Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Sentil Pidato Prabowo, Saadiah: Jangan Cuma Bicara Keberhasilan, Rakyat Belum Merasakan

Sentil Pidato Prabowo, Saadiah: Jangan Cuma Bicara Keberhasilan, Rakyat Belum Merasakan

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
  • visibility 297
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.COM-Anggota Komisi XIII DPR RI Saadiah Uluputty mengkritik pidato Presiden Prabowo Subianto yang dinilai lebih banyak menyoroti capaian dan arah kebijakan pemerintah, sementara keresahan masyarakat serta ketimpangan pembangunan di daerah masih menjadi pekerjaan rumah.

Saadiah menegaskan keberhasilan pemerintah tidak cukup diukur dari capaian yang disampaikan dari pusat, tetapi harus dilihat dari perubahan yang benar-benar dirasakan rakyat, termasuk masyarakat di Maluku.

“Pidato Presiden tentu kita apresiasi, terutama berbagai capaian dan arah kebijakan yang disampaikan,” kata Saadiah dalam keterangan persnya, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Saadiah mengatakan pemerintah tetap perlu melihat persoalan secara lebih utuh karena masih banyak tantangan yang belum terselesaikan.

Saadiah Uluputty

Menurutnya, capaian pemerintah harus diuji melalui akses masyarakat terhadap pelayanan publik dan pemerataan pembangunan.

“Tetapi kita juga harus melihat secara lebih utuh bahwa masih ada berbagai tantangan yang harus diselesaikan,” ucapnya.

Ia menilai ukuran paling penting dari keberhasilan pembangunan adalah manfaat yang dirasakan langsung masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana capaian itu dirasakan oleh rakyat. Apakah masyarakat mendapatkan akses yang lebih baik, apakah pelayanan publik semakin mudah, apakah pembangunan semakin merata, dan apakah kesenjangan antardaerah semakin kecil,” tanya Saadiah.

Politisi PKS ini secara khusus menyoroti kondisi Maluku yang memiliki karakter sebagai daerah kepulauan dengan tantangan geografis yang berbeda dari wilayah daratan.

Buat dia, pembangunan di Maluku tidak bisa menggunakan pendekatan yang seragam karena kebutuhan konektivitas antarpulau menjadi persoalan mendasar.

“Maluku adalah daerah kepulauan dengan tantangan geografis yang sangat besar. Karena itu, pembangunan tidak bisa menggunakan pendekatan yang sama antara wilayah daratan dan kepulauan,” terangnya.

Dijelaskan Saadiah, konektivitas antarpulau harus ditempatkan sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan nasional. Tanpa konektivitas yang memadai, pemerataan akses dan pelayanan publik di wilayah kepulauan akan sulit diwujudkan.

“Konektivitas antarpulau harus menjadi bagian penting dari kebijakan pembangunan nasional,” jelasnya.

“Pemimpin memang harus memiliki keyakinan dan tidak boleh mudah terpengaruh oleh opini negatif. Tetapi kritik masyarakat jangan diabaikan,” tambahnya.

Lanjut Saadiah, perdebatan mengenai gaya penyampaian pidato, apakah menggunakan teks atau improvisasi, bukan persoalan utama. Yang jauh lebih penting adalah substansi pidato dan kemampuan pemerintah merealisasikan komitmen yang disampaikan kepada masyarakat.

“Apakah pidato disampaikan secara textbook atau dengan improvisasi, bagi saya bukan persoalan utama. Yang terpenting adalah substansinya dan bagaimana komitmen yang disampaikan benar-benar diwujudkan,” bebernya.

Saadiah menegaskan apresiasi terhadap capaian pemerintah tidak berarti DPR maupun masyarakat harus berhenti bersikap kritis. Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar narasi keberhasilan pemerintah sejalan dengan kondisi nyata di lapangan.

“Kita apresiasi capaian pemerintah, tetapi kita juga harus tetap kritis. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” tegasnya.

Ia mengingatkan jangan sampai masyarakat hanya mendengar berbagai narasi keberhasilan pemerintah tanpa merasakan perubahan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai masyarakat hanya mendengar narasi keberhasilan, tetapi belum merasakan perubahan secara nyata,” ujarnya.

Anggota DPR RI daerah pemilihan Maluku itu menekankan keberhasilan pembangunan nasional harus dapat dirasakan secara merata dari pusat hingga daerah, termasuk pulau-pulau kecil dan wilayah terluar.

