Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » Gambaran Politik Duet Ganjar-Anies: Siasat Lawan Prabowo atau Skenario Blunder?

Gambaran Politik Duet Ganjar-Anies: Siasat Lawan Prabowo atau Skenario Blunder?

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Rabu, 23 Agt 2023
  • visibility 70
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, InfomsiNews–Wacana duet Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan mencuat mendekati pendaftaran Pilpres 2024. Ketua DPD Said Abdullah menganggap kedua tokoh itu memiliki kekuatan jika bergabung menjadi satu. Said mengatakan Anies tak bisa diremehkan sebagai salah satu calon presiden (capres). Menurutnya, sama seperti Ganjar, Anies merupakan sosok pemimpin cerdas.

“Apalagi, jika keduanya bisa bergabung menjadi satu kekuatan, tentu akan makin bagus buat masa depan kepemimpinan nasional kita ke depan. Sama-sama masih muda, cerdas, dan enerjik,” kata Said dikutip CNNI, Rabu 23/8/2023.

Masih persoalan sama Juru bicara Anies, Surya Tjandra merespons positif wacana duet Ganjar dan Anies. Menurutnya, ide tersebut sangat baik dan menunjukkan kebesaran hati elite PDIP yang mempertimbangkan kepastian pembangunan.

“Ini ide yang amat sangat bagus, dan kami menghargai kebesaran hati Pak Said Abdullah, yang tampaknya lebih mempertimbangkan kepastian pembangunan ke depan dalam situasi politik yang stabil,” kata Surya

Tempat terpisah menanggapi wacana ini, Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul mengatakan wacana duet Ganjar Anies mungkin saja terjadi. Apalagi jika agenda yang didorong adalah rekonsiliasi nasional.

“Anies selalu direpresentasikan sebagai simbol oposisi, dukungan bagi Islam kanan kuat. Kalau Ganjar, kan, representasi PDIP dukungan Islam kiri juga kuat. Nah, selama Jokowi ini memimpin memang kelemahan ada di PDIP, ya kiri ini. Jadi ketika ditanya untung, saya kira malah menguntungkan,” kata Adib

Adib menganggap koalisi dari Ganjar dan Anies bisa menjadi koalisi yang besar jika digabungkan sehingga membuat koalisi semakin stabil.

“Kalau kita bicara realitas hari ini, Prabowo dengan koalisi besar, Ganjar dan Koalisi perubahan yang memang ada Anies, kalau digabungkan saya kira kalau bicara stabil, menurut saya malah bisa stabil,” ucapnya.

Menurut Adib, secara hitungan matematis duet Ganjar dan Anies juga bisa menang melawan koalisi besar Prabowo Subianto. Ia melihat dari sejumlah hasil survei yang sudah keluar.

“Saya kira politik itu tidak bisa matematis, tapi juga realistis. Kalau hitung-hitungan secara matematis, Ganjar duet dengan Anies bisa menang lawan Prabowo. Indikatornya apa? Melalui survei-survei yang sudah berkembang,” ungkapnya.

“Jadi kalau ditanya berapa besar kemungkinan melawan koalisi raksasa yang mengusung Prabowo, saya kira berpeluang besar menang kalau Ganjar diduetkan dengan Anies,” imbuhnya

Adib menyebut ada kerugian dari duet Ganjar dan Anies ini. Misalnya, sejumlah pendukung masing-masing dari Ganjar dan Anies yang tak bisa menerima dan malah beralih ke Prabowo.

“Banyak pendukung Islam kanan yang tidak gampang menerima Ganjar, karena representasi dari PDIP. Tetapi saya kira memang kekuatan ini kalau disatukan menjadi kekuatan yang besar,” ujarnya

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai wacana duet Ganjar-Anies sebagai pasangan dalam Pilpres 2024 memang tidak sepenuhnya mustahil. Namun, ia menilai peluang kedua sosok tersebut dapat bersatu memang relatif kecil. Mengingat keduanya selama ini kerap digambarkan sebagai sosok yang saling berseberangan.

Agung mengatakan selama ini Anies kerap dilihat sebagai sosok pembawa perubahan dari pemerintahan yang ada sementara Ganjar dicitrakan sebagai penerus pembangunan pemerintahan.Selain itu keduanya juga tercatat berada di gerbong koalisi yang berbeda. Ganjar merupakan bacapres yang diusung oleh PDIP, PPP, Hanura dan Perindo. Sementara Anies diusung oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang terdiri dari NasDem, Demokrat, dan PKS.

