Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Kriminal » Rieke Diah Pitaloka : Putus Rantai Perbudakan Modern, Perkuat PPA-PPI,Revisi UU TPPO Ratifikasi Kilo 190

Rieke Diah Pitaloka : Putus Rantai Perbudakan Modern, Perkuat PPA-PPI,Revisi UU TPPO Ratifikasi Kilo 190

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
  • visibility 147
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANGGAL 23 Agustus diperingati UNESCO sebagai International Day for the Remembrance of the Slave Trade and its Abolition. Tanggal ini merujuk pada pemberontakan orang-orang yang diperbudak di Saint-Domingue, kini Haiti, pada malam 22–23 Agustus 1791.

Perlawanan tersebut menjadi tonggak penting perjuangan menghapus perdagangan budak transatlantik.

Lebih dari dua abad kemudian, rantai perbudakan memang tidak selalu terlihat, tetapi eksploitasi manusia belum berakhir. Ia berubah menjadi perbudakan modern: perdagangan orang, kerja paksa, eksploitasi seksual, penahanan dokumen, jeratan utang, perekrutan kerja palsu hingga online scam. Modus berubah, tetapi substansinya sama: manusia kehilangan kebebasan dan dieksploitasi demi keuntungan pihak lain.

Bagi Indonesia, ini persoalan konstitusional dan HAM. Pasal 28I ayat (1) UUD 1945 menegaskan hak untuk tidak diperbudak sebagai HAM yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. Negara karena itu tidak cukup menangkap pelaku setelah korban berjatuhan. Negara wajib membangun sistem mencegah, mendeteksi, menghentikan, menindak, melindungi, dan memulihkan.

Ancaman tersebut nyata. Sepanjang 2025, Direktorat TPPA-TPPO Bareskrim Polri mengungkap 353 kasus TPPO dengan 1.114 korban; 699 WNI dipulangkan dari Myanmar setelah menjadi korban sindikat online scam. Pada saat yang sama, Polri mengakui masih menghadapi keterbatasan anggaran, sarana, dan SDM.

Saya merekomendasikan:

1. Perkuat Direktorat PPA-PPO Polri secara nasional. Pembentukan Ditpid PPA-PPO di Mabes Polri dan perluasannya menjadi Ditres/Satres PPA-PPO harus diteruskan secara bertahap berdasarkan peta risiko. Penguatan tidak boleh berhenti pada nomenklatur, tetapi harus menjamin satker yang kuat, SDM khusus, anggaran memadai, ruang pemeriksaan ramah korban, forensik digital, patroli siber, kemampuan lintas negara serta follow the money dan follow the asset. Penyidikan harus bergerak dari menangkap perekrut menuju membongkar pengendali, pemodal, korporasi, jaringan, penerima manfaat, serta aset hasil kejahatan. Penguatan ini juga penting karena PPA-PPO menangani spektrum kejahatan terhadap perempuan, anak dan kelompok rentan, bukan TPPO semata.

2. Segera revisi UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO. Revisi harus menjadi rekonstruksi sistem pemberantasan TPPO agar mampu menghadapi kejahatan digital dan transnasional, aktor intelektual, pertanggungjawaban korporasi, pembuktian elektronik, pencucian hasil kejahatan, restitusi serta pemulihan korban.

3. Ratifikasi Konvensi ILO Nomor 190. Pemberantasan perbudakan modern harus dimulai dari hulu. KILO 190 diperlukan untuk memperkuat perlindungan dari kekerasan dan pelecehan di dunia kerja, terutama bagi pekerja perempuan, pekerja migran dan kelompok pekerja rentan, sebelum kerentanan berkembang menjadi eksploitasi yang lebih berat.

Peringatan 23 Agustus harus mengubah paradigma: dari menangani korban menjadi mencegah korban; dari menangkap perekrut menjadi membongkar jaringan; dari mengejar pelaku menjadi mengikuti uang dan aset.
Dulu manusia berjuang mematahkan rantai perbudakan yang terlihat. Tugas kita hari ini mematahkan rantai yang tidak selalu terlihat. Manusia bukan komoditas. Pekerja bukan budak. Perempuan dan anak bukan barang dagangan.

