Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosbud » Memanusiakan Penyintas Gempa Bandung: Kemensos Hadir

Memanusiakan Penyintas Gempa Bandung: Kemensos Hadir

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
  • visibility 56
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandung,msinews.com– Awan kelabu perlahan menjauh usai menyesaki langit di atas Lapangan Bola Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, pagi itu. Mentari mengambil alih peran, memenuhi cakrawala berhiaskan gumpalan awan putih di sekelilingnya, khas panorama langit di sebuah dataran tinggi.

Dari kejauhan terdengar sorak-sorai sekelompok anak sedang memperebutkan bola sepak. Di sudut lain lapangan, sebagian anak berlomba-lomba melambungkan bola menyeberangi jaring pembatas, seolah tak mengizinkan benda bundar itu menyentuh bumi yang mereka pijak. Di sisi lapangan tampak tenda berwarna-warni membentuk koloni. Tenda itu bukan tenda panitia lomba sepak bola maupun bola voli yang mereka mainkan, akan tetapi tenda pengungsian yang sudah sepekan ini mereka tempati untuk bertahan dari dinginnya udara malam dan panasnya terik di siang hari.

Sudah sepekan lamanya sekelompok anak dan ratusan pengungsi lain menetap di tenda pengungsian korban gempa Bandung yang berlokasi di lapangan bola Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Dari sekian banyak tenda, ada satu blok tenda berwarna merah yang cukup menarik perhatian sekelompok anak. Tenda merah bertuliskan “Kemensos RI” itu tampak berbeda dengan tenda lainnya. Bagaimana tidak karena tepat di depan area tenda Kementerian Sosial itu terbentang kabel sling baja beserta katrol yang menjadi media luncur beberapa orang yang asyik bermain flying fox atau luncur gantung.

“Ini (flying fox) khusus untuk anak-anak, sebagai layanan dukungan psikososial penyintas bencana,” kata Ropi Saepa AG (21), salah satu tim Rappelling Education Indonesia (RED) yang membangun wahana flying fox tersebut di lokasi sekitar tenda pengungsian milik Kemensos. RED merupakan organisasi yang menyelenggarakan program-program edukasi terkait keterampilan memanjat dan menuruni tebing. Salah satu program yang digagas adalah program seribu flying fox untuk anak negeri.

Wahana flying fox itu telah beroperasi sejak hari Senin (23/9/2024). Wahana tersebut dikhususkan untuk anak-anak dan mampu menopang beban maksimal 100 kilogram. Terdapat instruktur terlatih yang mendampingi para pemain dan sudah dilengkapi dengan fitur keamaan sesuai standar seperti helm, fullbody harness, dan tali pengaman.

Terlihat puluhan anak sangat antusias mengikuti permainan ini karena keberadaan flying fox tentu sangat jarang ditemui oleh mereka di sana.

“Gratis, ini program kami,” sambung Ropi seraya mengatakan wahana tersebut diperuntukan bagi anak-anak di pedalaman dan anak dalam situasi kebencanaan sebagai media trauma healing.

Kemensos memfasilitasi berdirinya wahana flying fox tersebut dan sudah tiga hari terakhir beroperasi menemani puluhan anak yang antusias mengikuti permainan. Kegiatan ini merupakan salah satu aktivitas layanan dukungan psikososial (LDP) yang diberikan kepada para penyintas gempa Bandung, terutama bagi anak-anak yang sangat rentan mengalami trauma berkepanjangan.

Layanan Terapi Pijat Hingga Bekam di Tenda Pengungsian Kemensos

Sementara itu, masih di dalam area tenda milik Kemensos, terdapat puluhan orang yang sedang duduk lesehan menunggu giliran. Mereka mengantre bukan untuk mengambil makanan di dapur umum, melainkan mengantre untuk mendapatkan layanan terapi pijat dan bekam dari Indonesia Gerak Sireum (IGS) yang difasilitasi aktivitasnya oleh Kemensos.

“Tadi disangkanya kalau di tempat pengungsian gini yaudah mengungsi aja, tapi di sini alhamdulillah ada pengobatan,” kata Isye Hermawati (36), salah satu penyintas yang berada di tenda milik Kemensos. Dirinya mengaku tidak pernah membayangkan di tempat pengungsian ada layanan terapi seperti itu.

Menurut Isye, fasilitas layanan yang telah disediakan oleh Kemensos sudah cukup bagus dan sangat membantu. Isye mencoba layanan terapi bekam pada bagian lengannya dan setelah mendapatkan terapi, dirinya merasakan kondisi yang lebih nyaman pada tubuhnya.

“alhamdulillah terapi bekam itu bermanfaat banget,” sambung Isye.

Sebelumnya, Kemensos memberikan layanan terapi refleksi dan bekam bekerja sama dengan perkumpulan Indonesia Gerak Sireum (IGS). Layanan tersebut telah berjalan sejak hari Sabtu (21/9/2024). Kemensos menyediakan satu buah tenda khusus untuk pelayanan terapi dan bekam yang dilakukan oleh IGS.

“Kami memberikan layanan terapi untuk para penyintas dan relawan,” kata Dadan Dermawan, ketua IGS. IGS adalah akronim yang berasal dari Bahasa Sunda yang berarti “silaturahmi teu pareum” atau silaturahmi tidak terputus. IGS telah berdiri sejak tiga tahun lalu.

