Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Prasasti Talang Tuo dan Taman Sriwijaya untuk Kemakmuran Makhluk Hidup

Prasasti Talang Tuo dan Taman Sriwijaya untuk Kemakmuran Makhluk Hidup

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Jumat, 13 Sep 2024
  • visibility 133
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Nurhadi Rangkuti

SEBONGKAH BATU tertelungkup di dataran rawa. Tempat itu bernama Talang Tuo, letaknya di barat laut Bukit Siguntang, dengan jarak lurus lima kilometer. L.C. Westenenk, Residen Palembang, menemukan batu itu pada 17 November 1920.  Permukaan batu pasir itu seluas 50 X 80 cm dan  terdapat empat belas baris tulisan Pallawa, India, menggunakan bahasa Melayu Kuno dan Sansekerta.

Sejumlah ahli tulisan kuno telah membaca dan menafsirkan isi Prasasti Talang Tuo. Pada tahun 1930, seorang ahli tulisan kuno bangsa Perancis, George Coedes menyempurnakan pembacaan teks dan terjemahannya.

Kemakmuran! Itulah kata pembuka isi Prasasti Talang Tuo yang diterbitkan oleh Raja Sriwijaya, Dapunta Hyang Sri Jayanasa pada 23 Maret 684 Masehi. Sebelumnya, kata yang sama, tersebut pula pada Prasasti Kedukan Bukit bertarikh 16 Juni 682 Masehi ketika sang raja mengadakan perjalanan suci dari Minanga Tamwan hingga ibu kota kerajaan, dan beliau meletakan batu pertama pembangunan permukiman (vanua) baru. Kemakmuran, menjadi kata kunci bagi Raja Sriwijaya pada masa itu. Kemakmuran tidak sekadar kata atau janji, melainkan suatu  tindakan nyata yang dilakukan raja untuk membahagiakan semua mahluk hidup di muka bumi.

Tindakan nyata itu tersurat dalam Prasasti Talang Tuo. Prasasti ini  memuat peristiwa pembangunan Taman Sriksetra atas perintah raja. Di taman itu, ditanam berbagai tumbuhan seperti pohon kelapa, pinang, aren, sagu,  bambu haur, wuluh dan sebagainya. Taman Sriksetra menjadi acuan untuk pengembangan taman-taman atau kebun-kebun lainnya yang dilengkapi dengan bendungan-bendungan dan kolam-kolam.

Kapal Sriwijaya yang reliefnya terpahat di Candi Borobudur, Jateng. (Foto: Dok)

Pada masa itu taman, kebun, bendungan, dan kolam tersebar di berbagai tempat. Semua itu untuk kebahagian semua: manusia, tumbuhan, dan hewan. Raja menginginkan semua kebun dengan berbagai tumbuhan hidup subur dan berlebih panennya, demikian pula ternak-ternak yang dipelihara penduduk terus bertambah. Raja mempunyai komitmen tidak ada lagi orang yang lapar, tidak ada lagi pencuri, pembunuh, atau pezinah.

Amanat Dapunta Hyang Sri Jayanasa melalui Prasasti Talang Tuo sangat jelas: kelola lingkungan untuk kemakmuran dan kesejahteraan semua mahluk. Amanat tersebut perlu ditindaklanjuti oleh para pemimpin saat ini dan yang akan datang.

Taman Sriwijaya

Taman Sriksetra disebutkan dalam Prasasti Talang Tuo memberikan inspirasi kepada kita untuk senantiasa mempunyai niat baik dalam mengelola lingkungan untuk kemakmuran semua mahluk hidup di muka bumi. Prasasti Talang Tuo juga memberi informasi berbagai jenis tumbuhan yang bermanfaat bagi masyarakat Sumatera Selatan bila dikelola dengan baik.

Penelitian arkeologi di daerah lahan gambut Sumatera Selatan yang dilakukan sejak tahun 2000 sampai sekarang oleh Balai Arkeologi Sumatra Selatan dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional telah mengungkap situs-situs permukiman sejak awal Masehi sampai masa Sriwijaya (abad ke-7 hingga 13 Masehi). Penelitian dilakukan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Musi Banyuasin. Bukti-bukti arkeologis tersebut menggambarkan bahwa pada masa lampau daerah pantai timur Sumatra Selatan menjadi pusat aktivitas manusia.

Wilayah persebaran situs tersebut merupakan daerah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan gambut. Kebakaran juga merusak situs-situs arkeologi. Oleh karena itu, situs-situs tersebut perlu dilindungi, dilestarikan dan dimanfaatkan.

Berkaitan dengan upaya restorasi gambut oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) dan Tim Restorasi Gambut Provinsi Sumatra Selatan selama lima tahun (2016-2020), maka restorasi gambut di Sumatra Selatan menggunakan pendekatan budaya, yaitu memberi ruang dan makna pada situs-situs arkeologi pada lahan-lahan gambut yang akan direstorasi. Sehubungan dengan hal tersebut, Tim Spirit Sriwijaya untuk Pelestarian Lingkungan Hidup yang ikut terlibat dalam Tim Restorasi Gambut Provinsi Sumatra Selatan merancang program, yaitu program Taman Sriwijaya.

