Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » Dua Warga Taman Kencana Kembali Ngadu ke DPRD, Gubernur DKI

Dua Warga Taman Kencana Kembali Ngadu ke DPRD, Gubernur DKI

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Selasa, 14 Nov 2023
  • visibility 114
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, MSINews.com – Dua Warga Taman Kencana, Suhari dan Mantan RT.01 Rohim, terus melakukan upaya agar akses jalan di Verbenia II, Tegal Alur, Jakarta Barat, dipagar besi segera dibuka. Tujuan dua warga itu yakni, ingin gerbang dibukan dan fungsi jalan dikebalikan seperti master plan Proyek sebelumnya.


Kendati demikian, informasi keterbukaan pihak pengembang dan pemerintah administrasi RW, Lurah, Camat hingga Walikota Jakarta Barat tidak transparan.

Dua warga Taman Kencana, yaitu Suhari dan mantan RT.01 Rohim dari RT.001, RW.014 di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, masih terus berjuang untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait akses jalan umum di Verbenia II, RT01, RW014, yang hingga kini belum juga dibuka.

Kedua warga Taman Kencana ini telah menyampaikan aspirasinya melalui surat yang ditujukan kepada DPRD, Gubernur DKI Jakarta, Walikota Jakarta Barat, Camat Kalideres, Lurah Tegal Alur, dan langsung kepada Pengembang Taman Kencana.

Perjalanan mereka dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir di kantor Pengembang Perumahan Taman Kencana pada pukul 13.15 WIB.

Permasalahan ini bermula dari pengembangan Taman Kencana yang telah mengubah jalan umum menjadi fasilitas perumahan. Akibat pandemi COVID-19, Rukun Warga 14, yang dipimpin oleh Iwan Pratama Susanto, memutuskan untuk menutup akses jalan tersebut dengan sebuah pagar besi.

Suhari dan Rohim telah menyampaikan keberatannya kepada Camat Kalideres dan Lurah Tegal Alur, namun hingga saat ini akses jalan tersebut belum juga dibuka untuk menjadi akses jalan umum seperti semula.

Suhari mengungkapkan bahwa sebenarnya pembukaan jalan tersebut sudah disepakati bersama oleh Camat Kalideres dan Lurah sebelumnya, bahwa keamanan harus dipastikan terlebih dahulu melalui pembangunan autoget atau satu pintu.

Autoget tersebut bahkan sudah selesai dikerjakan, namun perhatian Camat dan Lurah yang baru memaksa perubahan pada kesepakatan antara pengembang, Rukun Warga, dan masyarakat perumahan.

Saat ini, keinginan warga untuk mengembalikan akses jalan seperti semula, yang merupakan bagian dari master plan Proyek, mengalami kemacetan.

 

Kesepakatan dari Camat Kalideres dan Lurah Tegal Alur, bersama dengan RW 14, adalah bahwa akses jalan akan dibuka ketika fasilitas umum dan fasilitas sosial telah diserahkan kepada pemerintah oleh pengembang.

Suhari meminta dukungan dari DPRD dan Pemerintah Kota Jakarta Barat agar pintu pagar besi segera dibuka untuk kepentingan warga perumahan Taman Kencana di Tegal Alur, Jakarta Barat. Meskipun ada kesepakatan pembangunan autoget demi keamanan, pagar tersebut belum juga dibongkar, sehingga warga Taman Kencana tidak dapat mengakses jalan tersebut.

Namun, terdapat perbedaan pandangan antara warga dan Ketua Rukun 14 Tegal Alur, Iwan Pratama. Awalnya, Iwan Pratama menyatakan bahwa penutupan akses jalan adalah demi keamanan. Namun, sekarang, ketika autoget sudah ada, Iwan Pratama mengatakan bahwa harus menunggu Fasum (fasilitas umum) dan Fasos (fasilitas sosial) diserahkan kepada pemerintah terkait.

