Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » Dua Warga Taman Kencana Kembali Ngadu ke DPRD, Gubernur DKI

Dua Warga Taman Kencana Kembali Ngadu ke DPRD, Gubernur DKI

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Selasa, 14 Nov 2023
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, MSINews.com – Dua Warga Taman Kencana, Suhari dan Mantan RT.01 Rohim, terus melakukan upaya agar akses jalan di Verbenia II, Tegal Alur, Jakarta Barat, dipagar besi segera dibuka. Tujuan dua warga itu yakni, ingin gerbang dibukan dan fungsi jalan dikebalikan seperti master plan Proyek sebelumnya.


Kendati demikian, informasi keterbukaan pihak pengembang dan pemerintah administrasi RW, Lurah, Camat hingga Walikota Jakarta Barat tidak transparan.

Dua warga Taman Kencana, yaitu Suhari dan mantan RT.01 Rohim dari RT.001, RW.014 di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, masih terus berjuang untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait akses jalan umum di Verbenia II, RT01, RW014, yang hingga kini belum juga dibuka.

Kedua warga Taman Kencana ini telah menyampaikan aspirasinya melalui surat yang ditujukan kepada DPRD, Gubernur DKI Jakarta, Walikota Jakarta Barat, Camat Kalideres, Lurah Tegal Alur, dan langsung kepada Pengembang Taman Kencana.

Perjalanan mereka dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir di kantor Pengembang Perumahan Taman Kencana pada pukul 13.15 WIB.

Permasalahan ini bermula dari pengembangan Taman Kencana yang telah mengubah jalan umum menjadi fasilitas perumahan. Akibat pandemi COVID-19, Rukun Warga 14, yang dipimpin oleh Iwan Pratama Susanto, memutuskan untuk menutup akses jalan tersebut dengan sebuah pagar besi.

Suhari dan Rohim telah menyampaikan keberatannya kepada Camat Kalideres dan Lurah Tegal Alur, namun hingga saat ini akses jalan tersebut belum juga dibuka untuk menjadi akses jalan umum seperti semula.

Suhari mengungkapkan bahwa sebenarnya pembukaan jalan tersebut sudah disepakati bersama oleh Camat Kalideres dan Lurah sebelumnya, bahwa keamanan harus dipastikan terlebih dahulu melalui pembangunan autoget atau satu pintu.

Autoget tersebut bahkan sudah selesai dikerjakan, namun perhatian Camat dan Lurah yang baru memaksa perubahan pada kesepakatan antara pengembang, Rukun Warga, dan masyarakat perumahan.

Saat ini, keinginan warga untuk mengembalikan akses jalan seperti semula, yang merupakan bagian dari master plan Proyek, mengalami kemacetan.

 

Kesepakatan dari Camat Kalideres dan Lurah Tegal Alur, bersama dengan RW 14, adalah bahwa akses jalan akan dibuka ketika fasilitas umum dan fasilitas sosial telah diserahkan kepada pemerintah oleh pengembang.

Suhari meminta dukungan dari DPRD dan Pemerintah Kota Jakarta Barat agar pintu pagar besi segera dibuka untuk kepentingan warga perumahan Taman Kencana di Tegal Alur, Jakarta Barat. Meskipun ada kesepakatan pembangunan autoget demi keamanan, pagar tersebut belum juga dibongkar, sehingga warga Taman Kencana tidak dapat mengakses jalan tersebut.

Namun, terdapat perbedaan pandangan antara warga dan Ketua Rukun 14 Tegal Alur, Iwan Pratama. Awalnya, Iwan Pratama menyatakan bahwa penutupan akses jalan adalah demi keamanan. Namun, sekarang, ketika autoget sudah ada, Iwan Pratama mengatakan bahwa harus menunggu Fasum (fasilitas umum) dan Fasos (fasilitas sosial) diserahkan kepada pemerintah terkait.

