Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Seminar Nasional: Herman Yoseph Fernandez Layak Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Seminar Nasional: Herman Yoseph Fernandez Layak Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Minggu, 15 Des 2024
  • visibility 89
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,msinews.com-Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI (Purn.) Kiki Syahnakri mengatakan salah satu alasan mengapa Herman Yoseph Fernandez pantas diusung untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional adalah kisah heroiknya dalam pertempuran di Desa Sidobunder, Kebumen, Jawa Tengah, atau yang dikenal dengan sebutan Palagan Sidobunder.

Jenderal Kiki mengatakan ini dalam seminar nasional bertema “Sosok dan Kepahlawanan Herman Yoseph Fernandez Pejuang Era Revolusi, Cahaya dari Timur Untuk Indonesia” yang berlangsung di Aula Soerjadi Gedung PPAD (Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat), Jl. Matraman Raya, Jakarta, Sabtu (14/12/2024).

Seminar tersebut diselenggarakan oleh Panitia Nasional Pengusul Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Herman Yoseph Fernandez yang diketuai oleh Grace Siahaan Njo.
Selain Kiki, narasumber yang tampil sebagai dalam seminar tersebut adalah Dr. Yoseph Yapi Taum dan sejarawan Prof. Asvi Warman Adam.

Seminar yang dimoderatori wartawati senior Hermien Y. Kleden, menghadirkan beberapa penanggap, di antaranya Dr. Inosentius Samsul, SH, M.Hum; Dr. Bondan Kanumoyoso, M.Hum; Brigjen TNI M. Syech Ismed, SE, M.Han; Laksma TNI Dr. Hariyo Poernomo SE, MM, M.Tr.Opsla, M.Han, Brigjen TNI (Purn.) Andreas R. Mere dan Sedangkan Mayjen TNI (Purn.) Herman Musakabe .

Dikatakan Kiki, sangat mungkin bahwa Palagan Sidobunder dan tewasnya Kapten Nex menjadi faktor penghambat gerak maju pasukan Belanda dari arah barat Yogyakarta. Jika tidak ada situasi itu, maka tentara Belanda mungkin saja akan dengan mudah menembus Yogyakarta dari arah barat.

“Inilah peran penting dari Palagan Sidobunder serta pengorbanan para pejuang, utamanya Tentara Pelajar yang salah satu pimpinannya adalah Yoseph Herman Fernandez, dalam rangka mempertahankan Ibu Kota Negara Yogyakarta yang juga berarti mempertahankan eksistensi dari Kemerdekaan Indonesia,” jelas Kiki.

Selain itu, lanjut Kiki, keterwakilan dalam segala aspek kehidupan berbangsa-bernegara adalah kata kunci dari upaya pemeliharaan/peningkatan “Persatuan Indonesia”, termasuk keterwakilan dalam hal pembelian gelar Pahlawan Nasional.

Ditambahkan Kiki, belum semua daerah di Indonesia memiliki Pahlawan Nasional yang mewakili daerahnya, termasuk Pahlawan Nasional yang mewakili masyarakat Flores, walaupun sebenarnya ada beberapa orang yang sangat memenuhi syarat, salah satu di antaranya adalah Yoseph Herman Fernandez.

Menurut sejarawan Prof. Asvi Warman Adam, kualitas yang harus dimiliki oleh seorang pahlawan adalah keberanian.
“Keberanian ada pada diri Herman Yoseph Fernandez,” kata Asvi.

Asvi tiga hal penting dalam pengusungan seseorang menjadi pahlawan nasional. Pertama, pemenuhan persyaratan umum dan khusus yang ditetapkan oleh pemerintah.

Kedua, situasi, misalnya menjelang pemilu/pilpres, atau peringatan sejarah, atau provinsi yang belum memiliki pahlawan nasional.

Ketiga, pendekatan terhadap pengambil keputusan, dalam hal ini pemerintah/presiden.

Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI (Purn.) Kiki Syahnakri

Sementara itu, menurut Yapi Taum, de facto Herman Yoseph Fernandez adalah pahlawan nasional karena dimakamkan di TMP Kusumanegara, Yogyakarta di antara sejumlah sejumlah pahlawan nasional seperti Panglima Besar Jenderal Sudirman dan Jenderal Urip Soemohardjo.

