Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosbud » Memanusiakan Penyintas Gempa Bandung: Kemensos Hadir

Memanusiakan Penyintas Gempa Bandung: Kemensos Hadir

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
  • visibility 287
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandung,msinews.com– Awan kelabu perlahan menjauh usai menyesaki langit di atas Lapangan Bola Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, pagi itu. Mentari mengambil alih peran, memenuhi cakrawala berhiaskan gumpalan awan putih di sekelilingnya, khas panorama langit di sebuah dataran tinggi.

Dari kejauhan terdengar sorak-sorai sekelompok anak sedang memperebutkan bola sepak. Di sudut lain lapangan, sebagian anak berlomba-lomba melambungkan bola menyeberangi jaring pembatas, seolah tak mengizinkan benda bundar itu menyentuh bumi yang mereka pijak. Di sisi lapangan tampak tenda berwarna-warni membentuk koloni. Tenda itu bukan tenda panitia lomba sepak bola maupun bola voli yang mereka mainkan, akan tetapi tenda pengungsian yang sudah sepekan ini mereka tempati untuk bertahan dari dinginnya udara malam dan panasnya terik di siang hari.

Sudah sepekan lamanya sekelompok anak dan ratusan pengungsi lain menetap di tenda pengungsian korban gempa Bandung yang berlokasi di lapangan bola Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Dari sekian banyak tenda, ada satu blok tenda berwarna merah yang cukup menarik perhatian sekelompok anak. Tenda merah bertuliskan “Kemensos RI” itu tampak berbeda dengan tenda lainnya. Bagaimana tidak karena tepat di depan area tenda Kementerian Sosial itu terbentang kabel sling baja beserta katrol yang menjadi media luncur beberapa orang yang asyik bermain flying fox atau luncur gantung.

“Ini (flying fox) khusus untuk anak-anak, sebagai layanan dukungan psikososial penyintas bencana,” kata Ropi Saepa AG (21), salah satu tim Rappelling Education Indonesia (RED) yang membangun wahana flying fox tersebut di lokasi sekitar tenda pengungsian milik Kemensos. RED merupakan organisasi yang menyelenggarakan program-program edukasi terkait keterampilan memanjat dan menuruni tebing. Salah satu program yang digagas adalah program seribu flying fox untuk anak negeri.

Wahana flying fox itu telah beroperasi sejak hari Senin (23/9/2024). Wahana tersebut dikhususkan untuk anak-anak dan mampu menopang beban maksimal 100 kilogram. Terdapat instruktur terlatih yang mendampingi para pemain dan sudah dilengkapi dengan fitur keamaan sesuai standar seperti helm, fullbody harness, dan tali pengaman.

Terlihat puluhan anak sangat antusias mengikuti permainan ini karena keberadaan flying fox tentu sangat jarang ditemui oleh mereka di sana.

“Gratis, ini program kami,” sambung Ropi seraya mengatakan wahana tersebut diperuntukan bagi anak-anak di pedalaman dan anak dalam situasi kebencanaan sebagai media trauma healing.

Kemensos memfasilitasi berdirinya wahana flying fox tersebut dan sudah tiga hari terakhir beroperasi menemani puluhan anak yang antusias mengikuti permainan. Kegiatan ini merupakan salah satu aktivitas layanan dukungan psikososial (LDP) yang diberikan kepada para penyintas gempa Bandung, terutama bagi anak-anak yang sangat rentan mengalami trauma berkepanjangan.

Layanan Terapi Pijat Hingga Bekam di Tenda Pengungsian Kemensos

Sementara itu, masih di dalam area tenda milik Kemensos, terdapat puluhan orang yang sedang duduk lesehan menunggu giliran. Mereka mengantre bukan untuk mengambil makanan di dapur umum, melainkan mengantre untuk mendapatkan layanan terapi pijat dan bekam dari Indonesia Gerak Sireum (IGS) yang difasilitasi aktivitasnya oleh Kemensos.

“Tadi disangkanya kalau di tempat pengungsian gini yaudah mengungsi aja, tapi di sini alhamdulillah ada pengobatan,” kata Isye Hermawati (36), salah satu penyintas yang berada di tenda milik Kemensos. Dirinya mengaku tidak pernah membayangkan di tempat pengungsian ada layanan terapi seperti itu.

Menurut Isye, fasilitas layanan yang telah disediakan oleh Kemensos sudah cukup bagus dan sangat membantu. Isye mencoba layanan terapi bekam pada bagian lengannya dan setelah mendapatkan terapi, dirinya merasakan kondisi yang lebih nyaman pada tubuhnya.

“alhamdulillah terapi bekam itu bermanfaat banget,” sambung Isye.

Sebelumnya, Kemensos memberikan layanan terapi refleksi dan bekam bekerja sama dengan perkumpulan Indonesia Gerak Sireum (IGS). Layanan tersebut telah berjalan sejak hari Sabtu (21/9/2024). Kemensos menyediakan satu buah tenda khusus untuk pelayanan terapi dan bekam yang dilakukan oleh IGS.

“Kami memberikan layanan terapi untuk para penyintas dan relawan,” kata Dadan Dermawan, ketua IGS. IGS adalah akronim yang berasal dari Bahasa Sunda yang berarti “silaturahmi teu pareum” atau silaturahmi tidak terputus. IGS telah berdiri sejak tiga tahun lalu.

