Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » Kemensos Mampu Buat Disabilitas Netra Kenali Lingkungan

Kemensos Mampu Buat Disabilitas Netra Kenali Lingkungan

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Senin, 28 Agt 2023
  • visibility 313
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Kemensos kini membuat satu tantangan mendasar bagi penyandang disabilitas sensorik netra untuk mampu melakukan pengenalan lingkungan. Tidak berfungsinya kemampuan visual, membuat mereka terkendala mengenali obyek di sekitarnya.

Akibatnya, mereka bisa menabrak obyek di lingkungan sekitar, dan menghambat mobilitas mereka. Untuk itu mereka membutuhkan bimbingan bagaimana mengoptimalkan panca indera lain, sehingga membantu meningkatkan mobilitas.

Untuk membantu penyandang disabilitas sensorik Netra meningkatkan akses terhadap lingkungan sosialnya, Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi memberikan layanan yang disebut orientasi lingkungan.

“Tujuan orientasi lingkungan ini agar penerima manfaat mampu melakukan aktivitas secara mandiri seperti ke toilet, ke dapur untuk mengambil makanan, dan ke berbagai fasilitas yang ada di STPL tanpa harus tergantung pada orang lain,” kata Instruktur Orientasi Lingkungan STPL Ferdo Suhantono di Jakarta, pada Senin 28/8/2023.

Targetnya, menurut Ferdo hingga akhirnya nanti dia akan mampu melakukan perjalanan sendiri sesuai tujuan yang diinginkan.

“Secara praktis orientasi lingkungan ini menggunakan metode lima M, yaitu meraba, mendengar, merasa, mencium dan melihat,” ungkap Ferdo.

Salah satu penerima layanan adalah Sa’ani. Warga Tambun, Jawa Barat, ini kesulitan mengenali lingkungannya. Karena belum mengenal teknik mengenali lingkungannya, ia sering menabrak obyek sekitar.

“Pertama mau ke rumah teman main, padahal ga jauh. Jalannya kemana (saya tidak tahu), ya sudah nabrak tembok. Karena masih belum tahu tekniknya,” kata perempuan 40 tahun ini, sambil tersipu-sipu.

Baca Juga : Tanggapan Komisi II Soal MK Perbolehkan Pendidikan Politik di Kampus

Setelah hampir dua minggu mengikuti orientasi lingkungan merasakan ada kemajuan dalam mengenal lingkungan sekitar dengan bimbingan dari instruktur.

“Setelah belajar dengan mas Wisnu sudah tahu teknik perlindungan tubuh bagian atas dan bagian bawah dengan menggunakan tangan menyilang didepan wajah dan bagian perut,” katanya dengan raut wajah penuh kebanggaan.

Sekarang, lanjutnya, saya sudah nggak takut, kalau nabrak jidatnya sudah gak kena tiang karena dilindungi tangan.

Sesuai amanat undang-undang, penyandang disabilitas tentunya mendapatkan hak yang sama dengan non disabilitas.

Dilansir dari halaman Dinas Kesehatan ada beberpa hal mengenal soal penyandang disabilitas sensorik netra :

Pengertian

Penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

Ragam Disabilitas

Penyandang disabilitas meliputi disabilitas sensorik, disabilitas fisik, disabilitas intelektual, disabilitas mental. Seorang penyandang disabilitas dapat mengalami satu atau lebih ragam disabilitas dalam waktu bersamaan.

Disabilitas Sensorik

Disabilitas sensorik adalah terganggunya salah satu fungsi dari panca indera antara lain disabilitas netra, rungu dan atau wicara.

Disabilitas netra adalah orang yang memiliki akurasi penglihatan kurang dari 6 per 60 setelah dikoreksi atau sama sekali tidak memiliki daya penglihatan.

Disabilitas rungu wicara adalah istilah yang menunjuk pada kondisi ketidakfungsian organ pendengaran atau hilangnya fungsi pendengaran dan atau fungsi bicara baik disebabkan oleh kelahiran, kecelakaan, maupun penyakit.

Baca Juga : Solidaritas Ulama Muda Jokowi Bakal Gelar Pertemuan 30 Agustus di Daerah Ini

Disabilitas Fisik

Disabilitas fisik adalah terganggunya fungsi gerak antara lain lumpuh layu atau kaku, paraplegi, cerebral palsy (CP), akibat amputasi, stroke, kusta, dan lain-lain. Kondisi ini dapat disebabkan oleh penyakit, kecelakaan, atau dapat juga disebabkan oleh kelainan bawaan. Pada penyandang disabilitas fisik terlihat kelainan bentuk tubuh, anggota gerak atau otot, berkurangnya fungsi tulang, otot, sendi, maupun syaraf-syarafnya.

