Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Prasasti Talang Tuo dan Taman Sriwijaya untuk Kemakmuran Makhluk Hidup

Prasasti Talang Tuo dan Taman Sriwijaya untuk Kemakmuran Makhluk Hidup

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Jumat, 13 Sep 2024
  • visibility 217
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Nurhadi Rangkuti

SEBONGKAH BATU tertelungkup di dataran rawa. Tempat itu bernama Talang Tuo, letaknya di barat laut Bukit Siguntang, dengan jarak lurus lima kilometer. L.C. Westenenk, Residen Palembang, menemukan batu itu pada 17 November 1920.  Permukaan batu pasir itu seluas 50 X 80 cm dan  terdapat empat belas baris tulisan Pallawa, India, menggunakan bahasa Melayu Kuno dan Sansekerta.

Sejumlah ahli tulisan kuno telah membaca dan menafsirkan isi Prasasti Talang Tuo. Pada tahun 1930, seorang ahli tulisan kuno bangsa Perancis, George Coedes menyempurnakan pembacaan teks dan terjemahannya.

Kemakmuran! Itulah kata pembuka isi Prasasti Talang Tuo yang diterbitkan oleh Raja Sriwijaya, Dapunta Hyang Sri Jayanasa pada 23 Maret 684 Masehi. Sebelumnya, kata yang sama, tersebut pula pada Prasasti Kedukan Bukit bertarikh 16 Juni 682 Masehi ketika sang raja mengadakan perjalanan suci dari Minanga Tamwan hingga ibu kota kerajaan, dan beliau meletakan batu pertama pembangunan permukiman (vanua) baru. Kemakmuran, menjadi kata kunci bagi Raja Sriwijaya pada masa itu. Kemakmuran tidak sekadar kata atau janji, melainkan suatu  tindakan nyata yang dilakukan raja untuk membahagiakan semua mahluk hidup di muka bumi.

Tindakan nyata itu tersurat dalam Prasasti Talang Tuo. Prasasti ini  memuat peristiwa pembangunan Taman Sriksetra atas perintah raja. Di taman itu, ditanam berbagai tumbuhan seperti pohon kelapa, pinang, aren, sagu,  bambu haur, wuluh dan sebagainya. Taman Sriksetra menjadi acuan untuk pengembangan taman-taman atau kebun-kebun lainnya yang dilengkapi dengan bendungan-bendungan dan kolam-kolam.

Kapal Sriwijaya yang reliefnya terpahat di Candi Borobudur, Jateng. (Foto: Dok)

Pada masa itu taman, kebun, bendungan, dan kolam tersebar di berbagai tempat. Semua itu untuk kebahagian semua: manusia, tumbuhan, dan hewan. Raja menginginkan semua kebun dengan berbagai tumbuhan hidup subur dan berlebih panennya, demikian pula ternak-ternak yang dipelihara penduduk terus bertambah. Raja mempunyai komitmen tidak ada lagi orang yang lapar, tidak ada lagi pencuri, pembunuh, atau pezinah.

Amanat Dapunta Hyang Sri Jayanasa melalui Prasasti Talang Tuo sangat jelas: kelola lingkungan untuk kemakmuran dan kesejahteraan semua mahluk. Amanat tersebut perlu ditindaklanjuti oleh para pemimpin saat ini dan yang akan datang.

Taman Sriwijaya

Taman Sriksetra disebutkan dalam Prasasti Talang Tuo memberikan inspirasi kepada kita untuk senantiasa mempunyai niat baik dalam mengelola lingkungan untuk kemakmuran semua mahluk hidup di muka bumi. Prasasti Talang Tuo juga memberi informasi berbagai jenis tumbuhan yang bermanfaat bagi masyarakat Sumatera Selatan bila dikelola dengan baik.

Penelitian arkeologi di daerah lahan gambut Sumatera Selatan yang dilakukan sejak tahun 2000 sampai sekarang oleh Balai Arkeologi Sumatra Selatan dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional telah mengungkap situs-situs permukiman sejak awal Masehi sampai masa Sriwijaya (abad ke-7 hingga 13 Masehi). Penelitian dilakukan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Musi Banyuasin. Bukti-bukti arkeologis tersebut menggambarkan bahwa pada masa lampau daerah pantai timur Sumatra Selatan menjadi pusat aktivitas manusia.

Wilayah persebaran situs tersebut merupakan daerah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan gambut. Kebakaran juga merusak situs-situs arkeologi. Oleh karena itu, situs-situs tersebut perlu dilindungi, dilestarikan dan dimanfaatkan.

