Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kasus Kematian Mahasiswa UKI Mulai Menemukan Titik Terang

Kasus Kematian Mahasiswa UKI Mulai Menemukan Titik Terang

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.COM – Kasus Kematian mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Kenzha Walewangko mulai menemui titik terang. Saksi kunci bernama Alfa, 30 membeberkan kronologi saat pengeroyokan terjadi oleh dua orang mahasiswa UKI lainnya di daerah kampus, Selasa 4 Maret 2025.

Saat malam yang disertai hujan rintik membasahi kampus UKI Cawang, Jakarta Timur. Alfa menceritakan detik-detik tewasnya Kenzha yang dipukuli dua orang mahasiswa fakultas hukum UKI. Alfa baru saja keluar dari lorong perpustakaan kampus sekitar pukul 18.30 WIB.

Alfa pun melihat kearah halaman kampus yang mana sudah ada ramai-ramai akibat keributan antara korban dan terduga pelaku. Dirinya pun melihat langsung korban bersama temannya, Eril mahasiswa Fisipol yang mencoba membawa pergu korban dari lokasi untuk menghindari keributan yang berkepanjangan.

“Saya tunggu di parkiran motor. Saya lihat Eril dan Putra (teman korban) mau membawa Kenzha pulang. Tapi memang, Kenzha masih teriak bawa-bawa ras,” kata Alfa yang merupakan alumni mahasiswa Fisipol saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis 24 April 2025.

Setelahnya kedua terduga pelaku akan memindahkan motor dan berjalan juga menuju parkiran, dan melihat korban masih teriak-teriak sembari menggoyangkan pagar yang menjadi TKP tewasnya Kenzha di halaman kampus.

“Disitu pagar belum jebol. Tapi security udah ramai karena mereka ingin mengamankan si Kenzha ini,” ucapnya.

Alfa pun memerintahkan Eril dan Putra untuk menarik Kenzha agar cepat pergi dari lokasi. Tetapi kemudian dua terduga, Thomas dan Gery pelaku berlari ke arah Kenzha. Alfa berpikir situasi bakal aman terkendali karena sudah banyak security yang berjaga.

Selanjutnya, salah satu terduga pelaku Gery mahasiswa fakultas hukum UKI memukuli korban yang dilindungi pihak security. Karena dorongan yang terlalu kuat pagar besi pun roboh.

“Jadi (urutannya) di bawah got, pagar, baru Kenzha diatasnya. Disitu mulut Kenzha sudah berdarah,” terang Alfa.

Alfa mengatakan Gery pun diamankan oleh pihak securty. Kemudian terduga pelaku lainnya berinisial Thomas ikut masuk ke kerumunan security, memaki-maki korban dan juga memukulnya. Terduga pelaku Thomas juga ikut dijauhkan ke dekat rumah duka RS UKI.

“Kenzha dibawalah sama salah satu security, naik ke atas motor. Sebelum naik ke atas motor kepalanya Kenzha menggantung karena dia kan keadaan mabuk mungkin masih pusing. Thomas karena badannya kecil, dia lari ke arah Kenzha ditendanglah mukanya pakai kaki, tulang ketemu tulang suaranya kenceng. Kemudian korban juga kepalanya dibenturkan ke aspal,” tutur Alfa.

Melihat Kenzha yang sudah tak berdaya ditendang dengan keras, Alfa pun maju untuk melerai. Dia pun sempat terlibat cekcok dengan terduga pelaku Thomas sampai diajak duel satu lawan satu dengan Thomas.

“Setelahnya Thomas diamankan kembali, lalu Kenzha pun dibawa ke RS UKI,” pungkasnya.

Kematian Kenzha hingga kini masih belum ditentukan siapa tersangka pengeroyokan yang merenggut nyawanya. Padahal Polres Metro Jakarta Timur sebelumnya sudah melakukan pra rekonstruksi beberapa waktu lalu.

Namun hingga kini, Kenzha masih belum mendapatkan keadilan. Tersangka belum ditetapkan oleh polisi. Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly mengatakan pihaknya tidak ada niat untuk mengulur waktu pengungkapan kasus kematian Kenzha.

Namun, proses penyelidikan secara ilmiah (Scientific Crime Investigation/SCI) untuk mengetahui lengkap kronologi dan sebab kematian memang membutuhkan waktu.