Namun de jure, pemberian gelar pahlawan nasional kepada Herman Yoseph Fernandez sedang diupayakan, termasuk melalui penyelenggaraan seminar nasional ini.

Salah satu penanggap, Brigjen TNI (Purn.) Andreas Riwu Mere, menegaskan bahwa kehormatan tertinggi sebagai prajurit adalah ketika gugur di medan pertempuran.

“Herman Yoseph Fernandez sangat layak disebut pahlawan nasional karena dia rela mengorbankan nyawanya demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” tegas Andreas.

Profil Herman Yoseph Fernandez

Herman Yoseph Fernandez adalah seorang pejuang yang tidak hanya berjuang dalam pertempuran fisik, tetapi juga menunjukkan keteguhan moral dan spiritual yang luar biasa dalam perjuangannya mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Herman Yoseph Fernandez adalah putra keempat dari pasangan Marcus Suban Fernandez dan Fransisca Theresia Pransa Carvalho Kolin, lahir pada 3 Juni 1925 di Ende, Flores, NTT.

Di Kota Ende pula Herman Yoseph Fernandez pertama kali mengenal Bung Karno ketika menjadi pembuangan Belanda.

Bung Karno sendiri pernah mengunjungi Schakel School pada tahun 1936 saat Herman Fernandez dan Frans Seda duduk di kelas dua.

Di sekolah guru HIK van Lith, Muntilan, Herman Fernandez belajar bersama teman-teman dari berbagai etnis dan seangkatan dengan Yos Soedarso, pahlawan yang gugur di Laut Aru, dan Frans Seda yang kemudian menjadi tokoh nasional.

Setelah ikut berjuang bersama laskar muda dari kawasan Sunda Kecil, Herman Yoseph Fernandez terakhir bergabung dengan Persatuan Pelajar Indonesia Sulawesi (Perpis) dan terlibat dalam pertempuran hidup mati di Palagan Sidobunder, Kebumen, pada 2 September 1947.

Herman Fernandez akhirnya gugur sebagai Kusuma Bangsa dan dimakamkan di TMP Kusumanegara, Yogyakarta. Di TMP ini juga dimakamkan Jenderal Besar Sudirman, Letjen Urip Sumohardjo, dua Pahlawan Revolusi Brigjen TNI (Anumerta) Katamso Darmokusumo dan Kolonel (Anumerta) Sugiyono Mangunwiyoto, serta ratusan pejuang dan pahlawan bangsa lainnya.

Memenuhi kriteria

Berdasarkan seluruh kontribusi dan pengorbanan yang ia lakukan, Herman Yoseph Fernandez memenuhi kriteria untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional sesuai dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2009 Pasal 25 dan 26, khususnya huruf (a) dan huruf (b). 17 Perjuangannya, yang tidak hanya terbatas pada medan perang tetapi juga pada pengorbanan moral dan spiritual, menjadikannya sosok yang layak dihargai sebagai pahlawan.

Pengakuan terhadap Herman Yoseph Fernandez sebagai Pahlawan Nasional juga mencerminkan keterwakilan seluruh wilayah Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan. Sebagai seorang pahlawan yang berasal dari Flores, pengakuan ini menjadi simbol penting bahwa kontribusi daerah-daerah di luar Jawa dalam perjuangan kemerdekaan sangat signifikan.

Dengan demikian, Herman Yoseph Fernandez tidak hanya menjadi pahlawan bagi masyarakat Flores atau Nusa Tenggara Timur, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pemberian gelar ini tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga merupakan pengakuan moral dan sejarah yang pantas bagi pengorbanan dan kontribusinya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Herman Yoseph Fernandez, yang mewakili semangat nasionalisme Indonesia yang inklusif, sepatutnya diakui sebagai simbol kepahlawanan yang berasal dari berbagai penjuru negeri.

