Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Komite IV DPD RI Raker dengan Sejumlah Kementerian,Ini Hasilnya

Komite IV DPD RI Raker dengan Sejumlah Kementerian,Ini Hasilnya

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Rabu, 12 Jun 2024
  • visibility 179
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,msinews.com– Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI melaksanakan Rapat Kerja dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Bank Indonesia membahas tentang Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Tahun 2025, Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025-2029, dan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah 2025.

Dalam kesempatan itu, senator Nusa Tenggara Barat, Achmad Sukisman Azmy, menyampaikan perhatiannya kaitan antara persoalan inflasi dengan tingginya harga tiket di sektor pariwisata, “Kami di daerah pariwisata seharusnya menikmati lebih banyak keuntungan, tetapi justru mendapatkan banyak hal yang tidak baik”.

“Kita berharap kedepannya daerah pariwisata mendapatkan keuntungan yang tinggi” harap Sukisman kepada pemerintah.

Selain itu, ia juga menyampaikan keluhan dari masyarakat, yakni kenaikan pajak dari 10 persen ke 12 persen yang sangat memberatkan masyarakat.

“Banyak sekali sebetulnya potensi-potensi pajak” tuturnya.

Beliau mencontohkan pemberlakuan pajak lalu lintas laut dan udara serta pajak di sektor digital.

Tamsil Linrung, anggota DPD RI dari Sulawesi Selatan, menyatakan bahwa, “Pelemahan dan penguatan rupiah (terhadap USD) hanya enak secara narasi”.

Padahal, lanjutnya, terdapat perbedaan yang sangat diametral antara ketika terjadi pelemahan dengan penguatan. Di samping itu, terkait pemaparan dari Menteri Keuangan,

“Kita perlu dukung program creative financing” ujar Tamsil. Namun, beliau juga menegaskan bahwa perlu ada kehati-hatian agar hak-hak masyarakat tetap terjaga.

Casytha Kathmandu, anggota Komite IV DPD RI dari Jawa Tengah, mengulas kembali bahasan Visi Indonesia Emas 2045 yang sasaran utamanya adalah kemiskinan menuju 0 persen dan ketimpangan berkurang.

Namun, menurutnya berdasarkan fakta di lapangan, Permendag Nomor 8 Tahun 2024 merelaksasi aturan impor sehingga ada tahapan perizinan impor yang dipotong.

“Salah satu dampaknya adalah impor tekstil jadi meningkat” tegasnya.

Akibatnya, pabrik tekstil banyak yang tutup dan melakukan banyak PHK di Jawa Tengah. “Dengan adanya permendag tersebut, ditambah dengan penambahan pajak dan adanya tapera, artinya cost bagi pengusaha bertambah” tambahnya.

“Bagaimana langkah sebenarnya pemerintah untuk mencapai Indonesia Emas saat di lapangan tidak menggambarkan hal tersebut?” pungkasnya.

Faisal Amri, anggota Komite IV DPD RI dari Sumatera Utara, menjelaskan adanya gejolak tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Sumatera Utara. Beliau melihat status Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang berbeda-beda.

“Akhirnya, saya melihat PTN ini seperti PTS. Saya pikir ini perlu dievaluasi mengenai status kampus-kampus kita ini. Kenyataannya, lebih murah kuliah di PTS” ucap Faisal.

Maya Rumantir, senator dari Provinsi Sulawesi Utara, memberi beberapa pesan karena kebijakan fiskal dan APBN sangat penting untuk menangani persoalan bangsa.

Salah satu pesannya, “Bagaimana menteri menjaga kehati-hatian sehingga pertumbuhan ekonomi terus berkelanjutan”.

Selain itu, beliau juga berpesan agar perancangan APBN 2025 tidak menimbulkan risiko bagi kita. Sebagai tambahan, “Bagaimana menjaga kepercayaan investor untuk terlibat pada pembangunan IKN” pesan Maya lainnya kepada pemerintah.

