Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini dan Feature » Wawancara Imajiner dengan ESP E-RA Membangunkan Sumsel dari Tidur Panjang

Wawancara Imajiner dengan ESP E-RA Membangunkan Sumsel dari Tidur Panjang

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Minggu, 6 Okt 2024
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

E-RA merupakan koordinat definitif hasil perpaduan antara absis Ir. H. Eddy Santana Putra, M.T (ESP) dan ordinat Dr. Riezky Aprilia, S.H.,M.H. (RA).

E-RA terpanggil untuk memenuhi aspirasi banyak tokoh masyarakat Sumsel agar tampil memimpin Sumsel mencapai Kegemilangan, sebagaimana Kegemilangan Sriwijaya berhasil menjadi ikon terbesar di Nusantara, yang menorehkan sejarah mendunia dalam rentang kekuasaan tak kurang dari tujuh abad (abad ke-7 s.d. abad ke-13).

Berikut interview Syamsul Noor (SN) dari media siber MSINews dengan Cagub Sumsel Ir. H. Eddy Santana Putra, M.T. (ESP). SN berkemeja biru laut dan bercelana hitam duduk di hadapan ESP mengenakan baju kemeja putih dipadu dengan celana hitam.

SN : Selamat Siang. Salam sehat dan sejahtera buat Kak ESP sekeluarga dan juga buat semua relawan Pendukung E-RA di mana pun berada. Apa boleh saya panggil Kak ESP?

ESP : Boleh, silakan. Nama saya memang kerap dipanggil ESP. Terima kasih. Salam sehat dan sejahtera kembali.

SN : Latar belakang utama Kak ESP maju sebagai Paslon dalam Pilkada Sumsel 2024, adalah memenuhi aspirasi banyak masyarakat, terutama para tokoh masyarakat Sumsel. Apakah benar begitu?

ESP : Ya. Impian banyak masyarakat agar Sumsel lebih maju. Di dalam impian itu terimplikasi kepercayaan masyarakat sekaligus ujian buat saya. Seandainya Sumsel ke depan mengalami kemajuan, itu penyebab utamanya bukan saya, melainkan kemajuan itu karena masyarakat berjuang bersama-sama mewujudkan Sumsel maju. Sumsel Cerah: Cerdas, Sehat, dan Sejahtera bersama E-RA Baru, di dalam Semangat Baru, Harapan Baru, dan Pemimpin Baru.

SN : Luar biasa, Kak ESP. Apakah itu semacam literasi kognitif yang berhasil Kak ESP jual ataukah itu memang kunci atau key word dari keberhasilan E-RA?

ESP : Mau dibilang apa pun dan sebagai apa pun, fakta membuktikan Sumsel Cerah bukan karena siapa-siapa, bukan karena ESP dan Riezky saja. Sumsel Cerah karena mayoritas rakyat berjuang bersama-sama mewujudkannya.

SN : Ada pepatah Melayu berbunyi, “Ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk”. Apa komentar Kak ESP dalam konteks peran urgen sosok pemimpin di Sumsel?

ESP : Komentar saya, jangan pernah menganggap remeh pendidikan. Di dalam pendidikan ada banyak guru yang mensosialisasikan ilmu, termasuk sikap Ilmu Padi tadi kepada anak didik. Pepatah tentang ilmu padi itu merupakan kecerdasan lokal Sumsel, bahkan seluruh provinsi se-Indonesia mengenalnya. Dalam slogan Cerah itu bukan Cerdas ditempatkan paling dahulu. Itu komitmen E-RA pada urgensi pendidikan sebagai upaya bersama guna mencerdaskan rakyat. Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tujuan pokok negara ini berdiri.

SN : Mau pintar dan mau cerdas itu mahal. Mau sehat juga mahal. Apalagi mau sejahtera, bukankah semua butuh biaya dan semua ada harga. Apa penjelasan Kak ESP?

