Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » Sidang Tahunan MPR, Jokowi Bicarakan Arahan Pak Lurah Hingga Hilirisasi Ekonomi 

Sidang Tahunan MPR, Jokowi Bicarakan Arahan Pak Lurah Hingga Hilirisasi Ekonomi 

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Rabu, 16 Agt 2023
  • visibility 257
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Infomsi.News–Presiden Jokowi  menyampaikan tren di kalangan politisi dan parpol, ada arahan Pak Lurah, serta perekonomi Indonesia saat Sidang Tahunan MPR pada hari ini. Ia juga menyinggung suasananya sudah hangat-hangat kuku dan sedang tren di kalangan politisi dan parpol. Setiap ditanya soal siapa Capres Cawapres 2024.

“Saya sempat mikir. Siapa “Pak Lurah” ini. Sedikit-sedikit kok Pak Lurah? Belakangan saya tahu yang dimaksud Pak Lurah itu ternyata Saya. Ya saya jawab saja: Saya bukan lurah. Saya Presiden Republik Indonesia. Ternyata Pak Lurah itu, kode. Tapi perlu saya tegaskan, saya ini bukan Ketua umum parpol, bukan juga Ketua koalisi partai dan sesuai ketentuan Undang Undang yang menentukan Capres dan Cawapres itu Parpol dan koalisi parpol,” bener Jokowi diatas mimbar pidato presiden di Senayan Jakarta, Rabu 16/8/2023.

“Jadi saya mau bilang itu bukan wewenang saya, bukan wewenang Pak Lurah. Walaupun saya paham sudah nasib seorang Presiden untuk dijadikan “paten-patenan”, dijadikan alibi, dijadikan tameng,” imbuhnya

Jokowi menyebut walau kampanye belum mulai, namun foto dirinya banyak dipasang dimana-mana.

“Saya ke Provinsi A eh ada, ke Kota B, eh ada, ke Kabupaten C ada. Sampai ke tikungan-tikungan di desa ada juga. Tapi, bukan foto saya sendirian. Ada yang di sebelahnya bareng capres. Ya ndak apa, boleh-boleh saja,” ujarnya

Lebih lanjut Jokowi menyampaikan sejumlah hal terkait ekonomi Indonesia mulai dari pembangunan infrastruktur hingga hilirisasi. Dia merespons kritik dari beberapa kalangan terhadap pembangunan jalan tol yang dilaksanakan pemerintahannya. Kritikus itu menilai rakyat Indonesia sekarang lebih memerlukan makanan ketimbang jalan tol.

“Rakyat kan makannya nasi, international trust tidak bisa dimakan. Ya memang tidak bisa. Sama seperti jalan tol tidak bisa dimakan, ya memang,” kata Jokowi.

Jokowi tak mempersoalkan semua kritik itu. Justru ia malah senang dengan semua kritik yang diarahkan pada kebijakan pembangunan dilaksanakan pemerintahannya. Ia juga tak mau menghabiskan energi untuk merespons kritik tersebut. Pasalnya, itu bisa jadi tidak produktif.

“Ini contoh menghabiskan energi untuk hal tidak produktif itu. Tapi enggak apa saya malah senang. Memang harus ada yang begini-begini, supaya lebih berwarna, supaya tidak monoton,” katanya.

Dalam pidatonya, Jokowi juga membahas hilirisasi. Ia menjelaskan Indonesia harus menjadi negara yang mampu mengolah sumber daya alamnya.

Menurutnya, memiliki kekayaan alam saja tidak cukup, negara juga harus mampu mengolahnya dengan memberikan nilai tambah dan kesejahteraan bagi rakyatnya.

“Kita tidak boleh menjadi bangsa pemalas yang hanya menjual bahan mentah kekayaannya. Tanpa ada nilai tambah, tanpa ada keberlanjutan,” tegas Jokowi.

