasus Sengketa Tanah Niko Mamesah dan Summarecon Bogor

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Bogor, Msinews.com – Informasi penting untuk anda kali ini terkait masalah sengketa tanah ahli waris niko mamesah dengan PT Summarekon Bogor dengan anak perusahaannya PT Kencana Jaya Property yang sampai hari ini, pada kamis 6 maret 2025 tidak ada Solusi penyelesaiannya. Kasus ini bakal melebar kemana-mana karena dampaknya tidak saja kepada ahli waris Niko Mamesah […]

expand_less