ESP : Uji pepatah Palembang, Ado Caro Ado Rego. Katek Caro Katek Rego. Apa maksudnya? Arti harga itu dalam banyak hal bergantung pada cara. Jadi, pendidikan, kesehatan, standarisasi Sejahtera akan sangat mahal dan berada di luar kemampuan, apa cara mengelolanya keliru sehingga menjadi tidak efektif dan terjadi inefisiensi. Kalau pengelolaannya efektif, efisien, rasional, proporsional, dan kondusif, tentu anggapan mahal itu bergeser menjadi terjangkau, rasional, bahkan gratis. Dalam arti pemerintah berdasarkan amanat UUD 1945 berkewajiban mencerdaskan warga negara melalui program pendidikan.

SN : Oh, ya… Kak ESP. Secara nasional terkesan terjadi tumpang tindih antara Pendidikan dan Kebudayaan. Terbukti ada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Padahal dalam perspektif kebudayaan, pendidikan merupakan salah satu unsur dari kebudayaan. Apa pendapat Kak ESP dalam konteks tersebut.

ESP : Begini. Pendidikan itu mikro. Kebudayaan itu makro. Hal mikro disandingkan pada hal makro tidak berarti terjadi tumpang tindih. Justru mikro dan makro oleh karena sifatnya koherensif justru saling memperkuat dan saling melengkapi. Dengan semangat kebudayaan kita fokus pada pendidikan guna mewujudkan manusia budaya. Sebab, dalam arti seluas-luasnya hanya manusia budaya yang pandai menghargai kebudayaan.

SN : Baik. Penjelasan Kak ESP sangat kontekstual dan tepat sasaran. Lalu sebagaimana Kak ESP saksikan sendiri banyak sekali aset-aset Kebudayaan daerah di Sumsel terancam punah, bahkan memang sudah dinyatakan punah atau tergusur. Apa penjelasan Kak ESP?

ESP : Nama Santana pada Eddy Santana Putra diberikan oleh *Almarhum Letjend. (Purn.) Bambang Oetoyo*, kepada anak lelaki dari *Almarhum Kol.(Purn.) H. Animan Achyad*. Dalam bahasa Jawa Santana dilafazdkan *Sentono* yang bermakna
*Manusia pemberi pedoman untuk menjadikan manusia semakin manusia.* Manusia menjadi semakin manusia, menurut pendapat saya tidak lain dari *Manusia Budaya* atau *Manusia mencintai Budaya”. Dalam konteks ini saya berharap kelak setelah menjabat sebagai gubernur Sumsel, Insya Allah, saya akan menata kebudayaan daerah di Sumsel bukan saja terawat tetapi terdepan di Nusantara, seperti tempo dulu, baik era Sriwijaya maupun pada era Kesultanan Palembang Darussalam. Jangan lupa, pada kurun 1750-1800 Masehi Palembang menjadi Pusat Kebudayaan Islam berbahasa Melayu di Nusantara.

(WAWANCARA TERHENTI SEJENAK KARENA ESP MENYERUPUT AIR DARI CANGKIR DI ATAS MEJA DI HADAPANNYA. KETIKA ITU SECARA BERSAMAAN SN MALU-MALU MENYEKA MATANYA YANG MENDADAK BERLINANGAN AIR MATA MENDENGAR PENJELASAN ESP.

SN : Wawancara ini sudah mendekati akhir. Kak ESP, saya terharu sekali dan terima kasih atas kesediaan Kak ESP memberikan banyak sekali penjelasan berharga buat masyarakat Sumsel. Semoga masyarakat sadar, KSP lebih dari layak untuk masyarakat Sumsel pilih memimpin Sumsel ke depan. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.***

Syamsul Noor adalah pelaku sastra, jurnalis SMINews Biro SumselBabel, dan Ketua Departemen Data pada Pusat Kajian Sriwijaya (PKS), FISIF-UNSRI.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yayasan I.J.Kasimo Peduli Kesehatan Telinga