Baca Juga : Komisi II DPR RI Lobi Pemerintah, Soal 2 Juta Honorer PHK

Disabilitas Intelektual

Disabilitas intelektual adalah suatu disfungsi atau keterbatasan baik secara intelektual maupun perilaku adaptif yang dapat diukur atau dilihat yang menimbulkan berkurangnya kapasitas untuk beraksi dalam cara tertentu. Penyandang disabilitas intelektual adalah penyandang gangguan perkembangan mental yang secara prinsip ditandai oleh deteriorasi fungsi konkrit di setiap tahap perkembangan dan berkontribusi pada seluruh tingkat intelegensi (kecerdasan).

Selain mempunyai keterbatasan pada fungsi intelektual, penyandang disabilitas ini juga mempunyai keterbatasan dalam hal kemampuan adaptasi yang menyebabkan terjadinya keterbatasan dalam hal kemampuan komunikasi, rawat diri, kehidupan di rumah, keterampilan sosial, keterlibatan dalam komunitas, kesehatan dan keamanan, akademik dan kemampuan bekerja. (Bay)

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua LKSN Jakarta Selatan, Liya Kusdaliyah ; Anak Sebagai Aset Bangsa,Pencegahan Bullying di Sekolah

    Ketua LKSN Jakarta Selatan, Liya Kusdaliyah ; Anak Sebagai Aset Bangsa,Pencegahan Bullying di Sekolah

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 177
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM– Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua .Lembaga Komite Sekolah Nasional (LKSN) DPC Jakarta Selatan,Liya Kusdaliyah, SE bersama Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan,saat menggelar seminar bertema Penguatan Karakter dan Pencegahan Bullying di Sekolah di Gedung Dinas Pendidikan Jakarta, Kamis  (2/10/2025). Kegiatan tersebut merupakan upaya mencegah perundungan (bullying) di sekolah. Giat tersebut terus digencarkan dengan melibatkan berbagai […]

  • Ganjar Pranowo Pertanyakan Survei Elektabilitasnya Selalu Turun?

    Ganjar Pranowo Pertanyakan Survei Elektabilitasnya Selalu Turun?

    • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mengungkapkan kekecewan hingga kebingungannya terhadap hasil survei elektabilitas belakangan ini. Meskipun beberapa survei menempatkannya di urutan ketiga dengan elektabilitas yang menurun, Ganjar mempertanyakan hal ini. Menurutnya, sambutan meriah dari masyarakat saat kampanye keliling seharusnya mencerminkan kondisi psikologis yang positif. Baca juga : Mahasiswa FH UI […]

  • Bencana Longsor di Indragiri 6 Bangunan Rumah Warga Roboh

    Bencana Longsor di Indragiri 6 Bangunan Rumah Warga Roboh

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Indragiri Hilir,msinews.com– Peristiwa tanah longsor di tepian Sungai Indragiri, Jalan Lintas Provinsi Parit 05 Kelurahan Tembilahan Barat, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) merobohkan 6 bangunan. Enam bangunan tersebut milik Tarmizi (53) Danramil 12 Batang Tuaka, Manda (57) H. Aidit (55), Iwan (43), dan Siti Asmariani (43). Dikatakan Kapolres Inhil AKBP Budi Setiawan melalui […]

  • Jelang ‘World Water Forum’ ke-10 Bali, Komisi III Cek Persiapan Keamanan

    Jelang ‘World Water Forum’ ke-10 Bali, Komisi III Cek Persiapan Keamanan

    • calendar_month Minggu, 5 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Denpasar,msinews.com – Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI melakukan pengecekan persiapan keamanan jelang perhelatan 10th World Water Forum di Bali, pada 18-25 Mei 2024 mendatang. Pengecekan tersebut untuk memastikan keamanan dan kenyamanan semua peserta selama acara. Dalam kegiatan ini, DPR RI ditunjuk sebagai tuan rumah dari ‘Parliamentary Meeting on The Occasion of the […]

  • Ini Beberapa Aturan Pemprov DKI Bagi Minta Usaha Kuliner di DKI Jakarta Selama Bulan Puasa

    Ini Beberapa Aturan Pemprov DKI Bagi Minta Usaha Kuliner di DKI Jakarta Selama Bulan Puasa

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Kepala Disparekraf DKI Jakarta Andhika Permata memberikan imbauan agar tempat kuliner di Jakarta tetap bisa beroperasi tapi dengan tirai selama pelaksanaan jam puasa di bulan Ramadan.  Selain itu, tempat hiburan malam juga dilarang beroperasi. “Untuk usaha pariwisata bidang jasa makanan dan minuman yang tidak diatur dalam surat edaran ini, diimbau untuk memakai tirai agar tidak terlihat […]

  • Ketua Pendekar Selalu Mendukung Capaian Kinerja Gubernur Jakarta

    Ketua Pendekar Selalu Mendukung Capaian Kinerja Gubernur Jakarta

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Ketua Pendekar (Nderek Pakar) Andi Permadi menegaskan akan terus mengawal dan mendukung apa yang telah dicapai dalam program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Pramono Anung – Rano Karno untuk periode 2025-2030. “Kita selalu mendukung capaian kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur karena kami yakin Beliau selalu mengedepankan kepentingan serta kesejahteraan warga Jakarta,” ungkap Andi […]

expand_less