Sementara itu, pihak perusahaan atau pengelola perumahan Taman Kencana belum memberikan informasi resmi mengenai perkembangan situasi ini. Konflik terkait akses jalan ini tetap menjadi perhatian warga Taman Kencana Tegal Alur, dan mereka berharap agar masalah ini segera dapat diselesaikan.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Media Pengawal Transparansi, Penafsir Informasi, dan Penjaga Etika Publik

    Media Pengawal Transparansi, Penafsir Informasi, dan Penjaga Etika Publik

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Oleh Ariawan, S.AP., M.M., M.H., DEMOKRASI tidak akan pernah tumbuh sehat tanpa kebebasan dan kehadiran media yang independen. Pers bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar penting yang menopang sistem politik yang terbuka, akuntabel, dan partisipatif. Sebagai wartawan parlemen, kami berada di jantung dinamika politik nasional. Setiap hari kami menyaksikan langsung bagaimana keputusan yang memengaruhi kehidupan jutaan orang […]

  • Evakuasi Jenazah Anonim di Jl. Kh. Agung Anang, Bandar Lampung

    Evakuasi Jenazah Anonim di Jl. Kh. Agung Anang, Bandar Lampung

    • calendar_month Minggu, 25 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 8
    • 0Komentar

    B. Lampung, MSINews.com – Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Lampung, Polairud Polresta Bandar Lampung, Inafis Polda Lampung, Babinsa Ketapang, Babinkamtibmas Ketapang, dan warga sekitar, melakukan evakuasi jenazah anonim yang ditemukan di Jl. Kh. Agung Anang, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung. Kejadian bermula saat Ibu Fira, seorang warga sekitar, melaporkan penemuan jenazah yang diduga […]

  • Dikritik Faisal Basri Soal Nikel Dikuasai China, Dua Kementerian Respon Keras

    Dikritik Faisal Basri Soal Nikel Dikuasai China, Dua Kementerian Respon Keras

    • calendar_month Jumat, 18 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews-Beberapa kementerian kompak menjawab kritikan Ekonom Senior Indef Faisal Basri mengenai hilirisasi pertambangan khususnya nikel. Faisal Basri memang sempat menyatakan bahwa data yang dilontarkan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengenai keuntungan ekspor nikel berhilirisasi senilai Rp510 triliun tidak benar dan menyesatkan. Faisal Basri bahkan juga mengatakan bahwa hilirisasi nikel hanya menguntungkan industri China. […]

  • Wakapolri dan Menpora Hadiri Penutupan Kapolri Cup Basketball Tournament 2023

    Wakapolri dan Menpora Hadiri Penutupan Kapolri Cup Basketball Tournament 2023

    • calendar_month Senin, 7 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Jakarta, Infomsi–Ajang Kapolri Cup Basketball Tournament 2023 memasuki tahapan akhir. Pertandingan final hari ini digelar di GOR Soemantri, Jakarta Selatan. Pantau awak media di GOR Soemantri, Senin (7/8/2023), Wakapolri Komjen Agus Andrianto hadir langsung ke lokasi. Komjen Agus tiba sekitar pukul 20.22 WIB. Komjen Agus disambut oleh Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suyudi Ario Seto. Keduanya […]

  • Pesan Paus Fransiskus : Para Klerikus Hendaknya Hindari Sikap Munafik

    Pesan Paus Fransiskus : Para Klerikus Hendaknya Hindari Sikap Munafik

    • calendar_month Jumat, 29 Mar 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Vatikan, msinews.com-Paus Fransiskus mengajak para imam dan para klerikus (kaum tertahbis) lainnya agar berhati-hati dalam bersikap. Para klerikus diminta untuk menghindari sikap munafik (clerical hypocrisy). Karena sikap tak terpuji ini hanya akan menjauhkan diri dari Tuhan. Upaya menjernihkan, membaharui dan menguatkan panggilan imamat diperoleh melalui penyesalan, penitensi (sikap silih), doa dan sikap ketulusan seperti anak-anak. […]

  • Kesimpulan Pansus Haji, Marwan Jafar : Pemilihan Bahasanya Seperti Orde Baru

    Kesimpulan Pansus Haji, Marwan Jafar : Pemilihan Bahasanya Seperti Orde Baru

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Anggota Panitia Khusus Hak Angket atau Pansus Haji, Marwan Jafar, mengatakan terdapat penghalusan bahasa dalam kesimpulan dugaan pelanggaran penyelenggaraan ibadah haji 2024. Menurutnya, penghalusan bahasa tersebut bisa mengaburkan substansi temuan Pansus. Ia menilai eufemisme dalam kesimpulan Pansus mencerminkan bahasa era Orde Baru. Dia mengatakan kata melanggar yang sebelumnya disepakati dalam rapat pada Senin malam, 23 […]

expand_less