Amirul Tamim, senator dari Provinsi Sulawesi Tenggara, menyampaikan perhatiannya tentang pilkada serentak. Beliau belum melihat adanya sinkronisasi dan harmonisasi di lapangan, termasuk dalam hal Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

Salah satu kendala, menurut analisisnya, berupa perbedaan level koordinasi di daerah. “Perlu perhatikan jajaran eselon di bawah” sarannya kepada pemerintah. Amirul juga memberi catatan terkait IUP kepada ormas. “IUP kepada profesional saja masih banyak menimbulkan bencana kepada masyarakat. Itu perlu menjadi catatan penting kedepannya” pungkasnya.

Sanusi Rahaningmas, anggota Komite IV dari Papua Barat, mengutarakan aspirasi masyarakat daerahnya mengenai janji presiden yang tidak pernah ditepati.

“Waktu terjadi konflik berupa pembakaran di Manokwari, Papua Barat, Beliau (Presiden) pernah menjanjikan pembangunan kantor baru sebesar 250 miliar” terangnya. Namun, menurutnya sampai saat ini janji tersebut belum terealisasi. Selain itu, “Pada 2022 kemarin, sudah ada peletakan batu pertama untuk pembangunan infrastruktur Papua Barat Daya”. Tetapi, lanjutnya, “Sampai saat ini belum ada titik terang sehingga Pemprov Papua Barat Daya masih berkantor di kantor Pemkot Sorong”.

Novita Annakota, senator dari Provinsi Maluku, menyampaikan pengalamannya bahwa dalam melakukan edukasi perpajakan, ternyata mengumpulkan masyarakat itu bukan suatu hal yang mudah. “Kita perlu mencari suatu diksi yang lebih pas agar edukasi pajak tidak menjadi momok bagi masyarakat” saran wakil ketua Komite IV DPD RI ini.

Di samping itu, terkait hak kemaritiman wilayah timur Indonesia, “Kami ada permintaan ferry roro di kabupaten Aru, Maluku, karena itu merupakan kebutuhan masyarakat Kabupaten Aru” pintanya kepada Kementerian PPN/Bappenas.

Elviana, Wakil Ketua Komite IV DPD RI, menyampaikan apresiasi atas suksesnya program pembiayaan Ultra Mikro (UMi).

“Sayangnya, OJK semakin banyak memberi izin sehingga masyarakat terlilit utang luar biasa dari berbagai sumber yang bukan online” jelasnya. Bahkan, dampaknya hingga membuat aset masyarakat tergadai dan meningkatnya tingkat perceraian. Oleh karena itu, “PNM Mekar tolong dikaji untuk memberikan subsidi bunga” ujar senator dari Provinsi Jambi ini.

Amang Syafrudin, Senator dari Provinsi Jawa Barat, menyampaikan perhatiannya terkait otonomi seluas-luasnya.

Menurutnya, dalam postur APBN, rasio TKD terhadap APBN masih jauh dengan angka 40 persen. Lantas, “Seperti apa idealnya postur anggaran antara pusat dan daerah kedepannya?” tanya Ketua Komite IV DPD RI ini kepada Kementerian Keuangan. Selain itu, Amang juga meminta pemerintah agar mempertimbangkan kembali kebijakan kenaikan UKT.

Pada Rapat Kerja Komite IV DPD RI bersama Menkeu Sri Mulayani, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti sepakat untuk mendorong agar RUU Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) TA 2025 memberi ruang kepada Pemerintahan terpilih untuk merealisasikan program-program yang berpihak terhadap masyarakat di daerah.

Menutup kegiatan rapat kerja hari ini, Novita Annakota selaku Wakil Ketua Komite IV DPD RI memberikan apresiasi kepada seluruh peserta rapat dan menyampaikan bahwa hasil raker akan ditindaklanjuti dalam berbagai sinergi antara Komite IV DPD RI dengan Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, dan Bank Indonesia. **

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wamendagri Bima Arya Dorong Kepala Daerah Ubah Paradigma Pembangunan untuk Perkuat Keadilan Ekologis

    Wamendagri Bima Arya Dorong Kepala Daerah Ubah Paradigma Pembangunan untuk Perkuat Keadilan Ekologis

