Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Terkait Reshuffle Kabinet Merah Putih Jangan karena Loyalitas Politik, Pengamat: Ukurannya Harus Kinerja!

Terkait Reshuffle Kabinet Merah Putih Jangan karena Loyalitas Politik, Pengamat: Ukurannya Harus Kinerja!

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • visibility 341
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSIMEWS.COM – Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, evaluasi kabinet dinilai sudah layak dilakukan secara serius.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Analysis Center (IPAC), Dahlan Wattihelu menilai menteri yang gagal mencapai target kerja, terlebih jika lebih sibuk membangun posisi politik ketimbang menjalankan mandat pemerintahan, layak menjadi pertimbangan dalam penyegaran kabinet.

“Menurut saya, perlu. Tetapi ukurannya jangan semata-mata apakah seorang menteri berbicara tentang 2029 atau tidak. Ukurannya harus kinerja,” kata Dahlan dalam keterangan tertulis, Rabu, 9 September 2026.

Menurutnya, aktivitas politik seorang menteri tidak otomatis menjadi kesalahan. Bagaimanapun, sejumlah menteri merupakan kader partai politik yang tetap memiliki kepentingan elektoral.

Karena itu, persoalannya bukan apakah seorang menteri berbicara mengenai politik atau tidak, melainkan apakah aktivitas tersebut berdampak terhadap pelaksanaan tugasnya sebagai pembantu Presiden.

“Itu bukan sesuatu yang ilegal atau otomatis salah. Menteri juga kader partai dan partai memang mempunyai kepentingan elektoral,” ucapnya.

Namun, Dahlan menilai Presiden Prabowo harus melakukan evaluasi secara objektif terhadap kinerja masing-masing menteri.

Evaluasi tersebut harus mampu membedakan antara menteri yang tetap aktif berpolitik tetapi berhasil menjalankan target dengan menteri yang justru lebih banyak membangun citra politik sementara program kementeriannya tidak berjalan optimal.

“Presiden perlu melihat secara objektif: siapa yang target kerjanya tercapai, siapa yang lambat, siapa yang lebih sering membangun citra politik daripada menjelaskan hasil kerja kementeriannya, dan siapa yang kebijakannya tidak sejalan dengan prioritas Presiden,” tegasnya.

Lebih jauh dia mengingatkan agar reshuffle tidak berubah menjadi mekanisme untuk menghukum menteri yang dianggap kurang loyal secara politik.

Dikatakannya, loyalitas seorang menteri seharusnya diukur dari kemampuannya menerjemahkan mandat Presiden menjadi kinerja dan hasil yang dirasakan masyarakat.

“Jadi, jangan sampai evaluasi kabinet berubah menjadi evaluasi berdasarkan loyal atau tidak loyal secara politik. Yang harus dinilai adalah loyalitas terhadap mandat pemerintahan yang diwujudkan melalui kinerja,” jelas Dahlan.

Lebih jauh dia, seorang menteri tetap bisa menjalankan aktivitas politik selama tanggung jawab utamanya sebagai pembantu Presiden tidak terbengkalai. Sebaliknya, aktivitas politik justru patut menjadi alarm ketika seorang menteri gagal menjalankan program dan target yang telah diberikan.

“Kalau seorang menteri aktif berpolitik tetapi target kementeriannya tercapai, persoalannya berbeda. Sebaliknya, kalau seorang menteri sangat aktif membangun posisi politik tetapi programnya buruk, itu yang harus menjadi alarm bagi Presiden,” ungkapnya.

Karena itu, Dahlan mendorong Presiden menggunakan indikator yang jelas dan terukur sebelum memutuskan siapa yang perlu dipertahankan atau diganti.

Evaluasi tidak boleh hanya berdasarkan penampilan publik, kedekatan politik, maupun seberapa sering seorang menteri menunjukkan dukungan kepada Presiden.

