Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Seminar Nasional: Herman Yoseph Fernandez Layak Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Seminar Nasional: Herman Yoseph Fernandez Layak Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Minggu, 15 Des 2024
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,msinews.com-Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI (Purn.) Kiki Syahnakri mengatakan salah satu alasan mengapa Herman Yoseph Fernandez pantas diusung untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional adalah kisah heroiknya dalam pertempuran di Desa Sidobunder, Kebumen, Jawa Tengah, atau yang dikenal dengan sebutan Palagan Sidobunder.

Jenderal Kiki mengatakan ini dalam seminar nasional bertema “Sosok dan Kepahlawanan Herman Yoseph Fernandez Pejuang Era Revolusi, Cahaya dari Timur Untuk Indonesia” yang berlangsung di Aula Soerjadi Gedung PPAD (Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat), Jl. Matraman Raya, Jakarta, Sabtu (14/12/2024).

Seminar tersebut diselenggarakan oleh Panitia Nasional Pengusul Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Herman Yoseph Fernandez yang diketuai oleh Grace Siahaan Njo.
Selain Kiki, narasumber yang tampil sebagai dalam seminar tersebut adalah Dr. Yoseph Yapi Taum dan sejarawan Prof. Asvi Warman Adam.

Seminar yang dimoderatori wartawati senior Hermien Y. Kleden, menghadirkan beberapa penanggap, di antaranya Dr. Inosentius Samsul, SH, M.Hum; Dr. Bondan Kanumoyoso, M.Hum; Brigjen TNI M. Syech Ismed, SE, M.Han; Laksma TNI Dr. Hariyo Poernomo SE, MM, M.Tr.Opsla, M.Han, Brigjen TNI (Purn.) Andreas R. Mere dan Sedangkan Mayjen TNI (Purn.) Herman Musakabe .

Dikatakan Kiki, sangat mungkin bahwa Palagan Sidobunder dan tewasnya Kapten Nex menjadi faktor penghambat gerak maju pasukan Belanda dari arah barat Yogyakarta. Jika tidak ada situasi itu, maka tentara Belanda mungkin saja akan dengan mudah menembus Yogyakarta dari arah barat.

“Inilah peran penting dari Palagan Sidobunder serta pengorbanan para pejuang, utamanya Tentara Pelajar yang salah satu pimpinannya adalah Yoseph Herman Fernandez, dalam rangka mempertahankan Ibu Kota Negara Yogyakarta yang juga berarti mempertahankan eksistensi dari Kemerdekaan Indonesia,” jelas Kiki.

Selain itu, lanjut Kiki, keterwakilan dalam segala aspek kehidupan berbangsa-bernegara adalah kata kunci dari upaya pemeliharaan/peningkatan “Persatuan Indonesia”, termasuk keterwakilan dalam hal pembelian gelar Pahlawan Nasional.

Ditambahkan Kiki, belum semua daerah di Indonesia memiliki Pahlawan Nasional yang mewakili daerahnya, termasuk Pahlawan Nasional yang mewakili masyarakat Flores, walaupun sebenarnya ada beberapa orang yang sangat memenuhi syarat, salah satu di antaranya adalah Yoseph Herman Fernandez.

Menurut sejarawan Prof. Asvi Warman Adam, kualitas yang harus dimiliki oleh seorang pahlawan adalah keberanian.
“Keberanian ada pada diri Herman Yoseph Fernandez,” kata Asvi.

Asvi tiga hal penting dalam pengusungan seseorang menjadi pahlawan nasional. Pertama, pemenuhan persyaratan umum dan khusus yang ditetapkan oleh pemerintah.

Kedua, situasi, misalnya menjelang pemilu/pilpres, atau peringatan sejarah, atau provinsi yang belum memiliki pahlawan nasional.

Ketiga, pendekatan terhadap pengambil keputusan, dalam hal ini pemerintah/presiden.

Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI (Purn.) Kiki Syahnakri

Sementara itu, menurut Yapi Taum, de facto Herman Yoseph Fernandez adalah pahlawan nasional karena dimakamkan di TMP Kusumanegara, Yogyakarta di antara sejumlah sejumlah pahlawan nasional seperti Panglima Besar Jenderal Sudirman dan Jenderal Urip Soemohardjo.

