Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Aksi Heroik Herman Yoseph Fernandez, dalam Pertempuran Mati Hidup di Palagan Sidobunder, Layak Bergelar ”Pahlawan Nasional”

Aksi Heroik Herman Yoseph Fernandez, dalam Pertempuran Mati Hidup di Palagan Sidobunder, Layak Bergelar ”Pahlawan Nasional”

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Minggu, 29 Des 2024
  • visibility 148
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,msinews.com-Namanya, terukir di sejumlah situs sejarah sebagai salah satu anggota Tentara Pelajar Indonesia yang gugur dalam perang Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dia adalah Herman Yoseph Fernandez, pria kelahiran Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur 3 Juni 1925.

Secara fakta, ia berjuang dengan mengorbankan nayawanya demi mempertahankan Kemerdekaan NKRI yang dicintainya. Meski dihunus senjata dan peluru yang kemudian menghentikan napas oleh regu tembak yang mengeksekusi mati, Herman Yoseph Fernandez tak gentar. Ia iklas menyerahkan nyawanya demi kemerdekaan bangsa yang dicintainya dengan sikap satria.

Meski demikian, nama Herman Yoseph Fernandez nyaris tak terdengar bahkan sunyi senyap dari ajang PAHLAWAN NASIONAL, sebagaimana puluhan anggota Tentara Pelajar lainnya yang gugur dalam perang di Palagan Sidobunder, Kebumen,Jawa Tengah.

Herman Yoesph Fernandez gugur di medan perang Palagan Sidobunder, Kebumen dalam usia 22 tahun (3 Juni 1925-31 Desember 1948).

Dan pada tanggal 31 Desember 2024 nanti genap 76 tahun pria asal Lamaholot,Kabupaten Flores Timur , NTT itu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Yogyakarta bersama Jenderal Besar Sudirman dan ratusan pahlawan lainnya.

Herman Yoseph Fernandez memainkan peran signifikan dalam jaringan dan aksi perjuangan Tentara Pelajar di Yogyakarta selama periode Perang Kemerdekaan Indonesia.

Mengutip buku Ringkasan Eksekutif Naskah Akademik Herman Yoseph Fernandez,Cahaya dari Timur untuk Indonesia, yang dibahas dalam Seminar Nasional ”Pengajuan Gelar Pahlawan Nasional ,Herman Yoseph Fernandez ,Sabtu 14 Desember 2024 di gedung PPAD Matraman,Jakarta Timur, bahwa sosok Anggota Tentara Pelajar aal Flores, NTT ini memiliki peran signifikan dalam mempertahankan NKRI, melawan penjajah Belanda saat itu.

Dikisahkan, setelah meninggalkan tambang barubara Bayah, Herman kembali ke Yogyakarta dan bergabung dengan teman-teman seperjuangannya di Asrama Jl. Djetis 20.

Makam Herman Yoseph Fernandez di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara Yogyakarta

Bersama sejumlah kawan seperjuangan dari Hollandsch Inlandsche Kweekschool (HIK) atau Sekolah Guru Bantu (SGB) di Muntilan, Jawa Tengah,seperti Frans Seda dan Wilem Wowor, Herman terlibat dalam berbagai aktivitas revolusi.

Pada tahun 1946, Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) yang dideklarasikan di Yogyakarta membentuk IPI Bagian Pertahanan, yang bertanggungjawab atas peran militer, yang dideklarasikan bersama Martono, Soetomo Honggowongso, Moh. Said dan Abdul Gafar, serta Warsito.

Ternyata gagasan Martono untuk membentuk pasukan pelajar diterima baik oleh para Kepala Sekolah Menengah yang ada di Yogyakarta beserta para pelajarnya. IPI bagian Pertahanan diresmikan pada 17 Juli 1946 di halaman Asrama TKR Jalan Pingit, Yogyaklarta, oleh Mayor Jenderal Drg. Mustopo atas nama Menteri Pertahanan RI.

Sumber Ringkasan Eksekutif juga menyebut, di Yogyakarta, Herman Yoseph Fernandez dikenal memiliki jaringan persahabatan yang luas di kalangan Tentara Pelajar. Setibanya di Yogyakarta dari Tambang Batubara Bayah, Herman Fernandez bergabung kembali dengan kawan-kawannya eks-Muntilan yakni Frans Seda, Wilem Wowor, Silvester Fernandez, dan Dion Lamury di Asrama Jl. Djetis 20. Dari tempat inilah, mereka mulai terbakar bara api revolusi, ketika Belanda kembali ingin berkuasa dengan melancarkan Agresi Belanda 1 (1947) dan Agresi Belanda 11 (1948).