Sementara itu, pihak perusahaan atau pengelola perumahan Taman Kencana belum memberikan informasi resmi mengenai perkembangan situasi ini. Konflik terkait akses jalan ini tetap menjadi perhatian warga Taman Kencana Tegal Alur, dan mereka berharap agar masalah ini segera dapat diselesaikan.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi II Dukung Presiden Prabowo Tarik Aset Negara dari Swasta

    Komisi II Dukung Presiden Prabowo Tarik Aset Negara dari Swasta

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 145
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM– Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKB Mohammad Toha mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto yang akan menarik aset miliki negara yang dikuasai swasta. Namun, harus dilakukan pendataan secara menyeluruh terhadap semua aset negara yang sekarang dikuasai swasta. “Kami apresiasi dan mendukung langkah Presiden Prabowo yang akan menarik aset negara yang dikuasai swasta. Tidak boleh […]

  • PPID Sharing Ulik Komunikasi di Era Keterbukaan Informasi

    PPID Sharing Ulik Komunikasi di Era Keterbukaan Informasi

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 158
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM – Informasi merupakan aset strategis organisasi yang dapat mempengaruhi keputusan masyarakat. Hal ini beriringan dengan keterbukaan informasi yang tidak dapat dipisahkan dari kualitas komunikasi publik. Semakin terbuka sebuah organisasi, maka semakin besar tanggung jawabnya untuk membangun komunikasi yang jujur, jelas, dan kredibel. Untuk itu dibutuhkan komunikasi yang strategis agar informasi yang diterima masyarakat tidak […]

  • Dede Yusuf Desak, Pelaku Dugaan Perundungan Siswa SMA Binus Simprug Diperiksa dan Disanksi

    Dede Yusuf Desak, Pelaku Dugaan Perundungan Siswa SMA Binus Simprug Diperiksa dan Disanksi

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Pihak sekolah harus bertanggung jawab atas dugaan kasus perundungan siswa di SMA Binus Simprug, Jakarta. Penegasan itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf. Ia menyatakan harus ada pemeriksaan dan sanksi bagi sekolah-sekolah yang terbukti melakukan pembiaran perundungan di lingkungan sekolah. “Menurut saya, Binus sebagai sekolah harus diperiksa juga dan harus […]

  • Sebanyak 34 Pj Mengundurkan Diri Untuk Ikut Pilkada 2024

    Sebanyak 34 Pj Mengundurkan Diri Untuk Ikut Pilkada 2024

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Sebanyak 34 Penjabat (Pj) kepala daerah yang resmi mengajukan surat pengunduran diri kepada kementerian dalam negeri  untuk maju di kontestasi Pilkada 2024. Hal tersebut disampaikan oleh  Mendagri, Muhammad Tito Karnavian di Jakarta, Selasa (6/8/2024). Adapun , pengunduran diri dari para Pj kepala daerah tersebut harus diserahkan paling lambat kepada Kemendagri pada 17 Juli 2024. Dijelaskan, […]

  • Kasus BGN Jadi Pelajaran Berharga, Logis 08 Ingatkan Kabinet MP Amanah Presiden

    Kasus BGN Jadi Pelajaran Berharga, Logis 08 Ingatkan Kabinet MP Amanah Presiden

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 149
    • 0Komentar

    JAKARTA ,MSINEWS.COM– Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo, mengingatkan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk menjaga kepercayaan dan amanah yang diberikan Presiden Prabowo Subianto serta rakyat Indonesia. Pesan tersebut disampaikan menyusul pencopotan tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung. Anshar Ilo menilai langkah tegas Presiden Prabowo merupakan bukti […]

  • Komnas HAM ; Januari-Juni 2024 Terdapat 41 Kasus Kekerasan di Tanah Papua

    Komnas HAM ; Januari-Juni 2024 Terdapat 41 Kasus Kekerasan di Tanah Papua

    • calendar_month Minggu, 16 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 176
    • 0Komentar

     Jayapura,msinews.com– Sepanjang semester pertama atau pada periode 1 Januari hingga 1 Juni 2024 terdapat 41 kasus kekerasn di Tanah Papua. Hal ini disampaikan oleh Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandey di Jayapura, Senin pekan lalu. Komnas HAM Perwakilan Papua mencatat bahwa sejak semester pertama dari 1 Januari hingga 1 Juni 2024 telah terjadi kasus […]

expand_less