Taman Sriwijaya adalah nama kawasan budaya dan ekologi yang berdasarkan keberadaan tinggalan arkeologis masa Pra Sriwijaya dan masa Sriwijaya di wilayah lahan gambut, yang tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin.

Model Taman Sriwijaya dapat menjadi program taman digital. (Foto: Dok)

Berdasarkan hasil penelitian arkeologi, ditentukan lima kawasan situs sebagai Taman Sriwijaya. Seperti halnya di masa lalu, Taman Sriwijaya juga berfungsi sebagai spot hidrologis gambut, habitat keanekaragaman hayati, dan sumber ekonomi berkelanjutan atau sumber kehidupan masyarakat.

Target yang ingin dicapai dalam Program Taman Sriwijaya, yaitu:

Ditetapkannya lima kawasan situs di lahan gambut sebagai Cagar Budaya Sriwijaya

1) Spot hidrologis gambut
2) Habitat keanekaragaman hayati
3) Sumber ekonomi berkelanjutan masyarakat
4) Taman Sriwijaya menjadi objek wisata pendidikan sejarah dan lingkungan

Berdasarkan daerah aliran sungai (DAS), ditentukan pula kawasan-kawasan Taman Sriwijaya.

Taman Sriwijaya Langpipi-Ketupak

Kawasan yang merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai Lumpur di daerah Cengal, Kabupaten OKI. Situs-situs arkeologi terdapat di wilayah Desa Ulak-Kedondong pada aliran Sungai Langpipi dan Sungai Ketupak. Kawasan arkeologis ini, berasal dari abad ke-8 hingga 12 Masehi. Di kawasan ini ditemukan sisa-sisa bangunan tiang kayu, perhiasan emas, perahu, manik-manik, prasasti pendek, keramik, pipisan, dan alat penumbuk biji-bijian.

Taman Sriwijaya Riding-Lebunggajah

Kawasan yang merupakan bagian dari DAS Riding dan DAS Lebung Gajah di daerah Simpang Tiga Sakti di daerah Tulung Selapan, Kabupaten OKI. Di kawasan ini ditemukan perahu dan tempayan keramik.

Taman Sriwijaya Air Sugihan Kanan

Kawasan ini bagian dari DAS Air Sugihan di daerah Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI. Kawasan situs berasal dari masa Pra Sriwijaya sampai masa Sriwijaya. Di kawasan ini ditemukan sisa-sisa bangunan tiang kayu dan nibung, perahu, manik-manik, tembikar, keramik, getah damar.

Taman Sriwijaya Air Sugihan Kiri

Kawasan yang merupakan bagian dari DAS Air Sugihan di daerah Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin. Kawasan ini berasal dari masa Pra Sriwijaya sampai masa Sriwijaya. Kawasan ini berasal dari masa Pra Sriwijaya sampai masa Sriwijaya. Ditemukan sisa-sisa bangunan tiang kayu, perahu, keramik, tembikar, dan manik-manik.

Salah satu teknis membaca teks Prasasti Talang Tuo, dengan melapisi batu prasasti dengan media kertas. (Foto: Dok)

Taman Pra Sriwijaya Lalan-Sembilang

Kawasan ini merupakan bagian DAS Lalan dan DAS Sembilang di daerah Karangagung Tengah Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin. Kawasan situs ini berasal dari abad ke-4 Masehi (Pra Sriwijaya). Di kawasan ini, ditemukan sisa-sisa bangunan tiang kayu dan nibung, manik-manik, kemudi perahu, keramik, tembikar, kubur tempayan, sisa-sisa manusia dalam tempayan.

Peta persoalan

Guna mewujudkan program tersebut ada beberapa persoalan yang harus diselesaikan atau dipenuhi.

Pertama, situs-situs sejarah Kerajaan Sriwijaya tersebut belum ditetapkan pemerintah sebagai cagar budaya. Kedua, hampir sebagian besar situs berada di lahan konsesi perusahaan dan sebagian kecil berada di lahan masyarakat. Saat ini ada beberapa peluang di lahan konsesi perusahaan karena wilayah gambut yang akan direstorasi oleh pemerintah. Misalnya sejumlah situs di Cengal, yang sebagian besar berada di lahan konsesi PT. BMH (Bumi Mekar Hijau) yang akan direstorasi karena terbakar.

Ketiga, sampai saat ini belum ada anggaran untuk melaksanakan program ini. Baik dari pemerintah maupun sponsor. Terakhir, penelitian situs Sriwijaya di lahan gambut Sumatra Selatan masih terus berlangsung atau belum selesai hingga saat ini. Akan ada informasi penting yang didapat dalam pelaksanaan program ini.* (SN/Biro SumselBabel).