Namun de jure, pemberian gelar pahlawan nasional kepada Herman Yoseph Fernandez sedang diupayakan, termasuk melalui penyelenggaraan seminar nasional ini.

Salah satu penanggap, Brigjen TNI (Purn.) Andreas Riwu Mere, menegaskan bahwa kehormatan tertinggi sebagai prajurit adalah ketika gugur di medan pertempuran.

“Herman Yoseph Fernandez sangat layak disebut pahlawan nasional karena dia rela mengorbankan nyawanya demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” tegas Andreas.

Profil Herman Yoseph Fernandez

Herman Yoseph Fernandez adalah seorang pejuang yang tidak hanya berjuang dalam pertempuran fisik, tetapi juga menunjukkan keteguhan moral dan spiritual yang luar biasa dalam perjuangannya mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Herman Yoseph Fernandez adalah putra keempat dari pasangan Marcus Suban Fernandez dan Fransisca Theresia Pransa Carvalho Kolin, lahir pada 3 Juni 1925 di Ende, Flores, NTT.

Di Kota Ende pula Herman Yoseph Fernandez pertama kali mengenal Bung Karno ketika menjadi pembuangan Belanda.

Bung Karno sendiri pernah mengunjungi Schakel School pada tahun 1936 saat Herman Fernandez dan Frans Seda duduk di kelas dua.

Di sekolah guru HIK van Lith, Muntilan, Herman Fernandez belajar bersama teman-teman dari berbagai etnis dan seangkatan dengan Yos Soedarso, pahlawan yang gugur di Laut Aru, dan Frans Seda yang kemudian menjadi tokoh nasional.

Setelah ikut berjuang bersama laskar muda dari kawasan Sunda Kecil, Herman Yoseph Fernandez terakhir bergabung dengan Persatuan Pelajar Indonesia Sulawesi (Perpis) dan terlibat dalam pertempuran hidup mati di Palagan Sidobunder, Kebumen, pada 2 September 1947.

Herman Fernandez akhirnya gugur sebagai Kusuma Bangsa dan dimakamkan di TMP Kusumanegara, Yogyakarta. Di TMP ini juga dimakamkan Jenderal Besar Sudirman, Letjen Urip Sumohardjo, dua Pahlawan Revolusi Brigjen TNI (Anumerta) Katamso Darmokusumo dan Kolonel (Anumerta) Sugiyono Mangunwiyoto, serta ratusan pejuang dan pahlawan bangsa lainnya.

Memenuhi kriteria

Berdasarkan seluruh kontribusi dan pengorbanan yang ia lakukan, Herman Yoseph Fernandez memenuhi kriteria untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional sesuai dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2009 Pasal 25 dan 26, khususnya huruf (a) dan huruf (b). 17 Perjuangannya, yang tidak hanya terbatas pada medan perang tetapi juga pada pengorbanan moral dan spiritual, menjadikannya sosok yang layak dihargai sebagai pahlawan.

Pengakuan terhadap Herman Yoseph Fernandez sebagai Pahlawan Nasional juga mencerminkan keterwakilan seluruh wilayah Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan. Sebagai seorang pahlawan yang berasal dari Flores, pengakuan ini menjadi simbol penting bahwa kontribusi daerah-daerah di luar Jawa dalam perjuangan kemerdekaan sangat signifikan.

Dengan demikian, Herman Yoseph Fernandez tidak hanya menjadi pahlawan bagi masyarakat Flores atau Nusa Tenggara Timur, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pemberian gelar ini tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga merupakan pengakuan moral dan sejarah yang pantas bagi pengorbanan dan kontribusinya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Herman Yoseph Fernandez, yang mewakili semangat nasionalisme Indonesia yang inklusif, sepatutnya diakui sebagai simbol kepahlawanan yang berasal dari berbagai penjuru negeri.