“Kami mengumpulkan para terapis-terapis dari latar belakang keahlian berbeda,” jelas Dadan. Terdapat 20 personil IGS yang bertugas dengan keahlian masing-masing seperti totok punggung, pijat refleksi, bekam, terapi SEP, hingga hipnoterapi.

Ketika ditanya mengenai motivasinya, Dadan mengatakan mereka bergerak atas dasar nilai “sireum”, yaitu silaturahmi teu pareum atau silaturahmi jangan terputus dengan melakukan kegiatan bermanfaat, salah satunya pemberian layanan pijat yang dilakukan olehnya bersama tim. Menurut Dadan, saat ini relawan IGS tersebar di beberapa wilayah di Jawa Barat, seperti di Tasikmalaya, Garut, dan Cianjur. Mereka akan selalu siap sedia diturunkan ketika dibutuhkan saat terjadi bencana.

*Memanusiakan Para Penyintas*

Gempa Bandung menyisakan sesak dan sedih bagi para penyintasnya. Namun kejadian itu pula menunjukan betapa banyaknya tangan yang saling merangkul, serta banyak hati yang masih peduli.

Kemensos hadir menyingkap kelabu yang meliputi Kertasari seminggu lalu, memanusiakan para penyintas lewat pelayanan maksimal dengan bersinergi bersama berbagai pihak.

Seluruh tangan yang bergerak, dan kaki yang melangkah kompak di sana seolah ingin menitipkan pesan di benak setiap penyintas, bahwa gempa Bandung bukan hanya masalah retakan bumi saja. Lebih jauh dari itu melibatkan banyak hati yang masih peduli. Negara mencoba memberikan warna bermakna atas hadirnya Kemensos di tengah mereka.* tim/ek.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BNPB dan Satgas PRR Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Jelang Ramadan

    BNPB dan Satgas PRR Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Jelang Ramadan

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Msinews.com – Kepala Posko Wilayah (Kaposwil) Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh Safrizal ZA bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menggelar rapat komando teknis untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (30/1/2026). Rapat tersebut digelar usai Safrizal ZA mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau sejumlah […]

  • BNPB Targetkan 7.042 Hunian Pascabencana Sumut Rampung Sebelum Ramadan 

    BNPB Targetkan 7.042 Hunian Pascabencana Sumut Rampung Sebelum Ramadan 

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Msinews.com – Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan pembangunan 7.042 unit hunian bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Sumatera Utara rampung sebelum Ramadan 2026 atau sekitar Februari 2026. Program ini mencakup pembangunan 5.951 unit rumah hunian tetap (huntap) dan 1.091 unit hunian sementara (huntara). Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan target […]

  • Ketua Yayasan MSI,Rivano Osmar : Pemerintah Harus Pastikan Semua Anak Dapat Kesempatan Pendidikan Layak

    Ketua Yayasan MSI,Rivano Osmar : Pemerintah Harus Pastikan Semua Anak Dapat Kesempatan Pendidikan Layak

    • calendar_month Sabtu, 22 Jul 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Jakarta,Infomsi.org-Permasalahan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2023 menuai sorotan publik termasuk Ketua Yayasan Mitra Sejahtera Indonesia (MSI), Rivano Osman. Lulusan ekonomi Universitas Indonesia ini meminta agar permasalahan yang terjadi di semua daerah itu diselesaikan dengan baik-baik. Pernyataan Rivano merespon masalah yang terjadi di lembaga penyelenggara pendidikan pasca penerapan sistim PPDB tahun 2023 mencuat di publik. […]

  • Aburizal Bakrie Sambut Baik Kunjungan Silaturahmi Ketua DPP PDIP

    Aburizal Bakrie Sambut Baik Kunjungan Silaturahmi Ketua DPP PDIP

    • calendar_month Sabtu, 29 Jul 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Jakarta_Eks Ketum Golkar Aburizal Bakrie merespons positif kedekatan Airlangga Hartarto dan ketua DPP PDI-Perjuangan, Puan Maharani yang terlihat dari pertemuan keduanya, Kamis (27/7) kemarin. Airlangga memberikan Puan sebuket mawar kuning dan merah yang menjadi simbol kedua partai. Ical (sapaan akrab Aburizal) pun mendorong agar kedekatan ini dilanjutkan dalam kesepakatan membangun koalisi bersama untuk Pilpres 2024. […]

  • Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat Dorong Peningkatan Kapasitas Guru 

    Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat Dorong Peningkatan Kapasitas Guru 

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 58
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM,Jakarta-Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong konsistensi peningkatan kapasitas guru untuk mewujudkan sistem pendidikan nasional yang mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang berdaya saing di masa depan. “Upaya untuk memperkuat konsistensi dalam peningkatan kapasitas tenaga pengajar harus kita dukung bersama demi masa depan anak bangsa yang lebih baik,” kata politisi Partai NasDem itu dalam […]

  • Musrenbang Provinsi Sulbar: Kemendagri Dorong Penanganan Kemiskinan Ekstrem hingga Tata Kelola Kewilayahan

    Musrenbang Provinsi Sulbar: Kemendagri Dorong Penanganan Kemiskinan Ekstrem hingga Tata Kelola Kewilayahan

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) untuk memfokuskan program pembangunan tahun 2026 pada sejumlah isu strategis. Di antaranya meliputi pengendalian inflasi, penanganan kemiskinan ekstrem, pencegahan tengkes, serta penguatan tata kelola kewilayahan melalui penyempurnaan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Langkah ini dinilai penting, mengingat pencapaian pembangunan nasional memerlukan sinergisitas […]

expand_less