Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kabut Asap 2026: Kita Butuh Akuntabilitas Bukan Permintaan Maaf Netizen

Kabut Asap 2026: Kita Butuh Akuntabilitas Bukan Permintaan Maaf Netizen

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Netizen diingatkan tentang adanya risiko dari mengambil alih peran pemerintah untuk meminta maaf terkait asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang sudah melintasi batas negara.

Peringatan ini disampaikan Dosen Ilmu Komunikasi dari Universitas Kristen Indonesia (UKI), Dr. Adde Oriza Rio. Rio mengungkapkan sedikitnya ada tiga risiko yang sangat berdampak terhadap penyelesaian kasus karhutla akibat gerakan permintaan maaf netizen tersebut.

Pertama, kaburnya ‘batas’ antara empati dan tanggung jawab terhadap penanganan karhutla yang terjadi di Tanah Air, khususnya di Pulau Kalimantan.

“Simpati terhadap korban dapat terbaca sebagai pengakuan bahwa bangsa Indonesia secara kolektif bersalah. Padahal, warga tidak memiliki mandat untuk mengakui kesalahan atas nama negara,” kata Rio saat dihubungi wartawan, Jakarta, Minggu, 25 Oktober 2026.

Dia melanjutkan risiko lain dari gerakan netizen yang ramai-ramai meminta maaf ke Singapura itu dapat menguatkan stigma terhadap seluruh bangsa. Sementara perbedaan antara warga, pemerintah, pemilik modal, dan pengelola lahan menghilang.

Selanjutnya, kata Rio, ritual permintaan maaf dapat menggantikan akuntabilitas, di mana perhatian publik hanya berakhir pada ‘apakah Indonesia sudah meminta maaf’. Penyelesaian karhutla tidak lagi pada mencari siapa yang menguasai lahan, memperoleh keuntungan, lalai mengawasi, atau bertanggung jawab menurut hukum.

Lulusan Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI) ini sepakat netizien berhak menyuarakan solidaritas terhadap warga terdampak karhulta, dengan catatan tanpa mengambil alih kesalahan dari persoalan karhutla yang kompleks.

“Mereka bisa mengakui penderitaan warga lintas batas, mengkritik pemerintah sendiri, dan menuntut penyelidikan serta penegakan hukum. Justru tuntutan itu lah yang mengarahkan perhatian kepada pihak yang memiliki kewenangan dan kendali,” kata dia.

Rio menjelaskan bila permintaan maaf politik berkaitan dengan representasi, contohnya pemimpin terpilih yang memiliki kedudukan untuk berbicara atas nama negara.

Dia mencontohkan fenomena sama dengan yang terjadi hari ini, seperti saat Presiden Seoharto yang meminta maaf soal krisis asap pada 1997. Disusul Presiden Susilo Bambang Yudhyono (SBY) pada 2013.

“Permintaan maaf seseorang atas kesalahan yang tidak dilakukannya selalu mengandung ambiguitas. Bagi netizen biasa, masalahnya lebih mendasar: mereka tidak mewakili negara dan tidak mengendalikan kebijakan, konsesi, operasi korporasi, atau pengawasan karhutla,” katanya.

Atas hal tersebut, Rio pun menegaskan jika netizen Indonesia tidak perlu meminta maaf apa lagi merasa bertanggung jawab atas kesalahan yang memang tidak pernah dilakukan oleh masing-masing individu.

“Krisis ini tidak dapat dibebankan kepada Indonesia semata,” katanya.

Rio justru mengajak masyarakat untuk memerika jaringan ekonomi-politik, baik di Singapura maupun Malaysia yang ikut menjadi penyebab terjadinya karhutla di Tanah Air.

Dia mengingatkan dampak karhutla sangat nyata. Bahkan berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga 13 Oktober 2026, tercatat 283.270 kasus infeksi saluran pernapasan akut di tujuh provinsi Indonesia.

“Persoalannya bukan apakah penderitaan korban menyebabkan netizen Indonesia perlu minta maaf, melainkan siapa yang harus bertanggung jawab dan bagaimana tanggung jawab itu dibuktikan. Singkatnya, kita butuh akuntabilitas, bukan sekedar persoalan maaf-memaafkan,” tegas Rio.

