Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Senator Sumut Dorong Penguatan Peran DPD dalam Demokrasi Indonesia

Senator Sumut Dorong Penguatan Peran DPD dalam Demokrasi Indonesia

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
  • visibility 195
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.COM— Senator Sumatera Utara,Dedi Iskandar Batubara menilai, peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) signifikan dalam mempertegas sistem ketatanegaraan.

Salah satunya dengan mengusulkan perubahan kelima Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, meski jalan politik tersebut dinilai masih cukup panjang dan terus diperjuangkan.

Pernyataan disampaikan Anggota Badan Pengkajian MPR RI sekaligus Senator DPD RI, Dedi Iskandar Batubara, dalam diskusi bertajuk “Wewenang dan Pola Hubungan Antarlembaga Negara dalam Struktur Ketatanegaraan Indonesia” di ruang PPID, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Eksekutif Dinilai Terlalu Kuat

Dalam kesempatan itu, ia mengatakan bahwa dalam sistem ketatanegaraan Indonesia saat ini, eksekutif berada dalam posisi yang sangat kuat dibandingkan legislatif dan yudikatif. Ia menegaskan, meski prinsip trias politica sudah diadopsi, kedudukan lembaga legislatif, khususnya MPR, DPR, dan DPD, masih memerlukan kejelasan dan penguatan kewenangan.

“Eksekutif kita hari ini sangat kuat. Bahkan dalam legislasi, pemerintah memiliki hak mengajukan, membahas, hingga menandatangani undang-undang. Karena itu, peran legislatif, termasuk DPD, harus diperjelas,” kata Dedi.

Merefleksikan 21 tahun berdirinya DPD, Dedi menekankan bahwa lembaga ini sejak awal dirancang sebagai penyeimbang dalam proses legislasi.

Namun, dalam praktiknya, kewenangan DPD masih terbatas pada pengusulan rancangan undang-undang tertentu yang berkaitan dengan daerah. Kondisi itu kemudian membuat DPD terus mendorong penguatan otoritas, bahkan melalui wacana amandemen kelima UUD 1945.

“Seandainya legislasi yang berkaitan dengan daerah sepenuhnya menjadi kewenangan DPD, tentu hasilnya akan lebih baik. Anggota DPD setiap hari berada di daerah, sehingga paham betul kebutuhan dan persoalan yang ada,” tegasnya.

Strategi Memperkuat DPD

Lanjutnya, meski kewenangannya terbatas, Dedi menyebut DPD tetap bisa produktif dengan tiga strategi utama.

Pertama, mendorong penguatan DPD melalui amandemen kelima UUD 1945 sebagai langkah maksimal meneguhkan sistem presidensial sekaligus mempertegas posisi DPD sebagai kamar kedua parlemen.

Kedua, mengoptimalkan fungsi pengawasan, terutama dalam pelaksanaan undang-undang, dana transfer, dan kebijakan lain yang langsung menyentuh kepentingan daerah.

“Fungsi pengawasan ini sudah berjalan, tetapi sering kali kurang mendapat perhatian media karena dianggap normatif,” jelasnya.

Ketiga, memperkuat kolaborasi pengawasan agar program pemerintah yang ditetapkan lewat APBN benar-benar terlaksana di daerah. Oleh karena itu, kata Dedi, perjuangan memperbesar peran DPD masih harus terus dilakukan.

“Walaupun kewenangan legislasi DPD saat ini sebatas mengusulkan, bukan berarti kami boleh abai terhadap fungsi pengawasan. Justru di situlah peran penting DPD yang harus terus diperkuat dan diartikulasikan demi memperkuat sistem ketatanegaraan kita,” katanya.

Pola Unik Ketatanegaraan

Di sisi lain, Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Skala Survei Indonesia (SSI) Abdul Hakim berbicara tentang perjalanan sistem ketatanegaraan Indonesia yang selama hampir delapan dekade menunjukkan pola unik.

Menurutnya, secara konstitusional Indonesia menganut sistem presidensial sebagaimana diatur dalam UUD 1945, namun praktik politik yang berjalan kerap berbeda dari aturan tersebut.

Misalnya pada masa Republik Indonesia Serikat (RIS) 1949 dan ketika UUD Sementara 1950 diberlakukan. Sistem federal maupun parlementer yang sempat dijalankan tidak berumur panjang.

Sepanjang periode 1950–1959, kabinet silih berganti setidaknya tujuh kali, hingga akhirnya Presiden Soekarno mengeluarkan Dekret 5 Juli 1959 yang mengembalikan Indonesia pada UUD 1945 dengan sistem presidensial.

Meski begitu, ia menilai praktik presidensial Indonesia hingga kini tetap memiliki ciri berbeda dari konsep klasik. Ciri khas jalan tengah ini, baginya, tampak dalam banyak aspek ketatanegaraan.