Pengakuan terhadapnya akan membawa kebanggaan bagi masyarakat Flores dan Nusa Tenggara Timur serta memberikan penghargaan terhadap setiap pejuang yang ikut berperan dalam kemerdekaan Indonesia. Mengingat hingga saat ini belum ada pahlawan nasional yang diakui secara resmi dari Flores, pemberian gelar ini akan memperkaya warisan sejarah perjuangan bangsa Indonesia. ***

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga PDIP Jegal Prabowo Proyek Food Estate, Berikut Tanggapan Pihak Terkai Hingga Jokowi

    Diduga PDIP Jegal Prabowo Proyek Food Estate, Berikut Tanggapan Pihak Terkai Hingga Jokowi

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Proyek Food Estate yang digarap pemerintah tengah menjadi sorotan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Pasalnya dugaan aliran dana hasil kejahatan lingkungan ke partai politik. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menyebut proyek Food Estate sebagai kejahatan lingkungan. Dilansir dari halaman CNBC Indonesia.com, bahwa lernyataan itu disampaikan Hasto menggapai soal dugaan aliran dana hasil […]

  • Sama-sama Tim Pabrikan Aprilia, Motor Maverick Vinales dan Aleix Espargaro Berbeda

    Sama-sama Tim Pabrikan Aprilia, Motor Maverick Vinales dan Aleix Espargaro Berbeda

    • calendar_month Jumat, 11 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Jakarta, Infomsi.News–Banyak yang mengira Maverick Vinales dan Aleix Espargaro menggunakan motor identik di MotoGP 2023. Namun meski sama-sama membela tim pabrikan Aprilia Racing, motor Maverick Vinales dan Aleix Espargaro ternyata berbeda. Di luar setting ergonomi atau elektronik yang pasti berbeda untuk setiap pembalapnya, ada beberapa perbedaan mendasar dari kedua motor. Perbedaan ini sengaja dibuat karena dua rider […]

  • Anggota Komisi III DPR Minta Transparansi Penuh Soal Kematian Brigadir Nurhadi: Jangan Sisakan Ruang Abu-abu

    Anggota Komisi III DPR Minta Transparansi Penuh Soal Kematian Brigadir Nurhadi: Jangan Sisakan Ruang Abu-abu

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Juliani mengatensi khusus perkembangan kasus kematian tragis Brigadir Muhammad Nurhadi yang terjadi di Gili Trawangan, Lombok Utara, pada 16 April 2025. Dewi mendesak agar seluruh proses penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan menyeluruh. “Seharusnya dengan adanya kematian, hasil forensik dan bukti lainnya, kasus […]

  • Gerindra Mendominasi Quick Count Pemilu DPR RI Dapil Lampung

    Gerindra Mendominasi Quick Count Pemilu DPR RI Dapil Lampung

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Lembaga Survei Rakata telah merilis hasil hitung cepat atau quick count untuk calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Lampung di Hotel Emersia Bandar Lampung pada Rabu (14/2) malam. Data yang berhasil terkumpul hingga pukul 21.00 WIB mencapai 62,28 persen dengan tingkat kepercayaan sebesar 99 persen dan toleransi kesalahan sekitar 2,16 […]

  • Tinjau Pasar Palimo Palembang, Mendagri dan Mentan Pastikan Distribusi Beras SPHP Lancar dan Terjangkau

    Tinjau Pasar Palimo Palembang, Mendagri dan Mentan Pastikan Distribusi Beras SPHP Lancar dan Terjangkau

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 5
    • 0Komentar

    msinews.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memastikan pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kota Palembang terdistribusi dengan baik dan dapat diperoleh masyarakat dengan harga terjangkau. Hal itu diungkapkannya saat meninjau ketersediaan dan harga pangan bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Pasar Palimo, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), […]

  • Dirut Pupuk Diganti, Erick Tohir Minta Industri Pupuk Melebar ke Petrokimia

    Dirut Pupuk Diganti, Erick Tohir Minta Industri Pupuk Melebar ke Petrokimia

    • calendar_month Jumat, 4 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Jakarta,Infomsi–Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengangkat Rahmad Pribadi sebagai Direktur Utama PT. Pupuk Indonesia menggantikan Bakir Pasaman yang telah menjabat sejak 2020. Dalam sebuah perombakan kepemipinan tersebut Erick menginginkan Pupuk Indonesia melebarkan sayap usahanya ke bisnis petrokimia. Pupuk Indonesia diharapkan dapat memproduksi green amonia dan juga blue amonia yang bisa menjadi BBM. […]

expand_less