100 Titik SPPG Ini Diduga Fiktif, Lokasinya di Sawah,Hutan Dan Kuburan
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MSINEWS.COM-Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, mengatakan bahwa 100 dari 300 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Cilacap diduga fiktif. Hal itu setelah dilakukan verifikasi lapangan oleh kepala SPPG yang ditunjuk oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
100 Titik Diduga Fiktif
Ia menjelaskan bahwa lebih dari 300 titik yang tercatat, sekitar 100 titik diduga fiktif karena tidak ditemukan bangunan maupun aktivitas yang mendukung operasional layanan tersebut. Bahkan, sebagian titik tercatat berada di lokasi yang tidak masuk akal, mulai dari kawasan hutan, sawah, hingga area pemakaman.
“Sudah muncul sekitar lebih kurang 300 titik lebih di Kabupaten Cilacap. Setelah didatangi oleh kepala SPPG yang ditunjuk oleh BGN pusat, kurang lebih ada 100 titik yang tidak ada bangunan apa pun. Ada yang di tengah hutan, ada yang di tengah sawah, ada yang di tengah kuburan,” kata Ammy, Selasa (23/6/2026).
Dugaan Jual Beli Titik SPPG
Lanjut Ammy, hasil pengecekan tersebut memperkuat dugaan adanya praktik jual beli titik SPPG maupun pendaftaran lokasi fiktif dalam program tersebut.
Dijelaskan bahwa, sejumlah titik yang terdaftar bahkan masih ditawarkan kepada pihak lain, meski belum memiliki kesiapan infrastruktur maupun legalitas yang jelas.
“Nah, jadi bahwa isu jual-beli titik, kemudian titik fiktif yang memang benar adanya, ini yang harus kita benahi,” tuturnya.
Selain itu, Ammy juga menyebut bahwa beberapa titik yang terdata masih diperjualbelikan.
“Jadi ada titiknya, tapi masih ditawar-tawarkan, ada yang mau beli atau tidak,” kata Ammy.
Ada Nama Yayasan Sony
Adapun mayoritas titik bermasalah tersebut kata Ammy, terdaftar melalui yayasan yang membawa nama Sony Sanjaya, yang belakangan menjadi sorotan dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Yes, rata-rata yayasan membawa nama Sony,” kata Ammy.
Dalam rangka menindaklanjuti permasalahan ini, pemerintah bersama tim investigasi yang dikirim oleh BGN memutuskan menutup sementara portal pendaftaran pembukaan titik SPPG baru di Kabupaten Cilacap.
Selain itu, sekitar 100 titik yang telah teridentifikasi fiktif akan dihapus terlebih dahulu sebelum program dilanjutkan kembali sesuai kebijakan pemerintah pusat.
“Kemarin hasil rapat terakhir dengan tim investigasi yang dikirim Bu Naniek waktu mereka ke Cilacap, untuk sementara portal pendaftaran pembukaan titik SPPG ditutup. Kemudian untuk 100 titik fiktif yang sudah teridentifikasi dihapus terlebih dahulu, baru kemudian kita akan lanjutkan lagi program. Tapi kembali ke kebijakan pusat,” urai Ammy.
Ammy mengatakan, Pemerintah Kabupaten Cilacap tetap mendukung program prioritas pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat,meskipun menemukan berbagai persoalan dalam pendataan titik SPPG.
“Saya mendukung program prioritas Presiden,” tutup Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya.
Sebagai informasi, Ammy Amalia Fatma Surya, menjadi Plt. Bupati Cilacap terhitung mulai 15 Maret 2026, menggatikan yamsul Auliya Rachman, S.STP., M.Si., yang sejak pertengahan Maret 2026 menjalani proses hukum akibat penyalahgunaan kebijakan yang merugikan negara.
Editor; tim redaksi.
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik


Saat ini belum ada komentar