Dalam relasi sipil-militer pascareformasi, misalnya, peran transisi tetap berlangsung. Termasuk urusan otonomi daerah, Indonesia tidak sepenuhnya sentralistik maupun federalistik, melainkan memilih bentuk hibrid dengan otonomi khusus di Aceh, Papua, dan Yogyakarta.

Ia melanjutkan, dalam praktik politik sekarang ini memang tidak ada oposisi total. Fungsi penyeimbang kerap diambil alih masyarakat sipil, media, lembaga independen, maupun gerakan mahasiswa. Kelompok-kelompok tersebut menjadi kekuatan pengkritik yang menjaga keseimbangan kekuasaan meski tidak berstatus oposisi formal.

“Inilah wajah demokrasi kita: hibrid, khas, hasil kompromi budaya, sejarah, dan politik bangsa. Demokrasi jalan ketiga ala Indonesia,” tutup senator, Sumatera Utara ini. ** dom.

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Januari 2024 Beli Gas 3 Kg Harus Pakai KTP, DPR RI Sebut ‘Jangan Korbankan Rakyat’

    Januari 2024 Beli Gas 3 Kg Harus Pakai KTP, DPR RI Sebut ‘Jangan Korbankan Rakyat’

    • calendar_month Jumat, 25 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Jakarta, InofomsiNews–Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan pembelian LPG 3 kg wajib menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) per 1 Januari 2024. Menanggapi hal tersebut. Anggota Komisi VII DPR, Sartono Hutomo mengatakan, perlunya edukasi masyarakat terkait kebijakan ini karena diperlukan waktu yang Panjang dalam mensosialisasikan. Karena sambung Sartono, selain KK dan KTP […]

  • Wakil Ketua DPRD DKI Rany Mauliani Ingatkan Pendatang Baru usai Idul Fitri

    Wakil Ketua DPRD DKI Rany Mauliani Ingatkan Pendatang Baru usai Idul Fitri

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 182
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM,Jakarta– Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Hj. Rany Mauliani mengingatkan para pendatang baru agar memastikan jika sudah punya tempat tinggal. Pernyataan itu disampaikan merespon kebijakan pemprov DKI  tidak menggelar Operasi  Yustisi guna menjaring pendatang baru  yang masuk ke Jakarta usai Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M. Baik tinggal bersama keluarga, kerabat, ataupun menyewa rumah. “Jika […]

  • Kunjungi Wamena, Mendagri Pastikan Lokasi Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Pegunungan

    Kunjungi Wamena, Mendagri Pastikan Lokasi Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Pegunungan

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Wamena,msinews.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa (12/8/2025). Dalam kunjungan itu, Mendagri bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua Pegunungan yang terletak di kawasan Gunung Susu, Wamena. Turut mendampingi Mendagri, Wakil Menteri Dalam […]

  • Komunitas Relawan Squad PBI, Gelar HKB 2024 di Kawasan Wisata Kota Tua

    Komunitas Relawan Squad PBI, Gelar HKB 2024 di Kawasan Wisata Kota Tua

    • calendar_month Kamis, 25 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Setiap tanggal 26 April, di peringati sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB). Khusus untuk di Provinsi DKI Jakarta, kegiatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2024, di gelar di Kawasan Wisata Kota Tua, Jakarta Kota. Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Lukman Aziz dari Indoesia Care, bahwa kegiatan Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun 2024 ini akan di gelar di Kawasan Kota […]

  • Catat! Semua Anggota Komisi XI DPR Penerima CSR BI-OJK Berpotensi Jadi Tersangka

    Catat! Semua Anggota Komisi XI DPR Penerima CSR BI-OJK Berpotensi Jadi Tersangka

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Msinews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikaan sinyal peringatan yang dapat mengguncang gedung Senayan DPR RI. Bahwa seluruh anggota Komisi XI DPR RI periode 2019 sampai 2024 yang ikut menerima dan menikmati dana program CSR dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menjadi tersangka. Wakil Ketua KPK Johanis Tanak, menyatakan peluang pengembangan […]

  • Paradoks Jalan Swadaya dan Ancaman Sistem Transportasi Nasional

    Paradoks Jalan Swadaya dan Ancaman Sistem Transportasi Nasional

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Oleh : Djoko Setijowarn  INFRASTRUKTUR Jalan adalah salah satu wujud pelayanan dasar yang hakiki dari negara untuk rakyat. Ketika hak atas mobilitas yang aman ini berbenturan dengan lambatnya birokrasi dan keterbatasan anggaran daerah, masyarakat kerap dihadapkan pada pilihan sulit, yakni membiarkan ekonomi lumpuh atau mendanai sendiri perbaikan fasilitas publik tersebut_ . Belakangan ini, fenomena masyarakat […]

expand_less