Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Keseombongan Intelektual Dalam Kepemimpinan Pemerintahan

Keseombongan Intelektual Dalam Kepemimpinan Pemerintahan

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Sonni Lokobal
Ketua Analisis Papua Strategis (APS) Provinsi Papua Pegunungan

Dalam kepemimpinan pemerintahan, kecerdasan intelektual tidak boleh berjalan tanpa kecerdasan sosial. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu memahami data, regulasi, dan konsep pembangunan, tetapi juga wajib memahami perasaan, kebutuhan, pengalaman, serta suara masyarakat yang dipimpinnya.

Saya melihat ada gejala yang perlu menjadi perhatian dalam kepemimpinan pemerintahan hari ini: kesombongan intelektual atau dalam istilah akademik dapat dikaitkan dengan epistemic arrogance—kecenderungan merasa bahwa pengetahuan, cara pandang, atau keputusan sendiri paling benar sehingga pandangan masyarakat, bawahan, maupun pihak lain kurang dianggap penting.

Dalam konteks tertentu, gejala ini bahkan sering digambarkan dengan istilah “God Complex”, yaitu sikap psikologis ketika seseorang merasa memiliki otoritas atau kebenaran yang seolah-olah berada di atas kritik. Namun istilah tersebut harus digunakan secara hati-hati. Kritik terhadap pola kepemimpinan tidak boleh berubah menjadi diagnosis terhadap pribadi seseorang.

Pemerintahan pada dasarnya adalah hubungan sosial. Kekuasaan diberikan bukan untuk menciptakan jarak antara pemimpin dan rakyat, melainkan untuk membangun kepercayaan. Karena itu, pemimpin harus mampu mendengar sebelum memutuskan, berdialog sebelum mengambil kebijakan, dan membuka ruang koreksi ketika kebijakan belum menjawab kebutuhan masyarakat.

Di Papua Pegunungan, prinsip ini menjadi semakin penting. Masyarakat memiliki struktur sosial, adat, agama, sejarah, dan pengalaman hidup yang tidak selalu dapat dibaca hanya melalui angka-angka dalam dokumen pemerintahan. Data memang penting, tetapi data tanpa konteks sosial dapat menghasilkan kebijakan yang benar secara administratif tetapi belum tentu dirasakan benar oleh masyarakat.

Pemimpin yang kuat bukanlah pemimpin yang tidak pernah dikritik. Justru kekuatan kepemimpinan terlihat dari kemampuan menerima kritik tanpa merasa kehilangan kewibawaan. Kritik publik bukan ancaman terhadap pemerintah kritik adalah mekanisme sosial untuk mengoreksi kekuasaan agar tetap berada pada jalur kepentingan rakyat.

Karena itu, pemerintahan Papua Pegunungan membutuhkan kepemimpinan yang menggabungkan intelektualitas, kerendahan hati, kecerdasan sosial, dan keberanian untuk mendengar. Jangan sampai pengetahuan menjadi tembok yang memisahkan pemerintah dari rakyat.

Sebab pada akhirnya, pemerintah bukan hanya tentang siapa yang paling tahu, tetapi siapa yang paling mampu memahami dan melayani mereka yang dipimpinnya.

Selamat malam salam sehat untuk kita semua wa wa wa 🙏🏽
Wamena Leyowa. 24 September 2026

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Debat Kelima Capres

    Debat Kelima Capres Pemilu 2024: Menahan Diri demi Menghindari Blunder

    • calendar_month Senin, 5 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Debat kelima calon presiden (capres) Pemilu 2024 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, pada Minggu (4/2), dinilai oleh Profesor Slamet Rosyadi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto sebagai ajang di mana ketiga capres terlihat berusaha menahan diri untuk menghindari blunder yang dapat berdampak negatif pada citra mereka. “Debat terakhir […]

  • Pemulihan Pascabencana Sumatera, Mendagri Ajak Satgas Terus Jaga Kekompakan

    Pemulihan Pascabencana Sumatera, Mendagri Ajak Satgas Terus Jaga Kekompakan

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Msinews.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera memaparkan perkembangan terbaru penanganan dan pemulihan dampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Hal itu disampaikan Mendagri pada Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah […]

  • Sekjen Kemensos ; Kepala Daerah Jadi Kunci Mutu Sekolah Rakyat, Putus Rantai Kemiskinan

    Sekjen Kemensos ; Kepala Daerah Jadi Kunci Mutu Sekolah Rakyat, Putus Rantai Kemiskinan

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Pemerintah daerah (Pemda) didorong menjadi penjamin mutu utama Sekolah Rakyat demi memastikan program ini efektif mengakhiri kemiskinan antar generasi. Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, (Kemensos) Robben Rico, menyampaikan pesan ini dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat berdialog di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kendari, pada Jumat 27 Juni 2025. “Para wakil kepala […]

  • Aturan Baru Berlaku 1 Februari 2025: Pengecer Gas Elpiji 3 Kg Wajib Daftar Jadi Pangkalan

    Aturan Baru Berlaku 1 Februari 2025: Pengecer Gas Elpiji 3 Kg Wajib Daftar Jadi Pangkalan

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Palembang, msinews.com – Gas elpiji 3 kg kini tidak bisa dijual bebas oleh pengecer. Pengecer harus mendaftar sebagai pangkalan resmi Pertamina untuk tetap menjual elpiji subsidi. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menegaskan, pengecer harus memenuhi syarat administrasi agar dapat beroperasi sebagai pangkalan resmi elpiji 3 kg. “Jadi, pengecer kita jadikan […]

  • Komisi VII Soroti Pentingnya Konektivitas Industri, Akses KIW Tersendat

    Komisi VII Soroti Pentingnya Konektivitas Industri, Akses KIW Tersendat

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 130
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM– Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menegaskan pentingnya pembentukan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kawasan Industri sebagai umbrella law (payung hukum tunggal) guna mengurai berbagai hambatan investasi dan perizinan yang selama ini dihadapi oleh para pelaku usaha di daerah. “Investor ini mesti datang ke satu pintu, satu pintu, satu pintu. Kalau misalnya banyak […]

  • Serap Aspirasi Daerah, DPD RI Soroti Ketahanan Pangan hingga Konflik Papua

    Serap Aspirasi Daerah, DPD RI Soroti Ketahanan Pangan hingga Konflik Papua

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 192
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM— Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menyampaikan hasil penyerapan Aspirasi Masyarakat dan Daerah (Asmasda) yang dihimpun sejak 24 April hingga 13 Mei 2026 pada Sidang Paripurna ke-10 di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jumat pekan lalu. Adapun ,berbagai persoalan strategis yang menjadi perhatian masyarakat di sejumlah daerah meliputi pembangunan desa, distribusi energi […]

expand_less