Update, 33 Orang Meninggal Dunia,23 Luka-kuka Pasca Gempa Bumi di Flores,NTT
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MSINEWS.COM-Pemerintah Provinsi NTT bersama TNI-Polri dan DPRD sepakat, seluruh jajaran di lapangan tidak menunda penyaluran bantuan.
“Jika stok pemerintah lokal terbatas, petugas diizinkan memanfaatkan logistik terdekat yang ada di masyarakat atau pertokoan lokal, yang nantinya akan diselesaikan pembayarannya. Demikian disampaikan oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.”.
Langkah tersebut diambil Forkopimda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyusul bencana gempa bumi yang mengguncang kawasan Pulau Flores pada Sabtu 15 Agustus dini hari.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Antariksawan, Danrem 161/Wira Sakti, Dankodaeral VII Kupang, serta pimpinan DPRD NTT turun langsung menggelar rapat koordinasi penanganan darurat di Polsek Alok, Kabupaten Sikka, Sabtu (15/8/2026).
Total Korban
Dihimpim dari berbagai sumber, hingga Sabtu sore, data sementara mencatat 33 korban jiwa dan 23 orang luka-luka.
Korban Meninggal dunia
Terdapat 33 orang (Sikka 3 orang, Ngada 1 orang, Manggarai 14 orang, Manggarai Timur 14 orang, dan Manggarai Barat 1 orang).
Korban Luka-Luka
Data menysbutkan terdapat 23 orang mengalami luka-luka yakni (Kabupaten Sikka 6 orang, Ende 13 orang, dan Manggarai Barat 4 orang).
Sementara itu, empat orang di Kabupaten Manggarai dilaporkan masih tertimbun reruntuhan dan dalam proses evakuasi penanganan Tim SAR.
“Data ini masih terus diperbarui seiring proses pencarian, evakuasi, dan pendataan di lapangan oleh tim gabungan,” kata Gubernur Melki Laka Lena di Maumere.
Selain itu, bencana alam gempa bum juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur berat di sejumlah titik, termasuk Terminal Pelabuhan Lorens Say Maumere dan beberapa fasilitas di Kabupaten Ende.
Sejumlah ruas jalan darat terputus akibat tanah longsor dari tebing, yang saat ini sedang ditangani secara intensif oleh Balai Jalan Kementerian PUPR bersama Dinas PUPR Provinsi dan Kabupaten.
Sedangkan upaya pemulihan jaringan listrik PLN serta sinyal telekomunikasi juga terus dilakukan secara bertahap.**
Editor : tim redaksi.
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik



Saat ini belum ada komentar