    Yayasan I.J.Kasimo Peduli Kesehatan Telinga

    • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Yayasan I.J. Kasimo berkolaborasi dengan Komisioner Komnas Disabilitas dan ABD Nusantara,menyelenggarakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Telinga, bertempat di Kantor Yayasn I.J. Kasimo,Kawasan Semanggi,Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2024. Adapun, kegiatan ini mendapat dukungan dari Komisioner Komnas Disabilitas, Kikin P. Taringan, dan Alat Bantu Dengar (ABD) Nusantara. Hadir dalam kegiatan ini antara lain, Badan Pengurus Pusat Yayasan I.J. Kasimo […]

  • Malam Ini, Ada 33 Titik Nobar Laga Final Piala AFC U-23, di Banyuwangi

    Malam Ini, Ada 33 Titik Nobar Laga Final Piala AFC U-23, di Banyuwangi

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Timnas Indonesia U-23 akan melawan Uzbekistan babak semifinal Piala AFC , Senin 29 Aprl 2024. Melihat antusias persepakbolaan di Banyuwangi,maka Pemerintah Daerah setempat menyiapkan sejumlah lokasi untuk Nonton Bareng (Nobar) yang akan berlangsung di Stadion  bin Khalifa, Doha waktu setempat atau pukul 19.00.WIB. Sebagaimana diberitakan di berbagai media massa, akan ada 33 titik nobar yang […]

  • Wakil Ketua DPRD DKI Rany Mauliani Ingatkan Pendatang Baru usai Idul Fitri

    Wakil Ketua DPRD DKI Rany Mauliani Ingatkan Pendatang Baru usai Idul Fitri

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 10
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM,Jakarta– Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Hj. Rany Mauliani mengingatkan para pendatang baru agar memastikan jika sudah punya tempat tinggal. Pernyataan itu disampaikan merespon kebijakan pemprov DKI  tidak menggelar Operasi  Yustisi guna menjaring pendatang baru  yang masuk ke Jakarta usai Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M. Baik tinggal bersama keluarga, kerabat, ataupun menyewa rumah. “Jika […]

  • Tinjau Pokmas di Ciracas,Ini yangv Dilakukan Mensos Gus Ipul

    Tinjau Pokmas di Ciracas,Ini yangv Dilakukan Mensos Gus Ipul

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Jakarta, msinews.com- Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa dengan Gus Ipul mengunjungi salah satu Kelompok Masyarakat (Pokmas) di Kecamatan Ciracas, Jakarta Utara pada Senin (07/10/2024). Kedatangan Gus Ipul tersebut ialah untuk meninjau secara langsung proses pembuatan bantuan permakanan untuk lansia dan disabilitas di wilayah Kecamatan Ciracas. Para anggota Pokmas Ciracas tampak sumringah menyambut kedatangan […]

  • Terpidana Korupsi Tukin di Balam Dieksekusi Hari Ini

    Terpidana Korupsi Tukin di Balam Dieksekusi Hari Ini

    • calendar_month Selasa, 12 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Jakarta, Dua terpidana korupsi Tunjangan Kinerja (Tukin) Kejari Bandar Lampung (Balam) dieksekusi ke Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung. Satu terdakwa dieksekusi ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Bandar Lampung. Kasi Intel Kejari Bandar Lampung Rio Irawan mengatakan,ketiga terpidana dieksekusi berdasarkan Putusan Mejelis Hakim yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah). “Iya kemarin kita eksekusi […]

  • DPR Soroti Kekurangan Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi di Daerah

    DPR Soroti Kekurangan Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi di Daerah

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina meminta pemerintah mencetak tenaga dokter ahli yang banyak untuk disebarkan di seluruh Rumah Sakit di Indonesia. Dalam keterangan tertulisnya diterima awak media di Parlemen,Selasa (23/7/2024) Arzeti mengaku prihati atas kekurangan tenaga dokter spesialis di Indonesia. Ia pun merespon peristiwa meninggalnya seorang dokter spesialis ortopedi dan traumatologi RSUD Sulawesi […]

expand_less