*) Penulis adalah Arkeolog, mantan Kepala Balai Arkeologi Sumatra Selatan. E-mail:nurhadirangkuti@yahoo.com.

 

 

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek BTS Kominfo Seperti Lingkaran Setan, Pemenag Tander Hanya Itu-itu Saja

    Proyek BTS Kominfo Seperti Lingkaran Setan, Pemenag Tander Hanya Itu-itu Saja

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Jakarta_Infomsi.News–Hakim ketua Fahzal Hendri mencecar saksi soal proses lelang proyek BTS 4G Bakti Kominfo. Setelah mendengar jawaban saksi, hakim menganggap lelang proyek itu bagai arisan, bahkan vicious circle atau lingkaran setan karena peserta lelangnya itu-itu saja pada setiap paket yang ditawarkan. Hal tersebut disampaikan hakim saat proses pemeriksaan Wakil Ketua Pokja Pemilihan Proyek Penyediaan Infrastruktur […]

  • Puncak Peringatan Hari Bhayangkara ke 78 di Mapolda Sumsel, Kapolri Anugerahkan Penghargaan Tokoh Sumatera Selatan

    Puncak Peringatan Hari Bhayangkara ke 78 di Mapolda Sumsel, Kapolri Anugerahkan Penghargaan Tokoh Sumatera Selatan

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Palembang, msinews.com – Polda Sumarera Selatan menggelar upacara puncak peringatan Hari Bhayangkara ke 78 tahun 2024 bertempat di lapangan Mapolda pada Senin pagi (01/07), bertema Polri Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi Yang Inklusif Dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas. Dalam upacara berlangsung penuh hikmat tersebut, Kapolda Sumsel Irjen A Rachmad Wibowo bertindak sebagai inspektur upacara menyerahkan […]

  • Terkait Dugaan Penyimpangan Dana Rp 16 Miliar di Tolikara, Presiden Diminta Evaluasi Kinerja Kepala BPKP Perwakilan Papua

    Terkait Dugaan Penyimpangan Dana Rp 16 Miliar di Tolikara, Presiden Diminta Evaluasi Kinerja Kepala BPKP Perwakilan Papua

    • calendar_month Minggu, 7 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (Kompak) Indonesia mendesak Presiden Joko Widodo melalui Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Republik Indonesia mengevaluasi kinerja Kepala BPKP Provinsi Papua terkait hasil audit investigatif penyimpangan atau penyalahgunaan keuangan di Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan. Dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (7/7/2024), Ketua KOMPAK Indonesia Gabriel de Sola menjelaskan, berdasarkan laporan […]

  • Hari Buruh 2026 ; Prabowo Janji Sejahterakan Buruh dan Rakyat Kecil,Bangun Ribuan unit Rumah

    Hari Buruh 2026 ; Prabowo Janji Sejahterakan Buruh dan Rakyat Kecil,Bangun Ribuan unit Rumah

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 196
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-Presiden Prabowo Subianto dalam pidato Peringatan Hari Buruh 2026 di Kawasan Monumen Nasional atau Monas, Jumat 1 Mei 2026 yang disaksikan sekitar 200 ribu perwakilan buruh dari berbagai daerah di 38 Provinsi . Pantaun awak media, sejak pagi peserta mulai bertadangan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Mereka mengenakan pakaian adat masing-masing daerah yang diwakilinya. […]

  • Update Terkini Perjalanan Kereta Api Akibat Banjir, KAI Daop 1 Jakarta Sampaikan Permohonan Maaf Atas Keterlambatan Sejumlah KA

    Update Terkini Perjalanan Kereta Api Akibat Banjir, KAI Daop 1 Jakarta Sampaikan Permohonan Maaf Atas Keterlambatan Sejumlah KA

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 (Daop 1) Jakarta mencatat peningkatan jumlah penumpang pada keberangkatan hari Minggu (26/1/2025) sebanyak lebih dari 35 ribu penumpang. Berdasarkan pantauan hingga pukul 09.00 WIB, jumlah kereta api jarak jauh yang dijalankan sebanyak 69 perjalanan, dengan kapasitas 37.932 tempat duduk. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko […]

  • Nasser Al-Attiyah

    Nasser Al-Attiyah Incar Gelar Keenam di Reli Dakar 2024, Tim Baru

    • calendar_month Kamis, 4 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Pebalap asal Qatar, Nasser Al-Attiyah, mengejar gelar keenamnya dalam ajang reli tahunan Dakar yang akan digelar di Arab Saudi mulai Jumat, 5 Januari. Al-Attiyah sebelumnya meraih kemenangan pada tahun 2011 dengan Volkswagen, 2015 dengan Mini, dan kemudian bersama Toyota pada 2019, 2022, dan 2023. Tahun ini, Al-Attiyah siap menghadapi tantangan baru bersama […]

expand_less