Dikisahkan bahwa, pada awalnya, Herman Fernandez bergabung dalam kelompok Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS). Ia kemudian masuk menjadi anggota Gerakan Rakyat Indonesia Sunda Kecil (GRISK) yang diketuai oleh Herman Yohannes dan Frans Seda sebagai sekretaris II merangkap bendaharanya dan Lourens Say sebagai salah satu anggotanya.

Adapun, GRISK memiliki organisasi sayap militernya yang dikenal dengan nama Laskar Sunda Kecil atau Batalion Paradja yang siap melawan agresi Belanda (Ataladjar, 2024: 93-96). Untuk diketahui bahwa, Laskar Sunda Kecil dibentuk 19 Agustus 1945.

Dijelaskan bahwa, dua hari setelah kemerdekaan RI, bersamaan dengan lahirnya Propinsi Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB, dan NTT. Presiden RI, Ir. Soekarno mengangkat dan menetapkan Mr. 1 Gusti Ketut Pudja sebagai Gubernur Propinsi Sunda Kecil.

Selanjutnya, pada tanggal 22 Agustus 1945, 1 Gusti Ngurah Rai diangkat menjadi komandan TKR berpangkat Letnan Kolonel untuk wilayah komando sentral Sunda Kecil.

Masih dari sumber yang sama disebutkan, pada saat bersamaan, di Yogyakarta lahirlah Gerakan Rakyat Indonesia Sunda Kecil (GRISK) untuk mempertahankan kemerdekaan RI.

Anggotanya GRISK pada umumnya berasal dari pemuda pelajar asal Flores, Sumba, Sabu, Rote, dan Timor. GRISK memiliki dua sayap militan yakni Laskar Sunda Kecil dan Batalion Paradja.

Batalion Paradja dikenal juga dengan nama Batalion Timor karena anggotanya kebanyakan pemuda dan pelajar asal Nusa Tenggara Timur.

Herman dikenal sebagai anggota Tentara Pelajar yang tergabung tidak hanya dalam satu kesatuan tetapi dalam empat batalion, yaitu KRIS (Kebangkitan Rakyat Indonesia Sulawesi), GRISK (Gerakan Rakyat Indonesia Sunda Kecil), Batalion Paradja, dan PERPIS (Persatuan Pelajar Indonesia Sulawesi).

Di PERPIS, bergaung pelajar-pelajar yang berasal dari NTT, NTB, Kalimantan, dan Sulawesi. PERPIS kemudian bergabung dengan Resimen Hasanuddin yang dipimpin Andi Matalatta dan berubah nama menjadi Resimen Hasanuddin Seksi Pelajar. Dalam perkembangannya kemudian, Resimen Hasanuddin dilebur ke dalam Brigade 16 pimpinan Warouw (Ataladjar, 2024: 108-109).

Patung Herman Yoseph Fernandez di Jantung Kota Larantuka, Flores, NTT (Istimewa)

Sebagaimana dirangkum oleh oleh tim Panitia Nasional Pengajuan Gelar Pahlawan Nasional kepada Herman Yoseph Fernandez, yakni Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum, Drs. Marianus Kleden, M.Si, Dr. Gories Lewoleba, M.Si, dan Letjen TNI (Purn.) Kiki Syahnakri, Herman Fernandez dan Alex Rumambi yang tergabung dalam Batalion PERPIS pimpinan Maulwi Saelan ditugaskan di front pertempuran hidup-mati Palagan Sidobunder.

Adapun, dedikasi Herman Yoseph Fernandez dalam Tentara Pelajar menunjukkan keberaniannya melawan kolonialisme serta visinya untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia. Aksinya mencerminkan nilai-nilai kepahlawanan yang menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa.

Nama Herman Yoseph Fernandez,salah satu Anggota Tentara Pelajar yang gugur dalam Perang Agresi Militer Belanda I, sejak tanggal 21 Juli hingga 5 Agustus 1947. Ia gugur di medan perang Palagan Sidobunder, Kebumen,Jawa Tengah saat dieksekusi mati oleh regu tembak tentara Belanda. Herman Fernandez rela mempertaruhkan nyawanya demi membela Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Yang kami pertahankan cuma satu,Negara Republik Indonesia” tegas Herman Yoseph Fernandez ketika menjawab pertanyaan interogasi regu tembak Belanda bahwa pilih mana, Negara Indonesia Timur atau Yogyakarta, yang akhirnya Herman pun ditembak mati. **

Sumber : Ringkasan Eksekutif Naskah Akademik Herman Yoseph Fernandez, Cahaya dari Timur untuk Indonesia.

