Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Terkait Reshuffle Kabinet Merah Putih Jangan karena Loyalitas Politik, Pengamat: Ukurannya Harus Kinerja!

Terkait Reshuffle Kabinet Merah Putih Jangan karena Loyalitas Politik, Pengamat: Ukurannya Harus Kinerja!

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • visibility 340
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSIMEWS.COM – Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, evaluasi kabinet dinilai sudah layak dilakukan secara serius.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Analysis Center (IPAC), Dahlan Wattihelu menilai menteri yang gagal mencapai target kerja, terlebih jika lebih sibuk membangun posisi politik ketimbang menjalankan mandat pemerintahan, layak menjadi pertimbangan dalam penyegaran kabinet.

“Menurut saya, perlu. Tetapi ukurannya jangan semata-mata apakah seorang menteri berbicara tentang 2029 atau tidak. Ukurannya harus kinerja,” kata Dahlan dalam keterangan tertulis, Rabu, 9 September 2026.

Menurutnya, aktivitas politik seorang menteri tidak otomatis menjadi kesalahan. Bagaimanapun, sejumlah menteri merupakan kader partai politik yang tetap memiliki kepentingan elektoral.

Karena itu, persoalannya bukan apakah seorang menteri berbicara mengenai politik atau tidak, melainkan apakah aktivitas tersebut berdampak terhadap pelaksanaan tugasnya sebagai pembantu Presiden.

“Itu bukan sesuatu yang ilegal atau otomatis salah. Menteri juga kader partai dan partai memang mempunyai kepentingan elektoral,” ucapnya.

Namun, Dahlan menilai Presiden Prabowo harus melakukan evaluasi secara objektif terhadap kinerja masing-masing menteri.

Evaluasi tersebut harus mampu membedakan antara menteri yang tetap aktif berpolitik tetapi berhasil menjalankan target dengan menteri yang justru lebih banyak membangun citra politik sementara program kementeriannya tidak berjalan optimal.

“Presiden perlu melihat secara objektif: siapa yang target kerjanya tercapai, siapa yang lambat, siapa yang lebih sering membangun citra politik daripada menjelaskan hasil kerja kementeriannya, dan siapa yang kebijakannya tidak sejalan dengan prioritas Presiden,” tegasnya.

Lebih jauh dia mengingatkan agar reshuffle tidak berubah menjadi mekanisme untuk menghukum menteri yang dianggap kurang loyal secara politik.

Dikatakannya, loyalitas seorang menteri seharusnya diukur dari kemampuannya menerjemahkan mandat Presiden menjadi kinerja dan hasil yang dirasakan masyarakat.

“Jadi, jangan sampai evaluasi kabinet berubah menjadi evaluasi berdasarkan loyal atau tidak loyal secara politik. Yang harus dinilai adalah loyalitas terhadap mandat pemerintahan yang diwujudkan melalui kinerja,” jelas Dahlan.

Lebih jauh dia, seorang menteri tetap bisa menjalankan aktivitas politik selama tanggung jawab utamanya sebagai pembantu Presiden tidak terbengkalai. Sebaliknya, aktivitas politik justru patut menjadi alarm ketika seorang menteri gagal menjalankan program dan target yang telah diberikan.

“Kalau seorang menteri aktif berpolitik tetapi target kementeriannya tercapai, persoalannya berbeda. Sebaliknya, kalau seorang menteri sangat aktif membangun posisi politik tetapi programnya buruk, itu yang harus menjadi alarm bagi Presiden,” ungkapnya.

Karena itu, Dahlan mendorong Presiden menggunakan indikator yang jelas dan terukur sebelum memutuskan siapa yang perlu dipertahankan atau diganti.

Evaluasi tidak boleh hanya berdasarkan penampilan publik, kedekatan politik, maupun seberapa sering seorang menteri menunjukkan dukungan kepada Presiden.

