Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Hari Pahlawan : Mengoreksi Abad Kemanusiaan Kita

Hari Pahlawan : Mengoreksi Abad Kemanusiaan Kita

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
  • visibility 121
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Anto Narasoma

MEMAJUKAN negara dalam upaya menyejahterakan rakyatnya, sangat tidak baik untuk saling memprovokasi antarsesama”.

Sudah cukup bagi rakyat kita mengalami peristiwa berdarah dari sejak memperebutkan kemerdekaan dari tahun 1947 hingga ke zaman pecahnya peritiwa PKI.

Kapan negeri ini menjadi dewasa apabila rakyat ini selalu diperangkap dengan sifat provokatif yang bertujuan memecah-belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam percaturan politik, lawan politik kita bukanlah musuh. Lawan politik adalah rival yang berbeda paham dengan kita. Karena itu dalam suasana politik yang panas, tugas kita adalah untuk menentramkan agar suasana menjadi sejuk.

Kita ini dididik dari beragam agama. Kebetulan saya ini seorang muslim yang diajarkan membangun akhlak terlebih dahuku sebelum belajar ilmu agama.

Begitu hebatnya ajaran Rasulullah SAW yang menyatukan akhlak dengan ilmu agama. Dengan demikian, para pengikutnya dapat mencerdaskan akhlak dan spiritualnya ketika masuk ke ranah politik.

Kita tahu, even pemilihan umum adalah pesta yang seharusnya dilaksanakan dengan kegembiraan. Artinya, keberpihakan kita pada saat itu, hanya sebatas even seremonial.

Apabila figur yang kita usung dalam pemilu tidak memperoleh angka yang signifikan, dengan akhlak yang baik kita harus mengakui kekalahan itu. Ini sikap jantan yang diajarkan Rasulullah SAW.

Namun ada pertanyaan yang muncul ke permukaan, bagaimana jika terjadi kecurangan dalam pemilihan presiden tersebut? Arahkan kecurangan itu ke ranah hukum. Namun untuk memperkuat pengaduan kita, perlu bukti hukum yang menguatkannya.

Kita tidak perlu berkoar-koar dengan cara memprovokasi semua orang untuk bergerak serta mencaci-maki seseorang. Ini sikap yang tidak bijak. Calon pemimpin yang baik, jangan banyak omong, tapi banyak memperlihatkan sikap kenegaraan yang intensinya untuk menyatukan persepsi masyarakat agar tak terpecah-pecah.

Perdana Menteri Singapura Lee Kwan Yew, menyatakan kenerdekaan yang dimiliki satu bangsa adalah harta yang tak ternilai. Ini merupakan contoh gamblang yang telah kita rebut dengan nyawa, darah, dan air mata.

Artinya, “harta yang tak ternilai” itu harus dijaga tanpa diotak-atik dengan sikap memecah-belah antarsatu dengan yang lainnya. Sikap provokatif seperti ini harus diperangi oleh kita sendiri. Sebab tujuan bernegara adalah untuk mengangkat harga diri bangsa bagi kesejahteraan rakyatnya (Lee Kuan Yew : The Struggle for Singapore –oleh Alex Josey ; terbitan Gunung Agung Jakarta 1982).

Bangsa Indonesia sudah memiliki harta paling berharga (kemerdekaan) sejak 17 Agustus 1945. Bahkan beberapa episode pengkhiatan terhadap negara yang dipertaruhkan dengan harga diri dan nyawa manusia itu sudah kita lalui secara bersama. Perasaan ini begitu pahit dan pedih. Sebab selain hanya menghadirkan kesia-siaan, pengkhianatan hanya menguntungkan satu kelompok saja.

Dalam persoalan wajah politik kita saat ini, sempat memanas karena ulah pihak tertentu yang memanas-manasi suasana. Untung sejumlah besar masyarakat kita sudah dewasa setelah mengalami berbagai bentuk peristiwa yang mengalirkan darah, nyawa, dan air mata.

Saya yakin rakyat Indonesia tidak mudah diprovokasi pihak tertentu. Karena sudah tujuh dekade lebih kita merdeka dan banyak menghadapi tantangan untuk kemajuan bersama.

Lantas, kapankah dengan kemerdekaan itu seluruh rakyat kita sudah menikmati kesejahteraan?

Itulah tugas kita untuk mencari celah dan kesempatan di ranah persaingan global. Sebab sikap hidup dam kebiasaan sehari-hari seseorang itu tergantung dari latar belakang situasi kehidupannya.

Yang pasti, ketika seseorang menjadi pemimpin, berjuta kepentingan akan mendekati dan membujuk segala kebijakan agar menjauhi kepentingan rakyatnya. Karena kita meminta ke pada para wakil rakyat untuk fokus ke persoalan ini. Sebab ketika dipilih rakyat, fungsi mereka itu untuk mengoreksi tujuan sebenarnya bagi kesejateraan rakyatnya.

Jadi dalam pemerintahan itu ada presiden, wakilnya, menteri, gubernur, camat, lurah hingga ke RT. Namun untuk mengoreksi kebijakan pemerintah, harus ada anggota perlemen yang notabene sebagai wakil rakyat.

