Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » Tangani Karhutla Jambi, Pemerintah Perkuat Sekat Bakar dan Pendinginan

Tangani Karhutla Jambi, Pemerintah Perkuat Sekat Bakar dan Pendinginan

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBI,MSINEWS.COM– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui sejumlah strategi di lapangan.

Adapin, Salah satunya dengan mengoptimalkan satuan tugas (satgas) darat melalui pembuatan sekat bakar dan pendinginan secara intensif pada area-area rawan, khususnya lahan gambut. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya sebaran api menjelang puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung pada September 2026.

Penguatan penanganan karhutla juga dilakukan melalui pengerahan helikopter water bombing serta penambahan personel di lapangan. Pada Kamis (3/9), sebanyak 20 personel dari sejumlah instansi diperkuat untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan di wilayah terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan, penambahan personel diperlukan untuk memperkuat proses pendinginan, terutama pada area yang sebelumnya telah berhasil dipadamkan. Selain itu, upaya pencegahan meluasnya kebakaran dilakukan dengan membuat sekat bakar menggunakan alat berat berupa ekskavator.

“Sekarang ada 5.984 orang tim darat dan kita arahkan untuk menambah sekitar 20 orang. Hari ini, 3 September, baru diterbitkan surat keputusannya. Alat berat yang sebelumnya mendapat dukungan dari BNPB juga kita manfaatkan untuk penanganan di lapangan. Penambahan personel berasal dari Basarnas, Brimob, dan Batalyon Infanteri 142,” jelas Bachyuni.

Selain pembuatan sekat bakar, pendinginan, dan pemanfaatan alat berat, Bachyuni menambahkan bahwa tim darat juga akan diarahkan untuk membuat kanal-kanal air. Kanal tersebut nantinya dimanfaatkan sebagai sumber air untuk mendukung proses pemadaman maupun pendinginan di area yang masih berpotensi terbakar.

Berdasarkan data yang dihimpun BNPB, total luas lahan yang terbakar akibat karhutla di Provinsi Jambi hingga Kamis (3/9) mencapai 1.879,31 hektare. Pada hari yang sama, estimasi area terbakar tercatat seluas 47,5 hektare. Dari luasan tersebut, 37 hektare telah berhasil dipadamkan, sedangkan 11,5 hektare masih dalam penanganan melalui operasi darat, water bombing, maupun operasi gabungan.

Bachyuni menjelaskan bahwa perkembangan di lapangan masih memungkinkan terjadinya penambahan luasan area terbakar. Kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan, terutama pada area yang sulit dijangkau alat berat untuk pembuatan sekat bakar.

“Kalau hari ini ada perkembangan dari Satgas Udara, mungkin ada pelebaran sedikit saja area terbakarnya. Karena kondisinya memang gambut, semalam sudah kita lakukan upaya membuat sekat. Namun, ada daerah yang tidak bisa kita sekat karena alat berat tidak bisa masuk,” terang Bachyuni.

Sementara itu, hasil pemantauan menunjukkan terdapat 182 titik hot spot, yang terdiri dari 34 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi dan 148 titik dengan tingkat kepercayaan rendah. Dari estimasi 47,5 hektare area terbakar pada Kamis (3/9), terdapat 20 fire spot, dengan tiga di antaranya merupakan titik lama yang masih dalam proses pemadaman.

Dari total 37 hektare area yang berhasil dipadamkan, sebanyak 31 hektare ditangani oleh satgas darat, sedangkan enam hektare lainnya dipadamkan melalui operasi water bombing.

Salah satu lokasi yang menjadi fokus penyekatan oleh satgas darat pada Kamis (3/9) berada di Desa Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Di wilayah tersebut, tim yang bertugas di Pos 27 berhasil memadamkan api pada area seluas tiga hektare. Selain melakukan pemadaman dan pembuatan sekat bakar, personel juga mengintensifkan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi memicu kembali kebakaran maupun memperluas area terdampak.

Selain penanganan melalui operasi darat dan udara, pemerintah juga mengintensifkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Jambi. OMC telah berlangsung selama periode 26 Agustus hingga 2 September 2026 dengan total delapan sortie dan waktu penerbangan mencapai 15 jam 32 menit. Dalam pelaksanaannya, operasi tersebut menggunakan 8.000 kilogram natrium klorida (NaCl).

Alat berat berupa ekskavator dikerahkan untuk membuat sekat bakar dan kanal air untuk memadamkan sekaligus mendinginkan lahan di Desa Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, Kamis (3/9).

 

Di sisi lain, kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan dalam mendukung upaya penanganan karhutla. Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, hingga 10 September 2026 diperkirakan belum terdapat pertumbuhan awan. Kondisi tersebut berpotensi membatasi pelaksanaan OMC sehingga satgas akan mengoptimalkan patroli serta pemantauan kondisi cuaca guna mendukung penanganan karhutla di lapangan.