A luta Continua! Lanjutkan Perjuangan!
Fortes Fortuna Iuvat! Keberuntungan Milik Pemberani!**

*) Dr. Rieke Diah Pitaloka
Anggota Komisi XIII DPR RI – Bidang Hukum dan HAM.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yusuf Kalla: Tak Masalah Golkar Gabung Kubu  Prabowo: ‘Tinggal Jalankan Teknisnya’

    Yusuf Kalla: Tak Masalah Golkar Gabung Kubu  Prabowo: ‘Tinggal Jalankan Teknisnya’

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Jakarta, Infomsi.News–Politikus senior Golkar Jusuf Kalla (JK) menangapi keputusan Golkar mendeklarasikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres tak ada persolan. Kendati hasil munas telah menetapkan Ketua Umum Airlangga Hartarto sebagai capres. JK menyampaikan bahwa langkah Golkar itu diambil dikarenakan kondisi politik yang sulit untuk mencalonkan Airlangga saat ini. “Ya kalau sulit kan, orang […]

  • Kemenkes Diminta Pastikan Alat Antropometri Terdistribusi ke Seluruh Posyandu

    Kemenkes Diminta Pastikan Alat Antropometri Terdistribusi ke Seluruh Posyandu

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Komisi IX DPR RI menyampaikan kesimpulan dari Rapat Kerja Komisi IX DPR bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo dengan agenda pembahasan mengenai pelaksanaan program penurunan stunting. Adapun, Komisi IX DPR RI meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan alat antropometri didistribusikan mencapai ke […]

  • Sebanyak 25 Pengacara dari FP NTT Dampingi Tiga Terduga Penculikan Kepala Cabang BRI

    Sebanyak 25 Pengacara dari FP NTT Dampingi Tiga Terduga Penculikan Kepala Cabang BRI

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Sebanyak 25 Orang Pengacara dari Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (FP NTT) mendampingi tiga orang terduga kasus penculikan Kepala Cabang BRI, yakni EWB, AT, dan JRS. Hal tersebut disampaikan oleh Dewan Pembina DPP FP NTT, Petrus Bala Pattyona, dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya Jakarta Selatan, Senin 25 Agustus 2025. “Ketiga terduga telah […]

  • Kementerian PANRB Laksanakan Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital

    Kementerian PANRB Laksanakan Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 175
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) sebagai pembina pelayanan publik, secara konsisten terus melakukan upaya perbaikan layanan kepada masyarakat, salah satunya dengan melaksanakan Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital (Pemdi). Melalui pelaksanaan evaluasi Pemdi, tidak hanya memastikan penerapan transformasi digital di setiap instansi pusat dan pemerintah daerah semata, melainkan transformasi digital yang berdampak […]

  • Erick Thohir : Pembangunan Tol Padang-Sicincin Capai 55%

    Erick Thohir : Pembangunan Tol Padang-Sicincin Capai 55%

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengumumkan proyek pembangunan Tol Padang-Sicincin telah mencapai 55 persen. Rencananya, tol ini akan dapat digunakan pada tahun ini. Dalam pernyataannya melalui akun Instagramnya @erickthohir pada Rabu, 6 Maret 2024, Erick menjelaskan Tol Padang-Sicincin ini memiliki panjang sekitar 36 kilometer dan akan menghubungkan wilayah […]

  • BP Taskin Nilai Sekolah Rakyat Sangat Strategis, Selesaikan Dua Masalah Sekaligus

    BP Taskin Nilai Sekolah Rakyat Sangat Strategis, Selesaikan Dua Masalah Sekaligus

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 166
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM – Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto memiliki tujuan utama memutus mata rantai kemiskinan dan kebodohan. Saking strategisnya, BP Taskin bahkan menyebut Sekolah Rakyat yang dijalankan Kemensos sebagai program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis. “Karena ini sangat strategis memutus mata rantai kemiskinan dan kebodohan, kami anggap ini sesuatu yang sangat prioritas seperti […]

expand_less