Editor : Domi Lewuk.

 

 

 

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kardinal Ignatius Suharyo ; Mari Menjaga Jakarta, Jaga Indonesia

    Kardinal Ignatius Suharyo ; Mari Menjaga Jakarta, Jaga Indonesia

    • calendar_month Minggu, 31 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Jakarta,msnews.com– Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta menghimbau kepada umat katolik untuk bersama-sama menjaga situasi dan kondisi Bangsa yang dalam beberapa hari terakhir ini mencemaskan masyarakat. ”Mencermati kondisi bangsa yang sangat memprihatinkan beberapa hari terakhir ini, kita diajak untuk memahaminya sebagai tanda-tanda jaman” imbuh Kardinal ketiga dalam Gereja Katolik di Indonesia itu dalam video yang […]

  • Banyak Insiden Bus Study Tour, Anggota Komisi V DPR: Peringatan Untuk Stakeholder Terkait

    Banyak Insiden Bus Study Tour, Anggota Komisi V DPR: Peringatan Untuk Stakeholder Terkait

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Jakarta msinews.com – Berbagai insiden bus untuk study tour para siswa belakangan marak terjadi, mulai dari kecelakaan hingga terbakar. Teranyar, Sebuah bus rombongan study tour pelajar asal Cirebon terbakar di parkir Senopati, Yogyakarta. Anggota Komisi V DPR F-NasDem Syarief Abdullah Alkadrie melihat kejadian yang berturut-turut ini perlu menjadi perhatian semua pihak. “Saya harap supaya Kementerian […]

  • Bhiksu Do’akan Cak Imin

    Nah Lo..Bhiksu Dutavira Do’akan Cak Imin, Nyata Jadi Wapres

    • calendar_month Kamis, 14 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Jakarta – Ketum Majelis Agama Buddha Mahayana Tanah Suci Indonesia Maha Bhiksu Dutavira Sthavira mendoakan cita-cita besar Ketum PKB menjadi Wapres 2024 mendatang. Hal itu ia ungkap saat menghadiri silaturahim kebangsaan dengan sejumlah tokoh lintas agama bertajuk Aksi Melayani Merekatkan Indonesia di Tengah Perbedaan di Klenteng Kong Miao TMII, Jakarta TImur, Kamis (14/9/2023). “Kami mendoakan […]

  • Pahlawan yang Terlupa Luka

    Pahlawan yang Terlupa Luka

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Oleh: Erwin Siregar/Wartawan Senior Di atas tanah yang pernah bergolak, jejak sejarah tertulis dengan darah dan jerit, tahun sembilan delapan, langit merah membara, rakyat turun, bukan untuk pesta—tapi luka. Ia yang dulu digugat, dengan tuduhan yang tak ringan: korupsi, nepotisme, kekuasaan yang mencekik, namun kini, dikenang sebagai pahlawan? Apakah waktu telah menghapus ingatan, atau nurani […]

  • Anak Desa Yamluli Campuran Keli Yorina Rumpeniak Sukses Juara I

    Anak Desa Yamluli Campuran Keli Yorina Rumpeniak Sukses Juara I

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Masyarakat Desa Yamluli dan Keli di Pulau Damer bangga dan terharu ketika mendengar salah satu puteri terbaik mereka, Meirel Yorina Rumpeniak berhasil mendapat juara 1. Satu capaian yang luar biasa selain mengangkat nama dua desa itu, lebih dari itu nama Daerah Maluku Barat Daya. Apresiasi, salut dan rasa bangga ini kita berikan kepada […]

  • Kementerian PANRB Tuntaskan Penyusunan DBRBN 2026–2045

    Kementerian PANRB Tuntaskan Penyusunan DBRBN 2026–2045

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 97
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM–Asisten Deputi Perumusan dan Koordinasi Kebijakan Penerapan Reformasi Birokrasi Kementerian PANRB Agus Uji Hantara,mengatakan Rancangan Peraturan Presiden tentang Desain Besar Reformasi Birokrasi Nasional (DBRBN) 2026–2045, bertujuan untuk menyelaraskan agenda transformasi tata kelola pemerintahan sebagaimana diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045. Selain itu, aturan ini juga memastikan keberlanjutan dan kesinambungan pelaksanaan kebijakan reformasi […]

expand_less