Sebelumnya, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026 sudah melintasi batas negara. Namun, sebagian netizen Indonesia justru ramai-ramai meminta maaf kepada warga negara tetangga sekaligus mendesak dunia menekan pemerintah Indonesia.**

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengamat Nilai Langkah KPK dan PPATK Usut Penyalahgunaan Cukai Rokok Sudah Tepat

    Pengamat Nilai Langkah KPK dan PPATK Usut Penyalahgunaan Cukai Rokok Sudah Tepat

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 285
    • 0Komentar

      Msinews.com – Pengamat industri mikro Chabibi Syafiuddin menilai langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tepat karena menyasar inti persoalan pengurusan cukai rokok. Menurutnya, pendekatan tersebut membuka peluang pengungkapan praktik penyalahgunaan pita cukai yang diduga melibatkan jaringan luas pelaku usaha. Ia menyebut KPK dan PPATK kini semakin agresif […]

  • Dyah Roro Esti : Stok BBM Harus Aman Selama Mudik Lebaran 2024

    Dyah Roro Esti : Stok BBM Harus Aman Selama Mudik Lebaran 2024

    • calendar_month Selasa, 9 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Anggota Komisi VII Dyah Roro Esti meminta Kementerian ESDM dan PT Pertamina untuk memastikan stok BBM aman dan terkendali pasca mudik lebaran idul fitri 2024/1445 H. Ia mengatakan bahwa BBM menjadi komoditas energi yang sangat dibutuhkan di tengah kebutuhan mobilitas orang yang meningkat ke beberapa titik menuju pulang kampung. “Tentu kita berharap karena tentu mobiulitas […]

  • KLHK Selesaikan 47 Ribu Kilometer Tapal Batas Hutan Indonesia

    KLHK Selesaikan 47 Ribu Kilometer Tapal Batas Hutan Indonesia

    • calendar_month Rabu, 9 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Jakarta, Infomsi.News–Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan telah menyelesaikan 47 ribu kilometer tapal batas hutan yang dipasangi patok pada 2023. I Kemudian untuk kawasan perhutanan dari total luas 125,7 juta hektare, baru sekitar 86 persen yang dilegalisasi sebagai kawasan hutan. “Total tapal batas tahun ini adalah […]

  • 160 Guru SR Mundur Massal, Pengamat Soroti Urgensi Perbaikan Rekrutmen Kemensos

    160 Guru SR Mundur Massal, Pengamat Soroti Urgensi Perbaikan Rekrutmen Kemensos

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Program Sekolah Rakyat (SR) besutan Kementerian Sosial (Kemensos) kini sedang menghadapi tantangan, sebanyak 160 guru telah mengundurkan diri secara massal. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf sapaan akrabnya Gus Ipul, mengakui salah satu penyebab utama pengunduran diri ratusan guru Sekolah Rakyat tersebut adalah penempatan yang terlalu jauh. “Wah, kalau catatan rinciannya enggak ada. Jadi, itu […]

  • Jokowi Tunjuk Tito Karnavian Plt Menko Polhukam Gantikan Mahfud Md

    Jokowi Tunjuk Tito Karnavian Plt Menko Polhukam Gantikan Mahfud Md

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). Keputusan ini tercantum dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 20/P tahun 2024 yang ditandatangani oleh Jokowi pada Jumat (2/2/2024). Penggantian ini dilakukan menyusul pengunduran diri Mahfud Md dari […]

  • Pejabat BGN Berkantor di Daerah, Masuk Jakarta Harus Izin Pimpinan

    Pejabat BGN Berkantor di Daerah, Masuk Jakarta Harus Izin Pimpinan

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 152
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM,JAKARTA-Badan Gizi Nasional (BGN) terus berupaya untuk memperkuat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menetapkan pembagian wilayah tanggung jawab bagi jajaran pejabat eselon I dan II di lingkungan BGN serta jajaran di bawahnya untuk mengawal program MBG. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono mengatakan pembagian wilayah tanggung jawab tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan […]

expand_less