*BNPB Perkuat Dukungan untuk Satgas Darat*

Sebagai bagian dari upaya memperkuat penanganan karhutla di lapangan, BNPB juga menyiapkan sejumlah dukungan bagi satgas dan personel gabungan yang terlibat. Hal tersebut disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Jambi, Rabu (2/9). Salah satu bentuk dukungan yang diberikan berupa bantuan keuangan melalui pemberian uang semangat kepada petugas gabungan, mulai dari personel TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, relawan, hingga masyarakat yang turut membantu upaya penanganan.

Menurut Kepala BNPB, dukungan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat kinerja satgas darat yang saat ini berjumlah 5.984 personel dalam melaksanakan pemadaman dan pendinginan. Penguatan ini menjadi bagian dari strategi penanganan di lapangan, seiring dengan peran penting satgas darat dalam mengendalikan kebakaran hingga mencegah munculnya kembali titik api.
Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari personel yang bertugas langsung di lapangan.

Ketua Tim Pos 27, Ahmadi (55), yang merupakan personel BPBD Provinsi Jambi, menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para petugas. Menurutnya, uang semangat tersebut menjadi tambahan motivasi bagi personel untuk menjalankan tugas di tengah tantangan pemadaman dan pendinginan. Meski demikian, Ahmadi menegaskan bahwa dirinya bersama tim tetap menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan sebagai bentuk pengabdian dalam membantu penanganan karhutla di wilayah Jambi.**

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bagaimana Hukum Kredit Motor, Begini Jawaban Ustadz Abdul Somad

    Bagaimana Hukum Kredit Motor, Begini Jawaban Ustadz Abdul Somad

    • calendar_month Minggu, 30 Jul 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Jakarta_Masih ada orang yang bertanya-tanya terkait hukum agama dari hasil usaha motor ojek yang dibeli dari kredit perbankan itu apakah halal atau haram? Untuk itu, ulasan yang disampaikan ustaz KH. Abdul Somad, melalui chanel snackvideo Maulana Al Afaqih akan membahasnya di artikel yang disajikan rakyatbengkulu.com kali ini. Diawali dengan penjelasan bahwa motor kredit, kemudian dijadikan usaha seperti ojek, gojek […]

  • BNPB Targetkan 7.042 Hunian Pascabencana Sumut Rampung Sebelum Ramadan 

    BNPB Targetkan 7.042 Hunian Pascabencana Sumut Rampung Sebelum Ramadan 

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Msinews.com – Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan pembangunan 7.042 unit hunian bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Sumatera Utara rampung sebelum Ramadan 2026 atau sekitar Februari 2026. Program ini mencakup pembangunan 5.951 unit rumah hunian tetap (huntap) dan 1.091 unit hunian sementara (huntara). Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan target […]

  • Mensos Gus Ipul Pastikan Mutasi Pegawai Kemensos Bebas Suap

    Mensos Gus Ipul Pastikan Mutasi Pegawai Kemensos Bebas Suap

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 157
    • 0Komentar

    MSINEWA.COM- Kementerian Sosial (Kemensos) mempercepat penataan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN) guna meningkatkan efektivitas pelayanan ke masyarakat. Sehubungan dengan hal ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mewanti-wanti jangan sampai ada praktik suap menyuap. Gus Ipul menekankan bahwa mutasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus berbasis prinsip _right man in the right […]

  • Menko PMK Bersama Menaker Resmikan SMK Asy-Syarif Mojokerto Jawa Timur

    Menko PMK Bersama Menaker Resmikan SMK Asy-Syarif Mojokerto Jawa Timur

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Mojokerto,msinews.com-Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, meresmikan SMK Asy-Syarif Mitra Industri, di Desa Brangkal, Soko, Mojokerto, Jawa Timur, pada Minggu 15 September 2024. Menko Muhadjir mengemukakan, berdirinya SMK Asy-Syarif Mojokerto, merupakan wujud dari kemitraan untuk membangun link and match antara lembaga pendidikan dan pelatihan dengan […]

  • Kemensos Siapkan Dua Sekolah Rakyat di Magelang

    Kemensos Siapkan Dua Sekolah Rakyat di Magelang

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 179
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM,Magelang – Kementerian Sosial RI intens mempersiapkan Sekolah Rakyat di wilayah Magelang, Jawa Tengah.  Salah satunya dengan mengoptimalkan aset kementerian, yakni Sentra Antasena Magelang. “Di Magelang sendiri, rencananya untuk awalan itu, kita (ada) dua (titik). Satu di Antasena, Sentra Antasena, yang satunya di Tegalrejo, asetnya punya Pemkab,” kata Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono usai […]

  • Dewan Pers Nyatakan, HCB Tidak Punya Legal Standing Lagi, Ketum PWI adalah Zulmansyah Sekedang 

    Dewan Pers Nyatakan, HCB Tidak Punya Legal Standing Lagi, Ketum PWI adalah Zulmansyah Sekedang 

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 159
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM, Jakarta – Dewan Pers (DP) tegas menyatakan Hendry Ch Bangun (HCB) tidak mempunyai legal standing (kedudukan hukum) lagi sebagai Ketua Umum PWI Pusat untuk menggugat Dewan Pers di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Hal itu karena HCB sudah diberhentikan (dipecat) oleh Dewan Kehormatan PWI Pusat sebagai anggota PWI sejak 16 Juli 2024 berdasarkan Surat […]

expand_less