“Saya ingin tegaskan bahwa Indonesia tidak boleh seperti itu. Indonesia harus menjadi negara yang mampu mengolah sumber dayanya, memberikan nilai tambah, dan menyejahterakan rakyatnya,” imbuhnya.

Jokowi menjelaskan hilirisasi yang diupayakan adalah hilirisasi yang berfokus pada transfer teknologi yang memanfaatkan sumber energi baru dan terbarukan, serta meminimalisir dampak lingkungan.

Upaya ini diwujudkan dengan mewajibkan perusahaan tambang membangun pusat persemaian untuk merehabilitasi lahan pasca tambang, sebagai langkah tanggung jawab terhadap lingkungan.

Lebih lanjut, hilirisasi tidak hanya akan terbatas pada komoditas mineral, tetapi juga komoditas non mineral seperti sawit, rumput laut, dan kelapa.

Jokowi menyebut dengan hilirisasi pendapatan per kapita RI bisa melesat dalam beberapa tahun ke depan. Berdasarkan perhitungannya dalam 10 tahun ke depan, pendapatan per kapita dapat mencapai Rp153 juta (US$10.900), dalam 15 tahun mencapai Rp217 juta (US$15.800), dan dalam 22 tahun mencapai Rp331 juta (US$25 ribu).

Angka itu melonjak dari pendapatan per kapita pada 2022 sebesar Rp71 juta.

Ke depan hilirisasi, tidak hanya pada komoditas mineral, tetapi non mineral seperti sawit, rumput laut, dan kelapa. Jokowi mengakui hilirisasi memang terasa pahit bagi eksportir bahan mentah, tetapi ia yakin kebijakan itu nantinya akan berbuah manis.

Ia memberi contoh dengan penyetopan ekspor nikel ore di 2020, investasi hilirisasi nikel perlahan tumbuh pesat. Menurutnya, saat ini telah ada 43 pabrik pengolahan nikel yang akan membuka peluang kerja yang sangat besar.

Ke depan, Jokowi yakin hilirisasi bisa memberikan banyak manfaat apalagi jika dilakukan pada komoditas lainnya.

“Saya pastikan Ini akan berbuah manis pada akhirnya. Terutama bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Dalam pidatonya, Jokowi juga menyinggung soal pemerataan ekonomi yang dilakukan dengan pembangunan dari desa pinggiran dan daerah terluar. Pembangunan dilakukan dengan dana desa yang mencapai Rp539 triliun dari 2015 hingga 2023.

Selan itu, ia juga memaparkan anggaran perlindungan sosial sebesar Rp3.212 triliun dari 2015 hingga 2023. Anggaran itu termasuk untuk Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Anggaran itu juga untuk perlindungan kepada lansia, penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya, serta re-skilling dan up-skilling tenaga kerja melalui Balai Latihan Kerja dan Program Kartu Pra-Kerja. Anggaran diberikan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

Namun, Jokowi menjelaskan SDM yang telah dipersiapkan harus mendapat lapangan kerja untuk bisa menghasilkan produktivitas nasional. Maka dari itu dibutuhkan sektor ekonomi baru yang membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya.

“Di sinilah peran sektor ekonomi hijau dan hilirisasi sebagai window opportunity kita untuk meraih kemajuan karena Indonesia sangat kaya sumber daya alam termasuk bahan mineral, hasil perkebunan, hasil kelautan, serta sumber energi baru dan terbarukan,” kata Jokowi.

Dia pun menyinggung soal fotonya yang dipakai sejumlah capres. Jokowi menegaskan tak punya andil dalam pertemuan capres-cawapres Pilpres 2024.

Selain itu, Jokowi juga menjawab caci maki sejumlah pihak terhadap dirinya. Dia mengaku tak masalah dengan sebutan tolol hingga Firaun yang disematkan ke dirinya.

