Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » APBN Tertekan, Irma Suryani Kritik Rencana Insentif Rp1 Triliun untuk Daerah

APBN Tertekan, Irma Suryani Kritik Rencana Insentif Rp1 Triliun untuk Daerah

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA — Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago, mempertanyakan rencana pemerintah menyiapkan insentif fiskal sebesar Rp1 triliun bagi kepala daerah yang dinilai progresif dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menilai, pemerintah seharusnya lebih mendorong daerah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar mampu membiayai kebutuhan pembangunan secara mandiri.

Irma mempertanyakan sumber anggaran yang akan digunakan untuk memberikan insentif tersebut. Menurutnya, keberhasilan kepala daerah tidak semestinya hanya diukur dari dukungan terhadap program pemerintah pusat, tetapi juga dari kemampuan meningkatkan pendapatan daerah dan mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara efektif.

“Seharusnya Mendagri mendorong kepala-kepala daerah agar mampu meningkatkan PAD, sehingga daerah bisa membiayai dirinya sendiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada pemerintah pusat. Itu baru bisa dianggap berprestasi,” tegas Irma Suryani dalam siaran persnya, Kamis (29/101/2026)0.

Ia menilai, seluruh kepala daerah pada dasarnya memiliki tanggung jawab untuk mendukung dan menyukseskan program Presiden, termasuk MBG. Terlebih, pelaksanaan program tersebut dinilai berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi daerah melalui penyerapan tenaga kerja, keberadaan relawan, serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurut Irma, manfaat tersebut semestinya turut menjadi pertimbangan pemerintah dalam menilai keberhasilan pelaksanaan program MBG, tanpa harus memberikan insentif tambahan kepada kepala daerah.

Selain persoalan anggaran, Irma juga menyoroti aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Ia menilai, pengawasan terhadap standar keamanan pangan perlu melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sesuai dengan kewenangan dan kapasitasnya.

“Standar keamanan pangan seharusnya dilakukan oleh BPOM yang memang menjadi leading sector di bidang tersebut. Mengapa anggarannya tidak diberikan kepada BPOM saja agar penggunaannya bisa dipertanggungjawabkan?” ujar politikus NasDem ini.

Irma juga mempertanyakan kemampuan APBN dalam menopang pembiayaan program tersebut apabila skema insentif diperluas ke ratusan daerah di Indonesia. Menurutnya, pemerintah perlu menghitung secara cermat kebutuhan anggaran dan memastikan kebijakan tersebut tidak menambah tekanan terhadap keuangan negara.

Ia mengingatkan bahwa pemerintah selama ini mendorong efisiensi anggaran, termasuk penghematan belanja daerah, di tengah tantangan fiskal yang dihadapi negara.

“Bukankah pemerintah meminta daerah melakukan efisiensi anggaran karena APBN mengalami tekanan? Mengapa justru ada rencana mengeluarkan anggaran untuk sesuatu yang memang sudah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah?” kata Irma yang juga Legislator dapil Sumsel II ini.

Ia turut mengingatkan bahwa kapasitas fiskal setiap daerah berbeda-beda. Bahkan, terdapat kabupaten dan kota yang memiliki APBD di bawah Rp1 triliun. Karena itu, menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan kondisi keuangan daerah sebelum menetapkan kebijakan pemberian insentif.

Lebih jauh, Irma meminta pemerintah memperjelas tujuan utama program MBG. Jika program tersebut ditujukan untuk meningkatkan status gizi masyarakat dan menurunkan angka stunting, ia menilai intervensi pemerintah tidak cukup hanya melalui pemberian makanan bergizi.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan vitamin, ketersediaan air bersih, serta faktor pendukung kesehatan lainnya juga perlu menjadi perhatian agar upaya peningkatan gizi dan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif.