“Presiden perlu menggunakan indikator kinerja yang terukur, target program, serapan dan kualitas anggaran, dampak kepada masyarakat, penyelesaian masalah, serta koordinasi antarkementerian bukan sekadar melihat siapa yang paling sering tampil mendukung Presiden,” pungkasnya.** tim.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Legislator Gerindra Ingatkan Pentingnya Kelayakan Pengemudi Bus Haji 2025

    Legislator Gerindra Ingatkan Pentingnya Kelayakan Pengemudi Bus Haji 2025

    • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 216
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM,Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Alimudin Kolatlena mendorong pemerintah agar memastikan kelayakan pengemudi bus yang memiliki skill keahlian khusus untuk penyelengaraan Ibadah Haji 1446 Hijriah/2025. Alimudin mengingatkan sering terjadi kecelakaan rombongan bus Jemaah umrah di Arab Saudi. Terbaru pada Kamis 20 Maret 2025 sebanyak 20 orang jemaah umrah asal Indonesia mengalami kecelakaan di Wadi Qudeid atau Madinah-Mecca […]

  • Mulai Sabtu, 1 Februari 2025,  Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM

    Mulai Sabtu, 1 Februari 2025,  Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Palembang, msinews.com – PT Pertamina (Persero) secara resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai Sabtu, 1 Februari 2025. Kenaikan itu meliputi produk seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kebijakan menaikkan harga BBM diambil sebagai implementasi dari Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang mengatur […]

  • Ketua MA Sebut Jejak Kepemimpinan Kokoh di Wisuda Purnabakti

    Ketua MA Sebut Jejak Kepemimpinan Kokoh di Wisuda Purnabakti

    • calendar_month Selasa, 5 Des 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 215
    • 0Komentar

     Jakarta, MSINews.com – Ketua MA (Mahkamah Agung), Prof. Dr. Syarifuddin, memimpin acara wisuda purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama Padang, Dr. H. Pelmizar. Sebuah momen yang tidak hanya menyimpan nuansa perpisahan namun juga menggambarkan jejak kepemimpinan yang kokoh. Dalam pidato purnabakti, Ketua MA, Prof. Syarifuddin menyampaikan bahwa mencari penggantinya adalah tantangan yang tidak mudah. Proses panjang […]

  • BNPB Percepat Pembangunan Huntara dan Huntap bagi Korban Bencana di Sumut

    BNPB Percepat Pembangunan Huntara dan Huntap bagi Korban Bencana di Sumut

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Msinews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan tak ada lagi warga Sumatera Utara (Sumut) yang tinggal di lokasi pengungsian saat bulan suci Ramadhan 2026. Pemerintah pusat saat ini mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut. Hal tersebut disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto usai rapat […]

  • Skandal Dugaan Korupsi Dana Darurat BNPB : Kejahatan Kemanusiaan di Tengah Karhutla, Pelaku Layak Dihukum Maksimal!

    Skandal Dugaan Korupsi Dana Darurat BNPB : Kejahatan Kemanusiaan di Tengah Karhutla, Pelaku Layak Dihukum Maksimal!

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 61
    • 0Komentar

    DUGAAN  korupsi dana siap pakai di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merupakan kejahatan kemanusiaan yang sangat keji. Praktik lancung ini terjadi secara ironis di tengah situasi krisis saat sebagian wilayah Indonesia sedang berjuang melawan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2026, BNPB memegang mandat krusial sebagai leading […]

  • Ketum MSI Berkasih Kasih Bersama Warga DKI

    Ketum MSI Berkasih Kasih Bersama Warga DKI

    • calendar_month Minggu, 12 Mar 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 275
    • 0Komentar

    INFOMSI.org. Ketua Umum MSI, Halomoan Tambunan melakukan kegiatan bhakti sosial bersama warga masyarakat di Jakarta Pusat. Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan Yayasan MSI agar kondisi ekonomi rakyat bisa pulih lebih cepat.    

expand_less