Diah Warih Anjari Apresiasi Presiden Tak Naikkan Harga BBM,Meski Geopolitik Memanas
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

Diah Warih Anjari, Ketua Umum Gerakan Selamatkan Negeri
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MSINEWS.COM-Ketua Umum Ormas G-Nesia sekaligus Founder Diwa Foundation, Diah Warih Anjari Mengapresiasi sikap tegas dan keberpihakan pemerintah Indonesia,dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto yang tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026,di Tengah Geopolitik Memanas.
Dalam keterangan tertulis diterima awak media di Jakarta, Diah Warih Anjari menyebut, kebijakan tersebut menunjukkan keberpihakan nyata pemerintah kepada rakyat di tengah tekanan global yang semakin tidak menentu.
Ia menilai keputusan ini bukan sekadar langkah ekonomi, tetapi juga bentuk perlindungan sosial di saat situasi dunia sedang bergejolak akibat konflik geopolitik, khususnya memanasnya tensi antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
“Di saat banyak negara menghadapi tekanan akibat lonjakan harga energi dunia, keputusan Presiden Prabowo untuk tidak menaikkan harga BBM adalah bukti nyata bahwa negara hadir untuk melindungi rakyatnya,”katanya, Rabu (1/4/2026).
Lanjutnya, bahwa kebijakan pemerintah tersebut memang telah ditegaskan sebelumnya oleh sejumlah pejabat negara. Pemerintah memastikan tidak ada penyesuaian harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, per 1 April 2026, dengan alasan menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi nasional .
Dirinya menilai bahwa, langkah tersebut sangat strategis mengingat harga energi global berpotensi melonjak seiring konflik yang terjadi di Timur Tengah. Jika pemerintah mengikuti tekanan pasar global dengan menaikkan harga BBM, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.
“Situasi dunia sedang tidak baik-baik saja. Ketegangan geopolitik berdampak langsung pada harga minyak dunia. Tapi di tengah kondisi itu, Presiden justru memilih untuk menahan harga BBM demi menjaga daya beli masyarakat. Ini keputusan yang berani dan berpihak,” tegasnya.
Berdampak Luas
Menurut Aktivis sosial ini,bahwa kebijakan ini akan berdampak luas terhadap stabilitas sosial dan ekonomi nasional. Dengan harga BBM yang tetap, biaya distribusi logistik dapat dikendalikan, sehingga harga kebutuhan pokok tidak mengalami lonjakan signifikan.
”Keputusan tersebut mencerminkan kepemimpinan yang responsif dan memahami kondisi riil masyarakat. Tokoh perempuan Solo ini menyebut bahwa menjaga stabilitas harga energi adalah salah satu kunci utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional, terutama di tengah ancaman krisis global.”
“Kalau BBM naik, efek domino-nya luar biasa. Harga pangan naik, ongkos transportasi naik, dan pada akhirnya rakyat kecil yang paling terdampak. Karena itu, keputusan ini harus kita dukung bersama,” katanya.
Sebagai pimpinan organisasi masyarakat, Diah juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga situasi tetap kondusif serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak benar terkait isu energi.
Diwa yang juga pengusaha muda ini menegaskan pentingnya kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah, terutama dalam situasi global yang penuh ketidakpastian. “Kita harus kompak. Jangan mudah terpancing isu-isu yang bisa memicu kepanikan. Pemerintah sudah mengambil langkah yang tepat, sekarang tugas kita adalah mendukung dan menjaga stabilitas bersama,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Diwa kembali menegaskan bahwa keputusan Presiden Prabowo merupakan bentuk nyata keberpihakan kepada rakyat, sekaligus sinyal bahwa Indonesia mampu menjaga stabilitas di tengah tekanan global.
“Ini bukan hanya soal BBM, ini soal keberanian pemimpin dalam mengambil keputusan di saat sulit. Dan hari ini, Presiden menunjukkan bahwa rakyat adalah prioritas utama,” tutupnya. // tim redaksi.
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Saat ini belum ada komentar