Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » Pengungsi Rohingya di Aceh Capai 1.000 orang, Pemerintah Diminta Lakukan Hal Ini 

Pengungsi Rohingya di Aceh Capai 1.000 orang, Pemerintah Diminta Lakukan Hal Ini 

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Senin, 3 Jun 2024
  • visibility 197
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banda Aceh,msinews.com- Kominis Hukum,Keamanan dan HAM (Komisi III)  DPR RI, meminta pemerintah untuk melakukan sinkronisasi dan harmonisasi peraturan perundang-undangan terkait regulasi yang mengatur soal kewenangan tiap-tiap lembaga dalam menangani pengungsi yang datang dari negara luar.

Hal tersebut menyusul jumlah pengungsi Rohingya di Aceh yang kini jumlahnya mencapai lebih dari 1.000 orang dan tersebar di tujuh kabupaten/kota. Menurutnya, kasus pengungsi ini harus cepat ditangani karena merupakan masalah yang besar.

“Sinkronisasi dan harmonisasi ini dibutuhkan agar kita bisa mencegah orang masuk ke Indonesia sebagai pengungsi. Sebab kalau itu tidak dilakukan, maka sampai kapanpun, mereka (para pengungsi) tetap hadir di sini (Indonesia) atas alasan kemanusiaan, dan emang Indonesia tidak bisa menolak kedatangan mereka,” kata Anggota DPRI RI daerah pemilihan Aceh,  Nasir Djamil usai pertemuan dengan Polda Aceh dan Kanwil Kumham Aceh dalam rangka Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI di Banda Aceh, Aceh, akhir Mei pekan lalu.

Komisi III DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2023 – 2024. Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI ke Provinsi Aceh ini dilakukan dengan tujuan meninjau kondisi sekaligus merumuskan kebijakan yang efektif terkait masalah pengungsi Rohingya di Aceh.

Ia menjelaskan bahwa sinkronisasi dalam harmonisasi peraturan perundang undangan perlu dimulai dari regulasi yang paling atas, kemudian Undang-Undang terkait Keimigrasian, lalu peraturan pemerintah hingga peraturan presiden.

Menurutnya, sinkronisasi tersebut perlu dilakukan agar Indonesia bisa optimal menangani tiap pengungsi yang masuk ke Indonesia. Apalagi, tambahnya, datangnya pengungsi tersebut tidak dapat lepas dari adanya indikasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Jadi karena karena mereka bergerombolan dan jumlahnya juga tidak sedikit, maka terjadilah apa yang disebutkan penyelundupan manusia. Bisa jadi ini bukan soal mereka bergerak anggap aja dari Bangladesh ke Indonesia, dalam hal ini Aceh, tapi juga ini bagian dari sindikat penyelundupan manusia,” beber Politisi Fraksi PKS ini.

Oleh karena TPPO merupakan tindak kejahatan, dirinya menilai hal tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Ia berharap pemerintah bersama DPR RI dapat inisiatif untuk bisa lebih fokus ke depannya untuk mengatasi hal itu.

“Terutama Aceh, (agar) tidak kelimpungan ya kalau menangani mereka. Karena dalam Perpres itu disebutkan bahwa pemerintah daerah lah yang memberikan tempat tampungan, sementara pemerintah daerah punya pekerjaan lain yang harus mereka selesaikan,” tegasnya.

Nasir pun mewanti-wanti agar pemerintah agar pemerintah pusat jangan sampai lepas tangan lalu menyerahkan hal ini kepada pemerintah daerah. Sebab, pemerintah daerah juga punya pekerjaan pekerjaan yang harus mereka kerjakan, seperti melayani kebutuhan masyarakat dan lain sebagainya.

“Mudah-mudahan nanti pimpinan DPR bersedia melakukan koordinasi dan paling rapat dengan menko polhukam beserta jajaran untuk menjalankan masalah ini. Sehingga tahun 2025 kita sudah punya solusi bagaimana mengatasi Bagaimana mengatasi pengungsi yang datang khususnya etnis Rohingya Indonesia, khususnya aceh,” ujar Nasr. * Dom.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wau.. Anggaran Pertanian Naik di 2024, Asep Ahmad Inginkan Fokuskan Antisipasi El Nino

    Wau.. Anggaran Pertanian Naik di 2024, Asep Ahmad Inginkan Fokuskan Antisipasi El Nino