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 130
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM,PEKANBARU– Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong kepala daerah mengubah paradigma pembangunan agar tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan sosial, budaya, dan ekologis, serta manfaat pembangunan bagi lintas generasi. Perubahan cara pandang tersebut dinilai penting untuk mencegah benturan antara kepentingan pertumbuhan ekonomi, masyarakat adat, dan kelestarian alam. Menurut […]

  • Komisi III DPR : BNPT Hadirkan Situasi Kondusif di Momen Idulfitri 1445 Hijriah

    Komisi III DPR : BNPT Hadirkan Situasi Kondusif di Momen Idulfitri 1445 Hijriah

    • calendar_month Sabtu, 13 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Komisi III DPR yang membawahi bidang hukum,HAM,dan Keamanan, menilai Badan Nasional Penanggulana Terorisme (BNPT) telah berhasilkan hadirkan situasi kondusif di momen Idulfitri 1445 Hijriah/2024 Masehi. Terbukti, tidak adanya gangguan terorisme dan radikalisme dalam menyambut perayaan suci Umat Islam ini. Demikian disampaikan oleh Anggota Komisi III DPR RI Sarifuddin Sudding kepada wartawan di Jakarta,Jumat (12/4/2024). […]

  • Bioenergi : Energi Alternatif di Massa Depan

    Bioenergi : Energi Alternatif di Massa Depan

    • calendar_month Sabtu, 28 Des 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Oleh Syamsul Noor BIOENERGI adalah salah satu jenis energi terbarukan sebagai energi alternatif dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh bioenergi di Indonesia adalah biodiesel, biogas, bioethanol dan pure vegetable oil. Bioenergi adalah energi terbarukan dalam perkembangan di Indonesia. Bagaimana tidak? Energi fosil nyaris ditelan bumi akibat kegiatan eksploitasi berlebihan. Penggunaan energi fosil harus secara bijak. Sebab, […]

  • Puan Maharani Klaim, DPR Selesaikan 14 RUU Bersama Pemerintah

    Puan Maharani Klaim, DPR Selesaikan 14 RUU Bersama Pemerintah

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Ketua DPR RI Puan Maharani mengklaim capaian kinerja pembentukan undang-undang pada tahun pertama masa keanggotaan DPR RI periode 2024-2029. Hingga saat ini, DPR RI bersama Pemerintah telah menyelesaikan pembahasan 14 rancangan undang-undang (RUU). “Hingga saat ini, DPR RI bersama dengan Pemerintan telah menyelesaikan pembahasan 14 (empat belas) Rancangan Undang-Undang (RUU). Dengan rincian Komisi I menyelesaikan […]

  • Gandeng Taspen, BSKDN Kemendagri Dorong ASN Tetap Produktif Pasca-Purnatugas

    Gandeng Taspen, BSKDN Kemendagri Dorong ASN Tetap Produktif Pasca-Purnatugas

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 198
    • 0Komentar

    MSIN⁵akarta – Kepalxa Badan Strategi Kebijakan Dalam Neg’xxeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mendorong jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawahnya untuk tetap produktif setelah memasuki masa purnatugas. Untuk mendukung upaya tersebut, pihaknya menjalin kolaborasi dengan PT Taspen dalam mengoptimalkan potensi para pegawai melalui berbagai program. Langkah ini diambil agar sumber daya manusia […]

  • Mensos  Pastikan Pengadaan Laptop Siswa Sekolah Rakyat Transparan dan Akuntabel

    Mensos  Pastikan Pengadaan Laptop Siswa Sekolah Rakyat Transparan dan Akuntabel

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Bandung,msinews.com — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan pengadaan lebih dari 15.000 laptop untuk siswa Sekolah Rakyat akan  dilakukan secara transparan dan akuntabel. “Saya sudah minta kepada penanggung jawab pengadaan untuk melakukan pengadaan dengan transparan, dengan terbuka, tidak kongkalikong, tidak ada lagi praktek-praktek yang melanggar aturan,” kata Gus Ipul saat mengajak Wakil Menteri Pekerjaan […]

expand_less