“Agak lama dalam soal ini karena pemeriksaan laboratorium forensiknya yang lama. Karena apa pemeriksaan digital forensik terkait dengan CCTV yang ada. Pemeriksaan tentang jaringan, histopatologi, pemeriksaan tentang toksikologi. Pemeriksaan terhadap DNA dan pemeriksaan yang lain-lain. Itu yang menyebabkan hasilnya agak lama,” kata Nicolas beberapa waktu lalu.**

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU OKU Gelar Senam Sehat Guna Mengantisipasi Golput

    KPU OKU Gelar Senam Sehat Guna Mengantisipasi Golput

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Baturaja, msinews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten OKU menggelar Senam sehat bersama masyarakat pada Minggu (27/10/2024), di Halaman Parkir City Mall Baturaja Jl. Ahmad Yani, Desa Tanjung Baru, Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU). Kegiatan Senam Sehat tersebut bertujuan mengajak masyarakat menjaga kesehatan sembari mengingatkan pentingnya menggunakan hak pilih dalam Pilkada Serentak 27 November 2024. […]

  • Potret Si Bening, Petra Kvitova,Petenis Sekaligus Supermodel Berkualitas

    Potret Si Bening, Petra Kvitova,Petenis Sekaligus Supermodel Berkualitas

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 58
    • 0Komentar

    NAMANYA hingga kini terus bersinar setelah memenangkan gelar Grand Slam pertamanya di Kejuaraan Wimbledon mengalahkan Maria Sharapova di final, sehingga menjadi pemain pertama kelahiran 1990 yang memenangkan gelar turnamen Grand Slam. Profesi inilah membawanya kian tenar di kalangan publik hingga dikancah Internasional. Siapakah dia? Dia adalah Petra Kvitova. Ia  kerap meng-upload foto aktivitasnya di lapangan […]

  • Ketua Fraksi PKB MPR RI :  Pasal 33 UUD 1945 Kunci Kemandirian Bangsa

    Ketua Fraksi PKB MPR RI :  Pasal 33 UUD 1945 Kunci Kemandirian Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang disuarakan Ketua Dewan Syuro DPP PKB Ma’ruf Amin saat peringatan hari Ulang Tahun PKB ke-27, Kamis (24/7/2025), dinilai Fraksi PKB Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai kunci bagi kemandirian bangsa. Karena itu, F-PKB MPR RI akan terus mengawal pasal ini untuk selalu ada di dalam UUD 1945 dan […]

  • Prabowo: Saya Belajar Banyak dari PM Modi soal Pengentasan Kemiskinan

    Prabowo: Saya Belajar Banyak dari PM Modi soal Pengentasan Kemiskinan

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 55
    • 0Komentar

    New Delhi,msinews.com— Presiden RI Prabowo Subianto menyebut dirinya banyak belajar dari Perdana Menteri India Narendra Modi soal pengentasan kemiskinan di negara India. Hal ini Prabowo sampaikan saat menghadiri jamuan makan malam oleh Presiden India Droupadi Murmu bersama Modi. Jamuan makan malam itu digelar kediaman kenegaraan Presiden India, di Rashtrapati Bhavan, yang terletak di New Delhi, […]

  • Pemilu Mendekat

    Pemilu Mendekat, Anggota DPR Raih Uang Pensiunan, Berikut Rinciannya: 

    • calendar_month Kamis, 21 Des 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Seiring Pemilu (Pemilihan Umum) mendekat di Indonesia, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersiap-siap untuk memasuki babak baru setelah masa jabatan periode 2019-2024 berakhir. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah penerimaan dana pensiun yang ditanggung negara untuk anggota DPR setelah masa jabatannya selesai. Menurut Undang-Undang (UU) 1980 tentang Hak Keuangan/Administratif Pimpinan […]

  • Terkuak! Revolusi Ekonomi Desa Dimulai, Dana Kopdes Siap Guyur 1 Juli

    Terkuak! Revolusi Ekonomi Desa Dimulai, Dana Kopdes Siap Guyur 1 Juli

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan telah memastikan plafon dana revitalisasi Koperasi Desa atau Kopdes akan siap digunakan mulai 1 Juli 2025. Hal ini menjadi angin segar bagi perekonomian Desa di seluruh Indonesia. “Ini adalah langkah awal dari program ambisius pemerintah untuk mengubah Kopdes menjadi motor penggerak ekonomi di akar rumput,” […]

expand_less