Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Aksi Heroik Herman Yoseph Fernandez, dalam Pertempuran Mati Hidup di Palagan Sidobunder, Layak Bergelar ”Pahlawan Nasional”

Aksi Heroik Herman Yoseph Fernandez, dalam Pertempuran Mati Hidup di Palagan Sidobunder, Layak Bergelar ”Pahlawan Nasional”

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Minggu, 29 Des 2024
  • visibility 102
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,msinews.com-Namanya, terukir di sejumlah situs sejarah sebagai salah satu anggota Tentara Pelajar Indonesia yang gugur dalam perang Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dia adalah Herman Yoseph Fernandez, pria kelahiran Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur 3 Juni 1925.

Secara fakta, ia berjuang dengan mengorbankan nayawanya demi mempertahankan Kemerdekaan NKRI yang dicintainya. Meski dihunus senjata dan peluru yang kemudian menghentikan napas oleh regu tembak yang mengeksekusi mati, Herman Yoseph Fernandez tak gentar. Ia iklas menyerahkan nyawanya demi kemerdekaan bangsa yang dicintainya dengan sikap satria.

Meski demikian, nama Herman Yoseph Fernandez nyaris tak terdengar bahkan sunyi senyap dari ajang PAHLAWAN NASIONAL, sebagaimana puluhan anggota Tentara Pelajar lainnya yang gugur dalam perang di Palagan Sidobunder, Kebumen,Jawa Tengah.

Herman Yoesph Fernandez gugur di medan perang Palagan Sidobunder, Kebumen dalam usia 22 tahun (3 Juni 1925-31 Desember 1948).

Dan pada tanggal 31 Desember 2024 nanti genap 76 tahun pria asal Lamaholot,Kabupaten Flores Timur , NTT itu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Yogyakarta bersama Jenderal Besar Sudirman dan ratusan pahlawan lainnya.

Herman Yoseph Fernandez memainkan peran signifikan dalam jaringan dan aksi perjuangan Tentara Pelajar di Yogyakarta selama periode Perang Kemerdekaan Indonesia.

Mengutip buku Ringkasan Eksekutif Naskah Akademik Herman Yoseph Fernandez,Cahaya dari Timur untuk Indonesia, yang dibahas dalam Seminar Nasional ”Pengajuan Gelar Pahlawan Nasional ,Herman Yoseph Fernandez ,Sabtu 14 Desember 2024 di gedung PPAD Matraman,Jakarta Timur, bahwa sosok Anggota Tentara Pelajar aal Flores, NTT ini memiliki peran signifikan dalam mempertahankan NKRI, melawan penjajah Belanda saat itu.

Dikisahkan, setelah meninggalkan tambang barubara Bayah, Herman kembali ke Yogyakarta dan bergabung dengan teman-teman seperjuangannya di Asrama Jl. Djetis 20.

Makam Herman Yoseph Fernandez di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara Yogyakarta

Bersama sejumlah kawan seperjuangan dari Hollandsch Inlandsche Kweekschool (HIK) atau Sekolah Guru Bantu (SGB) di Muntilan, Jawa Tengah,seperti Frans Seda dan Wilem Wowor, Herman terlibat dalam berbagai aktivitas revolusi.

Pada tahun 1946, Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) yang dideklarasikan di Yogyakarta membentuk IPI Bagian Pertahanan, yang bertanggungjawab atas peran militer, yang dideklarasikan bersama Martono, Soetomo Honggowongso, Moh. Said dan Abdul Gafar, serta Warsito.

Ternyata gagasan Martono untuk membentuk pasukan pelajar diterima baik oleh para Kepala Sekolah Menengah yang ada di Yogyakarta beserta para pelajarnya. IPI bagian Pertahanan diresmikan pada 17 Juli 1946 di halaman Asrama TKR Jalan Pingit, Yogyaklarta, oleh Mayor Jenderal Drg. Mustopo atas nama Menteri Pertahanan RI.