Berkaitan dengan upaya restorasi gambut oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) dan Tim Restorasi Gambut Provinsi Sumatra Selatan selama lima tahun (2016-2020), maka restorasi gambut di Sumatra Selatan menggunakan pendekatan budaya, yaitu memberi ruang dan makna pada situs-situs arkeologi pada lahan-lahan gambut yang akan direstorasi. Sehubungan dengan hal tersebut, Tim Spirit Sriwijaya untuk Pelestarian Lingkungan Hidup yang ikut terlibat dalam Tim Restorasi Gambut Provinsi Sumatra Selatan merancang program, yaitu program Taman Sriwijaya.

Taman Sriwijaya adalah nama kawasan budaya dan ekologi yang berdasarkan keberadaan tinggalan arkeologis masa Pra Sriwijaya dan masa Sriwijaya di wilayah lahan gambut, yang tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin.

Model Taman Sriwijaya dapat menjadi program taman digital. (Foto: Dok)

Berdasarkan hasil penelitian arkeologi, ditentukan lima kawasan situs sebagai Taman Sriwijaya. Seperti halnya di masa lalu, Taman Sriwijaya juga berfungsi sebagai spot hidrologis gambut, habitat keanekaragaman hayati, dan sumber ekonomi berkelanjutan atau sumber kehidupan masyarakat.

Target yang ingin dicapai dalam Program Taman Sriwijaya, yaitu:

Ditetapkannya lima kawasan situs di lahan gambut sebagai Cagar Budaya Sriwijaya

1) Spot hidrologis gambut
2) Habitat keanekaragaman hayati
3) Sumber ekonomi berkelanjutan masyarakat
4) Taman Sriwijaya menjadi objek wisata pendidikan sejarah dan lingkungan

Berdasarkan daerah aliran sungai (DAS), ditentukan pula kawasan-kawasan Taman Sriwijaya.

Taman Sriwijaya Langpipi-Ketupak

Kawasan yang merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai Lumpur di daerah Cengal, Kabupaten OKI. Situs-situs arkeologi terdapat di wilayah Desa Ulak-Kedondong pada aliran Sungai Langpipi dan Sungai Ketupak. Kawasan arkeologis ini, berasal dari abad ke-8 hingga 12 Masehi. Di kawasan ini ditemukan sisa-sisa bangunan tiang kayu, perhiasan emas, perahu, manik-manik, prasasti pendek, keramik, pipisan, dan alat penumbuk biji-bijian.

Taman Sriwijaya Riding-Lebunggajah

Kawasan yang merupakan bagian dari DAS Riding dan DAS Lebung Gajah di daerah Simpang Tiga Sakti di daerah Tulung Selapan, Kabupaten OKI. Di kawasan ini ditemukan perahu dan tempayan keramik.

Taman Sriwijaya Air Sugihan Kanan

Kawasan ini bagian dari DAS Air Sugihan di daerah Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI. Kawasan situs berasal dari masa Pra Sriwijaya sampai masa Sriwijaya. Di kawasan ini ditemukan sisa-sisa bangunan tiang kayu dan nibung, perahu, manik-manik, tembikar, keramik, getah damar.

Taman Sriwijaya Air Sugihan Kiri

Kawasan yang merupakan bagian dari DAS Air Sugihan di daerah Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin. Kawasan ini berasal dari masa Pra Sriwijaya sampai masa Sriwijaya. Kawasan ini berasal dari masa Pra Sriwijaya sampai masa Sriwijaya. Ditemukan sisa-sisa bangunan tiang kayu, perahu, keramik, tembikar, dan manik-manik.

Salah satu teknis membaca teks Prasasti Talang Tuo, dengan melapisi batu prasasti dengan media kertas. (Foto: Dok)

Taman Pra Sriwijaya Lalan-Sembilang

Kawasan ini merupakan bagian DAS Lalan dan DAS Sembilang di daerah Karangagung Tengah Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin. Kawasan situs ini berasal dari abad ke-4 Masehi (Pra Sriwijaya). Di kawasan ini, ditemukan sisa-sisa bangunan tiang kayu dan nibung, manik-manik, kemudi perahu, keramik, tembikar, kubur tempayan, sisa-sisa manusia dalam tempayan.

Peta persoalan

Guna mewujudkan program tersebut ada beberapa persoalan yang harus diselesaikan atau dipenuhi.

Pertama, situs-situs sejarah Kerajaan Sriwijaya tersebut belum ditetapkan pemerintah sebagai cagar budaya. Kedua, hampir sebagian besar situs berada di lahan konsesi perusahaan dan sebagian kecil berada di lahan masyarakat. Saat ini ada beberapa peluang di lahan konsesi perusahaan karena wilayah gambut yang akan direstorasi oleh pemerintah. Misalnya sejumlah situs di Cengal, yang sebagian besar berada di lahan konsesi PT. BMH (Bumi Mekar Hijau) yang akan direstorasi karena terbakar.