“Kemungkinan koalisinya ada, walaupun kecil. Karena dari Anies dan KPP sudah bersepakat untuk maju ke gelanggang dengan paket perubahan,” jelasnya.

Meski begitu, Agung memandang wacana pemasangan Ganjar dan Anies tidak mungkin lahir secara tiba-tiba dan hanya inisiatif dari Said Abdullah semata. Menurutnya, PDIP pasti telah mempunyai hitung-hitungan tersendiri apabila duet pasangan itu benar-benar terwujud.

Selain itu, ia menduga wacana Ganjar Anies dimunculkan sebagai salah satu solusi bagi PDIP untuk membendung elektabilitas bacapres Prabowo Subianto yang terus tercatat meningkat.

“Karena internal PDIP butuh solusi untuk bisa mengimbangi elektabilitas Prabowo yang memasuki tren naik (full rebound) sejak Mei 2023 pasca kejadian batalnya penyelenggaraan sepakbola U20,” ujarnya.

Oleh karenanya Agung menilai wacana duet Ganjar Anies yang dimunculkan elite PDIP sengaja dilakukan untuk melihat respon dari publik serta masing-masing koalisi yang telah terbentuk.

“Saat nama Anies digulirkan ke publik oleh pengurus teras PDIP lebih sebagai ikhtiar elektoral untuk melihat bagaimana penerimaan KPP sebagai pengusung Anies maupun publik secara keseluruhan,” imbuhnya.

Sementara Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyebut bahwa penggabungan Ganjar dan Anies bisa merusak kedua belah pihak.

“PDIP akan ditinggalkan pemilih karena sejauh ini loyalis mereka anti pada Anies Baswedan, sebaliknya Anies akan kehilangan dukungan karena mereka juga anti PDIP,” kata Dedi

Dedi menilai wacana PDIP untuk menduetkan Anies dengan Ganjar hanya merupakan sikap putus asa. Menurutnya, PDIP sudah merasa ditinggal pemilih yang pro Jokowi.

“Anies sudah benar saat ini berada di kubu kontra kekuasaan, Anies sendiri tidak berbagi ceruk suara dengan siapapun, sementara Ganjar harus berbagi dan berebut dengan Prabowo. Jika harus ada dua kubu, maka dipastikan Anies tetap jadi salah satunya,” ujarnya.

Selain tak berdampak baik bagi keduanya, menurut Dedi, wacana duet Ganjar Anies ini hanya propaganda semata.

Dedi mengatakan belum tentu koalisi besar itu akan benar-benar mengatasi koalisi gemuk pendukung Prabowo. Diketahui Prabowo diusung oleh Gerindra, PKB, PAN, dan Golkar.

Bisa jadi, kata Dedi, peluang terbesar untuk membendung Prabowo justru ada pada saat Ganjar dan Anies berada di ‘ceruk’ masing-masing seperti saat ini.

“Jika koalisi Anies Ganjar terbentuk, justru bisa melemahkan kekuatan yang saat ini mereka miliki. Prabowo bisa saja terbesar saat ini, tetapi tidak lantas mereka punya peluang menang lebih besar,” ucapnya.

Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas terbaru, elektabilitas Ganjar berada di angka 24,9 persen, Prabowo Subianto 24,6 persen dan Anies Baswedan 12,7 persen.

Sementara dalam survei Indikator, Ganjar unggul dengan elektabilitas mencapai 35,2 persen. Sedangkan Prabowo di angka 33,2 persen dan Anies 23,9 persen.

Salah satu pengusung Anies, Juru Bicara PKS Muhammad Iqbal mengatakan mimpi koalisi itu bisa saja terealisasi asalkan Anies tetap menjadi capres dalam kontestasi politik 2024 mendatang.