“Presiden perlu menggunakan indikator kinerja yang terukur, target program, serapan dan kualitas anggaran, dampak kepada masyarakat, penyelesaian masalah, serta koordinasi antarkementerian bukan sekadar melihat siapa yang paling sering tampil mendukung Presiden,” pungkasnya.** tim.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MAKI: Ketua KPK Main Retorika, Exsen nya Kejar Harun Masiku

    MAKI: Ketua KPK Main Retorika, Exsen nya Kejar Harun Masiku

    • calendar_month Jumat, 17 Nov 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Koordinator MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) Boyamin Saiman mengaku kecewa atas pernyataan Ketua KPK Firli Bahuri yang menyatakan terus melakukan pencarian dan menerbitkan surat perintah penangkapan buron Harun Masiku. Boyamin menilai pernyataan Firli dari dulu sekadar narasi atau retorika yang tidak menunjukkan hasil. Selain itu, pernyataan tersebut bisa dibaca sebagai upaya tawar-menawar […]

  • Film Qodrat 2 Terus Menunjukkan Kesuksesannya di Bioskop Tanah Air

    Film Qodrat 2 Terus Menunjukkan Kesuksesannya di Bioskop Tanah Air

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 207
    • 0Komentar

    MSINEWS.Com,Jakarta— Film Qodrat 2 terus menunjukkan kesuksesannya di bioskop tanah air. Hanya dalam waktu satu minggu sejak penayangan perdananya pada 31 Maret 2025, film ini resmimenembus angka 1 juta penonton, membuktikan antusiasme luar biasa dari publik terhadap kelanjutan kisah sang ustadz ruqyah legendaris. Pencapaian ini sekaligus menegaskan posisi Qodrat 2 sebagai salah satu film horor […]

  • Ada 9 Praksi Bakal Beri Pandangan Soal RUU APBN 2024, Berikut Nama-namanya

    Ada 9 Praksi Bakal Beri Pandangan Soal RUU APBN 2024, Berikut Nama-namanya

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–DPR RI menggelar Rapat Paripurna DPR RI membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN tahun 2024. Rencananya setiap fraksi di DPR RI akan memberikan pandangan umumnya terkait usulan RUU APBN 2024 yang diajukan pemerintah. Rapat Paripurna ini digelar di Kompleks DPR/MPR, Jakarta, Selasa (22/8/2023). Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel dan diikuti […]

  • Taktis Menghadapi Kekacauan Mekanisme Perdagangan Dunia

    Taktis Menghadapi Kekacauan Mekanisme Perdagangan Dunia

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. H. Bambang Soesatyo, S.E., S.H., M.B.A. DARI ketidakpastian dieskalasi menjadi ketidakteraturan. Seperti itulah wajah dunia hari-hari ini.  Indonesia, bersama semua negara, sedang dipaksa untuk realistis menghadapi kenyataan tidak menyenangkan, karena iklim dan mekanisme perdagangan dunia sedang didorong untuk bergerak dari keteraturan menuju kekacauan. Setelah 78 tahun iklim perdagangan global kondusif berkat kehendak […]

  • Komite II DPD RI Dorong Kedaulatan Kemandirian dan Ketahanan Pangan

    Komite II DPD RI Dorong Kedaulatan Kemandirian dan Ketahanan Pangan

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Yogyakarta,msinews.com- Komite II DPD RI melaksanakan tugas dan fungsi pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta Perubahannya dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang (UU Pangan) pada hari Sabtu (23/11) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Delegasi Komite […]

  • Pelindo II Diminta untuk Atasi Pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai dengan Skala Penuh

    Pelindo II Diminta untuk Atasi Pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai dengan Skala Penuh

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 181
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM,Jakarta-Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin meminta pemerintah provinsi Bengkulu dan Manajemen PT Pelindo II serta semua pihak terkait bersinergi dalam proses pengerukan sedimentasi di pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Senator Bengkulu yang juga mantan wakil gubernur Bengkulu itu, menegaskan bahwa Pelabuhan Pulau Baai merupakan hub perdagangan Bengkulu dan […]

expand_less