Ketiga, sampai saat ini belum ada anggaran untuk melaksanakan program ini. Baik dari pemerintah maupun sponsor. Terakhir, penelitian situs Sriwijaya di lahan gambut Sumatra Selatan masih terus berlangsung atau belum selesai hingga saat ini. Akan ada informasi penting yang didapat dalam pelaksanaan program ini.* (SN/Biro SumselBabel).

*) Penulis adalah Arkeolog, mantan Kepala Balai Arkeologi Sumatra Selatan. E-mail:nurhadirangkuti@yahoo.com.

 

 

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenko PM Gelar Rapat dengan 43 K/L, DPR : Pengentasan Kemiskinan Bakal Kian Cepat

    Kemenko PM Gelar Rapat dengan 43 K/L, DPR : Pengentasan Kemiskinan Bakal Kian Cepat

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 219
    • 0Komentar

    MSINEWS.Com-Langkah Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menggelar rapat dengan 43 kementerian/lembaga (K/L) untuk pengentasan kemiskinan diapresiasi banyak kalangan. Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya menilai langkah ini memunculkan optimistime baru dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia. “Selama ini problem utama dalam pengentasan kemiskinan di tanah air adalah adanya ego sektoral antara K/L sehingga […]

  • Tiga Pengukir Jepara Lakukan Diplomasi Budaya ke Sarajevo, Bosnia

    Tiga Pengukir Jepara Lakukan Diplomasi Budaya ke Sarajevo, Bosnia

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 91
    • 0Komentar

    JAKARTA-Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, merespon akan pentingnya diplomasi budaya berbasis warisan bangsa dalam memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional. Hal ini disampaikannya merespons keberangkatan tiga pengukir asal Jepara ke Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, untuk merestorasi ornamen ukir di Masjid Istiklal. “Diplomasi budaya bukan sekadar kerja sama antarpemerintah. Ketika pengukir Jepara diundang merestorasi karya […]

  • Menko Airlangga Beberkan Isu Perkembangan Ekonomi RI kepada Pengusaha dan Diaspora Indonesia di Kanada

    Menko Airlangga Beberkan Isu Perkembangan Ekonomi RI kepada Pengusaha dan Diaspora Indonesia di Kanada

    • calendar_month Minggu, 8 Sep 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Vancouver,Kanada, msinews.com-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan para Pengusaha dan Diaspora Indonesia di Vancouver. Dalam pertemuan itu Airlangga berbicara tentang ekonomi digital, critical Minerals, mulai kelas menengah hingga Peta Kerjasama Internasional Indonesia. Ia mengawali kunjungan kerjanya sejak Jumat Akhir Agustus 2024. Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja selama beberapa hari ke Vancouver, […]

  • 41 Perusahaan di Jawa Barat Nunggak BPJS, Kemnaker Minta Penjelasan

    41 Perusahaan di Jawa Barat Nunggak BPJS, Kemnaker Minta Penjelasan

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 227
    • 0Komentar

    msinews.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memanggil 41 perusahaan di Jawa Barat yang belum memenuhi kewajiban dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut dari pemeriksaan terhadap 95 perusahaan pada Maret 2025. Dari hasil pengawasan, ditemukan sejumlah pelanggaran seperti tidak mendaftarkan pekerja, melaporkan upah lebih rendah dari yang sebenarnya, hingga menunggak iuran. Tim pengawas Kemnaker […]

  • Polairud Amankan

    Polairud Amankan 8 Pekerja Migran Ilegal yang Datang dari Malaysia

    • calendar_month Senin, 5 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Pekanbaru, MSINews.com – Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud) Kepolisian Daerah Riau berhasil mengungkap dan mengamankan delapan orang pekerja migran Indonesia ilegal yang tiba dari Malaysia. Mereka menggunakan kapal kayu yang dikomandoi oleh seorang pria berinisial S (58) di Perairan Sungai Bagan, Kabupaten Rokan Hilir. Menurut Direktur Polairud Polda Riau, Komisaris Besar Polisi Wahyu Prihatmaka, […]

  • Benny K.Harman : Putusan MKD DPR Terhadap Ketua MPR Salah Alamat/Sesat

    Benny K.Harman : Putusan MKD DPR Terhadap Ketua MPR Salah Alamat/Sesat

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Ketua Fraksi Partai Demokrat MPR RI Benny K. Harman menegaskan bahwa putusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI yang dibacakan Ketua MKD dalam sidang di Kompleks Parlemen, Jakarta, tanggal 24 Juni 2024 bahwa, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) adalah putusan sesat dan salah alamat. MKD DPR menyatakan Bambang Soesatyo melanggar kode etik anggota dewan […]

expand_less