“Keberhasilan pembangunan Indonesia harus bisa dirasakan dari pusat sampai ke daerah, termasuk pulau-pulau kecil dan wilayah terluar,” harapnya.

Karena itu, Saadiah meminta pemerintah memastikan kehadiran negara tidak berhenti pada narasi politik dan pidato kenegaraan.

“Negara harus hadir secara nyata, bukan hanya dalam pidato, tetapi melalui kebijakan dan pembangunan yang benar-benar dirasakan rakyat,” tutup Saadiah.,**

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Diminta Kaji Ulang Program Tapera Sebelum Diterapkan

    Pemerintah Diminta Kaji Ulang Program Tapera Sebelum Diterapkan

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Pemerintah Indonesia telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Adapun, PP ini mengubah beberapa ketentuan dalam PP Nomor 25 Tahun 2020. Dimana proses pengelolaan Tapera dilakukan melalui penyimpanan oleh Peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu. Tabungan hanya dapat dimanfaatkan […]

  • Warg Lapor Gubernur, Buntut Aparat Tak Jelas

    Warg Lapor Gubernur, Buntut Aparat Tak Jelas

    • calendar_month Selasa, 19 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Jakarta, Beberapa warga berencana akan lapor ke Plt. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, terkait wacana bongkar pagar penutup jalan warga di Verbenia II, RT01, RW14, Taman Kencana Tegal Alur. Wacana lapor ke Gubernur buntut tidak ada kepastian dan kejelasan kapan pembokaran pagar itu dikerjakan. Pasalnya aparat kelurahan, RT, RW, hinga pengelola sudah musyawarah dan […]

  • Stevano Turun Langsung Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Bencana NTT

    Stevano Turun Langsung Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Bencana NTT

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 98
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM – Anggota DPR RI Stevano Rizki Adranacus salurkan bantuan dan turun langsung melihat reruntuhan rumah warga akibat gempa bumi M 7,7 SR yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bendahara DPD PDI Perjuangan NTT itu meninjau langsung Kuwus Barat, Manggarai Barat, NTT pada Senin, 17 Agustus 2026. Stevano mendengar langsung keluhan, aspirasi, dan […]

  • Menaker Lepas Delegasi Indonesia ke Ajang WorldSkills ASEAN 2025,Ini Pesannya

    Menaker Lepas Delegasi Indonesia ke Ajang WorldSkills ASEAN 2025,Ini Pesannya

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli secara resmi melepas delegasi Indonesia yang akan mengikuti The 14th WorldSkills ASEAN Competition 2025 di Manila, Filipina pada 26–28 Agustus 2025. Acara pelepasan digelar di Gedung Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan, Rabu (20/8/2025). Dalam arahannya, Menaker berpesan kepada delegasi Indonesia agar senantiasa menjaga nama baik bangsa dan memberikan yang terbaik bagi negeri. […]

  • Kemendagi Dorong Pemda Perkuat Komitmen Pendanaan Lingkungan Hidup

    Kemendagi Dorong Pemda Perkuat Komitmen Pendanaan Lingkungan Hidup

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com –Kementerian Dalam Negeri mendorong pemerintah daerah (Pemda) meningkatkan komitmen dalam mendukung urusan lingkungan hidup, terutama dalam hal pendanaan. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto saat menjai pembicara dalam Konferensi Nasional Pendanaan Ekologis 2025 dengan tema “Memperkuat Tata Kelola Sumber Daya Alam Berkelanjutan dan Pendanaan Inovatif di Daerah: Peran […]

  • Pakar Hukum Bantah Dugaan Keterlibatan PT Nusa Halmahera Mineral dalam Kasus Korupsi

    Pakar Hukum Bantah Dugaan Keterlibatan PT Nusa Halmahera Mineral dalam Kasus Korupsi

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Msinews.com – Pakar hukum dari Universitas Khairun dan Universitas Halmahera, Hendra Karianga membantah tudingan Indonesia Audit Watch atau IAW terkait dugaan keterlibatan PT Nusa Halmahera Mineral dalam perkara korupsi mantan Gubernur Maluku Utara. Ia menilai pernyataan tersebut tidak didukung bukti hukum dan berpotensi menyesatkan publik. Hendra menjelaskan perkara korupsi yang menjerat mantan Gubernur Maluku Utara […]

expand_less