DPP PATRIA PMKRI Undang Jusuf Kalla Dalam Dialog Kebangsaan
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month Senin, 13 Apr 2026
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
msinews.com- Menyikapi viralnya potongan video ucapan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) saat pidato di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Kamis 5 Maret 2026 lalu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (PATRIA) PMKRI secara resmi mengundang Jusuf Kalla dalam dialog kebangsaan pada Rabu, 15 April 2026 di Gedung Joeang 45 Jl. Menteng Raya No.31, Menteng, Jakarta Pusat.
Dialog yang mengusung tema Merawat Tenun Kebangsaan ini, diadakan dalam rangka mencegah polarisasi di tengah masyarakat Indonesia terkait potongan video pernyataan Jusuf Kalla tersebut.
Wakil Ketua Umum DPP PATRIA PMKRI, Maksimus Ramses Lalongkoe dalam siaran persnya pada Senin, 13 April 2026 mengatakan, undangan terhadap Jusuf Kalla untuk mengadakan dialog, merupakan bentuk kecintaan komunitas bangsa dalam meluruskan dan menyelaraskan persepsi terkait penggunaan terminologi sakral agama dalam narasi kebangsaan di ruang publik.
“Sebetulnya ini langkah srategis Alumni PMKRI yang tergabung dalam organisasi PATRIA dalam meluruskan dan menyelaraskan persepsi terkait penggunaan terminologi sakral agama dalam narasi kebangsaan di ruang publik, ” kata pria yang biasa disapa Ramses ini.
Selain menyamakan penggunaan terminologi juga dialog ini sangat penting guna membahas langkah konkret dalam merawat persaudaraan nasional demi mencegah polarisasi di masa depan ditengah minimnya literasi masyarakat Indonesia.
“Dialog langsung dengan Pak Jusuf Kalla ini sangat urgen agar mencegah polarisasi ditengah masih minimnya literasi warga bangsa dewasa ini, ” ujar mantan jurnalis antv ini.
Lebih lanjut Ramses menjelaskan, dalam pandangan PATRIA PMKRI, dialog langsung dengan Jusuf Kalla juga untuk meredam pihak-pihak yang saat ini tersulut emosinya akibat potongan video yang beredar luas tersebut, apalagi pernyataan Jusuf Kalla saat itu sedang membedah situasi psikologis pelaku konflik di Poso dan Ambon masa lalu dan bukan sedang menafsirkan ajaran agama.
PATRIA PMKRI percaya, dengan kearifan Jusuf Kalla sebagai tokoh perdamaian, dialog ini akan menjadi teladan bagi generasi muda dalam menyelesaikan perbedaan melalui meja persaudaraan. **
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Saat ini belum ada komentar