Msinews.com – Sejumlah warga korban tanah longsor di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, mulai menempati hunian sementara (huntara) yang dibangun pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Sebanyak 40 unit huntara telah ditempati warga terdampak longsor yang berasal dari Desa Sibalanga dan Desa Pagaran Lambung I, Kecamatan Adian Koting.
Warga Desa Sibalanga, Nurhaidah Aritonang, mengatakan dirinya telah menempati huntara sejak Senin (16/2).
Hunian tersebut dinilai lebih aman dibandingkan rumah sebelumnya yang rusak akibat longsor dan kini masuk zona merah.
“Hunian ini sudah lebih baik. Kami tidak was-was lagi,” kata Nurhaidah di Tapanuli Utara, dikutip Selasa 24 Februari 2026.
Ia menjelaskan sebelum pindah ke huntara, warga sempat tinggal di tenda pengungsian dan rumah ibadah selama lebih dari satu bulan setelah bencana terjadi.
“Kami sempat menempati rumah ibadah selama satu bulan lebih setelah bencana terjadi,” ujarnya.
Warga lainnya, Mesra, mengaku huntara memberikan rasa aman meski pembangunan fasilitas belum sepenuhnya selesai, terutama akses jalan dan saluran air.
“Kalau sekarang kami tidak was-was lagi, jika terjadi turun hujan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat mengatakan huntara akan ditempati penyintas bencana sekitar lima bulan ke depan dan berpeluang menjadi hunian tetap.
Unit huntara tersebut telah dilengkapi sarana prasarana dasar seperti jalan lingkungan, ketersediaan air bersih, serta sambungan listrik PLN.
“Tidak tertutup kemungkinan hunian ini menjadi tetap, tetapi harus menunggu proses pengalihan hak tanah dan perlu dibicarakan kepada pemerintah pusat,” kata Jonius.*