    • calendar_month Sabtu, 19 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PPP, KH Asep Ahmad Maoshul Affandy meminta pemerintah memperhatikan sejumlah hal dalam menentukan anggaran di bidang pertanian. Di antaranya antisipasi El Nino yang berdampak pada penurunan produksi pangan. “Kami mengapresiasi pemerintah dengan peningkatan Anggaran Ketahanan Pangan tahun 2024 sebesar Rp 108,8 triliun atau naik 7,8% dari tahun […]

  • Kunker Ke Polda Jateng, Habib Aboe Bakar Dukung Kapolda Tindak Beking Narkoba dan Perjudian

    Kunker Ke Polda Jateng, Habib Aboe Bakar Dukung Kapolda Tindak Beking Narkoba dan Perjudian

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 73
    • 0Komentar

    JAWA TENGAH – Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi menyatakan dukungan penuh terhadap ketegasan Kapolda Jawa Tengah dalam menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap anggota kepolisian yang terlibat dalam praktik perjudian, narkoba, maupun transaksi perkara. Menurut Habib Aboe, langkah tegas terhadap oknum aparat yang menyalahgunakan kewenangan merupakan bagian penting dari upaya menjaga kehormatan […]

  • Peringatan Hari Ibu 2024: Kontribusi Perempuan dalam Mengawal Pembangunan Indonesia Emas 2045

    Peringatan Hari Ibu 2024: Kontribusi Perempuan dalam Mengawal Pembangunan Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-96,Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyelenggara kan talkshow bertema “Kontribusi Perempuan dalam Mengawal Pembangunan Indonesia Emas 2045″. Acara ini dilaksanakan secara hybrid di Auditorium Gandhi Kantor BPKP Pusat dan aplikasi Zoom Workplace. Acara dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPKP yang diwakili oleh Deputi Kepala BPKP Bidang […]

  • Komunitas Perempuan Manggarai (KPM) Jakarta Mengutuk Keras Pembunuhan Terhadap Perempuan Muda Manggarai di Jakarta

    Komunitas Perempuan Manggarai (KPM) Jakarta Mengutuk Keras Pembunuhan Terhadap Perempuan Muda Manggarai di Jakarta

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 173
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM–Komunitas Perempuan Manggarai (KPM) Jakarta, mengutuk keras kasus kekerasan pembunuhan terhadap perempuan muda berusia 23 tahun asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur yang terjadi di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur yang baru diketahui pada Jumat 12 September 2025, Pukul 22.00 Wib. Ketua Komunitas Perempuan Manggarai, EMILIANA AK, dalam keterangan persnya kepada Media, Senin (15/09/2025) menyampaikan […]

  • Pemkot Yogyakarta Sambut Pemudik Lebaran 1445 H, Bakal Capai 11,7 juta Pengunjung

    Pemkot Yogyakarta Sambut Pemudik Lebaran 1445 H, Bakal Capai 11,7 juta Pengunjung

    • calendar_month Jumat, 5 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Yogyakarta,msinews.com-Pj Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo mengatakan, pihaknya siap menyambut pemudik lebaran 1445 Hijriah/2024. Adapun para pemudik yang melintas dan singgah ke Kota Yogyakarta pada masa libur lebaran. Terutama terkait keamanan dan kelancaran lalu lintas yang berkoordinasi dengan Polresta Yogyakarta dan pemangku kepentingan terkait. Mengingat diprediksi ada jutaan pemudik yang akan ke Yogyakarta. Menurut Pj […]

  • Cabut Perpres No. 66 Tahun 2025, Imparsial : Pengamanan Jaksa oleh TNI Telah Merusak Sistem Peradilan Pidana

    Cabut Perpres No. 66 Tahun 2025, Imparsial : Pengamanan Jaksa oleh TNI Telah Merusak Sistem Peradilan Pidana

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 209
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM- Direktur Inparsial,Ardi Manto Adiputra, menyoroti  soal Pengerahan prajurit TNI dalam pengamanan jaksa belakangan ini, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025, telah menimbulkan persoalan serius, baik dari aspek konstitusional, sistem peradilan pidana (penegakan hukum), maupun tata kelola sektor keamanan. Dalam keterangan tertulis diterkma awak media di Jakarta, Ardi mebegaskan bahwa, Pengamanan rumah […]

expand_less