Sumber Ringkasan Eksekutif juga menyebut, di Yogyakarta, Herman Yoseph Fernandez dikenal memiliki jaringan persahabatan yang luas di kalangan Tentara Pelajar. Setibanya di Yogyakarta dari Tambang Batubara Bayah, Herman Fernandez bergabung kembali dengan kawan-kawannya eks-Muntilan yakni Frans Seda, Wilem Wowor, Silvester Fernandez, dan Dion Lamury di Asrama Jl. Djetis 20. Dari tempat inilah, mereka mulai terbakar bara api revolusi, ketika Belanda kembali ingin berkuasa dengan melancarkan Agresi Belanda 1 (1947) dan Agresi Belanda 11 (1948).

Dikisahkan bahwa, pada awalnya, Herman Fernandez bergabung dalam kelompok Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS). Ia kemudian masuk menjadi anggota Gerakan Rakyat Indonesia Sunda Kecil (GRISK) yang diketuai oleh Herman Yohannes dan Frans Seda sebagai sekretaris II merangkap bendaharanya dan Lourens Say sebagai salah satu anggotanya.

Adapun, GRISK memiliki organisasi sayap militernya yang dikenal dengan nama Laskar Sunda Kecil atau Batalion Paradja yang siap melawan agresi Belanda (Ataladjar, 2024: 93-96). Untuk diketahui bahwa, Laskar Sunda Kecil dibentuk 19 Agustus 1945.

Dijelaskan bahwa, dua hari setelah kemerdekaan RI, bersamaan dengan lahirnya Propinsi Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB, dan NTT. Presiden RI, Ir. Soekarno mengangkat dan menetapkan Mr. 1 Gusti Ketut Pudja sebagai Gubernur Propinsi Sunda Kecil.

Selanjutnya, pada tanggal 22 Agustus 1945, 1 Gusti Ngurah Rai diangkat menjadi komandan TKR berpangkat Letnan Kolonel untuk wilayah komando sentral Sunda Kecil.

Masih dari sumber yang sama disebutkan, pada saat bersamaan, di Yogyakarta lahirlah Gerakan Rakyat Indonesia Sunda Kecil (GRISK) untuk mempertahankan kemerdekaan RI.

Anggotanya GRISK pada umumnya berasal dari pemuda pelajar asal Flores, Sumba, Sabu, Rote, dan Timor. GRISK memiliki dua sayap militan yakni Laskar Sunda Kecil dan Batalion Paradja.

Batalion Paradja dikenal juga dengan nama Batalion Timor karena anggotanya kebanyakan pemuda dan pelajar asal Nusa Tenggara Timur.

Herman dikenal sebagai anggota Tentara Pelajar yang tergabung tidak hanya dalam satu kesatuan tetapi dalam empat batalion, yaitu KRIS (Kebangkitan Rakyat Indonesia Sulawesi), GRISK (Gerakan Rakyat Indonesia Sunda Kecil), Batalion Paradja, dan PERPIS (Persatuan Pelajar Indonesia Sulawesi).

Di PERPIS, bergaung pelajar-pelajar yang berasal dari NTT, NTB, Kalimantan, dan Sulawesi. PERPIS kemudian bergabung dengan Resimen Hasanuddin yang dipimpin Andi Matalatta dan berubah nama menjadi Resimen Hasanuddin Seksi Pelajar. Dalam perkembangannya kemudian, Resimen Hasanuddin dilebur ke dalam Brigade 16 pimpinan Warouw (Ataladjar, 2024: 108-109).

Patung Herman Yoseph Fernandez di Jantung Kota Larantuka, Flores, NTT (Istimewa)

Sebagaimana dirangkum oleh oleh tim Panitia Nasional Pengajuan Gelar Pahlawan Nasional kepada Herman Yoseph Fernandez, yakni Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum, Drs. Marianus Kleden, M.Si, Dr. Gories Lewoleba, M.Si, dan Letjen TNI (Purn.) Kiki Syahnakri, Herman Fernandez dan Alex Rumambi yang tergabung dalam Batalion PERPIS pimpinan Maulwi Saelan ditugaskan di front pertempuran hidup-mati Palagan Sidobunder.

Adapun, dedikasi Herman Yoseph Fernandez dalam Tentara Pelajar menunjukkan keberaniannya melawan kolonialisme serta visinya untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia. Aksinya mencerminkan nilai-nilai kepahlawanan yang menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa.