Irma menegaskan bahwa pemerintah perlu memastikan setiap kebijakan anggaran memiliki sasaran yang jelas, tepat guna, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pelaksanaan program MBG tidak hanya berorientasi pada penyaluran makanan, tetapi juga didukung perencanaan anggaran yang realistis serta kebijakan kesehatan dan gizi yang menyeluruh,” tandas anggota BURT DPR ini. (***)

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa-Siswi SMPN Sekuting Proleh Binaan dari SPJI, Ada Apa? Ini Ulasannya:

    Siswa-Siswi SMPN Sekuting Proleh Binaan dari SPJI, Ada Apa? Ini Ulasannya:

    • calendar_month Rabu, 24 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Lampung, MSINews.com – Para siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Sekuting Terpadu menyambut kehadiran Sudut Pandang Jurnalistik Indonesia (SPJI) yang memberikan sosialisasi kepada adik-adik pelajar tentang kecerdasan dan kebijakan dalam bermedia sosial. Aryani Rosa Lesmana, selaku Kepala Sekolah SMPN Sekuting menyambut program tersebut untuk dihadirkan oleh anggota pengurus SPJI. Ia menyoroti kondisi anak-anak zaman sekarang […]

  •  Dana Bantuan Bencana Sumatra Cair,  Aceh Utara Dapat Rp328,456 Miliar

     Dana Bantuan Bencana Sumatra Cair,  Aceh Utara Dapat Rp328,456 Miliar

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 116
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-Mensos  Saifullah Yusuf  mengatakan, bantuan dana bencana alam Sumatra sudah cair dan siap disalurkan melalui PT Pos kepada masyarakat yang berhak menerima.  Mensos menegaskan, pencairan anggaran tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana. Ia meminta proses penyaluran tidak berhenti pada pencairan anggaran, tetapi bantuan harus segera diterima masyarakat. “Setelah dananya cair, yang […]

  • Ketua KONI Ingatkan,  Atlet Tidak Boleh Jadi Korban Dualisme Kepengurusan Cabor

    Ketua KONI Ingatkan,  Atlet Tidak Boleh Jadi Korban Dualisme Kepengurusan Cabor

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 157
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM– Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menyayangkan adanya dualisme kepengurusan pada sejumlah organisasi cabang olahraga nasional. Ia menilai dualisme akan berdampak pada menurunnya prestasi atlet yang akan mengikuti ajang olahraga. “Jangan ego masing-masing membuat berkibarnya Merah Putih tersendat-sendat. Saya berprinsip satu; atlet tidak boleh jadi korban dari dualisme […]

  • KPK: TSK Korupsi Rumah Dinas DPR Termasuk Indra Iskandar Akan Ditahan Usai Audit BPKP

    KPK: TSK Korupsi Rumah Dinas DPR Termasuk Indra Iskandar Akan Ditahan Usai Audit BPKP

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 170
    • 0Komentar

    msinews.com – Akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukan taringnya mengungkap kasus dugaan korupsi pengadaan kelengkapan rumah dinas Anggota DPR yang sudah ditetapkan tujuh tersangka termasuk sekjen DPR Indra Iskandar. Sekian lama kasus dugaan korupsi ini mangkrak sejak awal 2024 hampir setahun lebih hingga kini KPK belum menahan tersangka. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan […]

  • Sebut Bencana Banjir di Sumatera karena Faktor Cuaca, DPR ; Menko PMK Tak Paham Akar Kerusakan Lingkungan

    Sebut Bencana Banjir di Sumatera karena Faktor Cuaca, DPR ; Menko PMK Tak Paham Akar Kerusakan Lingkungan

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 230
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM- Anggota DPR Fraks Golkar Firman Soebagyo mengkritik pernyataan Menko PMK, Pratikno yang menyatakan bahwa bencana alam terjadi di Sumatera disebabkan oleh cuaca dan akan dilakukan modifikasi cuaca. Firman menilai pernyataan tersebut tidak tepat karena tidak memahami akar masalah dari bencana yang terjadi, yaitu kerusakan lingkungan dan hutan akibat kebijakan pemerintah yang lemah. “Pemerintah seharusnya […]

  • Tito Karnavian Ungkap Percepatan Jadwal Pilkada 2024 Terlalu Berisiko

    Tito Karnavian Ungkap Percepatan Jadwal Pilkada 2024 Terlalu Berisiko

    • calendar_month Sabtu, 9 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Jakarta-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan bahwa usulan  memajukan jadwal Pilkada 2024 berisiko, bagi penyelenggara pemilu. Pasalnya Pilkada serentak pada November 2024 itu sudah diatur dalam Pasal 201 UU No. 10 tahun 2016 tentang Pilkadaa. Kendati demikian Tito menjelaskan usulan percepatan Pilkada tersebut tergantung pada kesiapan dan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurutnya lembaga itu dapat atensi pemilu […]

expand_less