Tak hanya itu, dia menyinggung keberlanjutan pembangunan. Jokowi ingin sosok presiden berikutnya meneruskan pembangunan agar Indonesia menjadi negara maju. (ror)

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia-Belarus Luncurkan Peta Jalan Kerja Sama 2026-2030

    Indonesia-Belarus Luncurkan Peta Jalan Kerja Sama 2026-2030

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 192
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-Pemerintah Indonesia dan Republik Belarus komitmen perkuat kerja sama untuk jangka waktu 5 tahun kedepan ; 2026-2030. Hal ini dipertegas dalam pertemuan Presiden RI,Prabowo Subianto dengan Presiden Republik Belarus Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (02/07/2026). Dilansir media ini dari Kementerian Sekretaris Negara, baik Prabowo maupun Lukashenko sepakat memperkuat kemitraan strategis kedua negara melalui peluncuran […]

  • Mensos ;  Verifikasi Ketat Bansos Demi Keadilan Sosial, Libatkan BPS hingga PPATK

    Mensos ;  Verifikasi Ketat Bansos Demi Keadilan Sosial, Libatkan BPS hingga PPATK

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI ) tengah menggarap sistem penyaluran bantuan sosial (bansos) yang lebih akurat dan tepat sasaran. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa pihaknya akan memperketat kriteria penerima bansos, dengan prioritas utama diberikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan, sejalan dengan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS). “BPS akan menjadi […]

  • Pemprov NTT Serahkan Dokumen Usulan Gelar Pahlawan Nasional Herman Yoseph Fernandez kepada Kemensos RI

    Pemprov NTT Serahkan Dokumen Usulan Gelar Pahlawan Nasional Herman Yoseph Fernandez kepada Kemensos RI

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 199
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM,JAKARTA-Pemerintahan Provinsi NTT, secara resmi menyerahkan dokumen usulan gelar pahlawan nasional kepada anggota Tentara Pelajar, Herman Yoesef Fernandez kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Sosial RI. Pihak Pemprov diwakili oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial Provinsi NTT, Ibu Maria Threda Da Ona Desipung, S.Kom didampingi staf Ibu Merlin,dan diterima langsung oleh Direktur Pemberdayaan […]

  • Sriwijaya Punya Modal Sejarah:  Dari Taman Miniatur Menjadi Destinasi Dunia

    Sriwijaya Punya Modal Sejarah:  Dari Taman Miniatur Menjadi Destinasi Dunia

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Oleh : Firman Satria, S,Pd, Gr, NAMA Sriwijaya sudah lama menjadi bagian dari cerita besar Nusantara. Kerajaan, prasasti, kapal dan  perdagangan menjadi bagian dari jejak sejarah yang masih dibicarakan sampai sekarang. Persoalannya, jejak itu berada di banyak tempat dan tidak selalu mudah dilihat dalam satu rangkaian. Buku, museum, situs dan peninggalan menjadi pintu untuk mengenalnya. […]

  • Wagub Hellyana ; Provinsi Bangka Belitung Butuh Harmoni, Bukan Dominasi 

    Wagub Hellyana ; Provinsi Bangka Belitung Butuh Harmoni, Bukan Dominasi 

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Dalam keterangan pers yang diterima media ini, Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hellyana, mengaku fungsi dan perannya ”dilemahkan secara sistematis”. Karena itu, politisi Partai Persatuan Pemabngunan (PPP) ini merasa keberatan dan blak-blakan menyuarakan keresahannya kepada publik. Menurutnya, dugaan pelemahan sistematis terhadap peran dan kewenangannya dalam struktur Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,ia menegaskan,  bahwa […]

  • Wamendagri Tegaskan Komitmen Kawal Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan

    Wamendagri Tegaskan Komitmen Kawal Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 262
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menegaskan komitmen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam mengawal percepatan pembangunan Kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Provinsi Papua Selatan. Menurutnya, komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan tata kelola perencanaan pembangunan daerah, sinkronisasi kebijakan lintas sektor, serta penguatan komunikasi dengan masyarakat guna memastikan program […]

expand_less