Nama Herman Yoseph Fernandez,salah satu Anggota Tentara Pelajar yang gugur dalam Perang Agresi Militer Belanda I, sejak tanggal 21 Juli hingga 5 Agustus 1947. Ia gugur di medan perang Palagan Sidobunder, Kebumen,Jawa Tengah saat dieksekusi mati oleh regu tembak tentara Belanda. Herman Fernandez rela mempertaruhkan nyawanya demi membela Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Yang kami pertahankan cuma satu,Negara Republik Indonesia” tegas Herman Yoseph Fernandez ketika menjawab pertanyaan interogasi regu tembak Belanda bahwa pilih mana, Negara Indonesia Timur atau Yogyakarta, yang akhirnya Herman pun ditembak mati. **

Sumber : Ringkasan Eksekutif Naskah Akademik Herman Yoseph Fernandez, Cahaya dari Timur untuk Indonesia.

Editor : Domi Lewuk.

 

 

 

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi XII DPR : Raja Ampat Bukan Milik Investor, Ini Milik Bangsa !

    Komisi XII DPR : Raja Ampat Bukan Milik Investor, Ini Milik Bangsa !

    • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Komisi XII DPR RI melontarkan kritik keras terhadap Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dinilai tebang pilih dalam menangani aktivitas pertambangan di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya. Wakil Ketua Komisi XII, Bambang Hariyadi, menyoroti tidak adanya tindakan terhadap tiga perusahaan swasta yang menurutnya justru menjadi perusak utama kawasan konservasi tersebut. “Yang […]

  • Kasad Berangkatkan Kapal ADRI, Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Tiga Lokasi Bencana di Sumatera

    Kasad Berangkatkan Kapal ADRI, Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Tiga Lokasi Bencana di Sumatera

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 9
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM– Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., melepas keberangkatan Kapal ADRI XVII BM yang membawa bantuan kemanusiaan TNI AD bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pengiriman dilakukan dari Dermaga Satangair Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (1/12/2025). Kasad menegaskan bahwa penggunaan Kapal ADRI merupakan langkah strategis untuk […]

  • BNPB dan Satgas PRR Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Jelang Ramadan

    BNPB dan Satgas PRR Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Jelang Ramadan

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Msinews.com – Kepala Posko Wilayah (Kaposwil) Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh Safrizal ZA bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menggelar rapat komando teknis untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (30/1/2026). Rapat tersebut digelar usai Safrizal ZA mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau sejumlah […]

  • Anggota Komisi XI DPR, Puteri Komarudin Yakin Fundamental Ekonomi Indonesia Tangguh Hadapi Gejolak Geopolitik

    Anggota Komisi XI DPR, Puteri Komarudin Yakin Fundamental Ekonomi Indonesia Tangguh Hadapi Gejolak Geopolitik

    • calendar_month Senin, 22 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin menilai bahwa,kondisi fundametal ekonomi Indonesia kuat dan tangguh dalam menghadapi gejolak geopolitik global yang terjadi di Timur Tengah. “Kondisi geopolitik terutama di wilayah Timur Tengah imbas adanya perang, bakal berpengaruh terhadap kondisi ekonomi global termasuk Indonesia. Terkait hal itu, saat ini kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih kuat […]

  • Pernyataan Alvin Lim Jadi Kontroversi, Yasona Bantah, IMO Bilang Begini:

    Pernyataan Alvin Lim Jadi Kontroversi, Yasona Bantah, IMO Bilang Begini:

    • calendar_month Jumat, 5 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Pernyataan pengacara Alvin Lim menghadirkan kontroversi baru terkait Narapidana (Napi) Ferdy Sambo dalam sebuah acara Podcast bersama Richard Lee. Lim menyatakan Ferdy Sambo tidak pernah ada di Lapas Salemba, Jakarta, menimbulkan kehebohan dan keraguan di kalangan masyarakat. Baca juga : Kalapas Salemba Tepis Tudingan Alvin Lim Soal Sambo Ditahan Diruang AC Menanggapi […]

  • Wamendagri Ribka Tekankan Penyusunan RKPD Mengacu Asta Cita Presiden

    Wamendagri Ribka Tekankan Penyusunan RKPD Mengacu Asta Cita Presiden

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 93
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM– Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menekankan bahwa penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) harus mengacu pada Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pemerintah daerah (Pemda) berperan penting dalam mendukung pembangunan nasional. Hal itu ditegaskan Ribka saat memberikan arahan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Tahun 2026 di Aula […]

expand_less