Ketika ada seorang presiden yang dianggap tidak berpihak pada kebijakan kerakyatan, wakil rakyat harus tampil di depan untuk mengoreksi segala kebijakan pemerintah yang tak berpihak ke rakyat.

Nah, apabila fungsi wakil rakyat itu belum berjalan secara maksimal, misalnya, apakah kita akan mengikuti sikap tak terpuji dari pihak tertentu untuk memancung kepala seorang presiden?

Wah, sikap dan cara berpikir seperti ini begitu merendahkan eksistensi bangsa Indonesia. Karena yang bersangkutan mengajak rakyat untuk bersikap bar-bar dan tidak mengindahkan nilai kemanusiaan pada poin kedua sila Pancasila (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab).

Nah, saya sangat sedih jika muncul indikasi yang tidak cerdas seperti ini. Sebab kita diajak untuk terjun ke dunia tak bermoral yang jauh dari adab kemanuisaan kita –sebagai bangsa yang menjujung tinggi keluhuran akhlak. (*)

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Rumah Kebangsaan Arifin Panigoro, Eddy Soeparno Ajak Puluhan Anak Muda Dukung Kepemimpinan Prabowo Hadapi Krisis Iklim

    Dari Rumah Kebangsaan Arifin Panigoro, Eddy Soeparno Ajak Puluhan Anak Muda Dukung Kepemimpinan Prabowo Hadapi Krisis Iklim

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 75
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-Generasi muda memiliki peran penting inisiatif kepemimpinan global untuk mencegah dampak krisis iklim. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Eddy Soeparno, memberikan pembekalan terhadap delegasi simulasi Model United Nations (MUN) dari Rumah Kebangsaan Arifin Panigoro. Acara tersebut diikuti oleh 60 delegasi dari seluruh Indonesia yang terpilih untuk mengikuti […]

  • Rakor PBWNKP di Kuta Bali, BNPP Perkuat Kepentingan Perbatasan

    Rakor PBWNKP di Kuta Bali, BNPP Perkuat Kepentingan Perbatasan

    • calendar_month Jumat, 25 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) kembali memperlihatkan komitmennya dalam menggalang langkah strategis demi Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan (PBWNKP) dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Denpasar Kuta Bali, Jum’at 25/8/2023. Plh. Sekretaris BNPP, Dr. Robert Simbolon mengatakan wujud nyata dari komitmen BNPP untuk melanjutkan upaya-upaya pembangunan strategis PBWNKP. “Rakor Ini mencakup penguatan […]

  • Presiden Terpilih Prabowo Subianto Diyakini bakal Memimpin Langsung Negoisasi dan Siplomasi Kemerdekaan Palestina

    Presiden Terpilih Prabowo Subianto Diyakini bakal Memimpin Langsung Negoisasi dan Siplomasi Kemerdekaan Palestina

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Jakarta, msinews.com-Ketua Komisi I DPR 2010-2016 Mahfuz Sidik mengatakan, Kemerdekaan Palestina tidak akan pernah bisa terwujud, apabila bangsa Palestina dibiarkan berjuang sendiri. “Karena isu Palestina versus Israel ini, bagian dari pertarungan global. Kehadiran atau eksistensi negara yang bernama Israel di tanah Palestina itu, bagian dari skenario kekuatan barat,” kata Mahfuz dalam diskusi Gelora Talks, Rabu […]

  • Prabowo Pangkas Masa Tunggu Haji,Ini Alasannya

    Prabowo Pangkas Masa Tunggu Haji,Ini Alasannya

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 34
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksi kan jajarannya untuk memangkas masa tunggu haji yang saat ini mencapai 26 tahun. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Pengawas Haji DPR Cucun Ahmad Syamsurijal dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di  di Hambalang, Bogor, Jawa Barat,Rabu 17 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut, Cucun mengatakan bahwa pihaknya bersama Kementerian Haji dan […]

  • Wakil Ketua TKN

    Wakil Ketua TKN Senang Jokowi Berkampanye, Optimis Menang

    • calendar_month Jumat, 26 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Jakarta, MSiNews.com – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Ahmad Muzani mengungkapkan kegembiraannya jika pasangan Prabowo-Gibran akan meraih kemenangan meski tanpa dukungan langsung dari Presiden. Wakil Ketua TKN, sekali gus Sekjen Gerindra itu optimistis bahwa paslon 02 akan memenangkan satu putaran. Baca juga : Jokowi – Ma’ruf Amin Bersikap Terbuka Terkait Pemilu 2024 “Jika mungkin […]

  • Kolaborasi Strategis BPOLBF dan UNIKA Ruteng: Wujudkan Sinergi Pendidikan, Budaya Jelang Seminar Internasional ISAC 2025

    Kolaborasi Strategis BPOLBF dan UNIKA Ruteng: Wujudkan Sinergi Pendidikan, Budaya Jelang Seminar Internasional ISAC 2025

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Labuan Bajo, msinews.com – Dalam rangka memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santo Paulus Ruteng menggelar pertemuan strategis yang membahas sejumlah inisiatif penting, termasuk partisipasi dalam konferensi, penguatan kerja sama kelembagaan, serta aktivasi ruang kreatif PARAPUAR. Pertemuan ini membahas bentuk […]

expand_less