“Kami mengumpulkan para terapis-terapis dari latar belakang keahlian berbeda,” jelas Dadan. Terdapat 20 personil IGS yang bertugas dengan keahlian masing-masing seperti totok punggung, pijat refleksi, bekam, terapi SEP, hingga hipnoterapi.

Ketika ditanya mengenai motivasinya, Dadan mengatakan mereka bergerak atas dasar nilai “sireum”, yaitu silaturahmi teu pareum atau silaturahmi jangan terputus dengan melakukan kegiatan bermanfaat, salah satunya pemberian layanan pijat yang dilakukan olehnya bersama tim. Menurut Dadan, saat ini relawan IGS tersebar di beberapa wilayah di Jawa Barat, seperti di Tasikmalaya, Garut, dan Cianjur. Mereka akan selalu siap sedia diturunkan ketika dibutuhkan saat terjadi bencana.

*Memanusiakan Para Penyintas*

Gempa Bandung menyisakan sesak dan sedih bagi para penyintasnya. Namun kejadian itu pula menunjukan betapa banyaknya tangan yang saling merangkul, serta banyak hati yang masih peduli.

Kemensos hadir menyingkap kelabu yang meliputi Kertasari seminggu lalu, memanusiakan para penyintas lewat pelayanan maksimal dengan bersinergi bersama berbagai pihak.

Seluruh tangan yang bergerak, dan kaki yang melangkah kompak di sana seolah ingin menitipkan pesan di benak setiap penyintas, bahwa gempa Bandung bukan hanya masalah retakan bumi saja. Lebih jauh dari itu melibatkan banyak hati yang masih peduli. Negara mencoba memberikan warna bermakna atas hadirnya Kemensos di tengah mereka.* tim/ek.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Enam Personel Satgas Kopasus di Distrik Elelim Papua Pegunungan Berhasil Dievakuasi Tim TNI-Polri

    Enam Personel Satgas Kopasus di Distrik Elelim Papua Pegunungan Berhasil Dievakuasi Tim TNI-Polri

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 179
    • 0Komentar

    ELELIM, PAPUA PEGUNUNGAN,MSINEWS.COM-Tim gabungan TNI-Polri berhasil mengevakuasi enam personel Satgas Maleo Kopassus yang terkepung di belakang Pos Maleo, Distrik Elelim, Yalimo, Papua Pegunungan, Selasa (16/9/2025). Evakuasi dipimpin oleh Ipda Abdul Azis dari Satbrimob Polda Papua dengan dukungan kendaraan taktis. Meski sempat diserang massa, seluruh personel berhasil diselamatkan. Adapun, tiga di antaranya, mengalami luka berat dan […]

  • Kasus Perdagangan Orang Paling Banyak di Kabupaten Malaka dan Sikka -NTT

    Kasus Perdagangan Orang Paling Banyak di Kabupaten Malaka dan Sikka -NTT

    • calendar_month Sabtu, 7 Okt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Kasus perdagangan orang di Indonesia khususnya wialayah Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menjadi sorotan tajam. Perihal masalah tersebut, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku pihaknya encatat jumlah terbanyak tersangka kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berasal dari Kabupaten Malaka. Polres Malaka sedang menangani kasus TPPO tersebut. “Tersangka paling banyak di Polres Malaka yaitu 12 tersangka,” […]

  • Suap Seleksi Bintara Polri: Warga Magetan Tertipu Rp.370 Juta

    Suap Seleksi Bintara Polri: Warga Magetan Tertipu Rp.370 Juta

    • calendar_month Rabu, 7 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Jawa Timu, MSINews.com – Sebuah kejadian memilukan mengguncang warga Magetan, Jawa Timur, warga melakukan segala cara agar anaknya lolos seleksi Bintara Polri. Namun, usahanya berakhir tragis ketika ia tertipu oleh seorang pria yang mengaku bisa membantu. Warga yang tidak ingin disebutkan namanya itu rela mengeluarkan uang ratusan juta demi menyuap orang agar anaknya dapat lolos seleksi. […]

  • Libur Sekolah, Gizi Anak Jangan Libur: Mendesak BGN Segera Sosialisasi Mekanisme Distribusi MBG

    Libur Sekolah, Gizi Anak Jangan Libur: Mendesak BGN Segera Sosialisasi Mekanisme Distribusi MBG

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Masa liburan sekolah yang panjang, seperti yang akan terjadi pada pertengahan tahun ini, seringkali menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama bagi keberlangsungan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Neng Eem Marhamah, dengan tegas mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera bergerak cepat menyosialisasikan mekanisme distribusi […]

  • Larangan Merokok Sambil Mengemudi

    Larangan Merokok Sambil Mengemudi

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Untuk menjaga keselamatan di jalan raya, pemerintah dapat menerapkan aturan tegas yang melarang aktivitas merokok saat mengemudi, baik bagi pengendara mobil maupun sepeda motor_ . Aturan ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Tepatnya pada Pasal 106 Ayat (1), yang mewajibkan setiap pengemudi kendaraan bermotor untuk berkendara dengan […]

  • Hari Pendidikan Nasional Momentum Edukasi Air bagi Generasi Muda

    Hari Pendidikan Nasional Momentum Edukasi Air bagi Generasi Muda

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei menjadi momentum generasi muda untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi Indonesia. Generasi muda bisa berkontribusi dalam banyak hal termasuk menjaga keberlangsungan sumber daya air. Demikian dikatakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/5/2024). Air dikatakannya merupakan sumber […]

expand_less