Pengakuan terhadapnya akan membawa kebanggaan bagi masyarakat Flores dan Nusa Tenggara Timur serta memberikan penghargaan terhadap setiap pejuang yang ikut berperan dalam kemerdekaan Indonesia. Mengingat hingga saat ini belum ada pahlawan nasional yang diakui secara resmi dari Flores, pemberian gelar ini akan memperkaya warisan sejarah perjuangan bangsa Indonesia. ***

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Pemudik

    Ribuan Pemudik Memadati Stasiun Pasar Senen H-4 Lebaran

    • calendar_month Minggu, 7 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Para pemudik membanjiri Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Minggu (7/4/2024), menjelang Lebaran. Pantauan dihinpun di lokasi menyaksikan antusiasme yang luar biasa dari para pemudik, dengan seluruh tiket kereta api (KA) jarak jauh telah terjual habis. Pemandangan di stasiun menjadi kian ramai dengan pemudik yang memadati kursi stasiun, bahkan ada yang terpaksa […]

  • Dana MBG Langsung dari KPPN ke Virtual Account, Kepala BGN Sebut Tak Mungkin Ada Korupsi

    Dana MBG Langsung dari KPPN ke Virtual Account, Kepala BGN Sebut Tak Mungkin Ada Korupsi

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan secara terang bahwa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) baik dari pelaksanaan, pelayanan hingga pengawasan tak mungkin ada korupsi. Menurutnya, program ungggulan prioritas Presiden Prabowo MBG ini, pihak dari BGN dalam proses pembayaran pengadaan MBG, baik ke dapur sampai ke pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) […]

  • KOMPAK Indonesia Ungkap Dugaan Korupsi di Lingkungan BUMD DKI Melibatkan Pihak Swasta

    KOMPAK Indonesia Ungkap Dugaan Korupsi di Lingkungan BUMD DKI Melibatkan Pihak Swasta

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (Kompak) Indonesia meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memberikan dukungan penuh terhadap proses hukum kasus dugaan korupsi yang melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Kompak Indonesia, Gabriel Goa dalam siaran pers diterima media ini,Jumat 13 Juni 2025. Hal tersebut untuk memastikan adanya transparansi dan […]

  • Sambangi RS PMI dan RSUD Bogor, Menag Jenguk Korban Bangunan Majelis Taklim yang Ambruk

    Sambangi RS PMI dan RSUD Bogor, Menag Jenguk Korban Bangunan Majelis Taklim yang Ambruk

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 50
    • 0Komentar

    msinews.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar hari ini menyambangi Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bogor. Menag menjenguk jemaah yang dirawat akibat bangunan majelis taklim Ashobiyyah roboh. Majelis Taklim Ashobiyyah terletak di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bangunan ini baru selesai dibangun sekitar sebulan lalu. […]

  • Gelar RDP, Komisi II Setujui Perubahan PKPU untuk Pilkada 2024 Sesuai Putusan MK

    Gelar RDP, Komisi II Setujui Perubahan PKPU untuk Pilkada 2024 Sesuai Putusan MK

    • calendar_month Minggu, 25 Agt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Komisi II menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kemenkumham, Kemendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP terkait persetujuan draf perubahan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) untuk Pilkada 2024 sesuai dengan Putusan MK. Adapun Putusan MK yang dimaksud adalah Nomor 60/PUU-XXII/2024 dan Nomor 70/PUU-XXII/2024. “RDP hari ini ditunggu oleh seluruh rakyat Indonesia. Mereka menunggu janji kita, komitmen […]

  • Komunitas Perempuan Manggarai (KPM) Jakarta Mengutuk Keras Pembunuhan Terhadap Perempuan Muda Manggarai di Jakarta

    Komunitas Perempuan Manggarai (KPM) Jakarta Mengutuk Keras Pembunuhan Terhadap Perempuan Muda Manggarai di Jakarta

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 39
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM–Komunitas Perempuan Manggarai (KPM) Jakarta, mengutuk keras kasus kekerasan pembunuhan terhadap perempuan muda berusia 23 tahun asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur yang terjadi di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur yang baru diketahui pada Jumat 12 September 2025, Pukul 22.00 Wib. Ketua Komunitas Perempuan Manggarai, EMILIANA AK, dalam keterangan persnya kepada Media, Senin (15/09/2025) menyampaikan […]

expand_less