“PKS tentu saja partai yang siap berkoalisi dengan partai yang memiliki visi yang sama dan siap mengusung perubahan, asal Anies jadi capres dan Ganjar menjadi wapres, sangat mungkin terjadi,” kata Iqbal (ror)

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Minta Imigrasi Cegah 4 Orang, Lanjutan Pengembangan Korupsi Pembangunan Gereja di Mimika Papua

    KPK Minta Imigrasi Cegah 4 Orang, Lanjutan Pengembangan Korupsi Pembangunan Gereja di Mimika Papua

    • calendar_month Rabu, 23 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan Ali Fikri menyampaikan telah ajukan pencegah terhadap empat orang terkait pengembangan kasus dugaan korupsi pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 di Kabupaten Mimika, Papua. Kasus dugaan Korupsi tersebut telah menjerat Bupati nonaktif Mimika Eltinus Omaleng ke jeruji besi. Pasalnya pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di […]

  • AWG Tutup Bulan Solidaritas Palestina 2024 dengan FGD dan Grand Launching Pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak Indonesia di Gaza

    AWG Tutup Bulan Solidaritas Palestina 2024 dengan FGD dan Grand Launching Pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak Indonesia di Gaza

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Jakarta- Aqsa Working Group (AWG) pada hari ini, Jumat (29/11) menutup rangkaian kegiatan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2024 yang telah digelar kurang lebih selama sebulan di November. BSP 2024 yang dilaksanakan di Ruang Abdul Muis Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta Pusat, ditutup dengan Focus Group Discussion (FGD) bekerja sama dengan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) […]

  • Sri Mulyani Ungkap Realisasi Belanja APBN 2023 di Satker Rp.427 M

    Sri Mulyani Ungkap Realisasi Belanja APBN 2023 di Satker Rp.427 M

    • calendar_month Jumat, 4 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Jakarta, Infomsi–Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah (KKP) terus meningkat sejak diluncurkan pada 2019. Kehadirannya dianggap memudahkan pembayaran dalam transaksi pengadaan barang dan jasa bagi pemerintah pusat dan daerah. “Selama 2019 sampai 2022 nilai transaksi Kartu Kredit Pemerintah mengalami peningkatan,” kata Sri Mulyani dalam acara Temu Bisnis Tahap VI-Indonesia Catalogue Expo and […]

  • Catatan Ketua MPR Membangun Manusia Indonesia Dengan Program Makanan Bergizi

    Catatan Ketua MPR Membangun Manusia Indonesia Dengan Program Makanan Bergizi

    • calendar_month Minggu, 23 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Oleh : Dr.H.Bambang Soesatyo,Ketua MPR RI GAGASAN presiden terpilih Prabowo Subianto tentang program penyediaan Sarapan Bergizi Gratis untuk anak, dan program membuka akses seluas-luasnya bagi anak usia sekolah mengenyam pendidikan, sejatinya melekat pada kewajiban konstitusional negara menyejahterakan rakyat sebagaimana ditetapkan oleh konstitusi.  Dua program ini bisa direalisasikan  dengan meningkatkan efektivitas pemanfaatan APBN melalui refokusing anggaran, […]

  • Komisi VIII ; Kloter I Timwas Berangkat 16 Mei, Cek Temuan Overkapasitas di Hotel dan Tenda Arafah

    Komisi VIII ; Kloter I Timwas Berangkat 16 Mei, Cek Temuan Overkapasitas di Hotel dan Tenda Arafah

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid menegaskan kesiapan Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026 untuk turun langsung mengawasi pelayanan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Hal itu disampaikan Abdul Wachid usai Rapat Timwas Haji DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Adapun, dalam rapat tersebut, DPR menegaskan bahwa […]

  • Ketua Yayasan MSI,Rivano Osmar Angkat Bicara Soal 28.480 Kontainer Tekstil Ilegal Banjiri RI

    Ketua Yayasan MSI,Rivano Osmar Angkat Bicara Soal 28.480 Kontainer Tekstil Ilegal Banjiri RI

    • calendar_month Sabtu, 16 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Jakarta,Infomsi.org- Ketua Yayasan Mitra Sejahtera Indonesia (MSI) Rivano Osmar angkat bicara terkait 28.480 tekstil ilegal yang yang membanjiri Indonesia. Menurutnya, pemerintah harus lebih ketat dalam urusan masuknya barang-barang ilegal yang belakangan meresahkan pengusaha tekstil di Indonesia. Karena pasca COVID-19 semua orang tahu bahwa banyak perusahaan termasuk tekstil tutup karena bangkrut. Di tengah kesulitan roda perdagangan […]

expand_less